Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan
Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, dan Pendidikan, diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, bertujuan untuk menerbitkan berbagai laporan penelitian, studi literatur dan tulisan ilmiah tentang fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, analisis wacana, pragmatik, antropolinguistik, bahasa dan budaya, dialektologi, dokumentasi bahasa, linguistik forensik, linguistik sejarah komparatif, linguistik kognitif, linguistik komputasional, linguistik korpus, neurolinguistik, pendidikan bahasa, penerjemahan, perencanaan bahasa, psikolinguistik, sosiolinguistik, sastra modern dan daerah, sastra lisan, sastra anak, pembelajaran bahasa dan sastra, pengembangan media dan metode pembelajaran bahasa Indonesia dan inggris. Terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan April dan November. Setiap artikel yang dimuat di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan melalui proses reviwu yang mendalam. Penulis diundang untuk mengirimkan naskah yang termasuk dalam ruang lingkup Kajian linguistik, sastra dan pendidikan Bahasa Indonesia serta Inggris. Silakan baca informasi tentang proses peer-review . Artikel yang diterbitkan di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan akan melalui proses peer-review double-blind. Oleh karena itu, keputusan diterima atau tidaknya artikel ilmiah tersebut menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi dari peer reviewer.
Articles
241 Documents
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Melalui Media Gambar Seri pada Siswa Kelas III Semester 2 SDN 8 Montong Baan Tahun Pelajaran 2014/2015
Sharu Ddin
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis siswa kelas III Semester II SDN 8 Montong Baan Tahun Pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III semester 2 SDN 8 Montong Baan tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 26 orang yang terdiri dari laki-laki 12 orang dan perempuan 14 orang. Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan angket/tes dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati jalannya proses tindakan yang dilakukan. Angket/tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai. Dokumentasi digunakan untuk bahan penunjang proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar Bahasa Indonesia materi menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan tanda titik pada siswa kelas III semester 2 SDN 8 Montong Baan Tahun Pelajaran 2014/2015 sebelum dilakukan tindakan sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan persentase keberhasilannya adalah 19%. Setelah dilakukan tindakan penggunaan media gambar beseri hasil belajar tergolong sangat baik. Hal ini terbukti dengan persentasi keberhasilan pada variabel hasil belajar siswa pada siklus 1 yaitu 57,69% dengan kriteria baik dan siklus 2 adalah 84,61% dengan kriteria sangat baik.
Penerapan Model Musikalisasi Puisi Melalui Bengkel Sastra dalam Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik di MAN 2 Model Mataram
Syukrina Rahmawati
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suatu kegiatan proses belajar-mengajar mendeklamasikan puisi di sekolah membutuhkan adanya kreativitas. Hal tersebut dibutuhkan karena mendeklamasikan puisi sama halnya dengan mempertunjukkan seni. Di samping itu, model pembelajaran puisi yang diterapkan oleh guru masih menggunakan cara lama tanpa ada inovasi yang dapat menunjang peningkatan kemampuan memahami peserta didik dalam melakukan deklamasi. Penelitian ini akan menghasilkan adanya peningkatan kemampuan mendeklamasikan puisi dengan penerapan model musikalisasi puisi melalui kegiatan Bengkel Sastra. Metode Penelitian ini adalah penelitian yang memadukan kuantitatif dan kualitatif untuk melihat peningkatan nilai kemampuan siswa mengapresiasi melalui pemodelan musikalisasi puisi lalu diuraikan dan dijelaskan secara detail hasil nilai siswa tersebut.Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model musikalisasi puisi melalui Bengkel Sastra dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi dengan cara mendeklamasikan puisi. Hal tersebut didasarkan pada peningkatan nilai pada saat postes I dan postes II. Pada postes I nilai rata-rata yang diperoleh ialah 71,8 sedangkan pada postes II nilai rata-rata adalah 72,9. Dengan demikian, telah terjadinya peningkatan kemampuan siswa dalam hal mendeklamasikan puisi.
Nilai Budaya Etnis Bugis dalam Cerita Rakyat “ Si Jago Rencana” di Kabupaten Sumbawa
Aditiya Wardhani
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas dan kompleks yang dapat diinterpretasikan secara beragam. Kajian ini difokuskan pada permukiman etnis Bugis yang berada di Desa Labuhan Mapin Kabupaten Sumbawa. Wujud data yang dimaksud adalah cerita rakyat Bugis yang hidup dan tumbuh pada etnis bugis di Kabupaten Sumbawa. Cerita rakyat Bugis yang ditetapkan sebagai sumber data tersebut meliputi cerita rakyat lisan. Data diperoleh di lapangan dengan cara wawancara, perekaman, serta jika memungkinkan pengadaan cerita yang telah didokumentasikan dalam bentuk tulisan. Data cerita rakyat Bugis di Kabupaten Sumbawa dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan bentuk dan isi cerita rakyat, nilai karakter, dan fungsi cerita rakyat. Penganalisisan orientasi nilai budaya etnis Bugis dalam cerita rakyatnya dilakukan dengan melihat sikap, sifat, dan tingkah laku tokoh ketika berhadapan dengan konflik, yaitu bagaimana ia menghadapi permasalahan, menyikapi, menyelesaikannya serta menindaklanjuti yang pada akhirnya bermuara pada konsepsi kehidupannya. Cerita rakyat sebagai bagian dari foklor dapat dikatakan menyimpan sejumlah informasi sistem budaya seperti filosofi, nilai, norma, perilaku masyarakat. Dalam Cerita “Si Jago Rencana” bertemakan tentang seseorang yang kurang dapat bertanggung jawab dalam hidupnya. Cerita rakyat etnis Bugis di Desa Labuhan Mapin Sumbawa juga mengandung budi pekerti yang luhur sebagai sarana untuk mengajarkan moral kepada anak dan sesama manusia. Dari cerita rakyat tersebut, budi pekerti luhur yang terkandung dalam cerita rakyat itu dapat dijadikan pula sebagai bahan ajar sastra di sekolah untuk disampaikan kepada siswa dan sesama manusia. Perubahan yang dilakukan manusia terutama melalui proses pengenalan kebudayaan yang terus menerus akan berakibat pemahaman manusia terhadap kebudayaannya dapat diidentifikasikan.
Leksikon Bahasa Sasak dalam Ranah Keluarga di Masyarakat Desa Batulayar Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat
Muhamad Rubadhi
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji leksikon bahasa Sasak dalam ranah pendidikan, religi, ekonomi, dan sosial dalam kehidupan masyarakat suku Sasak di Desa Batulayar. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, lokasi penelitian yaitu di Desa Batullayar Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Data tersebut diperoleh melalui metode pengumpulan data dengan menggunakan metode simak atau pengamatan, kemudian peneliti menyadap leksikon bahasa Sasak yang digunakan dalam ranah keluarga masyarakat suku Sasak yang menjadi informan. Data dianalisis dengan cara dipilah, diklasifikasi atau dikelompokkan serta dikaji menggunakan teori leksikon. Hasil penelitian ini adalah bentuk leksikon yang ditemukan dalam ranah keluarga representasi perilaku antarpribadi, sifat, dan aktifitas masyarakat Desa Batulayar. Konteks pembiasaan penggunaan leksikon yang baik dapat membentuk karakter anak dalam mengenal asal-usulnya dan mengenal dirinya sendiri. Nilai-nilai pembiasaan penggunaan leksikon bahasa Sasak dalam ranah keluarga seperti: nilai pendidikan yaitu suatu keadaan kepribadian yang memiliki kesungguhan untuk mempertahankan suatu kebenaran; nilai religi yaitu suatu sikap yang mencerminkan ketulusan dalam bekerja; nilai ekonomi yaitu perilaku tekun bekerja; nilai sosial yaitu sikap tidak bertentangan dengan norma dan aturan.
Analisis Percakapan di Media Facebook: Pelanggaran Maksim Kerja Sama (PK) Model Grice dalam Percakapan Facebook
Ria Saputri
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pemakaian Prinsip Kerja sama (PK) model Grice dalam percakapan yang digunakan para facebooker (pengguna akun facebook). Topik utama yang menjadi pokok dalam analisis wacana adalah struktur sosial yang mendasarinya, yang dapat diasumsikan atau dimainkan dalam percakapan atau teks. Penulisan ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan memusatkan analisis apada prinsip kerjasama (PK) model Grice. Prinsip kerja sama memusatkan pada konsep implikatif, kesimpulan tentang maksud penutur yang timbul dari penggunaan makna semantik dan prinsip-prinsip percakapan oleh penerima. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) beberapa data menunjukkan masih ada data percakapan yang tidak memenuhi prinsip kerja sama (PK) terutama pada maksim cara; (2) empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama (PK) yang paling sering tidak terpenuhi dalam percakapan terutama yang bersifat non-formal adalah maksim cara.
Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Media Gambar Seri pada Siswa Kelas III Semester 2 SDN 1 Wanasaba Tahun Pelajaran 2015/2016
Muhar Ripin
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis siswa kelas III Semester II SDN 1 Wanasaba Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III semester 2 dengan jumlah siswa 23 orang yang terdiri dari laki-laki 10 orang dan perempuan 13 orang. Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri atas beberapa tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan angket/tes dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati jalannya proses tindakan yang dilakukan. Angket/tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai. Dokumentasi digunakan untuk bahan penunjang proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia materi menulis karangan narasi berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan tanda titik pada siswa kelas III semester 2 SDN 1 Wanasaba Tahun Pelajaran 2015/2016 sebelum dilakukan tindakan sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan persentase keberhasilannya adalah 26%. Setelah dilakukan tindakan penggunaan media gambar beseri hasil belajar tergolong sangat baik. Hal ini terbukti dengan persentasi keberhasilan pada variabel hasil belajar siswa pada siklus 1 yaitu 70% dan siklus 2 adalah 100%.
Nilai Moral Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Saia Karya Djenar Maesa Ayu
Rerin Ibuna Izam
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Atas nama cinta kisah diuraikan. Atas nama cinta kisah dihempaskan. Tak butuh waktu apalagi rencana, semua terasa cepat dan menggebu. Cinta dan cinta. Sebuah kata tersirat makna namun sarat kamuflase kehidupan. Tidak sedikit manusia tergoda mencicipi pahit manisya cinta. Hingga kadang cinta menyesakan dada, membutakan dan menghalau langkah. Tetap menjadi pilihan para manusia pecinta dunia. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan alur kisah para tokoh yang bersifat baik atau buruk, selain itu memperlihatkan bahwasanya manusia hidup di dunia memiliki dua sisi kehidupan, yaitu putih dan hitam. Namun sifat buruk tersebut dapat dikalahkan dengan keyakinan dan tekad bulat untuk berubah lebih baik dan selalu berbuat baik dalam kehidupannya kelak. Walau kadang apa yang dilakukan para tokoh bertolak belakang dengan suara har nurani. Semua hanya sekedar pelampiasan dan rasa kosong yang mungkin tidak akan pernah dimiliki hanya karena alasan kebutuhan. Seperti uraian kumpulan cerpen ini menjelaskan sisi baik buruk para tokoh yang kian mewarnai alur mimpi kisahnya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli meamakan metode ini dengan nama survei normatif (normatif survei). Sehingga memberikan hasil bahwasanya setiap manusia memiliki sifat dan karakter yang terkadang merubah diri hingga menimbulkan moral baik atau buruk.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3 TAHUN
Ria Saputri
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3 TAHUN ABSTRAK riasaputri.unwmataram@gmail.com Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 3 tahun dengan fokus pemerolehan morfologi dan sintaksis. Pengambilan data dilakukan pada anak usia 3 tahun. Adapun teknik yang digunakan dalam mencari data adalah teknik pancing, yang dalam referensi lain disebut metode cakap disertai teknik rekam. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa pemerolehan morfologi meliputi penggunaan afiks, yaitu prefiks {di-}, sufiks {-an}, sufiks {-kan} yang sering muncul sebagai {-in}, konfiks {di-kan} yang muncul sebagai {di-in}. Sedangkan pemerolehan sintaksis meliputi kalimat deklaratif dan kalimat imperatif. Selain itu, pemerolehan bahasa yang terkait dengan angka, waktu, dan warna belum mampu dikuasai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa pada anak 3 tahun pada tataran morfologi berupa prefiks dan sufiks dan pemerolehan sintaksis meliputi kalimat deklaratif dan imperatif. Pemerolehan ini tidak hanya dipengaruhi oleh bekal kodrati yang dibawanya sejak lahir, namun harus didukung dengan lingkungan anak.
LITERASI VISUAL MAHASISWA KESEHATAN UNW MATARAM DALAM TUGAS PIDATO
Rabiyatul Adawiyah
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan literasi visual mahasiswa kesehatan dalam mengerjakan tugas Matakuliah Bahasa Indonesia materi berbicara formal dengan sup topik berpidato. Subjek dalam penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan UNW Mataram. Pengumpulan data dengan cara observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuatitatif. Kegiatan literasi visual mahasiswa terwujud dalam kegiatan menunjuk pada kemampuan untuk menafsirkan pesan yaitu kemampuan mengurai makna (menafsirkan) visual, untuk mengajarkan kemampuan memahami dan menafsirkan gambar perlu diketahui beberapa hal yang mempengaruhinya yaitu usia, budaya dan preferensi (kesukaan) anak. Yang kedua adalah Kemampuan menyandikan (membuat) visual. Membuat gambar-gambar dengan makna tertentu merupakan kemampuan lebih lanjut dari literasi visual. Untuk memproduksi gambar tentu saja seseorang akan dituntut untuk mengaktifkan kemampuan berpikir dan berimajinasi. Di era teknologi telah banyak program berbasis kumputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan literasi visual untuk pidato sebanyak 47%, mahasiswa yang menggunakan kegiatan membaca dan menulis (literasi) untuk berpidato di kelas mencapai 53%. Hasil penelitian tersebut mahasiswa mempunyai beberapa kendala pada saat berliterasi visual tentu disebabkan kurangnya membaca dan menulis serta kemampuan menginterpretasikan makna media visual yang akan dijadikan bahan untuk berpidato, kemampuan berpidato mahasiswa berasal dari dalam diri mahasiswa dan dari luar atau lingkungan sekitar. Kendala yang berasal dari dalam diri mahasiswa secara umum dikarenakan malas, kurang motivasi, tidak fokus, lelah dan jenuh, tidak ada ide dalam menulis, sulit menyusun kata dan kalimat,dan bingung, sedangkan yang berasal dari lingkungan sekitar antara lain suasana lingkungan yang kondusif.
DAMPAK PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI MUSIK DENGAN TEKNIK BERMAIN ALAT MUSIK RECORDER DI KELAS VII 1 SMP NEGERI MATARAM SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/ 2016
Endang Sriningsih
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak penggunaan metode demonstrasi terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Musik terkait dengan teknik bermain alat musik recorder di kelas VII 1 SMP Negeri 4 Mataram semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Perencanaan tindakan dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran dan skenario pembelajaran, sedangkan dalam pelaksanaan tindakan adalah melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan penyusunan beberapa instrumen, sedangkan siklus tindakan dalam penelitian ini adalah siklus kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam teknik bermain alat musik recorder. Data hasil observasi guru pada siklus I menunjukkan perolehan 3,8 dan pada siklus II 45, berarti mengalami peningkatan 7%. Data hasil observasi guru terhadap siswa terkait dengan aktivitas siswa pada siklus I menunjukkan perolehan rata-rata 2,9 dan pada siklus II 3,3 berarti mengalami peningkatan 4%. Data hasil perolehan para siswa pada saat tes tertulis siklus I memperoleh nilai rata-rata 70, dan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 85 berarti mengalami peningkatan 15%. Data hasil perolehan para siswa pada saat tes praktek siklus I memperoleh nilai rata-rata 70 dan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 87 berarti mengalami peningkatan 17%.