cover
Contact Name
Admin Vokatif
Contact Email
jurnalvokatif@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalvokatif@gmail.com
Editorial Address
https://etdci.org/journal/vokatif/EditorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 30465931     DOI : http://dx.doi.org/10.51574/Vokatif
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra merupakan jurnal dengan double blind peer reviewed yang berkaitan dengan Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian dengan kualitas terbaik yang memperluas pemahaman tentang bagaimana individu mengonstruksi, mengolah, mengkomunikasikan, menerapkan, dan memahami Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra menyambut baik penelitian kuantitatif, kualitatif serta penelitian mixed dengan analisa yang berkualitas tinggi. Jurnal ini berfokus pada penelitian tentang Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra. Kami mendorong penulis untuk mengirimkan artikel yang melanjutkan, memperluas, memodifikasi, atau menantang temuan yang telah diterbit pada suatu jurnal. Partisipan yang diharapkan dalam jurnal ini meliputi para peneliti yang berkonsentrasi pada Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya.
Articles 83 Documents
DEIKSIS SOSIAL DALAM TUTURAN MASYARAKAT ETNIS TORAJA PADA RITUAL RAMBU SOLO’ Berthin Simega
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.2382

Abstract

Salah satu cara memahami budaya suatu etnis adalah melalui kajian deiksis sosial pada bahasa yang digunakan oleh masyarakat etnis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan deiksis sosial pada ritual adat rambu solo’ etnis Toraja. Penelitian diharapkan menjadi rujukan  para mahasiswa pada penelitian sejenisnya. Dapat pula digunakan sebagai tuntunan guru dalam mengajarkan kearifan lokal. Hasil penelitian ini juga merupakan dukungan terhadap pelestarian budaya Toraja pada unsur bahasa dan sastra lisan Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data dikumpulkan  melalui Teknik; (1) teknik simak, yaitu metode pengumpulan data dengan menyimak bahasa dalam situasi komunikasi tertentu, (2) observasi non-partisipan, yaitu: teknik pengumpulan data yakni peneliti tidak ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan yang diamati dan (3) teknik catat, yakni  mencatat peristiwa komunikasi. Sumber data penelitian ini  yaitu video ritual rambu solo’ yang terdapat pada channel YouTube Toraja Unik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan deiksis sosial berupa penanda hubungan sosial, status sosial, dan bentuk penghormatan dalam tuturan masyarakat etnis Toraja. Pertama, hubungan sosial tercermin melalui penggunaan bentuk sapaan tertentu kepada keluarga, petuah adat, pemuka agama, pejabat, dan pemerintahan. Kedua, status sosial ditunjukkan melalui pemilihan kata yang mengacu pada keluarga (pa’rapuan), gelar kehormatan (puang), jabatan pemerintah (toma’parenta), gelar keagamaan (majelis gereja, pengantar, pandita, pastor), pemuka adat (to parengnge’), dan orang yang dituakan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat (kupoindo'na dan "kupo'ambe'na). Hal ini menandakan adanya hierarki sosial yang harus dihormati dalam masyarakat etnis Toraja melalui bentuk-bentuk kebahasaannya. Ketiga, penghormatan terlihat jelas dari penggunaan pronomina (Indo’-Ambe’) dan sapaan yang bersifat sopan dan penuh etika (tabe’).
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL DAN TANDA BACA TITIK DALAM PARAGRAF MELALUI MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS II SDN 2 TONDON KABUPATEN TORAJA UTARA Weryanti Laen Langi’
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i2.3444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan huruf kapital dan tanda baca titik dalam paragraf melalui penggunaan media gambar seri pada siswa kelas II SDN 2 Tondon, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan mengikuti tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi sebagaimana model Arikunto (2011). Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas II SDN 2 Tondon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, kemampuan siswa dalam menggunakan huruf kapital dan tanda baca titik masih tergolong rendah, dengan persentase ketuntasan sebesar 58,06% dan nilai rata-rata 65,16. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, kemampuan siswa meningkat signifikan menjadi 100% siswa tuntas dengan nilai rata-rata 76,13. Aktivitas mengajar guru turut meningkat dari 65% pada pertemuan pertama siklus I menjadi 90% pada pertemuan terakhir siklus II, sejalan dengan peningkatan aktivitas belajar siswa dari 64,10% menjadi 89,74%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar seri berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan siswa menggunakan huruf kapital dan tanda baca titik dalam paragraf.
REPRESENTASI IDENTITAS MASYARAKAT TORAJA DALAM CERITA RAKYAT LAKIPADADA: ANALISIS SEMIOTIKA SOSIAL Rita Tanduk
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.3459

Abstract

Cerita rakyat Toraja merupakan warisan budaya lisan yang merepresentasikan identitas masyarakat melalui sistem tanda, di tengah tantangan transformasi sosial dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi identitas masyarakat Toraja dalam cerita rakyat Lakipadada melalui perspektif semiotika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis semiotika sosial berbasis kerangka kerja Hodge dan Kress. Data berupa narasi, dialog, tindakan tokoh, dan simbol adat dikumpulkan melalui teknik close reading serta studi dokumentasi dari naskah cerita rakyat Lakipadada, lalu dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas masyarakat Toraja dikonstruksi melalui hubungan antar-sumber daya semiotik (semiotic resources), seperti tokoh Lakipadada, rumah adat Tongkonan, aturan Aluk, ritual kerbau, musyawarah, dan struktur kekerabatan. Elemen-elemen ini merepresentasikan dimensi kepemimpinan ideal, religius-adat, kolektivitas, dan solidaritas komunal. Makna identitas budaya tersebut bersifat dinamis dan lahir dari interaksi antara tanda, praktik sosial, dan konteks budaya masyarakat Toraja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat Lakipadada tidak hanya berfungsi sebagai warisan sastra lisan, tetapi juga sebagai media representasi yang secara aktif mengonstruksi, mereproduksi, dan mempertahankan identitas budaya masyarakat. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada penerapan semiotika sosial dalam sastra lisan.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL RAMBU SOLO’ DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR: NILAI KARAKTER DAN LITERASI BUDAYA SISWA Susanna Vonny Noviana Rante
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i2.4455

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki fungsi strategis tidak hanya dalam mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, tetapi juga dalam membangun karakter serta literasi budaya siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi kearifan lokal Rambu Solo’ dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di UPT SDN 1 Sangalla’, mengidentifikasi nilai karakter dan literasi budaya yang dapat dikembangkan, serta memetakan tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dirancang meliputi guru, siswa kelas V–VI, tokoh adat, dan orang tua siswa, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi/kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan observasi awal yang tercantum dalam proposal penelitian, unsur budaya seperti ma’badong, gotong royong, penghormatan kepada keluarga dan leluhur, penerimaan tamu, serta narasi prosesi Rambu Solo’ berpotensi dijadikan teks dan konteks autentik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Integrasi tersebut dapat diarahkan pada kegiatan membaca teks budaya, menyimak tradisi lisan, berdiskusi, memperkaya kosakata budaya, dan menulis teks deskripsi atau narasi. Nilai yang menonjol meliputi gotong royong, kepedulian sosial, tanggung jawab, penghormatan, religiusitas, dan kebersamaan. Secara konseptual, integrasi budaya lokal membuat pembelajaran bahasa lebih kontekstual sekaligus memperkuat kemampuan siswa memahami, menafsirkan, dan merefleksikan budaya sendiri. Namun, temuan akhir tetap memerlukan verifikasi melalui pengumpulan data lapangan sebagaimana dirancang dalam proposal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) BERBANTUAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN PENGGUNAAN HURUF KAPITAL PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Novalia Sulastri; Tiara Singgai; Reni Lolotandung; Eky Setiawan Salo; Hendrik Hendrik
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media kartu kata dalam proses pembelajaran, serta untuk mengetahui peningkatan ketepatan penggunaan huruf kapital pada siswa kelas III UPT SDN 1 Mappak melalui penerapan model tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan Taggart dengan subjek 22 siswa kelas III UPT SDN 1 Mappak, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, tes, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran think talk write berbantuan media kartu kata dapat meningkatkan ketepatan penggunaan huruf kapital siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 64,60% dengan ketuntasan 45,45%. Pada siklus II, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82,01% dengan ketuntasan 86,35%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70%, sehingga penelitian dinyatakan berhasil pada siklus II.
ANALISIS KEMAMPUAN BERBAHASA IBU (BAHASA TORAJA) PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 5 TIKALA KABUPATEN TORAJA UTARA Yohanis Padallingan
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i2.4480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berbahasa ibu (bahasa Toraja) pada siswa kelas III SD Negeri 5 Tikala Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian difokuskan pada beberapa siswa yang masih aktif menggunakan bahasa Toraja dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa ibu siswa berada pada kategori cukup baik, khususnya pada aspek pemahaman bahasa dan penggunaan dalam komunikasi sehari-hari. Siswa mampu memahami percakapan dan instruksi dalam bahasa Toraja serta dapat merespons dengan kalimat sederhana. Namun, pada aspek pengucapan kosakata dan penyusunan kalimat, sebagian siswa masih mengalami kesulitan. Selain itu, kelancaran dan keberanian berbicara menunjukkan hasil yang cukup baik, terutama pada siswa yang terbiasa menggunakan bahasa Toraja dalam lingkungan keluarga dan sosial. Secara umum, penggunaan bahasa Toraja di kalangan siswa mulai mengalami penurunan, namun masih dapat dipertahankan pada siswa yang memperoleh dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian bahasa ibu melalui peran aktif sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial agar bahasa daerah tetap terjaga.
PENGGUNAAN BAHASA POSITIF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN VERBAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Alexander Pakiding; Harmelia Tulak
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i2.4515

Abstract

Perundungan verbal merupakan perilaku yang menggunakan bahasa untuk mengejek, menghina, memberi julukan negatif, atau mengucapkan kata-kata yang dapat menyakiti perasaan teman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa positif sebagai upaya pencegahan perundungan verbal pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Perlakuan dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, permainan edukatif, kampanye Stop Label Negatif, Botol Apresiasi, dan penyusunan Komitmen Kelas Anti Ejekan. Evaluasi dilakukan menggunakan asesmen awal dan asesmen akhir serta observasi partisipasi siswa. Hasil menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa meningkat dari 1.230 pada asesmen awal menjadi 1.260 pada asesmen akhir. Rata-rata nilai meningkat dari 87,9 menjadi 90,0 atau sebesar 2,1 poin. Pada aspek kategori, siswa berkategori baik meningkat dari 14,3% menjadi 28,6%, sedangkan kategori cukup menurun dari 14,3% menjadi 0%. Selama kegiatan, siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali perundungan verbal, membedakan kata positif dan negatif, memberikan apresiasi kepada teman, serta menunjukkan sikap saling menghargai. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan penggunaan bahasa positif melalui aktivitas partisipatif dapat menjadi salah satu strategi edukatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dan mendukung pencegahan perundungan verbal di sekolah dasar.
HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL QOLBU AL-LAIL KARYA NAGUIB MAHFOUZ: ANALISIS ANTONIO GRAMSCI Lucky Marantika; Mawardi Mawardi; Yadi Mardiansyah
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4519

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hegemoni kekuasaan dalam novel Qolbu Al-Lail karya Naguib Mahfouz menggunakan perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa kekuasaan dalam karya sastra tidak selalu hadir melalui dominasi yang bersifat represif, tetapi juga bekerja melalui mekanisme persetujuan (consent) yang membentuk kesadaran tokoh melalui nilai, norma, dan ideologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel Qolbu Al-Lail, sedangkan data penelitian berupa narasi dan dialog yang merepresentasikan relasi kuasa antartokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak yang terdiri dari baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hegemoni dalam novel lebih dominan berlangsung melalui mekanisme persetujuan daripada paksaan. Kekuasaan direpresentasikan melalui kepemimpinan moral-intelektual, legitimasi nilai-nilai agama, relasi keluarga, praktik birokrasi, serta konstruksi budaya yang membentuk common sense masyarakat. Tokoh-tokoh yang memiliki otoritas menjalankan fungsi sebagai traditional intellectual yang mereproduksi ideologi dominan melalui institusi keluarga, agama, dan masyarakat sipil (civil society). Sementara itu, counter-hegemony muncul secara terbatas melalui kesadaran kritis tokoh utama terhadap berbagai bentuk dominasi yang dialaminya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Qolbu Al-Lail merepresentasikan hegemoni sebagai praktik kekuasaan yang bekerja secara moral, kultural, dan diskursif melalui proses produksi serta reproduksi ideologi dalam kehidupan sosial. Temuan penelitian ini memperkuat relevansi teori hegemoni Antonio Gramsci dalam kajian sosiologi sastra sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra merupakan arena negosiasi ideologi antara dominasi dan perlawanan.
DEVELOPING THE ROOTS-ELT MODEL FOR TEACHING ENGLISH IN REMOTE PRIMARY SCHOOLS: A CONTEXT-RESPONSIVE FRAMEWORK FOR 3T SETTINGS IN NORTH TORAJA, INDONESIA Roni La'biran; Resnita Dewi
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4537

Abstract

Teaching English in remote and resource-constrained primary schools requires a model that is pedagogically simple, culturally meaningful, and resilient when digital infrastructure is limited. This conceptual development study proposes the ROOTS-ELT model for primary-school English teaching in 3T-type settings in North Toraja, Indonesia. The study used a design-oriented synthesis of recent research on teaching English to young learners, rural English education, culturally responsive pedagogy, low-resource instruction, and current Indonesian primary-school English policy. The synthesis identified five interrelated design requirements: familiar cultural content, comprehensible oral input, low-tech multimodal resources, structured peer interaction, and continuous recycling with performance-based assessment. These requirements were translated into five instructional stages represented by ROOTS: Relate to local experience, Offer comprehensible input, Organize collaborative practice, Task learners with meaningful communication, and Spiral review and assessment. The model positions Toraja culture and everyday village life as learning resources while maintaining a clear English-language objective. It treats technology as optional support rather than a prerequisite and allows strategic use of Indonesian and local languages as scaffolding. Because this article develops a conceptual framework rather than reporting a classroom intervention, the model requires empirical validation through teacher review, pilot teaching, learner performance measures, and iterative revision in selected remote primary schools in North Toraja.
FUNGSI INTERAKSIONAL TUTURAN TOKOH DALAM NASKAH DRAMA RUMAH BONEKA KARYA HENRIK IBSEN: KAJIAN PRAGMATIK Yakub Tangdibiri’
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4539

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi interaksional tuturan tokoh dalam naskah drama Rumah Boneka karya Henrik Ibsen melalui kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tokoh yang mengandung fungsi interaksional dalam dialog naskah drama Rumah Boneka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan konteks tuturan serta hubungan antara penutur dan mitra tutur. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk fungsi interaksional tuturan, yaitu bertanya, meminta maaf, mengajak, menyapa, dan berpamitan. Fungsi bertanya digunakan untuk memperoleh informasi dan mempertahankan komunikasi. Fungsi meminta maaf digunakan untuk menjaga hubungan sosial dan menunjukkan perhatian terhadap mitra tutur. Fungsi mengajak digunakan untuk melibatkan mitra tutur dalam suatu tindakan atau aktivitas. Fungsi menyapa digunakan untuk membuka dan mempertahankan interaksi, sedangkan fungsi berpamitan digunakan untuk mengakhiri komunikasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tuturan tokoh dalam Rumah Boneka tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan, tetapi juga berperan dalam membangun, mempertahankan, dan mengakhiri hubungan sosial antartokoh. Kajian pragmatik terhadap fungsi interaksional tersebut menunjukkan bahwa penggunaan tuturan sangat berkaitan dengan konteks dan tujuan komunikasi.