cover
Contact Name
Muhammad Alhada Fuadilah Habib
Contact Email
m.alhada@uinsatu.ac.id
Phone
+6281215079617
Journal Mail Official
sosebi@uinsatu.ac.id
Editorial Address
Gedung KH. Saifudin Zuhri, Jl.Mayor Sujadi Timur No 46, Tulungagung Jawa Timur 66221 Indonesia
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam (SOSEBI)
ISSN : -     EISSN : 28087089     DOI : https://doi.org/10.21274/sosebi.v3i2.8622
Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam (SOSEBI) merupakan jurnal yang mewadahi publikasi hasil penelitian mahasiswa, baik skripsi, tesis, disertasi, maupun penelitian mahasiswa jenis lainnya. Ruang lingkup kajian dalam jurnal ini mencakup ilmu sosial, ekonomi, bisnis, manajemen, dan akuntansi baik konvensional maupun syariah. Selain mahasiswa, dosen, peneliti, maupun praktisi juga bisa turut serta menjadi penulis di jurnal ini jika berkolaborasi dengan mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan secara online dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat luas.
Articles 63 Documents
KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP APARAT PENEGAK HUKUM PADA AKSI DEMONSTRASI AGUSTUS 2025 Patimah, Anessa; Mustaqim, Adzkia Nurfajrina; Damayanti, Sri
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i2.11537

Abstract

Abstrak: Krisis kepercayaan publik terhadap aparat pengak hukum, khususnya kepolisian, menjadi hambatan yang terus berulang dalam upaya mewujudukan penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika krisis kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian dengan berfokus pada peristiwa aksi demonstrasi pada Agustus 2025. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur review. Subjek penelitian mencakup berbagai sumber data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, artikel media, laporan penelitian, pemberitaan media daring, laporan organisasi masyarakat, dokumen hukum, serta peraturan perundang-undangan. Pengumpulan data dilakukan melalui library research dan studi dokumentasi untuk mengkaji secara sistematis berbagai literatur akademik dan dokumen resmi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui proses reduksi, pengkodean, dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demonstrasi Agustus 2025 memperlihatkan ketegangan antara masyarakat dan aparat kepolisian akibat tindakan represif yang menimbulkan korban jiwa, salah satunya dalam kasus Affan Kurniawan, insiden tersebut memicu gelombang protes di media sosial melalui tagar-tagar seperti #ACAB, #PolisiPembunuh, #PolisiMusuhBersama, dan #PolisiPembunuhRakyat. Fenomena ini menandakan adanya krisis kepercayaan publik yang bersumber dari lemahnya akuntabilitas, ketimpangan dalam penegakan hukum, serta penyalahgunaan kewenangan yang melanggar prinsip legalitas dan kemanusiaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan berbasis pendekatan humanis, partisipatif, dan akuntabel guna memulihkan legitimasi dan mengembalikan kepercayaan publik sebagai fondasi utama terciptanya sistem hukum yang berkeadilan. Kata Kunci: aparat penegak hukum; demonstrasi; kepercayaan publik; tindakan represif. Abstract: The crisis of public trust in law enforcement officials, especially the police, has become a recurring obstacle in efforts to realize fair law enforcement in Indonesia. This study aims to analyze the dynamics of the crisis of public trust in the police by focusing on the demonstration event in August 2025. The method used is qualitative descriptive with a literature review approach. The research subjects include various secondary data sources in the form of books, scientific journals, media articles, research reports, online media reports, community organization reports, legal documents, and laws and regulations. Data collection is carried out through library research and documentation studies to systematically review various academic literature and official documents. The data obtained was analyzed using content analysis techniques through the process of reduction, coding, and narrative synthesis. The results of the study show that the August 2025 demonstration showed tension between the community and the police due to repressive actions that caused casualties, one of which in the case of Affan Kurniawan, the incident triggered a wave of protests on social media through hashtags such as #ACAB, #PolisiPembunuh, #PolisiMusuhBersama, and #PoliceKillerRakyat. This phenomenon indicates a crisis of public trust stemming from weak accountability, inequality in law enforcement, and abuse of authority that violates the principles of legality and humanity. This research emphasizes the importance of institutional reform based on a humanist, participatory, and accountable approach to restore legitimacy and restore public trust as the main foundation for the creation of a just legal system. Keywords: law enforcement agencies; demonstration; public trust; repressive actios.
PENGARUH EVENT TWIN DATE DAN INFLUENCER MARKETING TERHADAP IMPULSE BUYING MELALUI FEAR OF MISSING OUT (FoMO) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PENGGUNA TIKTOKSHOP DI KOTA SEMARANG Maghfuroh, Zahrotul; Asyhari, Asyhari
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i2.11540

Abstract

Abstrak: Perkembangan e-commerce di Indonesia yang semakin pesat memunculkan berbagai strategi pemasaran digital, salah satunya melalui event promosi dan influencer marketing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Event twin date dan Influencer marketing terhadap Impulse Buying dengan fear of missing out (FoMO) sebagai variabel intervening pada pengguna TikTok Shop di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang pernah berbelanja pada saat Event twin date berlangsung, data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Event twin date dan Influencer marketing berkontribusi terhadap peningkatan Impulse Buying melalui peran fear of missing out (FoMO) sebagai variabel psikologis yang memperkuat hubungan keduanya. Temuan ini menegaskan pentingnya memahami aspek emosional konsumen dalam merancang strategi promosi digital yang lebih efektif dan relevan. Kata Kunci: event twin date; influencer marketing; impulse buying; fear of missing out. Abstract: The rapid growth of e-commerce in Indonesia has given rise to various digital marketing strategies, including promotional events and influencer marketing. This study aims to analyze the influence of Twin date Events and Influencer marketing on Impulse buying, with fear of missing out (FoMO) as an intervening variable among TikTok Shop users in Semarang City. This research is a verification study with a quantitative approach. Data were collected through a questionnaire from 100 respondents who had shopped during Twin date Events. The data were analyzed using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that Twin date Events and Influencer marketing contribute to increased Impulse Buying through the role of fear of missing out (FoMO) as a psychological variable that strengthens the relationship between the two. These findings emphasize the importance of understanding consumer emotional aspects in designing more effective and relevant digital promotional strategies. Keywords: event twin date; influencer marketing; impulse buying; fear of missing out.
ANALISIS EFEKTIVITAS COR/ICOR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH BERBASIS TATA KELOLA LOKAL NUSA TENGGARA TIMUR Mare, Mariano; Faah, Erlin; Naru, Chikita; Koten, Yoseph; Chanel, Petrus; Adelheid, Desi
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i2.11543

Abstract

Abstrak: Kesenjangan pembangunan ekonomi antarwilayah di Indonesia menunjukkan perlunya evaluasi kritis terhadap instrumen perencanaan pembangunan, khususnya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang digunakan sebagai indikator efisiensi investasi. Penelitian kualitatif sebelumnya lebih berfokus pada perhitungan teknis ICOR, sementara aspek sosial, budaya, dan kelembagaan yang mempengaruhi efektivitas pembangunan daerah yang masih terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbatasan penggunaan ICOR sebagai alat evaluasi pembangunan regional dalam perencanaan pembangunan ekonomi di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal instrumental dengan 15 informan kunci yang dipilih secara purposive, meliputi pejabat pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif di forum musyawarah perencanaan pembangunan, dan analisis dokumen kebijakan regional. Analisis tematik menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña mengidentifikasi tiga tema utama: ketidaksesuaian indikator ICOR dengan konteks sosial-ekonomi lokal, dominasi pendekatan teknokratis dalam pengambilan keputusan pembangunan, dan keterbatasan kapasitas tata kelola lokal dalam menafsirkan indikator ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa ICOR tidak mampu menangkap kompleksitas faktor sosial, budaya, dan kelembagaan yang menentukan efektivitas pembangunan regional. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah memperluas pemahaman ICOR dengan mengintegrasikan aspek sosial-budaya dan kelembagaan, sementara kontribusi praktis berupa kebijakan pembangunan daerah yang lebih kontekstual. Kata Kunci: indeks capital output ratio; tata kelola local; evaluasi kebijakan ekonomi daerah; pembangunan wilayah tertinggal; triangulasi kualitatif. Abstract: The economic development gap between regions in Indonesia highlights the need for a critical evaluation of development planning instruments, particularly the Incremental Capital Output Ratio (ICOR) used as an indicator of investment efficiency. Previous qualitative studies have focused more on the technical calculation of ICOR, while the social, cultural, and institutional aspects that influence the effectiveness of regional development have been neglected. This study aims to analyze the limitations of using ICOR as a tool for evaluating regional development in economic development planning in Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. This study uses a single instrumental case study design with 15 key informants selected purposively, including local government officials, business actors, academics, and community leaders. Data collection was conducted through semi-structured interviews, participatory observation in development planning deliberation forums, and analysis of regional policy documents. Systematic analysis using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña identified three main themes: the incompatibility of ICOR indicators with the local socio-economic context, the dominance of a technocratic approach in development decision-making, and the limitations of local governance capacity in interpreting economic indicators. The findings show that ICOR is unable to capture the complexity of social, cultural, and institutional factors that determine the effectiveness of regional development. The theoretical contribution of this study is to broaden the understanding of ICOR by integrating socio-cultural and institutional aspects, while the practical contribution is in the form of more contextual regional development policies. Keywords: capital output ratio index; local governance; regional economic policy evaluation; development of disadvantaged regions; qualitative triangulation.