cover
Contact Name
Tri Yanti Setya Surya Kusuma
Contact Email
pjsp@umm.ac.id
Phone
+6281357579740
Journal Mail Official
pjsp@umm.ac.id
Editorial Address
GKB 4 Lantai 3 Jl. Raya Tlogomas No.246, Babatan, Tegalgondo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Psychological Journal: Science and Practice
ISSN : 27753824     EISSN : 28078764     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Aims and Scope Psychological Journal: Science and Practice (PJSP) is a scientific journal published by the Psychology Masters Program Directorate of Postgraduate Programs (DPPs), University of Muhammadiyah Malang. PJSP is a new face that continues Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, which was published starting in 2013. PJSP is published two times a year May and October. Published in printed and electronic form. Articles can be complete research reports and brief reports. Scope Psychological Journal: Science and Practice (PJSP) is an open access scientific journal that specifically publishes research and practice reports in other fields of psychology. This journal welcomes the contributions of psychological scientists who are considering the following general topics: - assessment in psychology - intervention in psychology - instrumentation in psychology - clinical psychology - social psychology - educational psychology - industrial/organizational and development fields
Articles 94 Documents
Persepsi, penerimaan serta kebolehpercayaan Orang Kurang Upaya terhadap kaunselor dan perkhidmatan kaunseling di Malaysia Zuhda Husaian; Nor Shafrin Ahmad
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaunseling merupakan medium bagi individu untuk mencari dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi. Persoalannya ialah bagaimanakah penerimaan, persepsi serta kebolehpercayaan masyarakat atau klien terhadap kaunselor dan perkhidmatan kaunseling di Malaysia.Sehubungan demikian, kajian ini bertujuan mengenal pasti penerimaan, persepsi serta kebolehpercayaan klien Orang Kurang Upaya (OKU) terhadap kaunselor dan perkhidmatan kaunseling dalam usaha untuk membantu mereka menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi.Kajian ini merupakan kajian kualitatif.Data diperoleh melalui sesi kaunseling kelompok, temu bual, pemerhatian dan catatan yang dilakukan semasa sesi kaunseling dijalankan.Keputusan melaporkan ramai dalam kalangan OKU memberikan persepsi yang berbeza terhadap perkhidmatan kaunseling yang diikuti.Malah, terdapat kekangan dari segi penerimaan dan kebolehpercayaan OKU terhadap kaunselor dan perkhidmatan kaunseling. Seterusnya, kajian ini akan membincangkan mengenai penerimaan, persepsi dan kebolehpercayaan OKU terhadap kaunselor dan perkhidmatan kaunseling yang diikuti dalam usaha membantu mengurangkan bebanan masalah yang dihadapi. Hasil daripada kajian ini diharapkan dapat memberi gambaran kepada kaunselor supaya mereka lebih bersedia untuk berdepan dengan klien OKU.Kata kunci Persepsi, penerimaan, kebolehpercayaan, OKU, kaunseling
Metode tukar pengalaman untuk meningkatkan efikasi diri pada pecandu narkoba Fazrian Ridhoni
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku penggunaan narkoba cukup meningkat dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat, orang tua dan pemerintah sehingga diperlukan suatu bentuk penanganan untuk mengatasi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana metode tukar pengalaman (MTP) dapat digunakan untuk meningkatkan efikasi diri pada pengguna narkoba. MTP merupakan intervensi psikologi yang menekankan kepada dinamika kelompok dalam penanganannya untuk mencari solusi yang tepat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) yang terdiri dari dua siklus. Siklus yang pertama melibatkan delapan orang partisipan dan siklus yang kedua juga melibatkan delapan orang partisipan. Jumlah total partisipan yang dilibatkan sebanyak 16 orang dengan jenis kelamin laki-laki. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan hasil skala Drug Avoidance Self Efficacy Scale (DASES). Model TKS-MTP yang dikembangkan meliputi: tahap persiapan, penetapan komitmen dan tujuan, tukar pengalaman, relaksasi dan refleksi diri dan evaluasi kegiatan. Analisis statistik menunjukkan bahwa TKS-MTP dapat meningkatkan efikasi diri pada pecandu narkoba dimana peningkatan itu dapat dilihat dari hasil Pre-Test dan Post-Test yang meningkatdari 51,75% menjadi 59%.Kata kunci Kelompok suportif, tukar pengalaman,efikasi diri, pecandu narkoba
Penerapan teknik kontrol diri untuk mengurangi konsumsi rokok pada kategori perokok ringan Meirina Ramdhani
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghentikan kebiasaan merokok merupakan permasalahan utama para perokok aktif yang mulai menyadari bahaya akibat rokok. Kesulitan untuk berhenti merokok berkaitan dengan kemampuan individu untuk mengontrol dirinya (self-control). Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan teknik kontrol diri untuk mengurangi konsumsi rokok. Pendekatan penelitian ini adalah rangkaian kasus (case series). Subjek berjumlah 4 orang perokok laki-laki usia dewasa yang biasa merokok tidak lebih dari 10 batang per hari (kategori ringan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat subjek mengalami penurunan konsumsi rokok per hari, yang dapat dilihat dari kondisi awal sebelum diberikan intervensi, kondisi pada proses intervensi, kondisi setelah intervensi dihentikan dan tahap tindak lanjut.Kata kunci Kontrol diri (self-control), perokok kategori ringan, case series
Parent Management Training untuk perilaku antisosial pada anak Eka Indah Nurmawati
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang mengalami gejala perilaku antisosial jika dibiarkan tentu akan berdampak negatif dikemudian hari serta dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam fungsi sosial, akademik, atau pekerjaan. Data tentang anak yang mengalami gejala perilaku antisosial berdasarkan kriteria DSM-IV TR. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi gejala perilaku antisosial pada anak dengan menggunakan parent management training. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang Ibu dari anak yang mengalami gejala perilaku antisosial. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain subyek tunggal (single-subject experimental design). Intervensi diberikan sebanyak 10 sesi agar ibu mempunyai ketrampilan dalam mengasuh anak yang mengalami gejala perilaku antisosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan pola asuh yang diperoleh dari parent management training, dapat mengurangi perilaku negatif pada anak.Kata kunci Perilaku Antisosial, Parent Management Training
Penerapan teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan harga diri pada remaja obesitas Karina Rizki Rahmawati
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individu yang mengalami obesitas akan mudah merasa tersisih hingga mengalami kegagalan dalam pergaulan. Hal tersebut menjadi indikasi rendahnya harga diri pada individu obesitas terutama remaja. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan harga diri pada remaja obesitas dengan menggunakan teknik restrukturisasi kognitif. Desain penelitian ini merupakan studi kasus dengan dua subjek remaja obesitas yang memiliki permasalahan harga diri rendah. Instrumen yang digunakan adalah State Self-Esteem Scale (SSES), lembar kertas kerja, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik restrukturisasi kognitif dapat meningkatkan harga diri pada remaja obesitas, yang diketahui dari peningkatan nilai SSES sebanyak 13 poin pada subjek pertama yaitu dari 57 poin menjadi 70 poin, sedangkan pada subjek kedua mengalami peningkatan sebanyak 21 poin yaitu dari 55 poin menjadi 76 poin. Hasil tersebut disertai penurunan tingkat keyakinan irrasional dari kategori tinggi ke sedang pada subjek pertama dan penurunan tingkat keyakinan irrasional dari kategori tinggi ke rendah pada subjek kedua.Kata kunci Restrukturisasi kognitif, remaja obesitas, harga diri, studi kasus
Hubungan dorongan keluarga dan kepuasan hidup lansia berdasarkan status perkawinan Mahmud Fauzi
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kemunduran fisik dan psikis dialami oleh lansia itu berbeda-beda, pada pada setiap individunya dan tergantung status maritalnya, hal ini dapat dikaitkan dengan kepuasan hidup dan kebutuhan akan dukungan keluarga, sehingga peneliti berhipotesis bahwa ada hubungan dukungan dukungan keluarga dan kepuasan hidup serta status marital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara family support dan life satisfaction lansia berdasarkan status marital, serta perbedaan dan persamaan status marital pada family support dan life satisfaction. Pendekatan penelitian ini adalah mix method, yaitu kuantitatif dan kualitatif, peneliti menentukan sampel dengan menggunakan teknik area sampling (cluster), dengan sampel 48 orang lansia di kelurahan Kepanjen, dengan spesifikasi (27 lansia menikah, 15 janda, 4 duda dan 2 tidak pernah menikah). Peneliti menentukan subjek wawancara sebanyak 6 orang dengan metode purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan dengan skala Family Support Scale (FSS) dan skala Satisfaction With Life Scale (SWLS) sedangkan data kualitatif dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Analisa data penelitian ini menggunakan SPSS v17 dan teori psikososial Ericson dan teori pertukaran sosial Thibaut. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif antara family support dan life satisfaction pada lansia dengan nilai r = 0,302 dan antara family support dengan status marital lansia dengan nilai koefisien r = 0,603, p = 0.00. Sedangkan antara life satisfaction dengan status marital dengan koefisien r = 0,327, p = 0.00. serta ada perbedaan, persamaan pada setiap status marital terhadap family support dan life satisfaction. Hasil análisis kualitatif menunjukkan family support sangat diperlukan untuk memberikan rasa penghargaan, kepercayaan, kecintaan, sikap hormat, sikap kasih sayang, perhatian dan bantuan. Hal tersebut akan membantu lansia dapat merasakan kepuasan hidup dengan rasa senang dan bahagia, baik melalui dukungan penghargaan, nyata, informasi dan emosional. Life satisfaction merupakan aspek psikologis yang sangat penting untuk dimiliki individu, agar individu dapat merasakan perasaan bahagia, perasaan senang, tenteram, sejahtera lahir dan batin bagi dirinya dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dalam berbagai peristiwa.Kata kunci Restrukturisasi kognitif, remaja obesitas, harga diri, studi kasus
Kecenderungan Neurotik, Relasi dalam Keluarga, Penyesuaian Sosial dan Resiliensi pada Penderita HIV Positif Al Thuba Septa Priyanggasari
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penderita HIV positif semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan angka penderita HIV positif yang drastis patut menjadi perhatian bagi praktisi medis maupun psikologi dan telah banyak dikaji untuk pemetaan demografis. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecenderungan neurotik, relasi dalam keluarga dan penyesuaian sosial terhadap resiliensi penderita HIV positif. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan empat variable. Instrumen yang digunakan yaitu Neuroticsm Scale Questionnaire, Index of Family Relation, Social Adjustment Scale-Self Report—Modified dan Resilience Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi dalam keluarga berkontribusi secara signifikan terhadap kecenderungan neurotik, dengan sumbangan kontribusi sebesar 31,25%. Relasi dalam keluarga dan kecenderungan neurotik berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap resiliensi. Relasi dalam keluarga yang secara langsung mempengaruhi resiliensi memiliki kontribusi sebesar 10,43%. Kecenderungan neurotik yang secara langsung mempengaruhi resiliensi memiliki kontribusi sebesar 31,92%. Relasi dalam keluarga dan kecenderungan neurotik yang secara langsung mempengaruhi resiliensi memiliki kontribusi sebesar 62,7% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian. Untuk variabel penyesuaian sosial tidak memiliki pengaruh langsung terhadap resiliensi secara statistik. Kata Kunci Kecenderungan Neurotik, Relasi dalam Keluarga, Penyesuaian Sosial, Resiliensi Penderita HIV Positif
Kerja Kelompok Sosial untuk Meningkatkan Efikasi Diri pada Remaja dengan Keluarga Broken Home Galuh Andina Putri
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga broken home merupakan faktor resiko peningkatan angka kenakalan remaja. Efikasi diri merupakan salah satu faktor psikologi yang dapat mencegah terjadinya kenakalan pada remaja. Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan efikasi diri remaja broken home dengan memberikan intervensi kerja kelompok sosial. Desain penelitian adalah eksperimental, yang terdiri dari dua kelompok remaja yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen untuk mengukur tingkat efikasi diri yang digunakan yaitu Self Efficacy Scale(SES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan efikasi diri yang signifikan pada remaja broken home setelah diberikan intervensi kerja kelompok sosial. Hasil analisa data menunjukkan peningkatan efikasi diri pada remaja kelompok eksperimen sebesar 43.8 %, sedangkan pada remaja kelompok control terjadi penurunan efikasi diri sebesar 0.6%.Kata Kunci Broken home, efikasi diri, kerja kelompok sosial.
Keharmonisan Keluarga, Konsep Diri, dan Perilaku Agresi di Kalangan Remaja Mayya Kholidah
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi keharmonisan keluarga, konsep diri, dan peri- laku agresi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah 150 siswa (dari 518 siswa sebagai populasi) siswa kelas sepuluh dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Sidoarjo. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala persepsi keharmonisan­keluarga, skala konsep diri dan skala perilaku agresi. Analisis data penelitian dilakukan dengan regresi berganda yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan persepsi keharmonisan keluarga, konsep diri dan perilaku agresi remaja, (R2 = 0,442, p= 0,000. Selain itu hasil analisis menunjukkan korelasi vari­abel persepsi keharmonisan keluarga dan perilaku agresi menunjukkan hubungan negatif yang signifikan (r = -0,546, p = 0,000), sedangkan variabel konsep diri dan perilaku agresi juga menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan (r = -0,628, p = 0,000). Kata kunci Keharmonisan keluarga, konsep diri, agresi, remaja
Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja di Panti Asuhan Rachma Shinta Merina
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dalam meningkatkan konsep diri remaja di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental dengan rancangan non equivalent pretest posttest control group design. Subjek penelitian ini melibatkan 10 orang yang terdiri dari 5 orang sebagai kelompok eksperimen dan 5 orang sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan skala konsep diri. Analisis data menggunakan Mann-Whitney dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis data dari Wilcoxon pada kelompok eksperimen pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan konsep diri yang signifikan dengan nilai z -2,032 dan p value sebesar 0,042. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling kelompok dapat meningkatkan konsep diri remaja di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Muhammadiyah Malang. Kata kunci Konsep diri, konseling kelompok, remaja

Page 3 of 10 | Total Record : 94