cover
Contact Name
Aksa Noya
Contact Email
jilkompattimura@gmail.com
Phone
+6281248586420
Journal Mail Official
jilkompattimura@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 29627230     EISSN : 2830473X     DOI : https://doi.org/10.30598
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan situs akademis yang berisi kumpulan artikel ilmiah, dengan fokus aspek keilmuan ilmu komunikasi. Ilmu Komunikasi menjadi salah satu cabang keilmuan yang sangat penting, mengingat tanpa komunikasi manusia tidak dapat berinteraksi satu sama lain. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura secara spesifik bertujuan untuk menjawab tantangan manusia di era modernisasi, dengan berkembangnya teknologi, maka literasi digitalisasi begitu bermanfaat demi mewujudkan individu atau kelompok yang cerdas, dan kreatif dalam menggunakan platform media massa dan new media. Berikut dibawah ini mekanisme proses editorial and publishing.  Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan jurnal akademik yang berkaitan dengan kajian teori dan praktik komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura didedikasikan untuk menerbitkan karya asli dalam konteks umum Media Baru dan Teknologi Komunikasi, Komunikasi Budaya, Hubungan Masyarakat, Komunikasi Konflik, Media, dan Jurnalisme.
Articles 60 Documents
Kepercayaan Publik dan Kegagalan Komunikasi dalam Layanan Utilitas: Bukti dari Penyedia Air Lokal di Indonesia Anugrah, Agung; Purwanti, Silviana; Boer, Kheyene Molekandella; Dwivayani, Kadek Dristiana
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp129-143

Abstract

Akses air bersih merupakan hak dasar masyarakat dan indikator kualitas layanan publik. Di Kota Samarinda, PDAM Tirta Kencana memegang peran penting dalam distribusi air, namun masih menghadapi kendala seperti pemadaman tanpa pemberitahuan, tekanan air rendah, dan lambatnya respon terhadap pengaduan pelanggan. Masalah ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan lemahnya sistem komunikasi publik yang responsif dan transparan. Dalam konteks ini, komunikasi layanan publik menjadi krusial untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan kualitas interaksi antara institusi dan masyarakat.. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisi kegiatan komunikasi informatif PDAM Tirta Kencana dalam menyelesaikan komplain masyarakat dan mengidentifikasi faktor penghambat dalam proses tersebut. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan metode pengumpulan data seperti observasi dan wawancara mendalam dengan enam informan, serta dokumentasi. Analisis: Analisis data dilakukan dengan metode Miles dan Huberman, menghasilkan 60 kode, 12 subtema, dan 5 tema utama. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan PDAM telah memanfaatkan berbagai saluran komunikasi seperti call center, WhatsApp, dan media sosial. Namun, sistem pelacakan keluhan masih bersifat manual, respons sering terlambat, dan koordinasi internal kurang optimal. Teknologi informasi berperan penting dalam mempercepat komunikasi, tetapi belum dimaksimalkan secara terintegrasi. Kesimpulan: Komunikasi informatif yang responsif dan empatik mampu meningkatkan kepuasan serta kepercayaan publik terhadap pelayanan PDAM. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang pentingnya sistem komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis teknologi. Saran konkret yang diajukan antara lain: pengembangan sistem pelacakan keluhan digital, penyusunan dan implementasi SOP pelayanan yang terstruktur, pelatihan komunikasi bagi petugas, optimalisasi koordinasi antarunit, serta peningkatan keterlibatan pelanggan melalui forum atau survei kepuasan. Implementasi saran ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanan dan membangun citra positif PDAM di mata masyarakat.
Komunikasi Persuasif dalam Penggunaan Produk Kecantikan Wardah Dzakirul, Fariza Darys; Putri, Puri Kusuma Dwi
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp73-87

Abstract

Kajian ini memiliki latar belakang yaitu perlunya memahami bagaimana strategi komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Wardah mampu membentuk pandangan positif konsumen serta meningkatkan kesetiaan terhadap merek. Wardah, yang merupakan merek kosmetik halal dari Indonesia, berhasil menarik perhatian publik melalui metode komunikasi yang tidak sekadar menjual, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keislaman, keselamatan, dan kenyamanan. Penelitian ini memiliki tujuan guna menilai strategi komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Wardah dalam membentuk citra merek dan hubungan emosional dengan konsumennya. Dalam kajian ini, diterapkan pendekatannya kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan datanya berbentuk wawancara mendalam yang melibatkan konsumen serta pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan. Metode ini dipilih agar dapat memahami secara menyeluruh bagaimana persepsi dan reaksi konsumen terhadap komunikasi yang dilakukan oleh Wardah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wardah dengan konsisten mengaplikasikan lima elemen kunci dari model komunikasi Hovland, yaitu komunikator, pesan, saluran, komunikan, dan dampak. Komunikator yang dipilih, termasuk influencer muslimah yang memiliki reputasi baik dan mencerminkan nilai-nilai kehalalan serta kecantikan alami, berhasil menumbuhkan kepercayaan di kalangan konsumen. Pesan yang disampaikan memiliki sifat kejujuran, emosional, serta sesuai pada karakteristik audiens yang jadi targetnya. Media sosial digunakan secara maksimal sebagai saluran komunikasi yang efisien, terutama untuk menjangkau generasi muda. Kesimpulan dari studi ini memperlihatkan bahwasanya komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Wardah terbukti efektif dalam membentuk sikap positif, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong perilaku pembelian ulang serta rekomendasi dari konsumen. Kontribusi dari penelitian ini adalah menjelaskan pentingnya strategi komunikasi yang etis, konsisten, dan emosional dalam membangun loyalitas pelanggan di industri kosmetik halal. Saran yang diberikan adalah agar Wardah terus mengembangkan komunikasi dua arah melalui platform digital, menyesuaikan strategi dengan kemajuan teknologi dan preferensi pasar, serta memperluas kolaborasi dengan tokoh publik dari berbagai komunitas untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Pengaruh Komunikasi Antar Teman Sebaya terhadap Keterlibatan Remaja dalam Judi Online Thaib, Syafril; Lestaluhu, Said; Jaali, La
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp144-159

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya keterlibatan pemuda dalam praktik judi online di Desa Hunuth, Kota Ambon. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan pergeseran pola perilaku remaja di era digital, tetapi juga memperlihatkan lemahnya sistem kontrol sosial dan minimnya literasi digital yang seharusnya mampu melindungi generasi muda dari paparan praktik menyimpang. Keterlibatan dalam judi online sering kali dimulai dari lingkungan pertemanan yang memberikan akses terhadap informasi dan normalisasi praktik perjudian, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah dugaan bahwa intensitas komunikasi antar teman sebaya merupakan salah satu faktor kunci yang mendorong keterlibatan tersebut, mengingat besarnya pengaruh relasi sosial horizontal dalam membentuk persepsi dan perilaku pemuda. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah mengetahui sejauh mana pengaruh komunikasi antar teman sebaya terhadap keterlibatan pemuda dalam praktik judi online di Desa Hunuth. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 responden berusia 17–21 tahun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan hasil Cronbach’s Alpha lebih dari 0,9. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier sederhana, dengan hasil Y = 19,883 + 0,676X, nilai T = 4,210, F = 17,723, dan signifikansi < 0,001. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi antar teman sebaya berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterlibatan dalam judi online, dengan kontribusi sebesar 38,8%. Hasil ini menegaskan bahwa dinamika komunikasi dalam lingkungan pergaulan pemuda memiliki peran penting dalam membentuk perilaku menyimpang, terutama dalam konteks masyarakat lokal yang memiliki akses teknologi tinggi namun lemah dalam sistem perlindungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital, peningkatan komunikasi edukatif di lingkungan keluarga dan sekolah, serta pengembangan program intervensi komunitas yang berfokus pada peer educator sebagai upaya pencegahan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Persepsi Remaja terhadap Hate Speech di Media Sosial Tiktok Marasabessy, Rayfaldhi; Lopulalan, Dortje L. J.
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp116-128

Abstract

Transformasi media sosial yang pesat telah mengubah pola interaksi sosial remaja di Indonesia. TikTok, sebagai platform yang sangat populer, tidak hanya menjadi tempat berekspresi dan bersosialisasi, tetapi juga menjadi ruang penyebaran ujaran kebencian (hate speech). Fenomena ini berdampak serius terhadap kesehatan mental remaja, seperti kecemasan, depresi, dan perilaku menyimpang. Dikarenakan tiktok sangat populer di kalangan remaja Indonesia, penting untuk memahami mereka melihat hate speech agar kita bisa mengembangkan strategi yang efektif untuk mencegah dan megatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi remaja di Soabali RT 001/001, RT 002/001, RT 003/001 Kelurahan Silale, terhadap hate speech di TikTok. Informan dipilih secara purposive, yakni remaja berusia 18–24 tahun yang aktif menggunakan TikTok dan memiliki pengalaman dengan hate speech. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap delapan remaja. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja cenderung mengabaikan hate speech dengan menggulir konten, memblokir akun, atau tidak merespons komentar. Namun, mereka tetap mengalami reaksi emosional seperti marah, sedih, stres, terutama jika ujaran kebencian ditujukan pada kelompok rentan. Para remaja juga merasa tidak puas terhadap sistem pelaporan TikTok yang dianggap lemah dan tidak transparan. Mereka menyarankan agar TikTok memperkuat penyaringan konten, melibatkan moderator lokal, meningkatkan transparansi pelaporan, serta mengadakan kampanye anti-hate speech bersama kreator konten. Penelitian ini diharapkan mendorong kebijakan moderasi konten yang lebih progresif dan peningkatan edukasi etika digital. Selain itu, algoritma TikTok yang memprioritaskan konten viral dinilai memperburuk paparan hate speech. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat literasi digital remaja serta mendorong peran aktif platform dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman melalui kolaborasi berbagai pihak.
Strategi Komunikasi Digital dalam Pengembangan Destinasi Tempat Wisata Pulau Ambon Tahamata, Sharon Truyda; Telussa, Sandra Ivonnie; Salakay, Selvianus
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp214-228

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi digital yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku dalam mempromosikan destinasi wisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan lima indikator utama, yaitu pemasaran langsung, promosi penjualan, publisitas, penjualan pribadi, dan periklanan . Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan melalui berbagai platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran langsung melalui media sosial cukup efektif, namun masih menghadapi kendala dalam segmentasi audiens. Promosi penjualan seperti diskon dan giveaway mampu menarik wisatawan, meskipun koordinasi dengan pelaku industri wisata masih terbatas. Publisitas melalui media sosial dan publikasi digital membantu meningkatkan citra pariwisata, tetapi kurang konsisten dalam distribusinya. Penjualan personal melalui pameran wisata cukup efektif, tetapi perlu peningkatan keterampilan tenaga pemasaran. Periklanan melalui iklan digital meningkatkan visibilitas wisata Maluku, namun masih perlu optimalisasi strategi pemasaran berbasis data. Kesimpulannya, strategi komunikasi digital yang diterapkan telah memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata Maluku, meskipun masih terdapat kendala dalam penerapannya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pemasaran yang lebih optimal, serta kerja sama yang lebih erat dengan pelaku industri wisata untuk meningkatkan efektivitas promosi.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Toko “Parfum Sadap” dalam Meningkatkan Penjualan Di Kota Ambon Fitri, Fitri; Lestaluhu, Said
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp186-202

Abstract

UMKM parfum isi ulang memerlukan strategi digital berbasis identitas untuk menjawab perubahan pola konsumsi, di tengah dominasi merek global, sementara literatur dan model analisis perilaku digital masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi digital Parfum Sadap melalui pendekatan model AISAS (Attention-Interest-Search-Action-Share), guna memahami efektivitas promosi di media sosial dalam membangun brand awareness, menjalin relasi dengan konsumen, serta mendorong penjualan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Toko Parfum Sadap, Kota Ambon. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan secara mendalam praktik promosi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran sentral dalam setiap tahapan AISAS. Perhatian dan minat konsumen dibangun melalui konten visual dan testimoni pengguna, sementara pencarian informasi didominasi oleh aktivitas di media sosial. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh kemudahan transaksi dan pelayanan yang cepat, sedangkan pengalaman positif mendorong konsumen untuk membagikan pengalaman, baik melalui unggahan digital maupun secara lisan. Strategi ini menciptakan efek viral dan membangun loyalitas konsumen. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha lokal untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital. Disarankan agar Parfum Sadap terus memperkuat konten, layanan pelanggan, dan mendorong partisipasi konsumen secara aktif sebagai bagian dari strategi promosi berkelanjutan.
Komunikasi Berbasis Nilai Lokal dalam Penyelesaian Konflik Agraria di Maluku Permana, Iman; Lopulalan, Dortje L. J.
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp203-213

Abstract

Konflik Agraria di Maluku salah satunya di Negeri Tamilouw merupakan kesalah pahaman klaim ganda pada kepemilikan tanah. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi digunakan sebagai alat mediasi dan resolusi konflik berbasis nilai-nilai lokal dan adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Teknin pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat, pemerintah Negeri, serta pihak-pihak yang terlibat konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berbasis nilai lokkal memiliki tiga hal utama pada proses penyelesaian konflik, yaitu: (1). Proses komunikasi informal, (2). N Nilai-nilai lokal, (3). Peran pemerintah dan kepala soa dalam pengambilan kesepakatann penyelesaian konflik agraria. Kesimpulannya menegaskan dibutuhkan praktik komunikasi yang tidak terlalu kaku nan formal, karena karateristik Negeri Tamilouw yang menolak intervensi dari luar namun menekankan pada partisipasi pemerintah dan lembaga adat karena berakar pada kearifan lokal sehingga memiliki efektivitas tinggi dalam menyelesaikan konflik internal masyarakat adat. Saran praktis adalah memperkuat kapasitas mediasi tokoh adat dan lembaga pemerintah Negeri melalui tim arsip negeri dalam pegumpulan bukti-bukti penyelesaian disamping melakukan pelatihan komunikasi konflik. Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman empiris tentang pentingnya komunikasi berbasis budaya lokal dalam menciptakan harmoni sosial, serta menjadi referensi bagi studi-studi komunikasi dan resolusi konflik di konteks serupa di Indonesia.
Strategi Komunikasi Persuasif Media Instagram @galleraj.id dalam Mempromosikan Produk Kampung Wisata Rajut di Kota Bandung Aini, Rahmi; Iskandar, Trias Pyrenia
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp175-185

Abstract

Transformasi digital telah menjadi katalis utama dalam promosi produk komunitas lokal. Namun, sebagian besar pelaku UMKM berbasis komunitas masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan strategi komunikasi yang terstruktur, strategis, dan merepresentasikan nilai budaya. Kampung Wisata Rajut Binong Jati di Kota Bandung merupakan salah satu contoh komunitas yang aktif memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, untuk mempromosikan produk lokal. Hal ini menjadi penting untuk diteliti karena menunjukkan praktik komunikasi digital berbasis nilai dan partisipasi komunitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi persuasif akun Instagram @galleraj.id dalam mempromosikan produk komunitas dengan menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) sebagai kerangka analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi konten digital, wawancara mendalam dengan pengelola akun dan pelaku komunitas, serta dokumentasi unggahan sepanjang Januari hingga Desember 2024. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, serta validitas dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @galleraj.id secara konsisten menerapkan strategi komunikasi berbasis model AIDA melalui konten visual yang estetis, narasi komunitas yang kuat, dan ajakan tindakan yang eksplisit. Strategi ini mampu membangun keterlibatan emosional, loyalitas konsumen, dan mendorong tindakan nyata seperti pembelian serta partisipasi sosial. Temuan ini memperkuat relevansi model AIDA dalam konteks komunikasi digital komunitas, serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi promosi berbasis budaya lokal.
Peran Komunikasi Interpersonal Guru dalam Meningkatkan Self-Disclosure dan Pembentukan Karakter Sosial Anak Sapanca, Komang Eishya Jayarani; Intentilia, Anak Agung Mia
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp160-174

Abstract

Kajian ini ditujukan guna mengidentifikasi peran komunikasi interpersonal guru guna meningkatkan keterbukaan diri pelajar sebagai dasar penanaman kepribadian sosial pelajar usia dini di TK Saraswati Tabanan. Latar belakang kajian ini berangkat dari fenomena bahwa beberapa anak masih mengalami hambatan dalam beradaptasi sosial dan mengekspresikan perasaannya di lingkungan sekolah. Guru berfungsi penting sebagai fasilitator utama dalam proses belajar-mengajar dan interaksi harian agar tertanam nilai-nilai sosial yang mendukung perkembangan karakter anak. Riset ini memakai teknik kualitatif deskriptif lewat teknik pengumpulan data dihimpun dari pengamatan, wawancara intensif, dan dokumentasi menyangkut lima pendidik sekaligus dua orang tua murid yang terpilih secara purposif. temuan kajian membuktikan kalau praktik komunikasi antarpribadi yang memuat keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan secara konsisten sanggup mewujudkan suasana belajar yang kondusif, menyeluruh, dan penuh kehangatan. Guru yang menampilkan komunikasi terbuka dan empatik mendorong anak untuk lebih berani bercerita, mengekspresikan pikiran, serta berinteraksi dengan teman sebayanya secara alami. Proses komunikasi yang suportif dan setara membantu anak membangun rasa percaya diri, mengembangkan empati, serta menumbuhkan sikap menghargai perbedaan dalam konteks sosial yang lebih luas. Peningkatan keterbukaan diri anak terlihat tidak terbatas pada konteks sekolah, namun juga terbawa ke lingkungan keluarga melalui peningkatan komunikasi dan kelekatan emosional dengan orang tua. Riset ini menekankan bahwa komunikasi interpersonal pengajar mempunyai kontribusi mendasar dalam menumbuhkan keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan karakter adaptif anak sejak usia dini. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis terhadap penguatan kajian komunikasi pendidikan serta rekomendasi praktis bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi komunikasi interpersonal yang empatik, terbuka, dan berorientasi pada pembentukan karakter sosial anak secara berkelanjutan.
Menantang Maskulinitas Hegemonik Lewat Maskulinitas Alternatif: Analisis Representasi Pria dalam Produk Axe dan Kahf Fadhillah, Nurul; Nurjayanti, Nurjayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp229-244

Abstract

Iklan tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga mereproduksi nilai sosial, termasuk maskulinitas. Lanskap periklanan Indonesia saat ini menunjukkan pertarungan narasi antara maskulinitas hegemonik yang direpresentasikan oleh merek global seperti Axe dan kemunculan maskulinitas alternatif yang diusung oleh merek lokal seperti Kahf. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana audiens muda yang kritis memaknai kedua representasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Desain Komunikasi Visual semester pertama sebagai audiens muda yang melek visual, memaknai, menegosiasikan, dan merefleksikan representasi maskulinitas dalam iklan Axe dan Kahf. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi resepsi yang melibatkan 28 mahasiswa DKV sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui analisis interpretasi visual partisipan dalam bentuk presentasi secara pribadi. Hasilnya menunjukkan adanya pemaknaan yang sangat kontras. Pria Axe dipersepsikan sebagai perwujudan maskulinitas hegemonik yang modern, stylish, dominan, dan berpusat pada daya tarik seksual untuk validasi eksternal yang dianggap tidak realistis. Sebaliknya, pria Kahf dimaknai sebagai representasi maskulinitas alternatif karena ia religius, bertanggung jawab, tenang, dan berfokus pada kekuatan karakter internal. Representasi Kahf dinilai jauh lebih relevan, jujur, dan aspiratif bagi realitas kehidupan mahasiswa di Makassar. Kesimpulannya, terjadi pergeseran yang signifikan di kalangan audiens muda kritis, dari citra pria performatif menuju maskulinitas yang otentik dan berbasis nilai. Hal ini menandakan bahwa relevansi budaya dan nilai-nilai positif kini menjadi kunci untuk membangun koneksi dengan Generasi Z di Indonesia.