cover
Contact Name
Aksa Noya
Contact Email
jilkompattimura@gmail.com
Phone
+6281248586420
Journal Mail Official
jilkompattimura@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 29627230     EISSN : 2830473X     DOI : https://doi.org/10.30598
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan situs akademis yang berisi kumpulan artikel ilmiah, dengan fokus aspek keilmuan ilmu komunikasi. Ilmu Komunikasi menjadi salah satu cabang keilmuan yang sangat penting, mengingat tanpa komunikasi manusia tidak dapat berinteraksi satu sama lain. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura secara spesifik bertujuan untuk menjawab tantangan manusia di era modernisasi, dengan berkembangnya teknologi, maka literasi digitalisasi begitu bermanfaat demi mewujudkan individu atau kelompok yang cerdas, dan kreatif dalam menggunakan platform media massa dan new media. Berikut dibawah ini mekanisme proses editorial and publishing.  Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan jurnal akademik yang berkaitan dengan kajian teori dan praktik komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura didedikasikan untuk menerbitkan karya asli dalam konteks umum Media Baru dan Teknologi Komunikasi, Komunikasi Budaya, Hubungan Masyarakat, Komunikasi Konflik, Media, dan Jurnalisme.
Articles 64 Documents
Analisis Bibliometrik dalam Penelitian Pengambilan Keputusan Berita di Ruang Berita Aidil, Muh; Aziz, Syamsuddin; Sonni, Alem Febri
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp262-275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan global studipengambilan keputusan berita melalui analisis bibliometrik terhadap 746 artikelterindeks Scopus periode tahun 2019-2024. Dengan menggunakan pendekatankuantitatif dan pemetaan ilmiah berbasis VOSviewer, penelitian ini menganalisisdinamika produksi pengetahuan yang mencakup tren publikasi, jaringan kolaborasipenulis, kontribusi institusi dan negara serta struktur tematik yang membentukdiskursus newsroom decision making. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadipeningkatan yang signifikan pada publikasi dalam dua tahun terakhir, yangmengindikasikan tingginya perhatian ilmiah terhadap perubahan pola kerja redaksipada era digital. Dominasi kontribusi dari negara-negara dengan ekosistem risetyang mumpuni seperti Amerika Serikat dan India juga mengonfirmasi produksipengetahuan pada studi jurnalisme yang dipengaruhi oleh ekonomi politikakademik. Analisis jaringan kata kunci sebagaimana yang diidentifikasi dalampenelitian ini mengungkap bahwa diskursus pengambilan keputusan beritasebagian besar bergerak ke arah integrasi teknologi, terutama machine learning,big data, news recommendation system, dan deteksi misinformasi. Tetapi, padabeberapa area seperti etika jurnalistik, penilaian editorial, dan nilai profesionaljustru terlihat lemah dalam jejaring konseptual, yang menunjukkan adanya celahpenting dalam literatur. Temuan penelitian ini juga menegaskan bahwa meskipun teknologi membentuk praktik newsroom modern, tetapi proses pengambilankeputusan tetap merupakan aktivitas sosial yang melibatkan pertimbanganmanusia, nilai-nilai profesional serta konteks organisasi. Studi ini memberikankontribusi teoritis dengan menawarkan pemetaan komprehensif mengenai arahperkembangan studi newsroom decision making, serta mendorong agenda risetyang lebih seimbang antara faktor teknologi dan human agency. Studi inimerekomendasikan pengembangan kerangka teoritis baru yang mampumenggambarkan interaksi antara algoritma, praktik redaksi, dan nilai etis dalamekosistem media digital.
Simbol dan Identitas Budaya dalam Upacara Kasada Suku Tengger: Perspektif Teori Konvergensi Simbolik Aulia, Salsabillah Reghita; Yuwita, Nurma
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp276-288

Abstract

Upacara Kasada merupakan salah satu ritual paling penting bagi masyarakat Tengger yang memadukan unsur religi, budaya, dan identitas kolektif. Sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, Kasada tidak hanya berfungsi sebagai bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang memperkuat kesadaran bersama (shared consciousness) dalam komunitas. Melalui perspektif Symbolic Convergence Theory (SCT), penelitian ini menelaah bagaimana simbol-simbol yang hadir dalam rangkaian ritual seperti persembahan, mantra, prosesi menuju kawah, serta peran dukun Pandhita membentuk dan memperkokoh fantasy themes yang melahirkan rhetorical vision tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan yang transenden. Proses konvergensi simbolik ini menjadikan Kasada sebagai ajang pembentukan narasi kolektif mengenai asal-usul, nilai moral, dan struktur sosial komunitas Tengger. Analisis menunjukkan bahwa setiap unsur dalam upacara Kasada memiliki makna simbolik yang disepakati secara sosial, sehingga memungkinkan terjadinya proses pemaknaan bersama yang berperan dalam mempertahankan kohesi sosial. Simbol-simbol tersebut tidak hanya berfungsi secara ritualistik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi budaya yang memperkuat identitas kelompok, solidaritas, serta legitimasi kepemimpinan religius melalui figur dukun Pandhita. Selain itu, ritual Kasada berfungsi sebagai ruang negosiasi makna, tempat masyarakat meneguhkan kembali struktur nilai dan etika komunal. Dengan demikian, upacara Kasada bukan semata tradisi keagamaan, melainkan mekanisme simbolik yang memastikan keberlanjutan identitas dan harmoni sosial masyarakat Tengger. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi simbolik dalam Kasada memainkan peran sentral dalam menjaga keberlanjutan budaya, kesadaran kolektif, dan integrasi sosial komunitas Tengger di tengah perubahan sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol yang muncul dalam upacara seperti ongkek (sesaji utama), larung saji ke kawah Gunung Bromo, serta proses pemilihan pemuka adat memiliki makna religius, sosial, dan pragmatis. Simbol-simbol tersebut memperkuat identitas budaya, nilai spiritual, serta solidaritas komunitas dalam masyarakat Tengger. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, upacara ini juga menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan leluhur serta lingkungan alam. Pandangan retoris dalam teori konvergensi simbolik terwujud dalam tiga dimensi: kesalehan (righteous), sosial, dan pragmatis yang terlihat dalam keseluruhan proses ritual. Upacara ini juga memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai sakral yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, simbol dalam Upacara Kasada tidak hanya berfungsi dalam konteks spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari narasi budaya yang terus hidup dan berkembang dalam masyarakat Tengger.
Resepsi Audiens pada Konten Makeover Model Produk Rucas di Tiktok Rachma, Adememey Maylina; Adiyanto, Wiwid
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp245-261

Abstract

Penelitian ini membahas resepsi audiens terhadap konten makeover pekerja kasar yang diunggah oleh akun TikTok @rucas.official. Fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana media sosial, khususnya TikTok, berfungsi tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang representasi sosial dan strategi komunikasi pemasaran yang menggabungkan nilai empati, estetika, serta citra merek. Melalui konten before-after makeover terhadap pekerja lapangan seperti tukang bangunan, sopir, dan kuli, Rucas menghadirkan narasi kemanusiaan yang dikemas secara visual dan emosional untuk menarik perhatian audiens muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode resepsi untuk memahami bagaimana audiens menafsirkan pesan dalam konten tersebut. Delapan informan yang berdomisili di Yogyakarta dan pernah menonton konten Rucas diwawancarai secara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model encoding/decoding Stuart Hall (1980), yang membagi pemaknaan audiens menjadi tiga posisi utama: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memiliki beragam cara dalam memaknai pesan sosial yang disampaikan. Tiga informan menempati posisi dominant-hegemonic, menerima sepenuhnya pesan empati, penghargaan terhadap pekerja kasar, serta nilai pemberdayaan yang dikonstruksi kreator. Tiga informan lainnya berada pada posisi negotiated, di mana mereka menghargai nilai kemanusiaan namun menyadari adanya strategi komersial dan pencitraan merek di balik narasi sosial tersebut. Dua informan menempati posisi oppositional, menolak makna dominan karena menilai konten justru mereproduksi stigma sosial melalui standar estetika yang bias. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena negosiasi makna di mana audiens berperan aktif membangun interpretasi sesuai latar sosial dan budaya mereka. Strategi komunikasi Rucas terbukti efektif membangun kedekatan emosional sekaligus membuka ruang refleksi kritis terhadap representasi sosial dalam media digital.
Coffee Shop Kendari : Produksi Ruang dan Pembentukan Identitas Urban Afandi, Muhamat Arif; Febriansyah, Febriansyah; Rizky, Muhammad
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp289-306

Abstract

Meskipun fenomena maraknya coffee shop merepresentasikan perubahan sosial dan kultural masyarakat urban, studi yang menyoroti fungsi komunikasi dan makna sosial ruang coffee shop sebagai ruang publik urban di kota menengah seperti Kendari masih sangat terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi kemunculan coffee shop di Kota Kendari, Indonesia, sebagai ruang publik hibrid yang mencerminkan transformasi kehidupan sosial dan kultural masyarakat urban. Dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini menelaah praktik interaksi, makna simbolik, dan ekspresi performatif yang berlangsung di tiga coffee shop utama, yaitu Sinar Heritage, Rumah Hagia, Lokka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai ruang konsumsi ekonomi, tetapi juga sebagai arena negosiasi makna, produksi simbol, dan pertunjukan gaya hidup. Dengan mengintegrasikan konsep ruang publik Habermas, teori produksi ruang Lefebvre, perspektif dramaturgi Goffman, dan gagasan konsumsi simbolik Featherstone, penelitian ini mengungkap bagaimana identitas lokal dan modernitas global saling beririsan dalam praktik komunikasi sehari-hari. Coffee shop di Kendari berperan sebagai simpul budaya tempat mediasi digital, konsumsi estetis, dan interaksi sosial yang membentuk rasa kebersamaan urban serta memperkuat kohesi komunitas kreatif. Secara konseptual, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai ruang publik dan komunikasi performatif dalam konteks budaya urban Indonesia yang terus berkembang.