cover
Contact Name
Ridho Akbar
Contact Email
ridho.akbar@um-surabaya.ac.id
Phone
+6282233118950
Journal Mail Official
mine-tech@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Prodi S1 Teknik Industri Gedung At-Tauhid Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Surabaya Jalan Sutorejo No 59 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60113 Email: mine-tech@um-surabaya.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
ISSN : -     EISSN : 29853516     DOI : https://doi.org/10.30651/mine-tech
MINE-TECH: Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology (E-ISSN: 2985-3516) diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing yang terbit setiap bulan Juni dan Desember. MINE-TECH menyediakan forum penyebaran hasil penelitian baru berupa manufaktur di bidang sistem industri dan teknologi industri. Jurnal ini tertarik pada pendekatan yang memanfaatkan kolaborasi bidang keilmuan lain. Topik yang tercakup di jurnal ini antara lain: Supply Chain & Logistic, Operations Research, Planning & Scheduling, Quality & Reliability, Industrial Food, Pharmacies, and Medic, Halal Industry, Enterprise Engineering, Project Management, Energy & Environmental Management, Decision Analysis, System & Digital Manufacturing, Occupational Safety and Health, Computational Intelligence Service & Healthcare System, Data Mining, Other Relevant Study Topics
Articles 68 Documents
Implementasi Machine Learning pada Industri PLN Untuk Klasifikasi Gangguan Listrik Berdasarkan Data DFR Novianti, Triuli; Santosa, Iwan
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v4i2.28951

Abstract

This study discusses the implementation of the Decision Tree algorithm for classifying electrical fault types based on data obtained from the Disturbance Fault Recorder (DFR) on a 150 kV transmission system. Disturbances in the electric power system can cause power instability and equipment damage if not detected quickly. The data used consists of 12 fault data including the fault current (I Fault), voltage during fault (V Fault), impedance (RΩ), and the cause of the fault. The classification process is carried out to distinguish the types of 1-phase, 2-phase, and 3-phase faults using a supervised learning approach with an entropy-based Decision Tree algorithm as a separation criterion. Model performance evaluation is carried out using the Leave-One-Out Cross Validation (LOOCV) method to maximize the use of small datasets. The test results show an accuracy of 91.67%, with the V Fault and I Fault parameters as the most influential features in the classification process. This study shows that the Decision Tree algorithm is capable of being an effective artificial intelligence-based solution for detecting electrical fault types quickly and interpretively. In the future, research can be developed by increasing the amount of data and conducting comparisons with other algorithms such as Random Forest and Support Vector Machine (SVM) to obtain more optimal results.
Analisis Peningkatan Kualitas Produksi Kemasan Plastik di PT.XYZ dengan Metode Fishbone dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Angely Saputro, Catherine Maudy; Hakim, M.Hanifuddin
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v4i2.29195

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis permasalahan cacat produk pada botol plastik Liora yang diproduksi oleh PT.XYZ. Permasalahan utama yang ditemukan berupa tingginya jumlah cacat, yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi serta menurunnya kualitas dan keandalan produk. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan analisis, yaitu diagram sebab-akibat untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat dari aspek manusia, mesin, metode, dan lingkungan, serta analisis mode kegagalan dan efeknya untuk menilai tingkat risiko setiap penyebab cacat melalui penentuan nilai prioritas risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan terdiri atas botol penyok, mulut botol tidak rata, dan permukaan botol tipis atau bergaris. Nilai risiko tertinggi diperoleh pada kesalahan teknik pengemasan, pengaturan waktu proses yang terlalu cepat, kontaminasi bahan, dan ketidaktepatan posisi komponen mesin. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan kualitas dapat dicapai melalui penyesuaian parameter proses, peningkatan kebersihan alat dan area kerja, pemeliharaan mesin yang teratur, serta peningkatan ketelitian operator.
Analisis Keandalan Dan Penjadwalan Pemeliharaan Mesin Line Corrugated Dan Flexo Serta Optimasi Persediaan Sparepart Di Perusahahan Pembuatan Karton Box Nurdianto, Donny; Widiasih, Wiwin
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v4i2.29245

Abstract

The corrugated box packaging industry plays an essential role in supporting the supply chain of various manufacturing sectors, making machine reliability a critical factor in ensuring production continuity. This study was conducted at a corrugated box manufacturing company in Gresik that operates corrugated line and flexo machines under a three-shift system with high production capacity. Based on downtime data from January 2024 to June 2025, it was found that the failure frequency of machine components was relatively high and had a significant impact on the production flow, particularly because the company still relies on corrective maintenance and does not yet have a structured spare parts control system.The research adopts a quantitative approach, involving calculations of Mean Time To Failure (MTTF), Mean Time To Repair (MTTR), Mean Time Between Failures (MTBF), reliability analysis using Weibull, Normal, and Exponential distributions, as well as determining the Reorder Point (ROP) based on actual demand and procurement lead time. The results show that most machine components exhibit low reliability levels, ranging from 37% to 66%, with failure patterns predominantly occurring in the wear-out phase. Based on these findings, a reliability-based preventive maintenance schedule was developed, allowing maintenance actions to be performed proactively rather than reactively.In addition, the ROP calculation indicates that the required spare parts range from 1 to 9 units depending on the component’s risk level and failure frequency. Overall, the implementation of preventive maintenance and ROP proves effective in improving maintenance performance, reducing downtime, and supporting the smooth operation of corrugated box production.
Rancangan Framework Sistem Traceability untuk Menjamin Keamanan Obat Sirup Anak di Indonesia Adinda Ludwika; Kresna Adi Mahendra; Isyfan Falah; Wahyu Surya Rahman
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technolog
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v5i1.29467

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia termasuk pada jumlah balitanya. Besarnya jumlah angka balita ini mengharuskan Indonesia memiliki fasilitas sistem kesehatan yang memadai. Keamanan obat yang dikonsumsi adalah hal terpenting sehingga memerlukan sistem pengawasan yang ketat. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah obat sirup anak yang berbahaya. Salah satu cara untuk mengendalikan permasalahan obat sirup adalah dengan melakukan tracing obat melalui sistem traceability sehingga dapat mempermudah untuk mengetahui persebaran distribusi obat. Traceability merupakan metode untuk melakukan tracing dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti proses produksi, regulasi, dan keseluruhan proses pharmaceutical supply chain mulai dari pihak manufacturer hingga retailer. Perancangan berbasis System Development Life Cycle (SDLC) dalam penelitian ini digunakan untuk menyusun sistem yang terdiri dari beberapa langkah seperti investigasi sistem, analisis sistem traceability, dan desain sistem. Hasil penelitian berupa rancangan sistem traceability berbasis QR Code dengan mengkombinasikan antara internal traceability dan eksternal traceability berbentuk 2 model QR Code yang berisi informasi tracing yang berbeda. Sistem ini berbasis real time untuk memudahkan transparansi supply chain dan tracing obat sirup anak sebagai langkah mitigasi dari permasalahan obat sirup berbahaya bagi anak
Analisis Peramalan dan Optimalisasi Persediaan Maklon Skincare dengan Metode EOQ, ROP, dan Safety Stock Muhammad Zidane Elang Syah Putra; Hastawati Chrisna Suroso
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technolog
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v5i1.31223

Abstract

This study aims to analyze demand forecasting and optimize inventory control for 12.5g day cream products at a skincare maklon company, PT. KSM. The methods employed include demand forecasting using Moving Average, Exponential Smoothing, and Linear Trend approaches, as well as inventory optimization using Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), and Safety Stock. The data utilized consist of two years of demand data, ordering costs, holding costs, and lead time. The results indicate that the Linear Trend method provides the highest accuracy, with MAD of 590.894, MSE of 485,888.3, and MAPE of 41.48%. Based on the forecasting results, the optimal EOQ is 1,160 units with an ordering frequency of 11–12 times per year, a Safety Stock of 15 units, and an ROP of 202 units. The implementation of these methods results in a total annual inventory cost of IDR 11,748,012, which is more efficient compared to the previous system. Additionally, the ordering frequency is reduced, and the risks of stockout and overstock are minimized. Therefore, the integration of forecasting and inventory control methods is proven to enhance operational efficiency and support more effective decision-making in inventory management within the skincare maklon industry.
Deployment Klasifikasi Sentimen Pada Ulasan Pengguna Aplikasi PLN Mobile Dengan Machine Learning Akhmad Ghiffary Budianto; Aqli Mursadin
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technolog
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v5i1.31396

Abstract

PT. PLN menyediakan layanan pengaduan bagi pelanggan terkait masalah kelistrikan baik melalui social media maupun aplikasi mobile PLN di android. Dalam google playstore, mobile PLN mendapatkan ulasan pengguna berupa rating dan ulasan. Sentimen terhadap ulasan pengguna bertujuan untuk memahami konteks dari ulasan yang diberikan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk dapat melakukan klasifikasi sentimen pada ulasan pengguna tersebut dan melakukan proses deployment ke dalam user interface agar mudah digunakan. Metode yang digunakan yaitu mengumpulkan ulasan pengguna dengan web scraping lalu mengolahnya dengan TF-IDF dan klasifikasi dengan logistic regression dan naïve bayes. K-folds cross validation dengan k=5 dan metrik performa seperti akurasi dan f1-score digunakan untuk mengukur kinerja model. Model klasifikasi  sentimen dengan naïve bayes menghasilkan tingkat akurasi sebesar 91%+2,42% dan f1-score sebesar 90,98%+2,44%. Model Naïve Bayes sedikit lebih baik dibandingkan dengan hasil model logistic regression dengan ingkat akurasi 87,9%+2,36% dan f1-score 87,87%+2,39%. Total misklasifikasi yang terjadi dengan model naïve bayes (17 kali) juga lebih sedikit terjadi dibandingkan dengan model logistic regression (22 kali). Deployment berhasil dilakukan dengan menggunakan Gradio user interface sederhana untuk melakukan trial dari model klasifikasi sentimen
Pengendalian Kualitas Produk Batu Bata Melalui Pendekatan Six Sigma pada UMKM XYZ di Aceh Besar Adyk Marga Raharja; Riski Arifin; Rafi Dio; Septi Ayu Angrayni
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technolog
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v5i1.31408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan dan meningkatkan kualitas produksi batu bata pada UMKM XYZ di Aceh Besar dengan menggunakan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data yang digunakan berupa data produksi dan jumlah cacat selama periode Januari 2025 hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat cacat rata-rata sebesar 3,83% dengan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) berkisar antara 9.422–9.865 dan level sigma sebesar 3,84, yang menunjukkan bahwa kapabilitas proses masih berada pada tingkat menengah. Analisis menggunakan diagram fishbone mengidentifikasi bahwa penyebab utama cacat berasal dari faktor metode, manusia, material, dan mesin. Jenis cacat dominan yang ditemukan meliputi retak, patah, cacat bentuk, dan gosong. Usulan perbaikan difokuskan pada penyusunan dan penerapan SOP, peningkatan kualitas bahan baku, pelatihan tenaga kerja, serta perawatan dan kalibrasi mesin. Tahap control dilakukan untuk memastikan perbaikan berjalan secara konsisten melalui pengawasan dan evaluasi berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Six Sigma efektif dalam mengidentifikasi penyebab cacat dan memberikan dasar perbaikan kualitas proses produksi.
Analisis Efektivitas Penggunaan Ukuran Nozzle Spray Berbeda Pada Pengecatan Material Plat Mochamad Zaed Yuliadi; winda amalia herdianti; Daffa Ikzaz Faiz
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technolog
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v5i1.31493

Abstract

Pengecatan merupakan salah satu proses penting dalam industri perkapalan dan manufaktur guna memberikan  perlindungan terhadap korosi serta meningkatkan estetika permukaan logam. Salah satu metode pengecatan yang umum digunakan adalah airless spray, yang memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan ketebalan lapisan yang seragam. Salah satu faktor yang memengaruhi hasil pengecatan adalah ukuran nozzle, yang berperan dalam menentukan pola semprot dan volume cat yang dikeluarkan, sehingga memengaruhi ketebalan lapisan cat kering atau Dry Film Thickness (DFT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan berbagai ukuran nozzle terhadap hasil DFT pada pengecatan plat baja. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung dengan menggunakan airless spray dan variasi ukuran nozzle. Setiap pengecatan dilakukan dalam kondisi tekanan, jarak semprot, jenis cat, dan metode aplikasi yang sama. Pengukuran DFT dilakukan menggunakan alat Elcometer di beberapa titik per plat, lalu dihitung nilai rata-rata DFT dari tiap ukuran nozzle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran nozzle berpengaruh signifikan terhadap hasil DFT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemilihan ukuran Nozzle yang paling sesuai dengan standar spesifikasi 15-25 μm. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil paling optimal dan efisien ialah ukuran pada ukuran nozzle 823, maka dilakukan perhitungnan kebutuhan cat yaitu 1,02 liter dengan biaya cat nya ialah Rp 153.000.Dengan demikian, pemilihan ukuran nozzle yang tepat dapat meningkatkan kualitas pengecatan sekaligus mengoptimalkan penggunaan material cat.