Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Siregar, Irma Suryani; Siregar, Lina Mayasari
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 15 No 1 (2018): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jaip.2018.vol15(1).1588

Abstract

Menurut Echols dan Hasan Sadily, kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris islamization yang berarti pengislaman. Ketika mendengar istilah Islamisasi Ilmu pengetahuan, ada sebuah kesan bahwa ada sebagian ilmu yang tidak Islam sehingga perlu untuk diislamkan. Berbicara tentang islamisasi ilmu pengetahuan, biasanya rujukannya berpusat pada dua tokoh utama, yaitu Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al Faruqi. Antara al-Attas dengan al-Faruqi mempunyai kesamaan pandangan, seperti pada tataran epistemologi mereka sepakat bahwa ilmu tidak bebas nilai (value free) tetapi terikat (value bound) dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Mereka juga sependapat bahwa ilmu mempunyai tujuan yang sama yang konsepsinya disandarkan pada prinsip metafisika, ontologi, epistemologi dan aksiologi dengan tauhid sebagai kuncinya. Walaupun cukup banyak persamaan yang terdapat di antara keduanya, dalam beberapa hal, secara prinsip, mereka berbeda. Untuk mensukseskan proyek Islamisasi, al-Attas lebih menekankan kepada subjek daripada ilmu, yaitu manusia, dengan melakukan pembersihan jiwa dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, sehingga dalam proses Islamisasi ilmu tersebut dengan sendirinya akan terjadi transformasi pribadi serta memiliki akal dan rohani yang telah menjadi Islam secara kaffah. Sedangkan al-Faruqi lebih menekankan pada objek Islamisasi yaitu disiplin ilmu itu sendiri.
Konstruksi Manajemen Kurikulum di Perguruan Tinggi Agama Islam Irma Suryani Siregar
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-thariqah.2020.vol5(2).5632

Abstract

Kurikulum merupakan instrumen penting dalam sebuah perguruan tinggi, karena kurikulum tersebut merupakan salah satu aspek penting untuk bisa melahirkan lulusan yang berkompetensi yang dilandasi iman dan takwa serta berakhlakul karimah. dengan kata lain menghasilkan mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, afektif, psikomotorik dan spiritual. Oleh karena itu PTAI termasuk UIN Malang harus bisa memenej kurikulumnya dengan baik dan benar supaya mampu menghasilkan mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, afektif, psikomotorik dan spiritual. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode interview, observasi dan dokumentasi. Data diperiksa apakah sudah benar, cocok dan handal melalui proses kredibilitas, transferabilitas, dependebilitas dan konfirmabilitas. Kemudian data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun temuan penelitian ini adalah bahwa manajemen kurikulum di UIN Malang adalah dengan menerapkan integrasi ilmu dan Islam dalam tahapan-tahapan manajemennnya, baik dalam perencanaan, pengimplementasian dan evaluasinya.
Upaya Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Keagamaan Siswa di SMA Nurul ‘Ilmi Padang Sidimpuan Irma Suryani Siregar
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Juli-Desember 2020
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.223 KB) | DOI: 10.56874/jamp.v1i2.256

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan setelah keluarga. Orang tua sebagai pendidik dalam keluarga memiliki keterbatasan untuk mendidik anak-anak mereka, sehingga para orang tua menyerahkan anak-anak mereka ke sekolah. Sejalan dengan kepentingan dan masa depan anak-anak mereka, orang tua sangat selektif dalam menentukan sekolah untuk anak-anak mereka. Orang tua yang berasal dari keluarga yang taat beragama akan memasukkan anak-anaknya ke sekolah agama, atau mungkin orang tua yang merasa kesulitan mengendalikan tingkah laku anaknya, akan memasukkan anak mereka ke sekolah agama dengan harapan secara kelembagaan sekolah tersebut dapat memberi pengaruh dalam membentuk kepribadian anak-anak tersebut. Oleh karena itu kepala sekolah harus menampung aspirasi para orang tua dengan mengembangkan lembaga yang ia pimpin menjadi lembaga pendidikan yang mampu mengembangkan keagamaan siswa sesuai dengan harapan orang tua siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Kemudian diperiksa kebenaran, kecocokan dan kehandalannya melalui kredibilitas, transferabilitas, dependebilitas dan konfirmabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran kepala sekolah dalam mengembangkan keagamaan siswa SMA Nurul ‘Ilmi adalah sebagai manajer, supervisor, leader, integrator, educator, dan sebagai motivator. (2) upaya kepala sekolah dalam mengembangkan keagamaan siswa SMA Nurul Ilmi adalah membuat program asrama (boarding school) yang berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai ilahiyah siswa, pembentukan karakter siswa dan juga melatih kemandirian. Adapun kegiatan yang dilakukan di asrama antara lain: memprogram rutinitas siswa sebagaimana rutinitas di pesantren, seperti sholat berjamaah, mengadakan kajian-kajian Islam melalui ceramah keagamaan, kajian tafsir, membentuk kelompok studi Islam, mengadakan kajian keputrian, memperingati hari-hari besar Islam, mengadakan cerdas-cermat di bidang keagamaan, menonton film-film islam,. mengadakan tafakkur ‘alam, dan lain sebagainya.
Pelatihan Penyusunan RPP Terbaru untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru di MTS-MA darul Azhar Irma Suryani Siregar; Fuji Pratami
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v3i2.124

Abstract

This service is carried out because the MTs-MA Darul Azhar teacher's understanding has not been maximized to prepare the Latest RPP in accordance with the Minister of Education and Culture's Circular Letter Number 14 of 2019. The purpose of this service is to socialize and provide training on making the Latest RPP to MTs-MA Darul Azhar teachers. The method used to solve problems in this community service program is service learning. The results of this service are (1) the MTs-MA Darul Azhar teacher has been given trick material for compiling the Latest RPP; (2) MTs-MA Darul Azhar teachers have been able to prepare the Latest RPP properly and according to components. There were several things that were found during the socialization and training for the preparation of the Latest RPP, as follows: (1) The latest RPP compiled by the participants of the socialization still exceeded one page; (2) the preparation of learning objectives that have not followed the Audience, Behavior, Condition, and Degree (ABCD) format; (3) participants still have difficulty choosing the right learning model with the material and characteristics of students; (4) several student learning activities that are in accordance with the syntax of the selected learning model; and (5) participants were confused in determining the assessment related to the cognitive, psychomotor and affective domains. The findings during the socialization and training have been improved, so that participants understand and are able to prepare the Latest RPP well. This socialization and training is expected to improve the pedagogic abilities of teachers as participants. Hopefully in the future the pedagogic competence of teachers in compiling the latest RPP will improve.
The Academic Management Applied at Pesantren Musthafawiyah and its Implication in Enhancing Students’ Achievement and School Existence Irma Suryani Siregar; Muh Misdar
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 28 No 1 (2023): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v28i1.17467

Abstract

This study aimed to examine the implications of the academic management of Pesantren Musthafawiyah in improving santri achievement and the existence of the pesantren. Given that Pesantren Musthafawiyah is the oldest pesantren on the island of Sumatra, which was established in 1912, and in its history, the pesantren has experienced many challenges in its academic management. The research method used was a qualitative method with a descriptive analysis approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, with the Miles and Huberman model as the data analysis technique. The results showed that the academic management of Pesantren Musthafawiyah had positive implications for students’ achievement both in the academic and non-academic fields. In addition to the academic management of Pesantren Musthafawiyah, it was able to provide positive implications for the existence of the pesantren, the preference of students and parents of students as well as the general public towards Pesantren Musthafawiyah, which viewed Pesantren Musthafawiyah as having excellent, full of achievement, charismatic, popular, having exemplary alumni and consistent in its education system.
Pendampingan Belajar Anak-Anak Membaca Al-Qur’an dengan Ilmu Tajwid di Rumah Pengajian Ibu Gabena Harahap Lingkungan IV Kelurahan Pasar Sibuhuan Lina Mayasari Siregar; Irma Suryani Siregar; Nur Fitryani Siregar
Khidmat Almujtamae: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): KHAMU
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Barumun Raya (STAI BR) Sibuhuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mother Gabena Harahap's recitation place is a place to learn the Koran for children of the Sibuhuan Market neighborhood VI community for those who want to learn the Koran in neighborhood VI of Sibuhuan Pasar Village. However, there is a problem that is still a problem in terms of reading, namely the lack of applying the correct knowledge of recitation. Children who recite the Koran only apply the pronunciation of hijaiyah letters without applying the knowledge of recitation. The purpose of this activity is to provide learning to children who recite the Koran so that their reading is in accordance with the science of recitation. The method used in the mentoring is face-to-face teaching of the Koran to children who recite the Koran at the Gabena Harahap Study House. The result of the service is an increase in the ability to read the Koran with recitation.
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Guru Madrasah Aliyah di Kabupaten Tapanuli Selatan Novebri Novebri; Reni Septrisia; Irma Suryani Siregar
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.16726

Abstract

Berbicara mengenai kompetensi professional, sangat erat kaitannya dengan jenjang karir guru sebagai seorang tenaga pendidik, dan tentu saja dibuktikan dengan kenaikan pangkat/golongan selama menjadi guru. Salah satu persyaratan kenaikan pangkat/golongan guru harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), mungkin sudah menjadi hal biasa bagi guru untuk melakukan PTK, namun bila guru mengusulkan kenaikan pangkat/golongan di atas IV/a, maka salah satu persyaratannya adalah diperlukan karya tulis ilmiah berupa artikel. Namun seperti kita ketahui tidak banyak diantara guru yang mampu menulis artikel ilmiah dengan baik, oleh sebab itu perlu dilakukan pelatihan penulisan artikel ilmiah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen program studi Manajemen Pendidikan Islam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan  untuk dilaksanakan selama 3 hari, yakni 15 Desember sampai dengan 17 Desember 2022, yang diikuti oleh 28 orang guru dari dua madrasah aliyah negeri di Kabupaten Tapanuli Selatan (MAN Tapanuli Selatan dan MAN Insan Cendikia Tapanuli Selatan) dengan metode luring dan 3 orang narasumber dari dosen program studi Manajemen Pendidikan Islam STAIN Mandailing Natal. Adapun output yang diharapkan dari pengabdian ini adalah artikel ilmiah yang disubmit oleh para guru di jurnal atau prosiding secara online, sedangkan untuk outcome adalah meningkatnya kemampuan guru dalam penulisan artikel ilmiah yang dapat digunakan sebagai bahan kenaikan pangkat berkala.
Itegrasi Kampus dan Pesantren dI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Irma Suryani Siregar
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v6i1.1749

Abstract

AbstrakTujuan artikel adalah mencari sintesa, konvergensi atau sinergisitas sehingga tercapai kesatuan antara moralitas rasionalitas, ruhaniah-jasmaniah. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola integrasi kampus dan pesantren di UIN Malang adalah penerapan integrasi ilmu dan Islam dengan model diadik simbiosis mutualisme, dengan tiga pola yaitu: mengaitkan materi dengan kajian keislaman, mengaitkan kajian keislaman dengan keilmuan mahasiswa dan integrasinya pada objek kajian.AbstractThe purpose of the article is to look for synthesis, convergence or synergy so that a unity between the morality of rationality, spiritual-physicality can be achieved. The method of this research is qualitative research with a type of case study. The results showed that the pattern of campus and pesantren integration in UIN Malang was the application of the integration of science and Islam with the diadic model of mutualism symbiosis, with three patterns: linking material to Islamic studies, linking Islamic studies with student science and its integration in the object of study.
The Effects of Memorizing the Qur'an toward Students' Attitude in Elementary School Iswandi, Iswandi; Febrian, St. Ade Moon; Akmal, Fauzi; Duryat, Masduki; Sriwardona, Sriwardona; Siregar, Irma Suryani; Albizar, Albizar
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2023): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v8i1.332

Abstract

One of the miracles of the Alquran has been proven to impact the behavior of individuals who memorize it. Memorizing the Alquran must start as a child. Alquran memorization programs in elementary schools have been started in several regions in Indonesia. Still, research needs to be carried out regarding the success and effects of this program on students. This research aims to analyze the effect of memorizing the Alquran on the behavior of students in elementary schools. This research uses a qualitative method with a case study approach, data sources were taken through individual and group interviews with seven informants who were selected using the technique of purposive sampling, The informants are school principals, teachers, and students. All data was analyzed thematically using the Milles and Huberman interactive analysis technique. The research findings show that students in elementary school memorizing the Alquran are doing well according to the desired goals because the entire program is carried out starting with good planning, a process that is by the goals prepared, and ongoing evaluation. Regarding the effect of memorizing the Alquran on students' positive behavior, the findings prove three changes in students' behavior, i) speaking softly, ii) using more time to read the Alquran, and iii) being more respectful towards teachers.  These findings have succeeded in revealing that memorizing the Alquran can change students' behavior in a positive direction this program can be used as an example by other schools as a platform for moral education in elementary schools.
Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Majelis Taklim di Kota Panyabungan Siregar, Irma Suryani; Rohman, Rohman
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 20 No. 2 (2023): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2023.vol20(2).13488

Abstract

Religious moderation is an important agenda for every country in building peaceful relations between religious communities. As one of the fundamental values ​​in religion, strengthening religious moderation is a pure movement that aims to form moderate attitudes in society. This study aims to explore the strengthening of the values ​​of religious moderation preached by religious teachers to the community. Data collection methods are carried out by observation, interviews, documentation, and focus group discussions. Data collection focuses on the social situation that exists in the taklim assembly (place), ustaz/jemaah (actors), and the study process (activity) which interacts synergistically. Data were analyzed inductively through data reduction, data presentation, data classification, analysis, and conclusion. The results of the study show that the taklim assembly is an effective forum for instilling the values ​​of religious moderation in the community. The determination of moderate ustaz is an important factor in instilling an attitude of moderation in the community. Ustaz strengthened religious moderation by explaining Islamic teachings that were friendly to all groups. Islamic teachings in every field of study are preached by emphasizing the formation of humble, humanist, friendly, and obedient attitudes in carrying out religion. The values ​​of moderation in the studies presented in general have come into contact with the values ​​of balance, acceptance of local culture, tolerance, and anti-violence, and a commitment to togetherness among citizens.