cover
Contact Name
Suheri Sahputra Rangkuti
Contact Email
suheriray@gmail.com
Phone
+6285297716711
Journal Mail Official
studimultidisipliner01@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/multd/about/editorialTeam
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 23557850     EISSN : 24770280     DOI : https://doi.org/10.24952/multidisipliner
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman (Journal of Islamic Studies) published by Postgraduate IAIN Padangsidimpuan (now the status has changed to State Islamic University Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan). This journal was started in 2014, when it was still in the form of P-ISSN: 2355-7850 published twice a year, namely in June and December. But then this journal is already in the form of E-ISSN: 2477-0280, so the management of this journal is now OJS and nationally accredited. The focus and scope of this journal is research related to Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics, Islamic Broadcasting Communication, Islamic Thought and Philosophy, Islamic History. Authors can submit articles to this journal by reading the template articles first.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
Implementasi Sifat Ta'awun Dalam Lembaga Keuangan Syariah Melalui Akad Al-Qardh Rukiah Rukiah
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1751

Abstract

AbstrakTujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui konsep Al-qardh dalam lembaga keuangan syariah dari tinjauan fiqh, bagaimana kendala kendala pelaksanaan di lapangan, serta produk- produk apa saja yang memakai akad ini di lembaga keuangan. Metode analisis yang dipakai adalah kajian literatur dan temuan di lapangan. Hasil yang ditemukan adalah bahwa, akad qardh dalam prakteknya, belum maksimal dimanfaatkan lembaga keuangan untuk optimalisasi fungsi sosialnya, dan kurangnya kesadaran nasabah untuk mengembalikan hutang qardh, sebab adanya persepsi nasabah bahwa hutang qardh itu adalah dana kebajikan.AbstrakThe purpose this paper were to find out the concept of Al-qardh in Islamic financial institutions from a review of fiqh, what are the obstacles of implementation in the field, and what products use this contract in financial institutions. The analytical method used is a literature review and findings in the field. The results found were qardh contract in practice, it was not maximally utilized by financial institutions to optimize their social functions, and the lack of awareness of customers to return qardh debt, because there was a customer's perception that the qardh debt was a virtue fund.
Dinamika Pengaturan Pelaksanaan dan Pembatalan Putusan Arbitrase Syariah Habibi Habibi
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1752

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan dan pembatalan terhadap Putusan BASYARNAS serta kepada Lembaga mana yang kewenangan itu diberikan. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa, jika mengacu pada Pasal 61 UU No. 30 Tahun 1999 yang berwenang melaksanakan dan membatalkan Putusan BASYARNAS adalah Pengadilan Negeri. Namun jika didasarkan pada ketentuan Pasal 49 UU No. 3 Tahun 2006 maka yang berwenang melaksanakan dan membatalkan Putusan BASYARNAS adalah Pengadilan Agama.Abstract:This study aims to find out and explain the procedures for the implementation and cancellation of the BASYARNAS Decision and to which Institution the authority was granted. The method of this research is qualitative. The results of the study indicate that, if referring to Article 61 of Law No. 30 of 1999 which has the authority to implement and cancel the BASYARNAS Decision is the District Court. But if it is based on the provisions of Article 49 of Law No. 3 of 2006 then the authority to carry out and cancel the BASYARNAS Decision is the Religious Court.
Benchmarketing Madrasah Membangun Tatanan dan Budaya Mutu Sumarto Sumarto
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1753

Abstract

AbstrakTujuan artikel ini adalah melihat kemajuan pelaksanaan standar dan untuk memastikan bahwa arah pelaksanaan sesuai dengan rencana, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi. Metode penelitian ini merupakan kajian konsep dengan library research. Hasil yang diperoleh adalah keberhasilan benchmarking madrasah dalam mewujudkan tatanan dan budaya mutu dapat dilihat dari suatu komitmen yang aktif, suatu pemahaman yang jelas terhadap praktik industri terbaik, suatu keinginan harus berdasarkan temuan benchmarking, suatu kompetensi selalu berubah, suatu keinginan membagi informasi dengan mitra benchmarking dengan fokus,AbstractThe purpose of this article is to look at the progress of implementing standards and to ensure that the direction of implementation is in accordance with the plan, monitoring and evaluation needs to be done. This research method is a study of concepts with library research. The results obtained are the success of benchmarking madrasas in realizing the quality structure and culture can be seen from an active commitment, a clear understanding of best industry practices, a desire must be based on benchmarking findings, a competency is always changing, a desire to share information with benchmarking partners with focus,
Pembentukan Kepribadian Muslim PersPektif Filsafat Pendidikan Islam Ainun Mardiah Harahap
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1754

Abstract

AbstrakPembentukan kepribadian muslim adalah membiasakan diri untuk menjadi Muslim sejati yang mempunyai kepribadian Islami yang sesuai dengan tuntutan dan tuntunan syari’at Islam. Oleh karena itu setiap pribadi Muslim diharapkan dapat mendidik serta membiasakan diri pribadi khususnya, keluarga terdekat serta umat muslim pada umumnya agar dapat mengamalkan berbagai bentuk latihan dan pendidikan agar tercipta kepribadian Muslim Ummah yang betul betul sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian akan tercipta keluarga, masyarakat serta bangsa yang sejahtera, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.AbstractThe formation of a Muslim personality is to get used to being a true Muslim who has an Islamic personality that is in accordance with the demands and guidance of Islamic shari'a. Therefore every Muslim person is expected to be able to educate and familiarize himself especially, the closest family and Muslims in general in order to practice various forms of training and education in order to create a Ummah Muslim personality that is truly in accordance with Islamic teachings. Thus will create a prosperous family, community and nation, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Itegrasi Kampus dan Pesantren dI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Irma Suryani Siregar
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1749

Abstract

AbstrakTujuan artikel adalah mencari sintesa, konvergensi atau sinergisitas sehingga tercapai kesatuan antara moralitas rasionalitas, ruhaniah-jasmaniah. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola integrasi kampus dan pesantren di UIN Malang adalah penerapan integrasi ilmu dan Islam dengan model diadik simbiosis mutualisme, dengan tiga pola yaitu: mengaitkan materi dengan kajian keislaman, mengaitkan kajian keislaman dengan keilmuan mahasiswa dan integrasinya pada objek kajian.AbstractThe purpose of the article is to look for synthesis, convergence or synergy so that a unity between the morality of rationality, spiritual-physicality can be achieved. The method of this research is qualitative research with a type of case study. The results showed that the pattern of campus and pesantren integration in UIN Malang was the application of the integration of science and Islam with the diadic model of mutualism symbiosis, with three patterns: linking material to Islamic studies, linking Islamic studies with student science and its integration in the object of study.
Majelis Zikir Al-Mujahadah Demangan Yogyakarta (Studi Kebutuhan Masyarakat Kota Terhadap Agama) Novizal Wendry
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1756

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk membantah teori Cox yang menyatakan bahwa semakin modern suatu masyarakat semakin jauh mereka dari agama. Metode riset ini penelitian kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Temuan penelitian ini adalah bahwa sekalipun masyarakat sudah semakin modern namun ternyata, mereka lebih dekat dengan agama. Oleh karena itu, perkembangan majelis zikir di wilayah perkotaan Indonesia memiliki kekhasan seperti terlihat dari sosok sentral pemimpin, simbol-simbol yang terdapat dalam prosesi berzikir, serta motivasi pengikut menghidupkan majelis tersebut. AbstractThis paper aims to refute Cox's theory which states that the more modern a society is, the farther they are from religion. This research method is qualitative research with a phenomenological perspective. The findings of this study are that even though society has become more modern but it turns out, they are closer to religion. Therefore, the development of the zikir assembly in the urban areas of Indonesia has a distinctiveness as seen from the central figure of the leader, the symbols contained in the procession of remembrance, and the motivation of followers to revive the assembly.
Kajian Pendidikan Informal: Sudut Pandang Teori Keislaman Didik Maulana
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1750

Abstract

AbstrakPendidikan informal memiliki tugas dan peran yang sangat penting dalam membimbing dan menumbuh kembangkan potensi yang ada dalam diri anak. Baik buruk pendidikan anak itu tergantung pada orangtua (keluarga).  Dengan kata lain, keluarga sebagai lembaga pendidikan informal memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang penuh terhadap perkembangan anak. Islam menempatkan keluarga (pendidikan informal) sebagai pendidikan yang pertama dan utama, dimana orangtualah yang pertama kali yang memberikan sentuhan kasih sayang, begitu juga dengan pendidikan. Maka dari itu, pendidikan informal harus dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Keluarga di samping sebagai lembaga pendidikan informal juga sebagai lembaga sosial yang mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia secara fisik, sosial, mental dan moral. Dengan demikian, keluarga memiliki fungsi: 1. Fungsi biologis, 2. Fungsi ekonomi, 3. Fungsi kasih sayang, 4. Fungsi pendidikan, 5. Fungsi perlindungan, 6. Fungsi sosialisasi, 7. Fungsi agama, 8. Fungsi status keluarga. Tujuan dari pendidikan informal adalah membentuk keluarga yang beriman, berakhlak mulia, beramal shaleh, berilmu pengetahuan dan berteknologi, berketerampilan dan berpengalaman, sehingga ia menjadi orang yang mandiri, berguna bagi dirinya, agama dan bangsa.Kata Kunci: Pendidikan Informal, Islam AbstractInformal education has a very important task and role in guiding and developing the potential that exists in children. Good and bad education of the child depends on parents (family). In other words, the family as an informal educational institution has full responsibilities and obligations on children’s development. Islam places the family (informal education) as the first and foremost education, where parents first give a touch of affection, as well as education therefore, informal education must be able to carry out their duties properly. Family as well as informal educational institutions as well as social institutions that are able to meet human life’s needs physically, socially, mentally, and morally thus, the family has functions: 1. Biological functions, 2. Economic functions, 3. Affection functions, 4. Educational functions, 5. Protection functions, 6. Socialization functions, 7. Religious functions, 8. family status functions. The purpose of informal education is to form a family of faith, noble character, good deeds, knowledge and technology, skill and experience, so that he becomen an independent person, useful for himself, religion and nation.Keyword: Informal Education, Islamic
IMPLEMENTASI SIFAT TA’AWUN DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH MELALUI AKAD Al –QARDH Rukiah, Rukiah
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1707

Abstract

The purpose this paper were to find out the concept of Al-qardh in Islamic financial institutions from a review of fiqh, what are the obstacles of implementation in the field, and what products use this contract in financial institutions. The analytical method used is a literature review and findings in the field. The results found were qardh contract in practice, it was not maximally utilized by financial institutions to optimize their social functions, and the lack of awareness of customers to return qardh debt, because there was a customer's perception that the qardh debt was a virtue fund.

Page 1 of 1 | Total Record : 8