Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
MINE-TECH: Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology (E-ISSN: 2985-3516) diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing yang terbit setiap bulan Juni dan Desember. MINE-TECH menyediakan forum penyebaran hasil penelitian baru berupa manufaktur di bidang sistem industri dan teknologi industri. Jurnal ini tertarik pada pendekatan yang memanfaatkan kolaborasi bidang keilmuan lain. Topik yang tercakup di jurnal ini antara lain: Supply Chain & Logistic, Operations Research, Planning & Scheduling, Quality & Reliability, Industrial Food, Pharmacies, and Medic, Halal Industry, Enterprise Engineering, Project Management, Energy & Environmental Management, Decision Analysis, System & Digital Manufacturing, Occupational Safety and Health, Computational Intelligence Service & Healthcare System, Data Mining, Other Relevant Study Topics
Articles
58 Documents
Rancang Bangun Alat Oil Purification dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment guna Peningkatan Keunggulan Bersaing UMKM Kota Surabaya
Alfiyan, Mohammad
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 1 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i1.16568
Minyak kelapa sawit adalah minyak alami yang didapatkan dengan cara mesocarp pohon kelapa sawit. Minyak ini memiliki banyak manfaatnya salah satu dari pemanfaatan minyak yang berasal dari kelapa sawit adalah sebagai bahan baku minyak goreng. Sisa dari penggorengan biasanya disebut minyak jelantah. Minyak jelantah adalah minyak yang telah rusak yang tinggi kandungan minyak tak jenuhnya. Minyak ini menjadi materi yang membahayakan tubuh karena dapat menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan. Pemurnian minyak goreng merupakan tindakan yang dapat mencegah dan mengurangi kandungan peroksida, bilangan asam, dan kandungan air. Pemurnian minyak dilakukan dengan menggunakan bahan tambahan adsorben yaitu bahan yang dipadatkan yang dapat menyerap zat ataupun molekul tertentu pada materi cair. Bahan adsorben yang sering digunakan antara lain: arang kayu, arang bonggol jagung, ampas tebu, dan lain lain. Pembuatan rancang bangun alat pemurnian minyak diawali dengan menentukan atribut dengan seleksi menggunakan metode IPA. Selanjutnya akan dilakukan proses Quality Fuction Development dilakukan untuk menentukan fokus utama dalam perancangan alat yang berdasarkan dari kepuasan pelanggan yang diperoleh dari kuisioner yang disebar pada UMKM yang menggunakan minyak goreng dalam proses bisnisnya di Surabaya. Berdasarkan pada analisa QFD terdapat empat atribut yang menjadi fokus antara lain keamanan dan kenyamanan produk, harga terjangkau, berfungsi dengan baik, dan mudah dalam melakukan perawatan. Dari empat atribut tersebut dijadikan input untuk pengembangan rancangan bangun alat oil purification ini.
Perancangan SCDM (Smart Cold-Dry Machine) guna Membantu Proses Produksi UMKM Kerupuk Lorjuk di Surabaya Menggunakan Metode QFD (Quality Function Deployment)
Rahmawati, Nabila
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 1 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i1.16569
Dalam meningkatkan produktivitas produksi kerupuk lorjuk pada UMKM, perlu adanya perancangan alat yang sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan. Permasalahan yang ada pada proses pengolahan kerupuk lorjuk adalah pada proses pendinginan dan penjemuran atau pengeringan, dimana kedua proses tersebut dilakukan secara manual dan ditempatkan di tempat yang kurang steril. Hal itu menjadi kurang efektif dan efisien dalam pengolahan kerupuk tersebut. Survei dilakukan pada UMKM yang menghasilkan produk yang sama yaitu penghasil kerupuk lorjuk dimana terdapat persamaan permasalahan yang dialami. Kualitas alat SCDM dapat diperoleh dari suara konsumen atau voice of customer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode QFD (Quality Function Deployment) dan HOQ (House of Quality) serta metode IPA (Importance Performance Analysis) sebagai alat untuk mendukung penggunaan metode QFD. Diperoleh atribut-atribut yang menjadi prioritas dalam perancangan alat SCDM yaitu kesesuaian ukuran alat, desain alat elegan, kemudahan dalam memindahkan alat, kemampuan pengatur suhu dan material sisa dapat terarah ke pembuangan. Dengan hasil QFD yang telah diperoleh maka penelitian ini melakukan perancangan alat Smart Cold-Dry Machine (SCDM) yang merupakan alat inovasi yang dikembangkan dengan adanya permasalahan yang ada pada UMKM. Menjadikan dua proses pengolahan menjadi satu alat akan meminimalisir waktu yang digunakan, meningkatkan hasil produksi dan higienitas pada kerupuk lorjuk yang dihasilkan.
MOTIVASI, PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP RANTAI PASOK HALAL
Saputro, Andre Ridho
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 1 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i1.16639
Kebutuhan konsumen muslim terhadap produk yang halal dan sesuai syariah terus berkembang seiring waktu. Implikasi hal tersebut adalah peningkatan permintaan produk dengan sertifikat halal. Penelitian ini bertujuan mengungkap motivasi, persepsi dan preferensi dari kelompok pengusaha terhadap ranta pasok halal. Data diperoleh melalui survei dengan kuesioner untuk mengumpulkan data primer dari responden. Analisis rata-rata terhadap hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi konsumen menggunakan rantai pasok halal terutama adalah karena adanya kebutuhan akan rantai pasok yang berkualitas dan aman dalam penggunaan maupun secara syariat agama. Konsumen berpersepsi rantai pasok halal telah terjamin kehalalannya, berkualitas dan memiliki harga yang terjangkau. Tingkat preferensi mereka tergolong tinggi, konsumen selaku pengusaha menempatkan rantai pasok halal sebagai pilihan utama dan akan menggunakannya secara kontinyu.
Analisis Bahaya dan Upaya Pencegahan Keadaan Nearmiss Pesawat Angkat-Angkut Hoist pada Area Warehouse di PT. XYZ
Rahmawati, Nabila;
Hakim, M Hanifuddin
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i2.16789
PT. XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur kaca lembaran dan produk turunannya yang berlokasi di Jawa Timur. PT. XYZ memanfaatkan pesawat angkat-angkut hoist dalam melakukan aktivitas stuffing (pengepakan) arack pada truk (domestik) maupun kontainer (export) dan repair kaca size medium hingga jumbo pada area warehouse. Penggunaan hoist sebagai alat bantu tidak menutup kemungkinan tidak terjadi kedaan near miss hingga accident atau kecelakaan kerja. Penggunaan hoist tentunya memungkinkan terjadinya near miss hingga kecelakaan kerja. Di wilayah PT. XYZ pada tahun 2020 tercatat data 10 kejadian nearmiss. Dari 10 laporan near miss, 1 diantaranya berlokasi di area warehouse yang disebabkan karena penggunaan hoist. Analisis faktor penyebab bahaya menggunakan analisis diagram fishbone. Berdasarkan analisis melalui diagram fishbone yaitu adanya faktor penyebab bahaya dari manusia yang diakibatkan karena pekerja kurang berhati-hati dalam melakukan pekerjaan seperti melakukan pekerjaan secara tidak fokus. Upaya pencegahan dari adanya penyebab faktor manusia yaitu dengan memastikan operator wajib memiliki SIO (Surat Izin Operator), peringatan dalam bentuk Soccer Card, dan tes kesehatan pekerja sebelum memulai pekerjaan.
Pemanfaatan Reaktor Fludized Bed untuk Menurunkan Kadar Fosfat pada Limbah Cair
Kusuma, Yessie Ardina;
Akbar, Ridho
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i2.16802
Pemanfaatan sumber daya alam dalam suatu proses produksi selain menghasilkan produk utama juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah yang dapat mencemari lingkungan. Limbah cair dari industri pupuk perlu diolah karena mengandung fosfat yang tinggi sebelum dibuang ke air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk karakteristik struvite selama proses kristalisasi menggunakan reaktor fluidized bed, yaitu mengetahui perbandingan molar [Mg2+]: [NH4+]: [PO43-] yang efektif. Tahapan dari studi ini antara lain pengujian karakteristik limbah cair industri pupuk, penyiapan alat dan bahan, penelitian pendahuluan, dan penelitian utama. Perbedaan perbandingan molar [Mg2+]: [NH4+]: [PO43-] yang digunakan dalam penelitian ini berturut – turut yaitu 1:1, 7:1, dan 1:15:1. Menggunakan reaktor fluidized bed dengan dua dan tiga kompartemen, prosedur kristalisasi dilakukan secara berkelanjutan dengan durasi 70 menit. Pasir silika dengan ukuran mesh 30 – 60 adalah bahan yang digunakan. MgCl2 digunakan sebagai bahan presipitan, dan pH diatur menjadi 8-9. Pengubahan fosfat menjadi kristal struvite menggunakan metode kristalisasi reaktor fluidized bed sangat efisien. Efisiensi removal fosfat dalam penelitian ini adalah 98 persen, dengan perbandingan molar efektif 1:15:1 untuk [Mg2+]: [NH4+]: [PO43-]. Kristal struvite yang dihasilkan memiliki permukaan yang rata dan menyerupai kristal berbentuk kubus.
Strategi Pemasaran Kuliner Halal: Studi Kasus UMKM Kota Surabaya
Saputro, Andre Ridho;
Nuraini, Fitri;
Alfiyan, Mohammad
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i2.16922
Saat ini halal menjadi sebuah kepentingan bagi konsumen dan dapat menunjang tingkat pembelian konsumen. Persepsi dan kebutuhan konsumen terkait dengan produk halal juga patut menjadi fokus bagi pelaku usaha. Pada penelitian ini memiliki sebuah tujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap strategi yang digunakan dalam memasarkan kuliner yang tepat di daerah Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan metode Analytic network Proces atau yang biasa disebut ANP. Software yang digunakan adalah dengan menggunakan super decision. Tahapan Pertama adalah dengan melakukan pembuatan penyusunan melalui framework ANP. Tahapan selanjutnya adalah dengan melakukan pemodelan secara kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pertanyaan- pertanyaan yang berwujud pairwise comparison. Selanjutnya merupakan Tahapan sintesis dan analisis data. Berbasis dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan didapat strategi yang sesuai untuk meningkatkan minat konsumen terhadap beragam kuliner halal di kawasan Surabaya. Strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat beli konsumen terhadap kuliner halal di kawasan Surabaya seperti: melakukan hubungan kerjasama dengan Pemkot untuk membantu melakukan pendampingan pengusaha kuliner halal di Surabaya, membangun ikatan antar setiap pengusaha kuliner halal yang berada di Kota Surabaya, melakukan pembentukan divisi yang memiliki tugas khusus untuk meningkatkan pemasaran pada waktu tertentu dengan kolaborasi dengan Lembaga Keuangan untuk memberikan solusi permodalan.
Desain Eksperimen Untuk Pengedalian Kadar Air Udang Rebon
Mandati, Sri Amaliah;
Poniman;
Rohman, Albaru
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i2.16923
Udang rebon memiliki manfaat dan kandungan gizi yang banyak bagi tubuh. Udang rebon dalam kondisi basah hanya mampu bertahan 3x24 jam. Jika dalam kondisi kering maka udang rebon masih layak dikonsumsi sampai 2 bulan. Oleh sebab itu dilakukan proses pengeringan yang bertujuan untuk mengurangi kadar air. Pengeringan tradisional dilakukan dengan menjemur udang rebon selama kurang lebih 8 jam jika cuaca cerah.Pulau Mengare merupakan pulau yang terletak di utara laut Jawa. Secara geografis pulau mengare ini adalah sebuah desa yang berada dalam kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Selain menjadi pulau andalan wisata Kabupaten Gresik, pulau mengare menjadi salah satu pulau penghasil laut yang baik. Salah satu hasil laut yang diunggulkan di pulau ini yaitu udang rebon. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap kadar air dari proses pengeringan udang rebon dan membuat rancangan desain eksperimen yang sesuai dengan level dan faktor yang berpengaruh serta dapat menentukan kombinasi level dari faktor yang dapat menghasilkan kadar air seminimal mungkin agar sesuai dengan standar mutu udang rebon. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dan diolah menggunakan metode taguchi. Hasil penelitian yang diperoleh terhadap faktor yang berpengaruh terhadap kadar air adalah berat bahan dan waktu pengeringan. Kombinasi yang dihasilkan dari pengaturan yang optimal berat bahan dengan level 1 yaitu 125 kg dan waktu pengeringan level 2 yaitu 16 jam. Urutan faktor yang dinilai dominan yang mempengaruhi kadar air dari analisa S/N Ratio dengan karakteristik kualitas smaller is better adalah waktu pengeringan dan berat bahan. Hasil analisis dari ANOVA adalah teradapat faktor yang berpengaruh terhadap kadar air dan yang terlihat pada penelitian ini adalah terdapat 2 faktor yang dapat mempengaruhi kadar air.
Analisis Penjadwalan Kegiatan Pengerukan pada Proyek Pembangunan Pelabuhan Bias Munjul
Akbar, Ridho;
Dhanistha, Wimala Lalitya
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v1i2.17088
Pengerukan jalur pelayaran masih menjadi permasalahan dalam pembangunan di Pelabuhan Bias Munjul. kontraktor utama mengakhiri kerja sama dengan subkontraktor A pada bulan Oktober dan digantikan oleh Subkontraktor B menggunakan kapal cutter suction dredger (CSD) Y pada bulan November. Kerjasama dihentikan karena keterlambatan akibat seringnya terjadi kerusakan kapal CSD X milik subkontraktor A, sehingga hanya berhasil mengeruk sampai stationing (STA) 625 dengan durasi melebihi rencana awal. Pengerukan oleh subkontraktor B menggunakan kapal CSD Y dimulai dari STA 625 hingga STA 0, dan juga pada area kapal cepat. Karena penggantian kapal keruk, penjadwalan waktu kapal CSD Y perlu direncanakan, selaras dengan rencana awal dan untuk meminimalkan keterlambatan yang dapat mempengaruhi jadwal seluruh proyek pembangunan Pelabuhan Bias Munjul. Critical Path Method (CPM) cukup sering digunakan oleh berbagai proyek konstruksi, metode CPM akan dibandingkan dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) yang merupakan metode pengembangan dari CPM. Namun metode CCPM akan menghapus waktu keselamatan dari keseluruhan durasi waktu kerja dan dikendalikan oleh manajemen buffer. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan perencanaan jaringan dan durasi kerja. Waktu buffer dihitung dengan menggunakan Root Square Error Method (RSEM). Selama analisis penjadwalan, perhitungan dilakukan secara manual dan menggunakan Microsoft Project. CPM dapat diselesaikan dalam 239 hari. Sedangkan metode CCPM dapat diselesaikan dalam waktu 231 hari, dengan tambahan waktu buffer 12 hari. Metode CCPM menghasilkan durasi jadwal yang berlangsung 8 hari lebih cepat dari metode CPM.
Perencanaan dan Pengenalian Persediaan Material Packing dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) di PT. XYZ
Saputro, Andre Ridho;
Nuraini, Fitri;
Maftuh, M. Fadhli Zhafir
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 2 No 1 (2023): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v2i1.17124
PT. XYZ merupakan perusahaan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pangan. Perusahaan ini memproduksi Bahan Tambahan Pangan (BTP) yaitu Monosodium Glutamat (MSG). MSG merupakan salah satu jenis bahan tambahan makanan (food additive) yang berfungsi sebagai pembangkit cita rasa atau dikenal masyarakat sebagai penyedap masakan. MSG X salah satu produk yang menambahkan bahan tambahan I.G atau Disodium guanylate yang membuat rasa MSG menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Oleh sebab itu produksi MSG X juga perlu diperhatikan dalam pengadaan bahan baku dan material. Melalui pengendalian persediaan barang material packing dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) Hasil penyesuaian titik material yaitu ketika pada karton box mencapai 4.019 unit maka dilakukan pemesanan ulang dengan jumlah 53.451 unit. dilakukan selama 4 kali dalam 1 periode. Untuk material bag plastic (PP) ketika mencapai 12.028 unit maka dilakukan pemesanan ulang dengan jumlah 68.137 unit, dilakukan selama 8 kali pemesanan dalam 1 periode. Sedangkan pada material kantong plastik (1Kg) ketika mencapai 48.088 unit maka dilakukan pemesanan ulang dengan jumlah 192.720 unit selama 11 periode hasil perhitungan total cost untuk 1 periode untuk material karton box sebesar Rp. 258.083.575,02. untuk bag plastic (PP) sebesar Rp 690.047.393,63. dan untuk biaya plastik (1kg) sebesar Rp 312.512.457,15.
Analisis Pemborosan (Waste) pada Proses Produksi Decoder TV Parabola dengan Metode PDCA (Plan-Do-Check-Action) di CV. Mastekindo
Bramantia, Algi;
Widiasih, Wiwin
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 2 No 1 (2023): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/mine-tech.v2i1.17582
CV. Mastekindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perakitan dan distributor Decoder TV Parabola bermerek Gardiner. Dari hasil pengamatan awal saat melakukan penelitian diketahui bahwa di dalam proses produksi Decoder TV Parabola dalam proses produksi ini masih sering mengalami hambatan ataupun aktivitas-aktivitas yang tidak memberikan nilai tambahan untuk perusahaan. Oleh sebab itu dilakukan identifikasi waste dengan menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Action) dan tools yang digunakan yaitu: Diagram Pareto, Diagram Fishbone dan dilakukan penelitian lanjut menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) agar dapat memberi usulan untuk meminimalisir terjadinya waste tersebut. Pada tahap Plan, dari data pada produk Decoder TV Parabola yang di dapat pada bulan Agustus terdapat 9 jenis waste, yaitu: Environtmental Health, and Safety (EHS) (14%), Overproduction (10%), Waiting(11%), Transportation (14%), Extra processing (15%), Unnecessary inventory (9%) Unnecessary motion (12%), Defects(11%), Non-Utilized Resource (6%). Lalu dengan menggunakan cause and effect diagram dapat diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya jenis waste Extra processing adalah dari faktor Standar Operasional Prosedure (SOP) perusahaan. Tahap Do Setelah diketahui penyebab terjadinya jenis waste, Menentukan sasaran dan tujuan dalam tindakan perbaikan dan identifikasi waste dan dibantu oleh tools 5W+1H. Tahap Check, dengan menggunakan tools FMEA, didapatkan penyebab utama pada jenis waste Extra processing yang menjadi prioritas dilakukannya perbaikan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) paling tinggi diantara penyebab-penyebab lainnya yaitu sebesar 360. Tahap selanjutnya adalah tahap Action, pada tahap ini dilakukan pengendalian kualitas dalam bentuk pemberian usulan berupa merancang ulang SOP dalam lantai produksi.