cover
Contact Name
-
Contact Email
mjagrotek@umk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mjagrotek@umk.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Utara UMK, Gondangmanis, Kecamatan Bae, , Kab. Kudus, Provinsi Jawa Tengah, 59327
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Muria Jurnal Agroteknologi
ISSN : -     EISSN : 29621941     DOI : https://doi.org/10.24176/mjagrotek
Core Subject : Agriculture,
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus berisi hasil penelitian tentang agronomi, bioteknologi pertanian, pemuliaan tanaman, tanah, dan proteksi tanaman. Terbit dua volume dalam setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2023)" : 6 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Jagung Manis (Zea mays L.) Di Tanah Inceptisol Anwar, Khairul; Alpandari, Heny; Arini, Nindya; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.11508

Abstract

Jagung manis (Zea mays L.) merupakan salah satu hasil pertanian yang disukai oleh masyarakat karena rasanya yang manis, kaya akan karbohidrat, protein, dan vitamin, serta rendah lemak Permintaan jagung manis terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan yang bertambah baik untuk konsumsi langsung, bahan baku industri pangan, maupun industri pakan ternak. Perlu ada ekstensifikasi dalam penaman jagung, dengan memanfaatkan lahan Inceptisol.Tujuan penelitian ini adalah mengatahui konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays L) pada tanah Inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Kebun Pengembangan Pembibitan Palawija Rendole Pati dan Universitas Muria Kudus (UMK). Penelitian ini mengunkan percobaan eksperimental Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktor Tunggal dengan 3 perlakuan, sebagai berikut: R0: 0 ml/l, R1: 20 ml/l dan R2: 40 ml/l. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalis mengunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menujukan konsentrasi PGPR berpengaruh nyata pada parameter bobot brangkasan kering dan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol tanpa kelobot, kadar kemanisan, diameter tongkol dan panjang tongkol. tidak berbeda nyata. Kesimpulan hasil penelitian pertumbuhan dan produksi jagung manis pada tanah Inceptisol tertinggi pada konsentrasi 40 ml/L.
Pemanfaatan Limbah Padat Biogas Kotoran Sapi pada Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Murrinie, Endang Dewi; Yuliani, Farida; Syah, Aziz Mahendra
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.11775

Abstract

Salah satu permasalahan penurunan produktivitas tanaman per satuan luas lahan diduga karena semakin rendahnya bahan organik tanah, oleh karena itu penggunaan bahan organik dalam budidaya tanaman harus ditingkatkan. Salah satu bahan organik yang dapat dimanfaatkan adalah limbah padat biogas kotoran sapi yang telah dikomposkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dosis dan cara pemberian limbah padat biogas kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilakukan di lahan sawah Desa Klumpit, Gebog, Kudus pada ketinggian 16 meter dari permukaan laut. Penelitian merupakan percobaan faktorial 3x3 ditambah 1 kontrol tanpa pemberian limbah biogas dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis limbah padat biogas, terdiri dari tiga dosis yaitu 10, 20, dan 30 t/ha. Faktor kedua adalah cara pemberian limbah padat biogas yang terdiri dari tiga level, yaitu diberikan dalam lubang tanam, diberikan dalam larikan, dan diberikan bersama pengolahan tanah satu minggu sebelum tanam. Hasil penelitian menunjukkan pemberian limbah padat biogas meningkatkan secara nyata pertumbuhan dan hasil kedelai dibandingkan kontrol. Dosis limbah padat biogas 20 t/ha memberikan hasil kedelai tertinggi. Cara pemberian limbah padat biogas bersama dengan pengolahan tanah seminggu sebelum tanam memberikan hasil kedelai tertinggi.One of the problems of decreasing crop productivity per unit area of land is thought to be due to the lower soil organic matter, therefore the use of organic matter in plant cultivation must be increased. One of the organic materials that can be utilized is solid waste biogas cow dung that has been composted. The purpose of the study was to determine the effect of dosage and method of giving cow dung biogas solid waste on soybean growth and yield. The study was conducted in the rice fields of Klumpit Village, Gebog, Kudus at 16 meters above sea level. The study was a 3x3 factorial experiment plus 1 control without biogas waste using a complete randomized group design repeated three times. The first factor is the dose of biogas solid waste, consisting of three doses, namely 10, 20, and 30 t / ha. The second factor is the method of giving biogas solid waste which consists of three levels, namely given in planting holes, given in runs, and given with tillage one week before planting. The results showed that applying biogas solid waste significantly increased the growth and yield of soybeans compared to controls. A biogas solid waste dose of 20 t/ha gives the highest soybean yield. The method of application of biogas solid waste along with tillage a week before planting gives the highest soybean yield
RESPONSE OF TWO ACCETIONS OF ARTEMISIA PLANT (Artemisia annua L.) TO DIFFERENCES IN THE COMPOSITION OF GROWTH REGULATING SUBSTANCES IN VITRO Yuliani, Farida; Krestiani, Veronica; Rahayu, Kusuma
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.11642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon dua aksesi tanaman artemisia (Artemisia annua L.) terhadap kombinasi zat pengatur tumbuh dalam media kultur in vitro Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah aksesi tanaman Artemisia, yaitu aksesi berbatang ungu dan aksesi yang berbatang hijau. Faktor kedua adalah komposisi zat pengatur tumbuh (ZPT) dalam media MS, yang terdiri dari 4 faktor yaitu NAA 0,25 ppm + BAP 1,00 ppm; NAA 0,50 ppm + BAP 1,00 ppm; IBA 0,25 ppm + BAP 1,00 ppm; IBA 0,50 ppm + BAP 1,00 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan aksesi berpengaruh terhadap regenerasi eksplan tanaman Artemisia dalam kultur in vitro. Aksesi berbatang hijau mampu menghasilkan tunas pada media MS + 0,25 ppm NAA + 1,00 ppm BAP dan mampu berakar pada medium MS + 0,50 ppm NAA + 1,00 ppm BAP, di lain pihak aksesi berbatang ungu , hanya dapat menghasilkan kalus pada semua perlakuan kombinasi ZPT yang diujikan. Komposisi ZPT berpengaruh pada kemunculan kalus dua aksesi tanaman Artemisia, tetapi tidak berpengaruhuntuk regenerasi selanjutnya. Tidak terdapat interaksi antara perbedaan aksesi dan komposisi ZPT terhadap regenerasi eksplan dua aksesi tanaman artemisia.
GROWTH RESPONSE OF UNGU EGGPLANT (Solanum melongena L.) TO ORGANIC WATER Hyacinth (Eichhornia crassipes) AND NPK PUPPY DOSAGE CHARGE Murjiono, Mohammad Andi; Supriyo, Hadi; Ariyanto, Shodiq Eko
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.12090

Abstract

Tanaman terong sangat berpotensi untuk dibudidayakan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sayuran. Pada sisi lain, masalah kesuburan lahan menjadi kendala dalam budidaya terong. Pengunaan pupuk pupuk organik enceng gondok dan pupuk NPK merupakan upaya mengembalikan tingkat kualitas tanah yang digunakan dalam budidaya tanaman pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap pengaruh pemberian pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan dosis pupuk NPK. penelitian dilaksanakan di Desa Cengkal Sewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada bulan Mei sampai Juli 2022. Percobaan faktorial berpola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik eceng gondok (E), terbagi dalam tiga taraf yaitu E1 (10 ton/ha), E2 (20 ton/ha) dan E3 (30 ton/ha). Faktor ke dua adalah dosis pupuk majemuk NPK (N) yang terdiri dari tiga taraf yaitu N1 (100 kg/ha), N2 (200 kg/ha) dan N3 (300 kg/ha). Hasil akhir menunjukkan bahwa dosis pupuk organik eceng gandok berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman terong ungu yaitu pada tinggi tanaman terong ungu umur 4 MST. Dosis pupuk organik eceng gondok 10 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman terong ungu umur 4 Minggu setelah tanam. Dosis pupuk majemuk NPK berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan. Dosis pupuk majemuk NPK 200 kg/ha meningkatkan pertumbuhan tanaman terong ungu. Terdapat interaksi antara dosis pupuk organik eceng gondok dengan dosis pupuk majemuk NPK terhadap bobot kering tajuk tanaman terong ungu. Eggplant plants have the potential to be cultivated in order to fulfill vegetable needs. On the other hand, land fertility problems are an obstacle in eggplant cultivation. The use of water hyacinth organic fertilizer and NPK fertilizer is an effort to restore the level of soil quality used in the cultivation of agricultural crops. The purpose of the study was to determine the growth response of purple eggplant (Solanum melongena L.) to the effect of water hyacinth organic fertilizer (Eichhornia crassipes) and NPK fertilizer doses. The research was conducted in Cengkal Sewu Village, Sukolilo District, Pati Regency from May to July 2022. The factorial experiment was patterned on the basis of a Completely Randomized Group Design (CRGD) consisting of two factors and three replications. The first factor is the dose of water hyacinth organic fertilizer (E), divided into three levels, namely E1 (10 tons/ha), E2 (20 tons/ha) and E3 (30 tons/ha). The second factor is the dose of NPK compound fertilizer (N) which consists of three levels namely N1 (100 kg/ha), N2 (200 kg/ha) and N3 (300 kg/ha). The final results showed that the dose of water hyacinth organic fertilizer had a significant effect on the growth of purple eggplant plants, namely the height of purple eggplant plants at the age of 4 weeks after planting. The dose of water hyacinth organic fertilizer 10 tons/ha increased the height of purple eggplant plants at 4 weeks after planting. The dose of NPK compound fertilizer has a significant effect on growth parameters. The dose of NPK compound fertilizer 200 kg/ha increases the growth of purple eggplant plants. There is an interaction between the dose of water hyacinth organic fertilizer and the dose of NPK compound fertilizer on the crown dry weight of purple eggplant plants.
Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk KCL Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L) Krestiani, Veronica; Suharijanto, Suharijanto; Risqiyanto, Nanang Jalal
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.11709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan frekuensi pemberian pupuk kalium klorida terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, dengan ketinggian tempat ± 15 mdpl pada bulan Juni 2023 sampai bulan Agustus 2023. Penelitian factorial berpola  Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Terdiri dari 2 (dua) faktor sebagai perlakuan, yaitu : faktor yang pertama adalah dosis (D) pupuk Kalium Klorida (KCl) sedangkan faktor kedua adalah frekuensi  pemberian pupuk. Dosis pupuk kalium klorida (KCl) 100 kg/ha berpengaruh terhadap jumlah cabang produktif dan jumlah polong hampa per tanaman, sedangkan frekuensi pemberian pupuk kalium klorida (KCl) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Terdapat interaksi antara dosis dan frekuensi pemberian pupuk kalium klorida (KCl) pada tinggi tanaman umur 28 HST.
Analysis of Farmer Characteristics and Duku Farming Income (Lansium domesticum Corr.) in Kudus Regency Muhamad Imanuddin; Endang Dewi Murrinie
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.12509

Abstract

Kabupaten Kudus memiliki varietas tanaman duku khas yang dikenal dengan nama duku sumber. Karakteristik petani duku di Kabupaten Kudus berbeda-beda. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan karakteristik petani duku di Kabupaten Kudus serta mengetahui pendapatan usahatani duku di Kabupaten Kudus. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di daerah penghasil duku di kabupaten kudus. Sampel penelitian sebanyak 65 responden. Analisis tabel dilakukan untuk menggambarkan karakteristik petani duku, analisis biaya dan pendapatan dilakukan untuk mengetahui biaya dan pendapatan yang dikeluarkan petani pada usahatani duku. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani duku di Kabupaten Kudus mayoritas berada pada usia produktif dan menjadikan usahatani duku sumber sebagai pekerjaan sampingan. Tingkat pendidikan terakhir terbanyak yaitu lulusan SMA dengan rata-rata pengalaman bertani duku selama 25.95 tahun. Rata-rata petani memiliki 3.35 tanaman duku. Rata-rata produksi duku sebesar 113 kg/tanaman dengan harga jual rata-rata Rp. 28.359 per kilogram. Penerimaan Rp. 4.839.615,- per tanaman diperoleh dari rata-rata biaya sebesar Rp. 2.195.919,- berupa biaya tetap sebesar Rp. 1.826.557,58,- dan biaya variabel sebesar Rp. 369.362,-. Pendapatan yang dihasilkan sebesar Rp. 13.015.267,61 per tanaman.Kudus Regency has a distinctive variety of duku plant known as duku Sumber. The characteristics of duku farmers in Kudus Regency are different. The aim of this research is to describe the characteristics of duku farmers in Kudus Regency and determine the income of duku farming in Kudus Regency. The basic method used in this research is the descriptive method. The research location was determined purposively in the duku producing area in Kudus Regency. The research sample was 65 respondents. Table analysis was carried out to describe the characteristics of duku farmers, cost and income analysis was carried out to determine the costs and income incurred by farmers in duku farming. The results of the research show that the majority of duku farmers in Kudus Regency are of productive age and use duku Sumber farming as a side job. The highest level of education is high school graduates with an average of 25.95 years of duku farming experience. On average, farmers have 3.35 duku plants. The average duku production is 113 kg/plant with an average selling price of Rp. 28,359 per kilogram. Receipt Rp. 4,839,615,- per plant obtained from an average cost of Rp. 2,195,919,- in the form of fixed costs of Rp. 1,826,557.58,- and variable costs of Rp. 369,362,-. The income generated is IDR. 13,015,267.61 per plant.

Page 1 of 1 | Total Record : 6