cover
Contact Name
Admin Vokatif
Contact Email
jurnalvokatif@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalvokatif@gmail.com
Editorial Address
https://etdci.org/journal/vokatif/EditorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 30465931     DOI : http://dx.doi.org/10.51574/Vokatif
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra merupakan jurnal dengan double blind peer reviewed yang berkaitan dengan Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian dengan kualitas terbaik yang memperluas pemahaman tentang bagaimana individu mengonstruksi, mengolah, mengkomunikasikan, menerapkan, dan memahami Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra menyambut baik penelitian kuantitatif, kualitatif serta penelitian mixed dengan analisa yang berkualitas tinggi. Jurnal ini berfokus pada penelitian tentang Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra. Kami mendorong penulis untuk mengirimkan artikel yang melanjutkan, memperluas, memodifikasi, atau menantang temuan yang telah diterbit pada suatu jurnal. Partisipan yang diharapkan dalam jurnal ini meliputi para peneliti yang berkonsentrasi pada Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya.
Articles 59 Documents
PENTINGNYA PELATIHAN ANAK: EPIK WE CUDAI MELAHIRKAN I LA GALIGO Fitriansal, Fitriansal; Ahmad Rizal Abdullah; Bungatang, Bungatang
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i1.1345

Abstract

Pentingnya nilai-nilai pelatihan dalam epik I La Galigo diharapkan menjadi referensi untuk penelitian lain dan menjadi pertimbangan dalam melaksanakan pengembangan pendidikan yang ada di Indonesia. Memberikan kesadaran tentang adanya nilai pelatihan yang terkandung pada kearifan lokal sebagai warisan yang dimiliki di Indonesia sehingga bisa memberikan sudut pandang pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode reflektif/refleksi dengan kajian hermenutika Schleiermacher tentang analisis teks dan rekontruksi teks Data yang digunakan sebagai objek kajian adalah naskah epik I La Galigo episode We Cudai Melahirkan I La Galigo. Data dianalasis sesuai dengan nilai-nilai pedagogik yakni pentingnya nilai pelatihan. Pada epik We Cudai Melahirkan I Lagaligo terdapat nilai pelatihan tentang penanaman keterampilan jasmani terhadap peserta didik atau anak.
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF WARGANET DALAM KOLOM KOMENTAR DI AKUN INSTAGRAM @GIBRAN_RAKABUMING Dwi Aprilia; Fajar Setiawan; Firmansyah NST
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i2.1551

Abstract

Komentar warganet terhadap caption “Instagram” apabila ditelaah lebih jauh banyak mengandung jenis tindak tutur. Salah satu jenis tindak tutur dalam caption adalah tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ekspresif adalah jenis tindak tutur yang menyatakan penutur (perasaan atau sikap). Tindak tutur ini mengekspresikan keadaan psikologis berupa pernyataan rasa senang, sedih, suka, tidak suka, duka, kesulitan, kebencian, dan kesengsaraan. Namun, dalam penelitian lebih difokuskan kepada kesantunan ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan ekspresif warganet terhadap caption instagram Gibran rakabuming raka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pragmatik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dokumentasi. Teknik dokumentasi dengan membaca komentar warganet terhadap caption Gibran raka buming raka yang merupakan sumber data penelitian, secara kritis dan teliti. Teknik analisi data mencakup empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, tampilan data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa banyak terdapat kesantunan ekspresif warganet terhadap caption instagram Gibran rakabuming raka diantaranya adalah: (1) rasa senang, (2) memuji, (3) memberi semangat/motivasi dan (5) memberi nasihat
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM LIRIK LAGU "BUNDA" OLEH POTRET: KAJIAN PRAGMATIK Fadilla Safitri; Intan Maharani
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i2.1663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur ilokusi dalam lirik lagu "Bunda" oleh Potret menggunakan pendekatan pragmatik. Tindak tutur ilokusi adalah tindakan yang dilakukan melalui ucapan yang dapat mengungkapkan perasaan, permintaan, janji, dan pernyataan fakta. Lagu "Bunda" dipilih karena liriknya yang kaya akan ungkapan emosional yang mendalam dan relevan dalam konteks budaya Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data berupa lirik lagu dikumpulkan dari sumber resmi dan dianalisis menggunakan klasifikasi tindak tutur ilokusi oleh John Searle, yang meliputi tindak tutur representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu "Bunda" mengandung berbagai jenis tindak tutur ilokusi, dengan dominasi tindak tutur ekspresif yang mengungkapkan perasaan cinta, kehilangan, dan kerinduan terhadap ibu. Tindak tutur komisif terlihat dalam bentuk janji untuk selalu mengingat dan mendoakan ibu, sementara tindak tutur direktif muncul dalam permintaan maaf kepada ibu. Tindak tutur representatif digunakan untuk menyatakan peran ibu dan sifat kasih sayangnya yang tulus. Penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu "Bunda" secara efektif menggunakan bahasa untuk menyampaikan pesan-pesan emosional dan memperkuat hubungan sosial antara anak dan ibu. Temuan ini juga memperkaya pemahaman kita tentang penggunaan bahasa dalam konteks seni dan budaya, serta pentingnya analisis pragmatik dalam memahami komunikasi verbal.
PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI WACANA PROFESIONALISME PENDIDIK (TINJUAN ANALISIS WACANA KRITIS) Harsia, Harsia; Madeamin, Sehe
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i2.1735

Abstract

Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.Sebagai pengajar, guru harus memiliki tujuan yang jelas, membuat keputusan secara rasional agar peserta didik memahami keterampilan yang dituntut oleh pembelajaran.Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan (journey),yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi orangtua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Bahasa memang merupakan alat untuk berpikir, melalui pengamatan yang dilakukan dan menyusun kata-kata serta menyimpan dalam otak, terjadilah pemahaman sebagai hasil be;lajar. Hal tersebut selalu mengalami perubahan dalam setiap generasi, dan perubahan yang dilakukan melalui pendidikan akan memberikan hasil yang positif. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru.Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Tuntutan akan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat disbanding profesi lainnya Dengan kesadaran bahwa ia tidak mengetahui sesuatu maka ia berusaha mencarinya melalui kegiatan penelitian. Usaha mencari sesuatu itu adalah mencari kebenaran, seperti seorang ahli filsafat yang senantiasa mencari, menemukan dan mengemukakan kebenaran.Sebagai orang yang kreatif, guru menyadari bahwa kreativitas merupakan yang universal dan oleh karenanya semua kegiatannya ditopang, dibimbing dan dibangkitkan oleh kesadaran itu Guru dan peserta didik bekerjasama mempelajari cara baru, dan meninggalkan kepribadian yang telah membantunya mencapai tujuan dan menggantinya sesuai dengan tuntutan masa kini. Proses ini menjadi suatu transaksi bagi guru dan peserta didik dalam pembelajaran.
KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNKAAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VII SMP NEGRI II WALENRANG Yolan; Suparman, Suparman; Besse Herdiana; Muhammad Nuruahmad
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i2.1736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membuat karangan argumentasi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas VII SMP Negeri II Walenrang. Penetapan sampel dengan menggunakan jumlah keseluruhan populasi yakni sebanyak 11 orang siswa. Penarikan sampel menggunakan Total Sampling Technique. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mesdeksripsikan situasi sampel yang sedang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menulis paragraph argumentasi dengan menggunakan penerapan media gambar siswa SMP Negeri 1 Walenrang pada pertemuan I belum meningkat, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada pertemuan II. Pelaksanaan proses pembelajaran pada pertemuan II menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 90% atau 10 siswa yang mencapai nilai 70 ke atas, kemudian 4% atau 1 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70.
PENERAPAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS I SDN 636 BUNTU SINAJI KECAMATAN BASSE SANGTEMPE KABUPATEN LUWU Rahman
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i2.1737

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk untuk mendeskripsikan penerapan media Flash card dalam peningkatan kemampuan membaca peserta didik kelas 1 SDN 636 Buntu Sinaji Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu. Hasill penelitian ini menunjukkan bahwa telah mengalami peningkatan kemampuan membaca peserta didik pada kelas I SDN 636 Buntu Sinaji dengan menerapkan media flasd card. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai rata-rata kemampuan mambaca peserta didik pada siklus I sebesar 63 kategori tidak tuntas yang terdiri dari 10 peserta didik yang mengikuti tes. Jumlah peserta didik yang mencapai indikator keberhasilan hanya ada 3 orang dan yang belum tuntas sebanyak 7 orang. Sedangkan rata-rata kemampuan membaca peserta didik pada siklus II sebesar 92,5 dan tes diikuti oleh 10 peserta didik. Jumlah siswa yang mencapai indikator keberhasilan meningkat menjadi 9 orang dan 1 peserta didik yang belum mencapai nilai ketuntasan sesuai dengan KKM yang ditetapkan adalah 75.Berdasarkan hasil observasi dan hasil kemampuan membaca peserta didik, dapat dianalisis bahwa secara umum kegiatan pembelajaran pada siklus II ini sudah sesuai dengan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan media pembelajaran media flasd card pencapaian indikator hasil belajar peserta didik memperoleh nilai rata-rata 92,5 berkategori tuntas.
ADAPTASI LINGUISTIK DALAM OTAK: STUDI PSIKOLINGUISTIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA KEDUA Fadilla Safitri; Intan Maharani
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v2i1.2667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi linguistik dalam otak Pembelajaran bahasa kedua (B2) dengan fokus pada faktor usia, psikologis, dan pengalaman linguistik sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen dan observasional yang melibatkan dua kelompok Pembelajaran: anak-anak yang mulai belajar bahasa kedua sejak usia dini dan dewasa yang memulai pembelajaran bahasa kedua setelah berusia 18 tahun. Metode pengumpulan data terdiri dari tes linguistik, observasi, dan wawancara mendalam, yang mengukur kemampuan bahasa kedua, tingkat kecemasan, motivasi, dan pengaruh pengalaman linguistik sebelumnya terhadap proses pemerolehan bahasa kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran anak-anak cenderung mengalami proses adaptasi linguistik yang lebih cepat dan lebih alami, disebabkan oleh fleksibilitas otak pada usia dini yang memungkinkan pemrosesan dua bahasa secara bersamaan. Sebaliknya, Pembelajaran dewasa menunjukkan kesulitan yang lebih besar dalam mengintegrasikan bahasa kedua, terutama dalam aspek tata bahasa dan kosakata. Faktor psikologis seperti kecemasan dan motivasi juga terbukti mempengaruhi kemampuan Pembelajaran dalam beradaptasi dengan bahasa kedua, di mana Pembelajaran dengan kecemasan tinggi lebih kesulitan dalam berbicara dalam bahasa kedua. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang mempertimbangkan usia, faktor psikologis, dan pengalaman linguistik sebelumnya dalam merancang metode pembelajaran bahasa kedua yang lebih efektif.
STRATEGI KOMUNIKASI INKLUSIF DALAM BIMBINGAN PRIVAT BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Mukhamad Miftakhudin Wildani; Anis Setyawati
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.3998

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang memiliki keunikan dengan ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, fisik, perilaku sosial, emosional dan kemampuan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang dilakukan guru bimbingan belajar privat pada ABK. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian RM, seorang ABK berusia 17 tahun. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi dengan cara membandingkan antar sumber atau antar referensi. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh guru bimbingan belajar privat, yaitu menerapkan pola komunikasi verbal dan nonverbal secara terus menerus, memberikan reward atau imbalan, dan juga journaling. Strategi-strategi komunikasi di atas dapat diterapkan sehingga dapat menciptakan suatu langkah yang berkesinambungan untuk membantu orangtua dan sekolah dalam meminimalisasi hambatan belajar sekaligus mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial pada anak.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF CERMAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL PATI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA KELAS VI Seira Dikla Cristi; Yusnia Pangestuti; Aprilia Deva Arianti; Rani Setiawaty
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.4530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan dan kepraktisan media interaktif CERMAT (Identifikasi Masalah Cerita Pendek) berbasis kearifan lokal Pati dalam pengajaran pemahaman bacaan bahasa Indonesia untuk siswa kelas enam sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kelayakan media dinilai oleh ahli media, konten, dan bahasa, sedangkan kepraktisan dievaluasi melalui tanggapan dari guru dan siswa sebagai pengguna langsung media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif CERMAT sangat layak berdasarkan validasi ahli. Pengujian kepraktisan menunjukkan bahwa media ini sangat praktis bagi guru dan praktis bagi siswa. Media ini dianggap memiliki desain visual yang menarik, konten yang selaras dengan kurikulum, presentasi interaktif, dan bahasa komunikatif yang mudah dipahami. Integrasi kearifan lokal Pati ke dalam bahan bacaan membuat pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna, sekaligus mendukung peningkatan keterampilan pemahaman bacaan dan memperkuat literasi budaya siswa di tingkat sekolah dasar.