cover
Contact Name
Admin Vokatif
Contact Email
jurnalvokatif@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalvokatif@gmail.com
Editorial Address
https://etdci.org/journal/vokatif/EditorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 30465931     DOI : http://dx.doi.org/10.51574/Vokatif
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra merupakan jurnal dengan double blind peer reviewed yang berkaitan dengan Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian dengan kualitas terbaik yang memperluas pemahaman tentang bagaimana individu mengonstruksi, mengolah, mengkomunikasikan, menerapkan, dan memahami Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra menyambut baik penelitian kuantitatif, kualitatif serta penelitian mixed dengan analisa yang berkualitas tinggi. Jurnal ini berfokus pada penelitian tentang Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra. Kami mendorong penulis untuk mengirimkan artikel yang melanjutkan, memperluas, memodifikasi, atau menantang temuan yang telah diterbit pada suatu jurnal. Partisipan yang diharapkan dalam jurnal ini meliputi para peneliti yang berkonsentrasi pada Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya.
Articles 103 Documents
PERBANDINGAN DIALEK DENDE’ DAN REMBON DALAM BAHASA TORAJA: PERSPEKTIF LINGUISTIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Milka Milka
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4540

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan karakteristik fonologis dialek Dende’ dan Rembon dalam bahasa Toraja serta mengkaji implementasi hasil perbandingan tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode komparatif. Data penelitian berupa 25 bentuk kebahasaan yang diperoleh dari penggunaan dialek Dende’ dan Rembon. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, teknik simak dan catat, perekaman, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, membandingkan, dan menginterpretasikan variasi fonologis yang ditemukan pada kedua dialek. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah perbedaan fonologis yang meliputi perubahan fonem vokal, perubahan fonem konsonan, geminasi, penghilangan atau penyederhanaan bunyi, serta perbedaan pelafalan. Beberapa bentuk yang menunjukkan variasi tersebut antara lain pamuntu–pamuttu, mentengka–mettekka, mangka–makka, kampa–kappa, salimu’–selimu’, melambi’–malambi’, dan na’edo’–ne’do. Dialek Rembon cenderung menunjukkan penguatan konsonan melalui geminasi dan penyederhanaan bunyi pada bentuk tertentu, sedangkan dialek Dende’ cenderung mempertahankan bentuk fonologis yang lebih lengkap. Meskipun terdapat perbedaan bentuk dan pelafalan, variasi tersebut tidak menyebabkan perubahan makna leksikal sehingga kedua dialek tetap menunjukkan hubungan yang erat dalam sistem bahasa Toraja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa data perbandingan dialek dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama sebagai sumber pembelajaran variasi bahasa, fonologi, kosakata, keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Data tersebut dapat dikembangkan menjadi bahan ajar dan aktivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal yang kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap dokumentasi variasi bahasa Toraja sekaligus menyediakan dasar pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengintegrasikan bahasa dan budaya lokal.
TORAJA LANGUAGE AS MOTHER TONGUE IN ARTS, CULTURE, AND CRAFTS (SBdP) LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOL: A LITERATURE REVIEW Reni Lolotandung; Hakpantria Hakpantria
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4543

Abstract

This study examines how Toraja, an Austronesian language spoken mainly in the Tana Toraja and Toraja Utara regencies of South Sulawesi, Indonesia, can be positioned as a mother tongue within the teaching of Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), the Arts, Culture, and Crafts subject taught in Indonesian elementary schools. Using a qualitative descriptive literature review (library research) method, this study sought to answer three research questions: (1) how has the Toraja language been documented as a mother tongue within elementary-level learning; (2) what role can the Toraja mother tongue play within SBdP instruction specifically; and (3) what benefits, challenges, and strategies have been reported in the wider literature on mother-tongue-based and local-wisdom-based elementary education that are relevant to this integration. Thirteen scholarly sources published mainly between 2016 and 2026, together with two foundational theoretical works, were selected through searches of Google Scholar, Garuda, DOAJ, and international databases, screened for relevance to mother-tongue instruction, local-wisdom-based arts education, or Toraja language and culture in schooling, and analyzed using thematic content analysis. Five recurring themes were identified: the Toraja mother tongue as a carrier of cultural values and identity; the marginal curricular position of local languages relative to the national and foreign languages; SBdP and local-wisdom-based arts learning as a natural entry point for mother-tongue integration; the cognitive, linguistic, and socio-emotional benefits documented for mother-tongue-based instruction generally; and the structural and pedagogical challenges, particularly teachers' limited proficiency in Toraja and the scarcity of Toraja-language teaching materials, that constrain implementation. The review concludes that embedding Toraja language use within SBdP activities such as weaving, wood-carving motifs, and traditional song offers a practical and low-cost pathway for revitalizing the mother tongue in elementary classrooms, provided it is supported by teacher training, contextualized materials, and stronger institutional commitment.
RAMBU SOLO’ AS A SOURCE OF ETHNOPEDAGOGY: INTEGRATING ETHNOMATHEMATICS AND INDONESIAN LANGUAGE LITERACY THROUGH TORAJAN LOCAL WISDOM Rubianus Rubianus
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i2.4544

Abstract

Rambu Solo’ is one of the most significant cultural traditions of the Torajan community. Beyond its ritual function, the tradition contains local knowledge that can be transformed into meaningful learning resources. This study aims to explore the potential of Rambu Solo’ as a source of ethnopedagogy that integrates ethnomathematics and Indonesian language literacy. The study employed a qualitative approach with a descriptive ethnographic design. Data were collected through observation of Rambu Solo’ practices, interviews with traditional leaders, religious leaders, bereaved families, and community members, as well as documentation and literature review. Data were analyzed through data reduction, categorization, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that Rambu Solo’ contains various forms of mathematical knowledge, including numbers, counting, measurement, comparison, proportion, geometry, spatial organization, and patterns. At the same time, the tradition provides rich linguistic resources, including cultural terms, oral expressions, narratives, interpersonal communication, and descriptions of ritual activities that can be developed into learning materials for listening, speaking, reading, and writing. These findings suggest that Rambu Solo’ can serve as an interdisciplinary learning context connecting mathematics, language, culture, and students’ everyday experiences. Integrating ethnomathematics and Indonesian language literacy through local cultural practices can support contextual learning while strengthening students’ cultural awareness and appreciation of local heritage.
FROM LOCAL VOCABULARY TO DIGITAL LITERACY: DEVELOPING A TORAJA CULTURAL GLOSSARY FOR INDONESIAN LANGUAGE ENRICHMENT Marylin Lasarus
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.1843

Abstract

The diversity of regional languages constitutes an important part of Indonesia’s linguistic heritage. In the midst of technological development and changing communication patterns among younger generations, documenting regional vocabulary can no longer rely solely on printed resources but needs to be developed in accessible and digitally relevant forms. The Toraja language contains a rich vocabulary associated with social life, cultural practices, the natural environment, traditional objects, community activities, and local knowledge. This article aims to analyze the potential of Toraja cultural vocabulary as a resource for enriching Indonesian and to formulate a framework for developing a digital glossary that can support language and cultural literacy. The study employed a descriptive qualitative approach based on documentary analysis and literature review. Data sources included linguistic literature, documentation of Toraja vocabulary, publications concerning dictionary digitization, and official documentation related to regional vocabulary inventory and Indonesian vocabulary enrichment. The analysis focused on identifying vocabulary characteristics, the relationship between local terms and Indonesian, and the components required for developing a digital cultural glossary. The findings indicate that Toraja cultural vocabulary functions not merely as a collection of lexical units but also as a representation of cultural knowledge and identity. A digital glossary should therefore include the local term, its meaning in Indonesian, category, context of use, example sentence, cultural information, and, where possible, audio and visual documentation. Such a model can expand access to local vocabulary while positioning Indonesian as a medium for understanding and documenting regional cultural knowledge. A digital cultural glossary can thus serve as a bridge between regional language preservation, Indonesian vocabulary enrichment, and the strengthening of digital literacy.
STRATEGI PERSUASIF MAJAS HIPERBOLA DALAM SLOGAN IKLAN MINUMAN PADA MEDIA SOSIAL (KAJIAN SEMIOTIKA) Milka Milka
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.2062

Abstract

Media sosial telah mengubah pola komunikasi periklanan dari penyampaian informasi produk menuju pembentukan pesan yang singkat, kreatif, emosional, dan persuasif. Salah satu strategi kebahasaan yang digunakan dalam slogan iklan adalah majas hiperbola, yaitu ungkapan yang melebih-lebihkan suatu keadaan untuk menegaskan keunggulan produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, makna, dan strategi persuasif majas hiperbola dalam slogan iklan minuman pada media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif semiotika. Data penelitian berjumlah sepuluh slogan iklan minuman, yaitu Teh Pucuk Harum, Teh Botol Sosro, Coca-Cola, Florida, Ultra Milk, Frestea, Red Bull. Data dianalisis berdasarkan bentuk ungkapan hiperbolis, makna denotatif, makna konotatif, serta fungsi persuasifnya dalam membangun citra produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiperbola digunakan untuk mengintensifkan makna rasa, kesegaran, manfaat, energi, kenikmatan, dan pengalaman konsumsi. Secara semiotik, ungkapan hiperbolis tidak dimaknai secara literal, tetapi dikonstruksi sebagai tanda yang menghubungkan produk dengan kualitas unggul, kesegaran maksimal, kebahagiaan, semangat, dan gaya hidup positif. Strategi tersebut menunjukkan bahwa hiperbola berfungsi sebagai perangkat retoris untuk menarik perhatian, memperkuat daya ingat terhadap merek, membangun citra positif, dan memengaruhi persepsi konsumen. Temuan penelitian juga memiliki implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam pengembangan literasi kritis peserta didik terhadap bahasa persuasif di media digital.  
BETWEEN WORDS AND DATA: EXPLORING THE COORDINATION OF STUDENTS’ VERBAL AND NUMERICAL LITERACY IN COMPREHENDING INFOGRAPHIC-BASED NEWS TEXTS Selvi Rajuaty Tandiseru; Sonny Yalti Duma
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.4547

Abstract

ABSTRACT News infographics combine verbal claims, numbers, graphs, icons, and visual hierarchy within a single text, meaning that reading comprehension requires more than sentence decoding. This conceptual development study explores how students coordinate verbal and numerical literacy when interpreting Indonesian-language news texts presented through infographics. A design-oriented synthesis was conducted across five domains: multimodal literacy in Indonesian language learning, infographic reading comprehension, mathematical and numerical literacy, text–graph integration, and critical reasoning. The synthesis generated the Verbal–Numerical Coordination in Infographics (VNC-I) framework, which conceptualizes comprehension as an iterative process of identifying verbal claims, decoding quantities and units, mapping verbal statements onto visual-numerical evidence, testing consistency, and formulating critical interpretations. The framework is operationalized through the READ-DATA cycle: Read the main claim, Examine the visual structure, Attend to numbers and units, Determine verbal–data relationships, Detect consistency, Advance an inference, Test credibility, and Articulate meaning. The article also proposes potential coordination breakdowns, including verbal dominance, percentage–percentage-point confusion, denominator blindness, scale neglect, and overclaiming beyond the data. The framework retains Indonesian language learning as the primary disciplinary domain while positioning mathematics as evidential reasoning embedded in authentic texts. Because the article does not report classroom data, the proposed dimensions require empirical validation through think-aloud protocols, student work, interviews, and task-based assessment in secondary-school Indonesian language classrooms.
PENGEMBANGAN MEDIA PADLET PADA PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI PUISI KELAS VIII UPTD SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI Julman Happy Kurniawan Zega; Noveri Amal Jaya Harefa; Arozatulo Bawamenewi; Riana Riana
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5730

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi mengidentifikasi unsur-unsur pembangun puisi di kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli. Pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional menyebabkan partisipasi dan hasil belajar peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Padlet yang layak digunakan, mengetahui tingkat kepraktisan media berdasarkan respons peserta didik, serta menguji keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur pembangun puisi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, angket respons peserta didik, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase untuk menentukan tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Padlet memenuhi kriteria sangat valid, sangat praktis, dan sangat efektif. Tingkat kepraktisan memperoleh persentase sebesar 96%, sedangkan hasil uji keefektifan menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 81, 83, dan 88, seluruhnya melampaui KKTP 75 dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 98%. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Padlet layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi mengidentifikasi unsur-unsur pembangun puisi di kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBASIS AUDIOVISUAL KELAS VIII UPTD SMP NEGERI 1 ULU MORO’O Netaneli Gulo; Noibe Halawa; Iman Sudi Zega; Noveri Amal Jaya Harefa
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5732

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang sangat penting bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa secara baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen melalui model pembelajaran SAVI berbasis audiovisual. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan empat tahapan yaitu: 1) Perencanaan, 2) Tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua siklus.  Teknik pengumpulan data lembar observasi, tes esai, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan subjek penelitian sebanyak 30 orang siswa. Dan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerpen menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis audiovisual. Berdasarkan hasil penelitian maka nilai rata-rata perolehan siklus I nilai terendah adalah 39 dan nilai tertinggi adalah 71 dengan nilai rata-rata adalah 53. Hasil observasi peserta didik pada siklus I pertemuan pertama rata-rata 45% dan pada pertemuan kedua rata-rata 71%. Hasil observasi peneliti siklus I pada pertemuan pertama rata-rata 50%  dan pada pertemuan kedua 50%. Sedangkan pada siklus II nilai terendah siswa 82 dan nilai tertinggi siswa 96 dengan  nilai rata-rata 94. hasil observasi peserta didik pada Siklus II pertemuan pertama rata-rata 85%  dan pada pertemuan kedua rata-rata 94%. Berdasarkan hasil observasi peneliti siklus II pada pertemuan pertama rata-rata 86% dan pada pertemuan kedua 93%. Berdasarkan temuan pada penelitian ini, dapat disimpulkan  bahwa dengan menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis audiovisual efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis cerpen di kelas VIII-1 UPTD SMP Negeri 1 Ulu Moro’o, Tahun Pembelajaran 2025/2026. Pada pelaksanaan penelitian, peneliti menyampaikan beberapa saran yaitu: Bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di UPTD SMP Negeri 1 Ulu Moro’o untuk menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis audiovisual agar suasana belajar lebih menarik dan siswa mampu memahami materi dengan efektif serta siswa percaya diri dalam menulis cerpen. Kepada peneliti selanjutnya, peneliti mengharapkan agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis audiovisual.
PENERAPAN WORDWALL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERPEN SISWA KELAS VIII UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNGSITOLI Mentari Telaumbanua; Noibe Halawa; Lestari Waruwu; Mastawati Ndruru
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5735

Abstract

Keterampilan berbahasa dalam menyimak sangatlah penting. Keterampilan menyimak adalah suatu  proses mendengarkan lambang-lambang bahasa lisan dengan sungguh-sungguh penuh perhatian, pemahaman, apresiatif yang dapat disertai dengan  pemahaman makna komunikasi yang disampaikan oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan wordwall dalam meningkatkan keterampilan menyimak cerpen siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli tahun pembelajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan 4 tahapan yakni 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Observasi, 4) Refleksi, kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus menggunakan teknik pengumpulan data lembar observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan subjek penelitian 30 orang siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam menyimak cerpen menggunakan media pembelajaran wordwall. Berdasarkan hasil penelitian maka rata-rata perolehan siklus I nilai terendah 32 dan nilai tertinggi 79 dengan rata-rata 50%. Hasil observasi siswa siklus I Pertemuan pertama rata-rata 49% dan pertemuan kedua 64%. Hasil observasi peneliti siklus I pertemuan pertama 33% dan pertemuan kedua 58%. Sedangkan pada siklus II nilai terendah 0 dan nilai tertinggi 96 dengan rata-rata 90%. Hasil observasi siswa siklus II pertemuan pertama rata-rata 79% dan pertemuan kedua 97%. Hasil observasi peneliti siklus II Pertemuan pertama 83% dan pertemuan kedua 92%. Berdasarkan temuan pada penelitian ini, dapat disimpulkan, bahwasanya penerapan wordwall efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak cerpen siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli tahun pembelajaran 2025/2026. Pada pelaksanaan penelitian, peneliti menyampaikan beberapa saran, yaitu: bagi guru, mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan memanfaatkan Wordwall sebagai salah satu media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan dan menjaga keterampilan menyimak cerpen, agar siswa termotivasi dan aktif dalam mengikuti mata pelajaran. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan agar penelitian ini dijadikan sebagai referensi dan dapat menerapkan wordwall untuk penelitian.
PENERAPAN APLIKASI WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KARYA FIKSI SISWA KELAS VIII DI UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI UTARA Eunike Noniterima Laowo; Lestari Waruwu; Imansudi Zega; Yanida Bu’ulolo
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5736

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum meratanya kemampuan siswa dalam membaca dan memahami karya fiksi, khususnya dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca karya fiksi melalui penerapan aplikasi Wordwall pada siswa kelas VIII-E UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa, yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas peneliti dan siswa, tes kemampuan membaca karya fiksi, catatan lapangan, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca karya fiksi siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 64,66 dengan ketuntasan klasikal sebesar 43%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82,70 dengan ketuntasan klasikal sebesar 83%. Dengan demikian, terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 18,04 poin dan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 40%. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan aplikasi Wordwall juga mendorong siswa menjadi lebih aktif, tertarik, dan terlibat dalam kegiatan membaca serta menganalisis unsur intrinsik karya fiksi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan aplikasi Wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca karya fiksi siswa kelas VIII-E UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara.

Page 9 of 11 | Total Record : 103