cover
Contact Name
Arif Bulan
Contact Email
arifbulan1@gmail.com
Phone
+6282136659544
Journal Mail Official
yayasanumarabdulgani@gmail.com
Editorial Address
Desa Sangia, Kecamatan Sape., Kab. Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84182
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik (JISOSEPOL)
ISSN : -     EISSN : 30263220     DOI : https://doi.org/10.61787/zfg1er76
Core Subject : Economy, Social,
Focus : JISOSEPOL berfokus pada manuskrip hasil penelitian dan hasil kajian dari peneliti, praktisi, dosen dan mahasiswa pada bidang ilmu ekonomi, sosial, politik dan hukum.. Scope: Ekonomi, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Ilmu Sosial, Antropologi, Sosiologi, Ilmu komunikasi, Ilmu Politik dan Ilmu Hukum.
Articles 114 Documents
Bank Services in Banking Activities: A Literature Review Mileni Rahayu; Restu Fauzi; Muhammad Resa Fadilah; Raflika Yogi Firmansyah; Dimas Herlangga
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/fyc1s353

Abstract

This research discusses the meaning, function and services of bank services in banking activities. Banks play an important role as financial institutions that collect funds from the public and channel them back in the form of credit, as well as providing various financial services that facilitate customer financial transactions and management. The main function of banks includes raising funds through products such as savings, time deposits, and current accounts, which are then used to provide credit to individuals, businesses, and governments. This function supports efficient resource allocation and economic growth. In addition, the bank provides payment, fund transfer and credit card services, as well as utilizing technology through internet banking and mobile banking to increase convenience and flexibility for customers. Technological developments and stringent regulations have changed the way banks operate, increasing the stability of the financial system and expanding access to financial services. Through the various services offered, banks not only meet customers' financial needs but also contribute to overall economic stability and progress. This article highlights the important role of banks in the modern economy and the positive impact of innovation in banking services on efficiency and economic growth. This research uses a literature study approach to examine various aspects of bank functions and services and their impact on the economy.
PERAN EKSISTENSI MUSIK OKLIK SANGGAR LUDRUK ANGLING DARMO SEBAGAI SARANA HIBURAN DI DESA SOBONTORO BALEN BOJONEGORO Reza Rivandika Tama; Senyum Sadhana
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/7jp6nq81

Abstract

Abstrak : Musik Oklik Bojonegoro pertama kali diciptakan pada tahun delapan puluhan oleh Sanggar Ludruk Angling Darmmo yang berada di Desa Sobontoro yang kemudian Musik Oklik rata-rata hanya dikenal di wilayah tersebut. Hal ini membuat masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang akan Musik Oklik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada deskripsi eksistensi Musik Oklik sebagai sarana hiburan di desa Sobontoro Kabupaten Bojonegoro dan deskripsi pelestarian Musik Oklik terkait dengan eksistensinya. Terkait dengan fokus penelitian ini, maka teori yang digunakan adalah teori eksistensi dari Farhani dan teori Pelestarian Musik dari Chaedar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Studi Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksistensi musik oklik saat ini bukan murni melainkan dikombinasikan dengan instrumen lain. Namun, penampilannya tetap berada di barisan paling depan saat pertunjukan. kemudian, terkait dengan pelestarian Musik Oklik banyak pihak yang terlibat, antara lain pemerintah, komunitas lokal, seniman, lembaga, pendidikan, peneliti, dan akademisi, serta masyarakat umum yang perlu terus melakukan kolaborasi dan inovasi agar pelestarian Musik Oklik semakin dikenal masyarakat baik di dalam maupun luar Kabupaten Bojonegoro.
Bentuk Aransemen dan Struktur Aransemen Lagu Seblang Subuh Karya Budi Susanto Yohanes Untuk Paduan Suara Dinda Qurroti A'yunin; Senyum Sadhana
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/mm6snt52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk aransemen dan struktur aransemen lagu Seblang Subuh yang menjadi ikon dalam diri Budi Susanto Yohanes setiap mengaransemen lagu folklore atau lagu rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari beberapa data yang dipaparkan oleh narasumber, yaitu narasumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi atau penggabungan dan membandingkan hasil data yang diperoleh. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bentuk aransemen lagu Seblang Subuh karya Budi Susanto Yohanes untuk paduan suara, salah satu tim paduan suara yang menjadi objek yaitu Gita Pramawisesa. Pada pembahasan yaitu bentuk lagu menggunakan teori Karl-Edmund (1996:5) menyatakan bahwa bentuk dapat dilihat secara pra.ktis sebagai “wadah” yang “diisi” oleh seorang kom.ponis dan diolah sedemikian rupa hingga men.jadi musik yang hidup. sedangkan pada aransemen menggunakan teori Genichi yang didalamnya terdapat ornamen aransemen fill in dan filler disini yang diteliti hanya fill in. dalam bentuk lagu terdapat struktur lagu meliputi pada teori Kawakami  (1975:260) terdapat elemen yang membentuk struktur aransemen yaitu introduksi, chorus (inti lagu), Bridge, variasi, coda.
REKOREOGRAFI TARI BEDHAYA TRIBUANA RAJADEWI KARYA SUNAWAN DI SANGGAR TARI IJO GRINGSING MOJOKERTO Gaby Michelle Violine; Warih Handayaningrum
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/fc2f7h31

Abstract

Rekoreografi adalah rancangan ulang dari sebuah tarian tanpa menghilangkan tarian yang terdahulu. Bedhaya Tribuana Rajadewi adalah sebuah tarian Garapan baru yang telah di rekoreografikan dan berada diluar lingkup keraton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk serta rekoreografi dari tari Bedhaya Tribuana Rajadewi Karya Sunawan Di Sanggar Tari Ijo Gringsing Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Objek yang dalam penelitian ini adalah Bedhaya Tribuana Rajadewi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Validitas data menggunakan traingulasi sumber, triangulasi Teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan tarian ini merupakan garap karya tari yang mengacu pada tari bedhaya yang ada di lingkup keraton. Namun, oleh koreografer Tari Bedhaya Tribuana Rajadewi ini digarapdan dikemas lagi agar gaya Jawa Timuran nya lebih menonjol dikarenakan tarian ini membahas sosok Raja Wanita pertama di Kerajaan Majapahit yaitu Tribuana TunggaDewi. Untuk proses penggarapan musik juga menggunakan gaya Jawa Timuran. Bedhaya Tribuana Rajadewi hanya ditarikan oleh 8 penari. 8 adalah wujud dari lambang Surya Majapahit.
JARANAN PEGON RUKUN BUDAYA PADA RITUAL ADAT BERSIH DESA DI KELURAHAN BLITAR Priskila Kusuma Indah Christiani
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/cgk4gz86

Abstract

Kesenian Jaranan merupakan sebuah kesenian yang merakyat, karena banyak digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Kesenian Jaranan memiliki ciri khas pada instrument musik dan juga propertinya yaitu memakai sebuah anyaman bambu yang berbentuk kuda. Jaranan memiliki berbagai macam jenis salah satunya adalah Jaranan Pegon. Jaranan Pegon memiliki salah satu hal yang berbeda dengan jaranan pada umumnya. Perbedaan ini nampak pada kostum yang digunakan penarinya yaitu memakai kostum wayang orang. Berkaitan dengan Jaranan Pegon, di Kelurahan Blitar kesenian ini memiliki peran penting yaitu sebagai sarana utama dalam pelaksanaan ritual adat bersih desa. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi Jaranan Pegon kelompok seni Rukun Budaya pada ritual adat bersih desa di Kelurahan Blitar.Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori bentuk penyajian. Teori yang digunakan adalah teori seni ritual. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitiannya yaitu Jaranan Pegon Rukun Budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Serta validitas data yang digunakan adalah menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa Jaranan Pegon memiliki fungsi sebagai sarana utama dalam ritual adat bersih desa Kelurahan Blitar.  
PENGEMBANGAN BENTUK PENYAJIAN TARI GAMBYONG MARI KANGEN OLEH BIMO WIJAYANTO DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Dyah Ayu Maharani; Warih Handayaningrum
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/yx2bns65

Abstract

Tari Gambyong merupakan tarian Jawa Klasik yang berasal dari Surakarta yang digunakan sebagai tarian penyambut tamu. Seiring perkembangan zaman, tari gambyong juga mengalami perkembangan menjadi beberapa jenis tari gambyong yang penamaannya berdasarkan gending yang digunakan, salah satunya adalah tari Gambyong Mari Kangen yang menggunakan gending mari kangen dan pengembangannya dilakukan oleh Bimo Wijayanto. Penelitian ini dibuat untuk menjawab pertanyaan: 1) bagaimana pengembangan bentuk penyajian Tari Gambyong Mari Kangen Oleh Bimo Wijayanto di Kabupaten Tulungagung? 2) bagaimana tanggapan seniman tari daerah mengenai Tari Gambyong Mari Kangen? Dengan didukung oleh teori Pengembangan Edi Sedyawati dan teori Bentuk Pertunjukan Soedarsono yang dikombinasikan dengan teori Bentuk Penyajian Susetyo serta teori tanggapan Sardiman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dari narasumber utama yaitu Bimo Wijayanto selaku koreografer yang mengembangkan tari Gambyong Mari Kangen di Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan yang dilakukan mencakup urutan penyajian yang dilakukan pengembangan terdapat pada urutan kedua yaitu beksan, gerak yang dipadukan dengan gerak kreasi, iringan ditambah dengan pola kendang tayub Tulungagung, waktu pertunjukan yang berdurasi singkat dan dipentaskan pada waktu pembukaan acara, tata rias korektif, tata busana sesuai kreativitas. Hasil penelitian berikutnya menunjukkan tanggapan positif dari beberapa seniman tari daerah mengenai eksistensi dari tari Gambyong Mari Kangen di Tulungagung, bahwa tarian ini masih sering ditampilkan dan diajarkan baik di sekolah maupun di sanggar.
FORM OF PERFORMANCE OF THE FINAL SCENE IN THE BARONGAN DRAMATARY IN BLORA DISTRICT Fifi Ester Galuh Cahyani; Eko Wahyuni Rahayu
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/6ryv4p87

Abstract

This research aims to describe the form of performance the Pentulan scene in the Barongan dance drama in Blora Regency. The form theory use by Schechner (2002)  dance drama theory used by Soedarsono and Narwati (2014) and Rusliana (2014) and function theory by Soedarsono (2001). The research method used is descriptive qualitative. Research data sources were obtained from person, place and paper data sources. Personal data: Adi Wibowo, Jaka Adi Kartika, Sofyan Said Maulana and Subur Widodo. Place data sources were obtained from observations at Sanggar Risang Guntur Seto (RGS) and performances in the Tempurejo village field. The paper data source was obtained from documentation in the form of photos and videos of performances. Data collection techniques use observation, interviews, documentation studies and literature studies. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data validity uses method triangulation, source triangulation and method triangulation. The results of this research show that the performance form of the Pentulan scene consists of three parts, namely beginning, middle and end, whereas in the Barongan dance drama the Pentulan scene is in the middle part which uses the masked dance drama genre with a protagonist character.
Bentuk Penyajian Tari jebing Majengan Kota Probolinggo Pada (FKPU) Di Kabupaten Sampang Tahun 2019 Zulia Salim; Anik Juwariyah
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/mtreny67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Jebing Majengan sanggar Panji Laras Kota Probolinggo yang ditampilkan pada Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) di Kabupaten Sampang pada tahun 2019. Teori yang digunakan yaitu Teori Bentuk Penyajian menurut Y. Sumandiyo Hadi. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan fokus pada bentuk penyajian tari Jebing Majengan. Sumber data yaitu Muji Rahayu selaku pengelola sanggar, Dinar Kurnia selaku koreografer, dan Tabah Luh Pentas selaku penata musik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu untuk membuktikan keabsahan data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa bentuk penyajian tari Jebing Majengan memiliki beberapa aksen pada gerak tarinya, sehingga menunjukkan suasana riang di pesisir pantai. Iringan dari tari Jebing Majengan menggunakan musik khas pendhalungan. Tata rias yang digunakan pada tari ini adalah rias cantik. Busana yang digunakan pada tari Jebing Majengan yaitu kebaya hitam yang dikombinasikan dengan rok motif mangga dan anggur yang merupakan ikon khas Kota Probolinggo. Tari Jebing Majengan menggunakan properti Kepis yang terbuat dari bilahan bambu yang dianyam dan juga merupakan hal yang menonjol pada tarian ini. Pola lantai pada tari Jebing Majengan ini dibuat dengan formasi pola yang dominan banyak berkumpul sehingga mencerminkan sifat wanita Mayangan yang kental dengan kebersamaan.
Komposisi musik dan Bentuk Lagu “Lekas Sembuh” Eko Kasmo Sinung Edi Wicaksono; Warih Handayaningrum
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/bgg7z316

Abstract

Lagu “Lekas Sembuh” tercipta dari inspirasi komposernya Eko Hardoyo (Eko Kasmo) yang meraskan cemas karena hasil panen petani di desanya turun akibat dari pandemi Covid-19. Harapan dan doa dituangkan di dalam lagu ini. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk lagu dan komposisi musik yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan bentuk lagu dan komposisi musik yang digunakan di dalam lagu “Lekas Sembuh”. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teori analisis bentuk dan struktur lagu digunakan untuk mengupas permasalahan penelitian. Sumber data primer diperoleh melalui hasil wawancara, pengamatan audio dan vidio digital. Data sekunder diperoleh dari sumber buku, jurnal, dan internet. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang digunakan yaitu slenthem, peking, kempul, bonang barung, bonang penerus, saron, demung, rebab, keyboard, cak, cuk, gitar, saxophone. Komposisi musik banyak menggunakan pola ricikan gamelan yang diiringi oleh alat musik barat. Dari aspek musikal terdapat kaidah-kaidah yaitu jumlah birama, tanda sukat, progresi akor, dan pola ritme. Lagu ini menggunakan nada dasar Do=Bb dengan penggunaan dinamika tempo, memakai sukat 4/4 dan masuk ke dalam bentuk lagu tiga bagian yaitu A, B, C, C’ dan diawali dengan bagian intoduksi.
PENERAPAN PRINSIP DAN FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENGELOLAAN TIRANDO MUSIC EDUCATION Atmaja Bintang Bhaskara
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/zmcfsv26

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis prinsip dan fungsi manajemen dalam pengelolaan Tirando Music Education, sebuah lembaga kursus musik di kota surabaya yang dikelola oleh Ilham Galih dan Fefy Dita. Melalui pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti menemukan penerapan prinsip pembagian kerja dilakukan pemilik usaha yang tercermin dalam 6 divisi yakni Pemilik Usaha (Owner), Divisi Administrasi, Divisi Pembelajaran, Divisi Event, Divisi Konten dan Editor, dan Divisi Kebersihan. Penerapan prinsip kesatuan pengarahan, terpusat pada pemilik usaha sebagai struktur organisasi yang teratas. Penerapan prinsip keadilan dan kejujuran, dalam memastikan kejujuran pada setiap divisi pemilik usaha menerapkan aturan yang jelas dan tegas. Penerapan prinsip prakarsa atau inisiatif, dengan semua elemen yang terlibat di dalam lembaga punya inisiatif serupa dan pada tujuan sama yakni menjadikan lembaga berkembang, tetap dibatasi dalam standart oprasional procedur (SOP). Tirando Music Education menerapkan fungsi perencanaan dengan memiliki program jangka panjang, menengah, dan pendek. Program jangka pendek mencakup kegiatan rutin seperti pembelajaran, kompetisi menyanyi, dan penampilan siswa. Program jangka panjang meliputi promosi, pengembangan lembaga, dan konser tahunan. Dalam fungsi pengorganisasian, Ilham Galih dan Fefy Dita menyusun pembagian dan pengelompokan tugas. Untuk fungsi penggerakan, mereka menerapkan standart oprasional procedur (SOP) sebagai cara efektif untuk menggerakkan setiap divisi di lembaga tersebut. Fungsi pengendalian tetap berada di bawah kendali penuh Ilham Galih dan Fefy Dita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip dan fungsi manajemen yang efektif berperan penting dalam pertumbuhan dan kesuksesan Tirando Music Education sebagai lembaga pendidikan musik.

Page 6 of 12 | Total Record : 114