cover
Contact Name
Aksa Noya
Contact Email
jilkompattimura@gmail.com
Phone
+6281248586420
Journal Mail Official
jilkompattimura@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 29627230     EISSN : 2830473X     DOI : https://doi.org/10.30598
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan situs akademis yang berisi kumpulan artikel ilmiah, dengan fokus aspek keilmuan ilmu komunikasi. Ilmu Komunikasi menjadi salah satu cabang keilmuan yang sangat penting, mengingat tanpa komunikasi manusia tidak dapat berinteraksi satu sama lain. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura secara spesifik bertujuan untuk menjawab tantangan manusia di era modernisasi, dengan berkembangnya teknologi, maka literasi digitalisasi begitu bermanfaat demi mewujudkan individu atau kelompok yang cerdas, dan kreatif dalam menggunakan platform media massa dan new media. Berikut dibawah ini mekanisme proses editorial and publishing.  Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan jurnal akademik yang berkaitan dengan kajian teori dan praktik komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura didedikasikan untuk menerbitkan karya asli dalam konteks umum Media Baru dan Teknologi Komunikasi, Komunikasi Budaya, Hubungan Masyarakat, Komunikasi Konflik, Media, dan Jurnalisme.
Articles 71 Documents
Disharmoni Komunikasi dalam Relasi Keluarga: Analisis Faktor Komunikatif terhadap Munculnya Kekerasan dalam Rumah Tangga di Indonesia Rahmi Aini; Jenny Ratna Suminar
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp103-118

Abstract

Fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia masih menjadi persoalan sosial yang kompleks dan terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Catatan Tahunan Komnas Perempuan (2025) mencatat 450.305 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2024, meningkat hampir 10% dibanding tahun sebelumnya, dengan lebih dari 70% terjadi dalam relasi personal seperti suami–istri. Laporan SIMFONI PPA (2025) juga menunjukkan 2.367 kasus KDRT pada triwulan pertama 2025. Kondisi ini menegaskan bahwa keluarga, yang idealnya menjadi ruang aman dan suportif, sering kali berubah menjadi arena konflik akibat pola komunikasi yang tidak sehat. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana disharmoni komunikasi keluarga memicu dan memperkuat terjadinya KDRT. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka integratif dengan menggabungkan sumber dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, buku teori komunikasi keluarga, serta laporan lembaga resmi periode 2015–2025. Analisis didasarkan pada Family Communication Patterns Theory, Interactional View Theory, dan Gender Communication Theory. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi otoriter, satu arah, serta rendahnya empati dan keterbukaan emosional menjadi pemicu utama kekerasan verbal, psikologis, dan fisik. Sebaliknya, komunikasi yang asertif, empatik, dan dialogis mampu memperkuat resiliensi relasional dan mencegah eskalasi konflik. Secara teoretis, artikel ini menegaskan komunikasi keluarga sebagai arena pembentukan makna dan keseimbangan relasi, sementara secara praktis menekankan pentingnya literasi komunikasi, pelatihan komunikasi asertif, dan edukasi kesetaraan peran sebagai strategi preventif KDRT di Indonesia.