cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 190 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI PAUD RAUDHATUL JANNAH ALWASHLIYAH PEKANBARU Diva Ananda; Cecen Suci hakameri; Rina Yulviana
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 3–5 tahun di PAUD Raudhatul Jannah Alwashliyah Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di PAUD Raudhatul Jannah Alwashliyah Pekanbaru dengan jumlah populasi sebanyak 72 orang tua yang memiliki anak usia 3–5 tahun dan diperoleh sampel sebanyak 61 responden menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner mengenai keberhasilan toilet training, pola asuh orang tua, pengetahuan orang tua, dan peran keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak berhasil melakukan toilet training yaitu sebanyak 53 anak (86,9%), dengan mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 53 orang (86,9%), memiliki pengetahuan baik sebanyak 54 orang (88,5%), dan menyatakan peran keluarga dalam kategori baik sebanyak 41 orang (67,2%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training (p-value=0,007) dan terdapat hubungan antara pengetahuan orang tua dengan keberhasilan toilet training (p-value=0,042). Sedangkan peran keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keberhasilan toilet training (p-value=0,128). Simpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua dan pengetahuan orang tua berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 3–5 tahun, sedangkan peran keluarga tidak berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kepada orang tua mengenai pola pengasuhan dan pelaksanaan toilet training untuk mendukung kemandirian anak.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN PERSALINAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS SIDOMULYO Putri Lestiyansih Lestiyansih; Cecen Suci Hakameri Hakameri; Rina Yulviana
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sidomulyo dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05 serta analisis kekuatan hubungan menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan persalinan (p=0,016; OR=4,950), usia dengan kesiapan persalinan (p=0,038; OR=4,000), paritas dengan kesiapan persalinan (p=0,002; OR=9,167), dan dukungan suami dengan kesiapan persalinan (p=0,000; OR=17,812). Faktor yang memiliki hubungan paling kuat terhadap kesiapan persalinan adalah dukungan suami. Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan, usia, paritas, dan dukungan suami berhubungan secara signifikan dengan kesiapan persalinan ibu hamil trimester III di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru. Peningkatan edukasi, pendampingan ibu hamil, serta keterlibatan aktif suami dalam pelayanan antenatal diperlukan untuk meningkatkan kesiapan persalinan.
PENGARUH MEDIA EDUKASI BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEHAMILAN REMAJA DI SMPN 38 KOTA PEKANBARU Ika Putri Damayanti; Novita Lusiana
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media edukasi booklet terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kehamilan remaja di SMPN 38 Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 50 siswi yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi media edukasi booklet, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian booklet sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 28 siswi (56,0%), sedangkan setelah diberikan edukasi menggunakan booklet terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 43 siswi (86,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -6,154 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan media edukasi booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang kehamilan remaja. Simpulan penelitian ini adalah media edukasi booklet efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kehamilan remaja sehingga dapat digunakan sebagai salah satu media promosi kesehatan berbasis sekolah.
WORK-BASED LEARNING IN MIDWIFERY COMMUNITY PRACTICE AND ITS IMPACT ON STUDENT COMPETENCE Hastuti Marlina; Sherly Vermita Warlenda
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4234

Abstract

Midwifery education requires curriculum transformation, as approximately 35% to 42% of new graduates face adaptation challenges in primary care. Community practice often faces barriers to achieving initial competency targets, amounting to 20% to 30%. This study aims to analyze the effect of implementing Work-Based Learning (WBL) in midwifery community practice on improving student competency, encompassing knowledge, attitudes, and skills. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The study population was all 43 students of the Undergraduate Midwifery Study Program at Hang Tuah University, Pekanbaru, in the regular academic year of 2025/2026. The sampling technique used was total sampling. Bivariate data analysis used a Paired Sample T-Test. The results showed a significance value of p = 0.000 (p < 0.05) for all aspects, confirming a significant effect of WBL implementation on improving student competency. The average score for knowledge increased from 68.42 to 86.75 with mean difference is 18.33, for attitudes from 71.15 to 89.20 with mean difference is 18.05, and for skills from 64.80 to 85.10 with mean difference is 20.30. It can be concluded that the WBL model has proven effective in bridging theory and field practice and enhancing students' clinical independence and cultural sensitivity. Recommendations for future research include using a control group and measuring the long-term retention of graduate competencies in the workplace.
PERAN FAMILY CAREGIVER PADA LANSIA DEMENSIA Widyasih Sunaringtyas; Septian Wahyu Saputra
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran family caregiver pada lansia demensia di Dusun Ngremang, Blimbing, Rejotangan, Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif dengan populasi seluruh keluarga yang memiliki lansia demensia di wilayah Dusun Ngremang. Sampel penelitian berjumlah 26 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner peran family caregiver yang terdiri dari 18 pertanyaan meliputi perawatan pribadi, perawatan kesehatan, pemberian pengobatan, menjadwalkan janji temu, memberikan dukungan, manajemen rumah tangga, komunikasi, menenangkan pasien, dan membantu kebutuhan nutrisi. Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar family caregiver memiliki peran dalam kategori baik sebanyak 15 responden (58%), kategori cukup sebanyak 11 responden (42%), dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Peran family caregiver dengan nilai tertinggi terdapat pada aspek perawatan pribadi, sedangkan nilai terendah terdapat pada aspek perawatan kesehatan. Simpulan penelitian ini adalah peran family caregiver pada lansia demensia sebagian besar berada dalam kategori baik, namun peningkatan edukasi dan pendampingan keluarga masih diperlukan terutama dalam pemantauan kesehatan lansia secara rutin untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan demensia.  
ANALYSIS OF MATERNAL AGE AND GESTATIONAL HYPERTENSION FACTORS ON THE RISK OF BBLR OCCURRENCE AT MEDICA CLINIC EAST MEDAN DISTRICT IN 2026 Herlina; Noer Desmie
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4284

Abstract

Maternalhealthhasabigroleindeterminingchildren'shealth.AccordingtotheHealthProfile, the InfantMortalityRate(AKB)inIndonesiahasdecreased,but it stillneedstoaccelerateeffortssothat the targetof16/1,000livebirthscanbe achieved.The biggest contributors of deathin2022wereLowBirthWeight(BBLR)(28.2%)andAsphyxia(25.3%).Thisresearchmethodusesquantitativeresearchwithacasecontroldesign..ThepurposeofthisstudyistodeterminetheRelationship between AgeandHypertensioninPregnantWomenwiththeIncidenceofBBLRattheKasihClinic,EastMedanDistrict,NorthSumatraProvincein2026.SamplingtechniquewithTotalSamplingwith100populationandsamples.Theresults of theChi-Squeretestshowedthattheage of pregnantwomenwithp-value=0.000(<0.05)andhypertensioninpregnantwomenwithp-value=0.010(<0.05).Theconclusion of thestudystatedthatthereisarelationship between ageandhypertensioninpregnantwomenandtheincidenceofBBLRat the KasihClinic,EastMedanDistrict,NorthSumatraProvincein2026.
DENTIFICATION OF MATERNAL FACTORS AND NUTRITIONAL STATUS ON THE RISK OF GROWTH AND DEVELOPMENT DISORDERS OF TODDLERS IN THE WORKING AREA OF THE SEKUPANG HEALTH CENTER IN 2026 Mastiur Lumban Tobing; Netti Brahmana
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4316

Abstract

This study aimed to identify the relationship between maternal knowledge, maternal attitudes, maternal educational level, and toddlers’ nutritional status with the risk of growth and developmental disorders among toddlers in the working area of the Sekupang Health Center, Batam City, in 2026. The study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 40 mother–toddler pairs selected using an accidental sampling technique. Primary data were collected through structured questionnaires, anthropometric measurements, and child health records. Data were analyzed using univariate analysis to describe respondent characteristics and Chi-square tests to examine the relationships between the independent and dependent variables at a significance level of 0.05. The results showed that most mothers had a moderate level of knowledge (75%), negative attitudes toward child growth and development (60%), elementary or senior high school educational backgrounds (35% each), and most toddlers had normal nutritional status (67.5%). Bivariate analysis indicated that maternal knowledge (p = 0.012), maternal attitude (p = 0.010), maternal educational level (p = 0.018), and toddlers’ nutritional status (p = 0.025) were significantly associated with the risk of growth and developmental disorders among toddlers. In conclusion, maternal factors and toddlers’ nutritional status are important determinants of the risk of growth and developmental disorders, highlighting the need to strengthen maternal health education, improve positive parenting attitudes, and optimize nutritional interventions through primary health care services to support optimal child growth and development.
ANALISIS PENERAPAN ASUHAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) TERHADAP KOMPETENSI MAHASISWA KEBIDANAN Nurmalina Hutahaean; Merrygrace Simanjuntak; ElvisSimanjuntak
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4371

Abstract

Banyak masalah masih ada dalam layanan kesehatan ibu dan anak. Masalah rendahnya pengetahuan publik dan peningkatan kemampuan siswa dalam praktik kebidanan adalah yang paling menonjol. Solusi untuk meningkatkan kualitas layanan dapat berupa pendekatan perawatan berkelanjutan (COC). Klinik ini juga dapat digunakan untuk mengajar klinik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan COC pada tahun 2026 untuk meningkatkan kemampuan praktik kebidanan dan pengetahuan komunitas siswa Bangun Rejo. Studi ini menggunakan pendekatan penampang sebagai desain deskriptif analitik. Dengan teknik pengambilan sampel total, populasi studi terdiri dari wanita hamil (±30 orang), ibu pasca melahirkan (±20 orang), keluarga balita (±35 keluarga), dan tenaga kesehatan (±10 orang). Alat penelitian meliputi daftar periksa kompetensi, lembar observasi, dan kuesioner pengetahuan (pra-tes-pasca-tes). Data diuji dengan uji t berpasangan dan uji chi-kuadrat. Studi ini menemukan hubungan signifikan antara implementasi COC dan kompetensi siswa (p = 0,002) dan peningkatan pengetahuan komunitas (p = 0,05). Selain itu, penerapan COC dalam kategori baik adalah 65% dan kompetensi mahasiswa sebesar 68%.  Penerapan Continuity of Care berhasil meningkatkan keterampilan obstetri siswa dan pengetahuan komunitas mereka.  
MANAGEMENT OF APPLICATION-BASED MIDWIFERY CARE DOCUMENTATION IN INDEPENDENT MIDWIFERY PRACTICES IN CIREBON REGENCY, INDONESIA Sumarni Sumarni
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4296

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) has become mandatory for all healthcare facilities in Indonesia following the enactment of the Indonesian Ministry of Health Regulation Number 24 of 2022. Independent Midwifery Practices (Praktik Bidan Mandiri/PBM) are required to improve the quality of midwifery documentation by adopting digital documentation systems. However, the readiness of PBM in managing application-based documentation remains inadequately explored. Objective: This study aimed to describe the management of application-based midwifery care documentation in Independent Midwifery Practices in Cirebon Regency. Methods: A descriptive study with a formative evaluation approach and a cross-sectional design was conducted in 2024. The study involved 30 Independent Midwifery Practices selected through purposive sampling from 612 registered PBMs in Cirebon Regency. Data were collected through direct observation of the implementation of the SIM Klinik application using a structured observation checklist. Observations were conducted by reviewing the completeness of digital midwifery documentation and observing documentation practices performed by midwives during routine healthcare services in Independent Midwifery Practices. Data were analyzed using descriptive statistics. The findings revealed that 20 of 30 Independent Midwifery Practices (66.7%) had a moderately complete documentation system, while 4 of 30 practices (13.3%) demonstrated very complete documentation. Regarding the implementation of the SIM Klinik application, 18 of 30 practices (60.0%) performed documentation very well, 7 practices (23.3%) performed well, and  5 practices (16.7%) performed adequately. These findings indicate that although documentation completeness still requires improvement, the implementation of the SIM Klinik application has supported the transition toward Electronic Medical Records (EMR) in Independent Midwifery Practices. The findings may serve as evidence for the Cirebon District Health Office to strengthen technical assistance and digital health policies for primary midwifery services... Regarding documentation implementation, 60.0% of the practices performed documentation very well, 23.3% performed well, and 16.7% performed adequately. Despite these encouraging findings, several practices still experienced challenges in maintaining complete documentation due to workload, time constraints, and the transition from manual documentation to application-based systems. Conclusion: Most Independent Midwifery Practices in Cirebon Regency have demonstrated satisfactory readiness in implementing application-based documentation. Nevertheless, strengthening digital infrastructure, continuous training, and technical assistance are essential to optimize Electronic Medical Record implementation and improve the quality of midwifery services. .
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH Mariatul Kiftia
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus toxoid (TT) immunization is particularly important in developing countries, especially for pregnant women, to prevent tetanus in mothers and newborns. Immunization is a process of building immunity to prevent tetanus infection. The tetanus vaccine contains an inactivated tetanus toxin. The coverage of tetanus immunization (Td+2) among pregnant women in Banda Aceh City remains low, with 1,606 pregnant women reported to have received incomplete immunization, which may contribute to increased maternal morbidity and mortality. This study employed a quantitative cross-sectional study design. The samples were selected using purposive sampling, involving 107 pregnant women from three community health centers (Puskesmas) in Aceh Province. The results showed that the majority of respondents were in the third trimester, comprising 44 respondents (41.1%). All respondents had attended antenatal care (ANC) visits, totaling 107 respondents (100%). Most respondents attended ANC according to the recommended standard of six visits, totaling 93 respondents (86.9%). The majority of respondents received education regarding TT immunization during ANC visits, totaling 99 respondents (92.5%). However, most respondents did not receive TT immunization during ANC visits, totaling 74 respondents (69.2%). All respondents had previously received TT immunization (107 respondents; 100%). Most respondents had received TT immunization only before marriage, totaling 44 respondents (41.1%). Furthermore, the majority of respondents had incomplete TT immunization status (TT1–TT4), totaling 97 respondents (90.7%). It is expected that healthcare providers will provide motivation to pregnant women and education to families regarding the importance of completing tetanus toxoid immunization to prevent infection and reduce maternal and neonatal morbidity and mortality.