cover
Contact Name
Aksa Noya
Contact Email
jilkompattimura@gmail.com
Phone
+6281248586420
Journal Mail Official
jilkompattimura@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 29627230     EISSN : 2830473X     DOI : https://doi.org/10.30598
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan situs akademis yang berisi kumpulan artikel ilmiah, dengan fokus aspek keilmuan ilmu komunikasi. Ilmu Komunikasi menjadi salah satu cabang keilmuan yang sangat penting, mengingat tanpa komunikasi manusia tidak dapat berinteraksi satu sama lain. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura secara spesifik bertujuan untuk menjawab tantangan manusia di era modernisasi, dengan berkembangnya teknologi, maka literasi digitalisasi begitu bermanfaat demi mewujudkan individu atau kelompok yang cerdas, dan kreatif dalam menggunakan platform media massa dan new media. Berikut dibawah ini mekanisme proses editorial and publishing.  Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura merupakan jurnal akademik yang berkaitan dengan kajian teori dan praktik komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura didedikasikan untuk menerbitkan karya asli dalam konteks umum Media Baru dan Teknologi Komunikasi, Komunikasi Budaya, Hubungan Masyarakat, Komunikasi Konflik, Media, dan Jurnalisme.
Articles 72 Documents
Analisis Bibliometrik dalam Penelitian Pengambilan Keputusan Berita di Ruang Berita Muh Aidil; Syamsuddin Aziz; Alem Febri Sonni
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp262-275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan global studipengambilan keputusan berita melalui analisis bibliometrik terhadap 746 artikelterindeks Scopus periode tahun 2019-2024. Dengan menggunakan pendekatankuantitatif dan pemetaan ilmiah berbasis VOSviewer, penelitian ini menganalisisdinamika produksi pengetahuan yang mencakup tren publikasi, jaringan kolaborasipenulis, kontribusi institusi dan negara serta struktur tematik yang membentukdiskursus newsroom decision making. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadipeningkatan yang signifikan pada publikasi dalam dua tahun terakhir, yangmengindikasikan tingginya perhatian ilmiah terhadap perubahan pola kerja redaksipada era digital. Dominasi kontribusi dari negara-negara dengan ekosistem risetyang mumpuni seperti Amerika Serikat dan India juga mengonfirmasi produksipengetahuan pada studi jurnalisme yang dipengaruhi oleh ekonomi politikakademik. Analisis jaringan kata kunci sebagaimana yang diidentifikasi dalampenelitian ini mengungkap bahwa diskursus pengambilan keputusan beritasebagian besar bergerak ke arah integrasi teknologi, terutama machine learning,big data, news recommendation system, dan deteksi misinformasi. Tetapi, padabeberapa area seperti etika jurnalistik, penilaian editorial, dan nilai profesionaljustru terlihat lemah dalam jejaring konseptual, yang menunjukkan adanya celahpenting dalam literatur. Temuan penelitian ini juga menegaskan bahwa meskipun teknologi membentuk praktik newsroom modern, tetapi proses pengambilankeputusan tetap merupakan aktivitas sosial yang melibatkan pertimbanganmanusia, nilai-nilai profesional serta konteks organisasi. Studi ini memberikankontribusi teoritis dengan menawarkan pemetaan komprehensif mengenai arahperkembangan studi newsroom decision making, serta mendorong agenda risetyang lebih seimbang antara faktor teknologi dan human agency. Studi inimerekomendasikan pengembangan kerangka teoritis baru yang mampumenggambarkan interaksi antara algoritma, praktik redaksi, dan nilai etis dalamekosistem media digital.
Simbol dan Identitas Budaya dalam Upacara Kasada Suku Tengger: Perspektif Teori Konvergensi Simbolik Salsabillah Reghita Aulia; Nurma Yuwita
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp276-288

Abstract

Upacara Kasada merupakan salah satu ritual paling penting bagi masyarakat Tengger yang memadukan unsur religi, budaya, dan identitas kolektif. Sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, Kasada tidak hanya berfungsi sebagai bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang memperkuat kesadaran bersama (shared consciousness) dalam komunitas. Melalui perspektif Symbolic Convergence Theory (SCT), penelitian ini menelaah bagaimana simbol-simbol yang hadir dalam rangkaian ritual seperti persembahan, mantra, prosesi menuju kawah, serta peran dukun Pandhita membentuk dan memperkokoh fantasy themes yang melahirkan rhetorical vision tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan yang transenden. Proses konvergensi simbolik ini menjadikan Kasada sebagai ajang pembentukan narasi kolektif mengenai asal-usul, nilai moral, dan struktur sosial komunitas Tengger. Analisis menunjukkan bahwa setiap unsur dalam upacara Kasada memiliki makna simbolik yang disepakati secara sosial, sehingga memungkinkan terjadinya proses pemaknaan bersama yang berperan dalam mempertahankan kohesi sosial. Simbol-simbol tersebut tidak hanya berfungsi secara ritualistik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi budaya yang memperkuat identitas kelompok, solidaritas, serta legitimasi kepemimpinan religius melalui figur dukun Pandhita. Selain itu, ritual Kasada berfungsi sebagai ruang negosiasi makna, tempat masyarakat meneguhkan kembali struktur nilai dan etika komunal. Dengan demikian, upacara Kasada bukan semata tradisi keagamaan, melainkan mekanisme simbolik yang memastikan keberlanjutan identitas dan harmoni sosial masyarakat Tengger. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi simbolik dalam Kasada memainkan peran sentral dalam menjaga keberlanjutan budaya, kesadaran kolektif, dan integrasi sosial komunitas Tengger di tengah perubahan sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol yang muncul dalam upacara seperti ongkek (sesaji utama), larung saji ke kawah Gunung Bromo, serta proses pemilihan pemuka adat memiliki makna religius, sosial, dan pragmatis. Simbol-simbol tersebut memperkuat identitas budaya, nilai spiritual, serta solidaritas komunitas dalam masyarakat Tengger. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, upacara ini juga menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan leluhur serta lingkungan alam. Pandangan retoris dalam teori konvergensi simbolik terwujud dalam tiga dimensi: kesalehan (righteous), sosial, dan pragmatis yang terlihat dalam keseluruhan proses ritual. Upacara ini juga memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai sakral yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, simbol dalam Upacara Kasada tidak hanya berfungsi dalam konteks spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari narasi budaya yang terus hidup dan berkembang dalam masyarakat Tengger.
Resepsi Audiens pada Konten Makeover Model Produk Rucas di Tiktok Adememey Maylina Rachma; Wiwid Adiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp245-261

Abstract

Penelitian ini membahas resepsi audiens terhadap konten makeover pekerja kasar yang diunggah oleh akun TikTok @rucas.official. Fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana media sosial, khususnya TikTok, berfungsi tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang representasi sosial dan strategi komunikasi pemasaran yang menggabungkan nilai empati, estetika, serta citra merek. Melalui konten before-after makeover terhadap pekerja lapangan seperti tukang bangunan, sopir, dan kuli, Rucas menghadirkan narasi kemanusiaan yang dikemas secara visual dan emosional untuk menarik perhatian audiens muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode resepsi untuk memahami bagaimana audiens menafsirkan pesan dalam konten tersebut. Delapan informan yang berdomisili di Yogyakarta dan pernah menonton konten Rucas diwawancarai secara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model encoding/decoding Stuart Hall (1980), yang membagi pemaknaan audiens menjadi tiga posisi utama: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memiliki beragam cara dalam memaknai pesan sosial yang disampaikan. Tiga informan menempati posisi dominant-hegemonic, menerima sepenuhnya pesan empati, penghargaan terhadap pekerja kasar, serta nilai pemberdayaan yang dikonstruksi kreator. Tiga informan lainnya berada pada posisi negotiated, di mana mereka menghargai nilai kemanusiaan namun menyadari adanya strategi komersial dan pencitraan merek di balik narasi sosial tersebut. Dua informan menempati posisi oppositional, menolak makna dominan karena menilai konten justru mereproduksi stigma sosial melalui standar estetika yang bias. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena negosiasi makna di mana audiens berperan aktif membangun interpretasi sesuai latar sosial dan budaya mereka. Strategi komunikasi Rucas terbukti efektif membangun kedekatan emosional sekaligus membuka ruang refleksi kritis terhadap representasi sosial dalam media digital.
Coffee Shop Kendari : Produksi Ruang dan Pembentukan Identitas Urban Muhamat Arif Afandi; Febriansyah Febriansyah; Muhammad Rizky
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp289-306

Abstract

Meskipun fenomena maraknya coffee shop merepresentasikan perubahan sosial dan kultural masyarakat urban, studi yang menyoroti fungsi komunikasi dan makna sosial ruang coffee shop sebagai ruang publik urban di kota menengah seperti Kendari masih sangat terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi kemunculan coffee shop di Kota Kendari, Indonesia, sebagai ruang publik hibrid yang mencerminkan transformasi kehidupan sosial dan kultural masyarakat urban. Dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini menelaah praktik interaksi, makna simbolik, dan ekspresi performatif yang berlangsung di tiga coffee shop utama, yaitu Sinar Heritage, Rumah Hagia, Lokka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai ruang konsumsi ekonomi, tetapi juga sebagai arena negosiasi makna, produksi simbol, dan pertunjukan gaya hidup. Dengan mengintegrasikan konsep ruang publik Habermas, teori produksi ruang Lefebvre, perspektif dramaturgi Goffman, dan gagasan konsumsi simbolik Featherstone, penelitian ini mengungkap bagaimana identitas lokal dan modernitas global saling beririsan dalam praktik komunikasi sehari-hari. Coffee shop di Kendari berperan sebagai simpul budaya tempat mediasi digital, konsumsi estetis, dan interaksi sosial yang membentuk rasa kebersamaan urban serta memperkuat kohesi komunitas kreatif. Secara konseptual, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai ruang publik dan komunikasi performatif dalam konteks budaya urban Indonesia yang terus berkembang.
Studi Komunikasi Krisis Tranportasi Online di Kota Ambon Nayla Maryam Marasabessy; Said Lestaluhu
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp37-57

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi krisis transportasi online di Kota Ambon yang muncul akibat konflik antara transportasi online Maxim dan angkutan umum konvensional. Konflik ini dipicu oleh ketimpangan regulasi, penurunan pendapatan sopir angkutan umum, serta lemahnya respons dan komunikasi pemerintah daerah dalam mengelola perubahan sistem transportasi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena komunikasi krisis pada layanan transportasi daring di Ambon, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi dengan melibatkan sejumlah informan penelitian. Dinas Perhubungan Provinsi/Kota Ambon, sopir angkutan umum, pihak Maxim, serta masyarakat pengguna jasa transportasi. Analisis dilakukan menggunakan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) untuk mengidentifikasi sumber krisis, strategi komunikasi, respons aktor terkait, serta persepsi publik. Secara teoritis diharapkan bahwa penelitian ini akan memajukan keahlian ilmu komunikasi, khususnya terkait komunikasi krisis di sektor online dan angkutan umum. Secara praktis penilitian ini memberikan rekomendasi kepada, PT Teknologi Perdana Indonesia (Maxim) diharapkan dapat menjadikan temuan penelitian ini sebagai bahan acuan dalam mengevaluasi manajemen krisis dan meningkatkan komunikasi dengan pengguna, penyedia transportasi umum di Kota Ambon perlu lebih tanggap terhadap keluhan sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan transportasi yang menjawab kebutuhan dan tantangan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi krisis yang bersifat reaktif dan kurang terkoordinasi menyebabkan konflik berkepanjangan dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan demikian, dibutuhkan strategi komunikasi krisis yang lebih terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada dialog antar pemangku kepentingan guna mencegah eskalasi konflik serta mewujudkan sistem transportasi yang berkeadilan di Kota Ambon.
Peran Komunikasi Kewang dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Kayen Rosamanda Kirioma; Dortje L. Y. Lopulalan
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp20-36

Abstract

Peran komunikasi Kewang dalam menjaga kelestarian lingkungan di Negeri Hatu, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah menjadi fokus penelitian. Kelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal di Maluku ditentukan oleh keberadaan aturan adat, dan efektivitas komunikasi yang dilakukan lembaga adat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk sadat terhadap lingkungan.. Wawancara, observasi, dan dokumentasi merupakan metode penelitian kualitatif yang digunakan. Informan penelitian terdiri atas anggota Kewang, tokoh adat, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, dan pemuda Negeri Hatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Kewang berperan dalam pelestarian lingkungan melalui tiga dimensi utama, yaitu konteks sosial, simbol adat, dan norma budaya. Pada konteks sosial, komunikasi dilakukan melalui musyawarah adat, percakapan informal, serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap aturan lingkungan. Pada dimensi simbol adat, tanda sasi, ritual adat, dan doa bersama berfungsi sebagai media komunikasi nonverbal yang efektif dalam menyampaikan pesan pelestarian lingkungan lintas generasi. Sementara itu, norma budaya menjadi pedoman moral yang memperkuat kepatuhan masyarakat melalui sanksi sosial dan solidaritas kolektif. Adapun temuan bahwa komunikasi Kewang berfungsi sebagai sarana penyampaian aturan adat, sekaligus sebagai mekanisme pembentukan kesadaran ekologis, identitas budaya, dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan menjadi nilai kebaruan dalam penelitian ini.
Studi Fenomenologi Fitur “Close Friends” Instagram Sebagai Ruang Privasi Digital Intan Indriyati; Sandra Ivonne Telussa; Olivia Tahalele
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp139-158

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran akan privasi digital di tengah pengawasan media sosial yang masif. Mahasiswa cenderung menggunakan ruang privat untuk ekspresi diri secara autentik, namun menghadapi ancaman kebocoran informasi melalui tindakan tangkapan layar (screenshot) oleh lingkaran terdekat. Penelitian ini mengkaji bagaimana kualitas komunikasi interpersonal tetap terjaga di tengah kerentanan privasi digital tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemaknaan mahasiswa terhadap fitur Close Friends Instagram sebagai ruang privasi digital, serta proses negosiasi kepercayaan dalam komunikasi interpersonal persahabatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk membedah pengalaman subjektif tujuh informan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pattimura angkatan 2022. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Komunikasi Interpersonal Joseph A. DeVito yang mencakup indikator keterbukaan, empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai fitur Close Friends sebagai “Benteng Autentisitas” yang memfasilitasi komunikasi lebih intim dan suportif dibandingkan fitur publik. Pengelolaan privasi dalam fitur ini tidak lagi bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan pada “Kontrak Loyalitas” dan kedaulatan moral antarindividu. Melalui penerapan komunikasi interpersonal yang berkualitas, informan mampu memitigasi risiko screenshot dengan melakukan seleksi audiens yang sangat ketat berdasarkan rekam jejak kepercayaan di dunia nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Close Friends berfungsi sebagai ruang uji bagi integritas hubungan persahabatan di era digital. penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa privasi digital bukan sekadar masalah teknis, melainkan konstruksi sosial-moral. Dan saran bagi pengguna adalah perlunya melakukan evaluasi kepercayaan sebelum berbagi konten digital yang sensitif, serta bagi pengembang kebijakan untuk memperkuat literasi etika batasan interpersonal digital​
Warisan Dakwah dalam Media Lokal: Memori Kolektif dan Praktik Komunikasi Radio Suara As’adiyah Aguswandi Aguswandi; Haidir Fitra Siagian; Nur Asri Putri; Muh. Alwi HS
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp119-138

Abstract

Radio sebagai media massa tetap eksis di tengah perkembangan teknologi digital dan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Radio Suara As’adiyah sebagai media informasi dalam meningkatkan religiusitas masyarakat Kabupaten Wajo. Kajian ini berangkat dari argumentasi bahwa media lokal berbasis komunitas memiliki daya jangkau kultural yang kuat, terutama ketika memanfaatkan bahasa dan nilai-nilai lokal dalam penyiaran. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara yang dipilih secara purposif, serta telaah dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Radio Suara As’adiyah menerapkan dua strategi utama untuk mempertahankan dan memperluas pendengar, yakni penggunaan bahasa Bugis dalam setiap program siaran serta dominasi konten keagamaan. Program-program tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi keagamaan sekaligus mendorong pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih religius. Implikasi kajian ini menegaskan pentingnya optimalisasi media lokal sebagai instrumen dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan dalam membangun religiusitas masyarakat.
Keintiman Digital dan Modal Simbolik dalam Live Streaming Berdurasi Panjang: Studi Netnografi Keterlibatan Audiens Jasmine Alya Pramesthi; Alyssa Melita Rahmat
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp58-81

Abstract

Siaran langsung marathon kini berkembang menjadi tren media digital partisipatif yang menggabungkan interaksi emosional audiens dan transaksi ekonomi secara real-time. Studi kualitatif ini menggunakan pendekatan netnografi dengan menganalisis secara tematik 150 pesan obrolan untuk membedah bagaimana keintiman digital, identitas kelompok, donasi, dan visibilitas penonton dibangun dalam durasi siaran yang ekstrem. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keintiman digital justru terbangun dari rasa lelah yang dirasakan bersama antara kreator dan pemirsa, sehingga mampu mengubah hubungan parasosial satu arah menjadi relasi dua arah yang hidup. Dari kebersamaan ekstrem ini, penonton membentuk sebuah 'klan' virtual yang protektif lewat lelucon internal dan ritual bahasa kelompok. Sementara itu, tindakan donasi bergeser makna dari sekadar transaksi finansial menjadi tindakan simbolis berbasis monetisasi afektif untuk mencari pengakuan sosial. Papan peringkat (leaderboard) yang awalnya memisahkan kasta kontributor juga dimaknai ulang oleh komunitas menjadi arsip sejarah gotong royong (hall of fame). Secara teoretis, studi ini berhasil memperluas cakupan teori interaksi parasosial tradisional ke dalam lingkungan media penyiaran baru yang sinkron. Hasilnya dapat menjadi panduan praktis bagi kreator dan perancang platform untuk merestrukturisasi ruang publik siber menjadi rumah virtual yang inklusif, akrab, dan aman bagi komunitasnya.
Humanisasi Kedermawanan: Analisis Efek But You Are Free dalam Dekonstruksi Stigma Charity Based pada Iklan Donasi Disabilitas Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp82-102

Abstract

Iklan donasi yang mengangkat isu disabilitas sering kali bertumpu pada narasi iba; kecenderungan ini berpotensi mengukuhkan stigma charity based sekaligus menggerus martabat penerima bantuan. Berangkat dari persoalan itu, kajian ini menelaah sejauh mana pendekatan But You Are Free sanggup membongkar stigma tersebut dalam iklan donasi disabilitas tanpa mengabaikan otonomi donatur maupun martabat penerima. Kajian dijalankan secara kualitatif melalui desain komparatif yang bercorak interpretatif. Pengumpulan data ditempuh lewat wawancara semi-terstruktur kepada enam calon donatur yang mengevaluasi sepasang iklan donasi disabilitas—satu berbentuk teks bernada emosional dan mendesak, satu lagi berupa video yang mengusung pendekatan But You Are Free—untuk kemudian ditelaah secara tematik. Temuan memperlihatkan bahwa iklan video yang menerapkan pendekatan But You Are Free lebih berhasil membuat donatur merasa dihargai, menguatkan persepsi otonominya, serta meredakan reaktansi psikologisnya. Penerima bantuan pun dihadirkan sebagai sosok yang nyata dan bermartabat, alih-alih objek yang penderitaannya didramatisasi. Sebaliknya, iklan bernada memohon justru dirasa lebih menekan dan kurang etis oleh partisipan. Keberhasilan pendekatan ini tidak berlangsung dengan sendirinya, melainkan ditentukan oleh humanisasi subjek dan kejelasan konteks kebutuhan. Kebaruan kajian ini terletak pada penerapan pendekatan But You Are Free di ranah iklan disabilitas seraya merajut otonomi donatur, martabat penerima, dan pembongkaran stigma charity based ke dalam satu kerangka humanisasi kedermawanan. Atas dasar itu, lembaga filantropi dan perancang pesan disarankan menyusun komunikasi yang menghargai kebebasan memilih, menampilkan penerima secara konkret, serta membuka informasi dampak donasi secara transparan.