cover
Contact Name
Aksa Noya
Contact Email
jilkompattimura@gmail.com
Phone
+6281248586420
Journal Mail Official
jilkompattimura@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 29627230     EISSN : 2830473X     DOI : https://doi.org/10.30598
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan situs akademis yang berisi kumpulan artikel ilmiah, dengan fokus aspek keilmuan ilmu komunikasi. Ilmu Komunikasi menjadi salah satu cabang keilmuan yang sangat penting, mengingat tanpa komunikasi manusia tidak dapat berinteraksi satu sama lain. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura secara spesifik bertujuan untuk menjawab tantangan manusia di era modernisasi, dengan berkembangnya teknologi, maka literasi digitalisasi begitu bermanfaat demi mewujudkan individu atau kelompok yang cerdas, dan kreatif dalam menggunakan platform media massa dan new media. Berikut dibawah ini mekanisme proses editorial and publishing.  Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan jurnal akademik yang berkaitan dengan kajian teori dan praktik komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura didedikasikan untuk menerbitkan karya asli dalam konteks umum Media Baru dan Teknologi Komunikasi, Komunikasi Budaya, Hubungan Masyarakat, Komunikasi Konflik, Media, dan Jurnalisme.
Articles 60 Documents
Perilaku Konsumtif Pengguna Shopee oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas Pattimura Lakuy, Fella; Sopacua, Yustina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol3iss2pp551-572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor penyebab Perilaku Konsumtif Pengguna Shopee yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan 6 informan dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Ambon yang menggunakan Platfrom Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif pengguna shopee dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal dalam keputusan pembelian konsumen. faktor internal seperti produk, harga, promosi, dan lokasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen, serta deskripsi produk yang menarik, harga yang terjangkau, dan promosi yang efektif seperti cashback dan diskon, mendorong perilaku konsumtif. Biaya ongkos kirim dan estimasi pengiriman yang cepat juga menjadi pertimbangan penting. Faktor eksternal meliputi kebudayaan, sosial, pribadi, dan psikologis. Kebudayaan mempengaruhi preferensi konsumen melalui nilai dan norma yang dianut, sedangkan interaksi sosial dan pengaruh kelompok acuan serta keluarga berperan dalam membentuk keputusan pembelian. Faktor pribadi seperti usia, tahap siklus hidup, dan gaya hidup, serta faktor psikologis seperti motivasi, persepsi, dan pengalaman berbelanja juga mempengaruhi perilaku konsumtif. Kata kunci : pembelian keputusan; Perilaku konsumtif; toko online; faktor internal; faktor eksternal.
Perilaku Impulsive Buying dalam Tren Affiliate Marketing di Tiktok Shop Abidah, Aulia Nurulsyifa El; Alfredo, Ronald
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol3iss2pp616-631

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor penyebab Perilaku Impulsive Buying dalam Tren Affiliate Marketing di TikTok Shop yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan 5 informan dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Ambon yang menggunakan Platfrom TikTok. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku impulsive buying dalam tren affiliate marketing di TikTok Shop dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi perilaku ini meliputi situasi keuangan, gaya hidup, dan kepribadian mahasiswa. Mahasiswa dengan kondisi ekonomi yang stabil, gaya hidup yang dipengaruhi oleh tren sosial, dan kepribadian yang cenderung mengatasi stres dengan belanja, menunjukkan kecenderungan tinggi untuk melakukan pembelian impulsif. Faktor eksternal yang berperan termasuk penampilan produk, harga yang terjangkau, kemudahan akses melalui platform TikTok Shop, dan strategi promosi yang menarik. Pemasaran afiliasi di TikTok menciptakan siklus berputar yang saling memperkuat antara affiliator, pembeli, dan penjual, yang didukung oleh platform TikTok. Strategi ini tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga membangun kesadaran merek dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. TikTok menjadi platform ideal untuk bisnis yang ingin berkembang di era digital melalui ekosistem pemasaran yang dinamis dan efektif.
Preferensi Tontonan Drama Korea dan Drama Lokal di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Miranti, Alya; Waliulu, Yuniar Sakinah
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol3iss2pp539-550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana motif drama Korea lebih diminati dibandingkan drama lokal oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan 7 informan dari Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Ambon yang menonton drama. Hasil penelitian menunjukan, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura cenderung lebih memilih menonton drama Korea dibandingkan drama lokal. Preferensi ini dipengaruhi oleh kemampuan drama Korea dalam menghadirkan detail budaya Korea, informasi mendalam tentang topik khusus, dan pengembangan karakter yang kompleks yang menginspirasi perubahan positif dalam kehidupan mereka. Meskipun begitu, beberapa Mahasiswa merasa bahwa drama Korea kurang relevan dengan realitas budaya Indonesia. Sementara itu, drama lokal, meskipun kurang diminati secara umum, tetap penting dalam memperkaya konteks sosial dan budaya lokal, namun perlu peningkatan kualitas produksi dan pengembangan cerita untuk bisa bersaing lebih baik. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami preferensi dan motif di balik pemilihan tontonan untuk meningkatkan daya tarik konten lokal dan keterlibatan penonton secara lebih efektif.
Dampak Penggunaan Aplikasi Tiktok terhadap Perilaku Belajar Siswa di SMP Negeri 2 Dobo Gwal-Gwal, Lidya Tasya; Salakay, Selvianus
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol3iss2pp585-594

Abstract

Tiktok merupakan aplikasi audio visual yang sangat popular dan diminati di semua kalangan. Aplikasi TikTok menjadi platform media sosial yang cukup populer saat ini, khususnya di Indonesia. Menurut laporan “We Are Social” pada bulan oktober 2023 kepopuleran TikTok bisa dilihat dari jumlah penggunanya yang saat ini menempati posisi kedua terbesar setelah amerika serikat dengan jumlah 106,52 juta. Penggunaan aplikasi tiktok banyak dari kalanganan siswa, banyak siswa yang senang menggunakan aplikasi tiktok karena menurut mereka aplikasi ini dapat menghibur ketika mereka sedang merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada dampak dari penggunaan aplikasi tiktok terhadap perilaku belajar siswa-siswi di SMP Negeri 2 Dobo. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik penggumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 2 Dobo yang berjumlah 153 dan siswa-siswi yang dijadikan sampel sebanyak 60 orang yang dipilih menggunakan rumus slovin,. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan menggunakan software IBM SPSS 27. Hasil dari uji regresi linear sederhana diperoleh nilai konstannya sebesar 43.725 yang menyatakan jika tidak ada nilai penggunaan aplikasi tiktok maka nilai perilaku belajar 43.725. Selanjutnya nilai posiif (1,010) yang terdapat pada variabel bebas dengan variabel terikat adalah searah, sehingga dapat disimpukan bahwa penggunaan aplikasi tiktok berpengaruh positif terhadap perilaku belajar dan hasil uji koefisien determinasi (R2) ) atau R Square sebesar 0,334 yang artinya bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 33,4% dan 66,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini
Analisis Studi Kasus Noble Purpose dalam Iklan Thai Life Insurance: Unsung Hero 2014 Fadhillah, Nurul; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp1-17

Abstract

Analisis mengenai munculnya nilai tujuan mulia atau noble purpose atau tujuan mulia dalam iklan masih jarang diperbincangkan. Padahal noble purpose menjadi nilai yang kehadirannya mampu menangkap perhatian audiens dengan baik, tanpa selalu menempatkan audiens dalam posisi pasif. Keberadaan nilai ini menjadi penting jika mengingat banyaknya perusahaan yang menyebarkan iklan berbasis profit semata. Iklan Thailand seperti Unsung Hero pada 2014 menjadi contoh paling nyata bagaimana noble purpose dari perusahaan seperti Thai Life Insurance sukses bekerja. Penelitian ini membedah 14 adegan dan 2 tangkap layar komentar dengan tujuan memberikan gambaran secara keseluruhan tentang usaha Thai Life Insurance memasukkan noble purpose dalam iklannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis deskriptif. Hasilnya, noble purpose yang diperlihatkan oleh Thai Life Insurance dalam iklannnya terlihat dalam akumulasi perbuatan baik dan positif yang dilakukan oleh pemeran utama. Pembahasan dibagi menjadi tiga kategori besar; mulai dari bagian awal, bagian klimaks, dan bagian akhir. Diperlihatkan scene tokoh utama menempatkan tumbuhan yang hampir mati di bawah aliran air yang membasahinya hingga melihat anak yang dia sedekahi tiap hari bisa bersekolah. Semua adegan tersebut berhasil mendorong audiens iklan ini melakukan tindakan baik dalam kesehariannya yang dibuktikan dari komentar mereka dalam video Youtube Unsung Hero 2014. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mendapat tempat tersendiri dalam benak audiens jika mempertimbangkan noble purpose sebagai sesuatu yang tidak kalah pentingnya diperlihatkan dalam iklan. Tidak hanya mengejar profit, tapi juga nilai kebaikan bagi audiens. Kontribusi dalam penelitian ini datang dari berkembangnya wawasan dalam melihat perusahaan yang ternyata memiliki pilihan untuk menampilkan iklan dengan mengedepankan noble purpose yang mereka punya lewat visualisasi dan narasi yang ditampilkan. Saran bagi penelitian selanjutnya bisa menjangkau audiens secara langsung lewat studi resepsi guna menyesuaikan temuan dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Fenomena Perilaku Stalking pada Second Account Instagram di Kalangan Anak Muda Ambon Alkatiri, Muhammad Aqsha; Sopacua, Yustina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp32-44

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku stalking pada akun kedua Instagram, yang mana perilaku ini berupa memata-matai atau mencari tahu informasi melalui akun kedua instagram yang dimiliki oleh para pelakunya. Penelitian berangkat dari fakta lapangan, hasil observasi, dan pengalaman peneliti yang dibuktikan oleh penelitian-penelitian sebelumnya bahwa memang benar fenomena penggunaan akun kedua dan berbagai tujuannya, khususnya stalking, ada dan terjadi di kalangan orang-orang, khususnya anak muda zaman sekarang. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya motif dari para informan melakukan perilaku stalking pada second account Instagram yang mereka punya, melalui analisa terhadap pengakuan-pengakuan mereka dalam wawancara. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui para informan yakni mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pattimura, teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori ekologi media. Teori ini memiliki konsep dasar bahwa adanya hubungan timbal balik antara manusia dan media, yang mana manusia menciptakan media dan sebaliknya media memengaruhi manusia itu sendiri. Adapun tiga bagian dari ekologi yang dipakai dalam kasus ini yakni, struktur platform tentang bagaimanainstagram membantu informan melakukan perilaku ini dengan fitur-fitur yang disediakan, interaksi online yang menunjukkan bagaimana informan berkomunikasi dalam perilaku ini, dan juga budaya online tentang bagaimana lingkungan media di sekitar informan mendorong mereka untuk melakukan perilaku ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa motif para informan melakukan stalking akun orang lain pada second account Instagram yang mereka punya adalah untuk mendapatkan informasi dan hiburan dari hal tersebut, dibalik anonimitas akun yang mereka miliki, tentunya agar tidak diketahui. Berdasarkan hasil penelitian pula, media dan lingkungan yang ada di dalamnya juga turut membantu serta mendorong para informan dalam perilaku tersebut. Kontribusi dari artikel ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana dinamika penggunaan akun kedua instagram sebagai sarana perilaku stalking, serta bagaimana fitur-fitur media sosial dan budaya digital memengaruhi tindakan tersebut, khususnya di kalangan mahasiswa.
Iklan Marjan “ Baruna Sang Penjaga Samudera ” dan Penyajian Pesan Toleransi Ulandari, Oktavia; Mukaromah, Mukaromah
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp18-31

Abstract

Penelitian ini mengkaji arti moral yang terdapat dalam iklan sirup Marjan berjudul “Baruna Sang Penjaga Samudera” yang ditayangkan di YouTube pada tahun 2023. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pesan toleransi yang disampaikan secara jelas maupun tersirat dengan pendekatan semiotika dari Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang mengumpulkan data dalam bentuk kata-kata yang diambil dari adegan-adegan iklan Marjan “Baruna Sang Penjaga Samudera.” Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati secara mendalam tiga adegan utama yang secara simbolis menggambarkan pesan moral tentang toleransi. Analisis data menggunakan kerangka semiotika Roland Barthes, yang memungkinkan peneliti untuk menemukan kode-kode simbolik yang mewakili nilai-nilai moral tertentu. Elemen visual, ucapan, dan konteks cerita dalam iklan tersebut dijelaskan secara rinci untuk memahami cara pesan moral dibangun dan disampaikan kepada penonton. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa iklan Marjan “Baruna Sang Penjaga Samudera” tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi produk, tetapi juga sebagai alat komunikasi sosial yang efektif dalam menyampaikan pesan moral tentang toleransi. Alur cerita yang ditampilkan melalui interaksi antar karakter dengan latar budaya yang berbeda menekankan makna toleransi yang ada dalam cerita. Selain itu, elemen visual seperti ekspresi wajah, pemilihan warna tertentu, dan latar belakang cerita berfungsi sebagai simbol-simbol yang menguatkan pesan moral tersebut. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana iklan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan sosial dengan cara yang tidak langsung namun efektif, serta membuka kemungkinan untuk penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penyampaian pesan moral melalui iklan, terutama dalam konteks budaya dan sosial yang lebih luas. Dengan penerapan semiotika, iklan tidak hanya dilihat sebagai alat promosi produk, tetapi juga sebagai media yang mengirimkan pesan sosial yang dapat mempengaruhi cara pandang dan sikap audiens terhadap berbagai isu tertentu.
Representasi Diskriminasi Ras dan Strata Sosial dalam Serial Film One Piece Arc Sabaody Saimima, Fatma Helmalia; Waliulu, Yuniar Sakinah
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp60-72

Abstract

Diskriminasi terhadap kelompok marginal masih menjadi isu sosial yang relevan dan sering diangkat dalam berbagai bentuk media, termasuk anime. Salah satu contohnya adalah serial One Piece, yang merepresentasikan ketimpangan sosial melalui hubungan antar ras dan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana tindakan diskriminatif terhadap ras manusia ikan (Fishman) dan kelompok kelas bawah direpresentasikan melalui elemen-elemen naratif dan visual dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk menganalisis dua cuplikan adegan utama dari One Piece. Analisis difokuskan pada tanda-tanda verbal dan visual yang merepresentasikan diskriminasi, seperti dialog, simbol status sosial (pakaian dan aksesori), serta perlakuan fisik terhadap karakter marginal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi dalam One Piece digambarkan secara eksplisit maupun implisit melalui berbagai kode visual dan naratif yang memperlihatkan ketimpangan kekuasaan, stigma sosial, serta stereotip terhadap kelompok minoritas. Representasi ini mencerminkan struktur sosial hierarkis dalam dunia fiksi yang secara paralel merefleksikan realitas ketimpangan sosial di dunia nyata. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian mengenai kritik sosial dalam media populer, khususnya anime, sebagai sarana refleksi dan edukasi terhadap isu-isu ketidakadilan sosial. Saran dari penelitian ini adalah agar studi serupa dapat memperluas cakupan objek kajian pada episode lain atau serial anime berbeda, serta mempertimbangkan pendekatan interdisipliner untuk memperkaya analisis makna sosial yang tersirat.
Kebiasaan Bullying Tradisional dalam Membentuk Perilaku Cyberbullying di Media Sosial Barmawi, Mona Achy; Rumra, Fatmawaty; Nahuway, Johana
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp45-59

Abstract

Ruang lingkup pendidikan tinggi yang semestinya menjadi tempat untuk para mahasiswa mengembangkan pengetahuan dengan norma sosial yang baik justru masih ditemukan adanya tindak kejahatan perundungan yakni bullying tradisional dan cyberbullying. Penelitian ini diperuntukan untuk menganalisis bagaimana kebiasaan bullying tadisional dapat membentuk perilaku cyerbullying di media sosial. Dengan berfokus pada kalangan mahasiswa Fisip Universitas Pattimura, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metodologi yang lebih komprehensif serta memberikan wawasan dan meningkatkan kesadaran akan literasi digital di kalangan mahasiswa serta berkontribusi juga pada pengembangan metodologi penelitian bullying tradisional dan cyberbullying yang lebih komperhensif pada kajian ilmu komunikasi. Menggunakan metode penelitian kualitatif, informasi diperoleh dengan wawancara mendalam bersama beberapa informan mahasiswa , Sehingga ditemukan pengalaman masa lalu menjadi korban perundungan menciptakan perspektif yang memicu terciptanya perilaku cyberbullying. Ditemukan faktor internal meliputi hubungan komunikasi orang tua dan anak dan pemahaman kontrol diri (kapasitas diri), serta faktor eksternal yakni lingkungan pertemanan, lingkungan kampus, dan lingkungan sosial turut menjadi pengaruh kedua fenomena tersebut salin berkaitan. Untuk itu diharapkan adanya ketegasan pihak fakultas pada setiap tindak kejahan perundungan (tradisional mauapun cyber) yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar nyaman, aman, dan memenuhi skala prioritas pendidikan dibarengi dengan kemanusiaan atau moral.
Personal Branding Sabrina Carpenter: Praktik Femvertising Selebriti Gen Z Putri, Astrid Hidayanti Ananda; Febriansyah, Febriansyah
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp88-115

Abstract

Riset ini dilatarbelakangi oleh semakin maraknya penggunaan media sosial oleh selebriti muda dalam membangun personal branding yang merepresentasikan identitas dan pemberdayaan perempuan. Tujuan dari riset ini adalah untuk menganalisis bagaimana personal branding Sabrina Carpenter, seorang selebriti Gen Z yang dapat dikategorikan sebagai bentuk femvertising yang menentang male gaze, sekaligus mencerminkan strategi pemberdayaan perempuan dalam budaya digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi visual terhadap unggahan Sabrina Carpenter di Instagram dan Tiktok, khususnya selama periode promosi single “Espresso”,”Please Please Please”, album “Short n’ Sweet”, single “Manchild” hingga saat ini. Teori personal branding dari Rampersad digunakan untuk menganalisis sebelas karakteristik pembentuk keaslian sebuah brand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabrina Carpenter secara konsisten membangun citra diri yang autentik, berintegritas, dan khas dengan menampilkan estetika feminin, sensual, namun tetap memberdayakan. Praktik ini mencerminkan bentuk femvertising yang tidak menjadikan tubuh perempuan sebagai objek pasif, melainkan sebagai sarana ekspresi diri dan penguatan identitas. Studi ini berkontribusi pada pengembangan literatur komunikasi, khususnya dalam studi gender dan media digital, dengan menekankan pentingnya sensitivitas terhadap representasi perempuan dalam strategi komunikasi visual. Penelitian ini juga menyarankan agar praktisi komunikasi dan industri kreatif memahami dinamika representasi gender secara lebih kritis dalam membentuk citra publik perempuan di media sosial.