cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30481856     DOI : https://doi.org/10.47134/stti
Core Subject : Engineering,
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia ISSN 3048-1856 is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. STTI publishes four issues annually in the months of February, Mei, Agustus and November. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia include articles concerned with Urban Transportation, Intermodal Connectivity, Sustainable and Green Transport, Infrastructure Development, Logistics and Freight Transport. Authors are invited to electronically submit through Journal Website no more than 15 pages of a full paper. The submitted paper should follow the author FORMAT available on the GUIDELINES
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2024): May" : 5 Documents clear
Analisis Ruang Henti Khusus Kendaraan Sepeda Motor Pada Simpang Jalan Jendral Sudirman-Gatot Subroto Kabupaten Pemalang Anjarwati, Sulfah; Sari, Cremona Ayu Novita
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v1i1.2410

Abstract

Faktor penting untuk mencapai sistem prasarana transportasi darat yang baik adalah kemampuan dari suatu jalan dalam melayani arus lalu lintas, khususnya kemampuan dari suatu simpang sebagai salah satu bagian dari suatu sistem jalan secara   keseluruhan.   Sehingga   salah   satu   prasarana   yang   dibangun   oleh pemerintah adalah zona Ruang Henti Khusus (RHK) sesuai dengan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 52/SE/M/2015 tentang Pedoman Perancangan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada simpang bersinyal di kawasan   perkotaan. Untuk mengetahui jumlah kendaraan sepeda motor pada RHK  yang  akan  direncanakan,  maka aspek  pertama yang  harus diketahui  yaitu  luas  lengan  jalan  yang  akan  dibuat  RHK.  Jalan  Jenderal Sudirman - Gatot Subroto terletak di kabupaten pemalang,merupakan simpang yang cukup ramai karena dekat dengan pusat perbelanjaan.Tujuan dari penelitian ini   untuk   mengetahui   kinerja   simpang   tanpa   adanya   RHK,   serta   untuk mengetahui dimensi Ruang Henti Khusus (RHK) kendaraan sepeda motor yang sesuai dengan kondisi persimpangan tersebut.Dalam penelitian ini,perencanaan Ruang Henti Khusus (RHK) menggunakan metode PKJI2014,dan pedoman perencanaan  RHK  dari  Kementrian  PUPR  2015.  Dari  hasil  penelitian  di lapangan, kinerja simpang tanpa adanya RHK di peroleh derajat kejenuhan pendekat selatan (Jalan Gatot Subroto ke jalan sudirman) 0,287, sedangkan untuk pendekat timur (jalan jendral sudirman ke jalan jendral sudirman 0,313, pendekat barat 0,379 (jalan jendral sudirman ke jalan gatot subroto. Makan nilai derajat kejenuhan terhadap simpang yang di dapat sebesar <0,85 sebelum adanya RHK. Lalu untuk hasil rata rata jumlah sepeda motor yang terhenti pada  lampu merah maka perencanaan dimensi RHK rata rata penumpukan sepeda motor 15-20 unit.
Daya Serap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan terhadap Emisi Sektor Transportasi.: Studi Kasus Kota Bontang Meidiana, Christia; Akhbar Pamungkas, Yan; Esti Wahyudi , Muji; Evelyn, Maria
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v1i1.2411

Abstract

Beragam kegiatan perkotaan yang terdapat di guna lahan berbeda di Kota Bontang termasuk permukiman, area komersial, kawasan public dan industri telah membentuk dinamika kota Bontang termasuk adanya pergerakan manusia dan barang yang melibatkan penggunaan bahan bakar. Penggunaan bahan bakar di sub-sektor transportasi, sebagai bagian dari emisi gas rumah kaca (GRK) sektor energi, menjadi salah satu penyumbang emisi   di Kota Bontang sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan daya serap vegetasi RTH Kota Bontang teradap emisi sektor transportasi.  Metode yang digunakan dalam penenlitian ini adalah perhitungan emisi dan estimasi daya serap vegetasi yang tersebar di RTH Kota Bontang baik di daratan maupun pesisir.  Perhitungan emisi karbon mengacu pada Tier 2 IPCC 2006 untuk sektor  transportasi sedangkan estimasi daya serap dilakukan berdasarkan jenis tutupan lahan yang ada di Kota Bontang yaitu hutan alami, hutan mangrove dan padang lamun dan luas masing-masing tutupan lahan tersebut.  Hasil perhitungan emisi menunjukkan jumlah total emisi sektor transportasi di Kota Bontang adalah rata-rata 0,15 Ggton/tahun dengan trend kenaikan sekitar 2,2% pertahun. Sedangkan estimasi perhitungan daya serap menunjukkan pada tahun 2023, hutan memiliki kemampuan menyerap karbondioksida sebesar 0,4 Ggton, sedangkan hutan mangrove dan padang lamun masing-masing menyerap sebesar 6,2 Ggton dan  0,031 Ggton. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa RTH Kota Bontang mampu menyerap emisi dari sektor transportasi. Namun al ini tidak berarti Kota Bontang telah mampu mengatasi emisi karbon di Kota Bontang karena sektor transportasi hanya bagian dari sektor energi.
Perspektif Gender: Integrasi Walkability – Public Transport Juanita, Juanita; Syah, Hendar Ivan; Pinandita, Tito
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v1i1.2412

Abstract

Perspektif gender terhadap integrasi walkability – public transport perlu dilakukan penelitian khususnya karakteristik pejalan kaki dan pola perjalanannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meninjau karakteristik pejalan kaki dan pola perjalanannya dalam perspektif gender terhadap integrasi walkability-public transport. Metode penelitian dilakukan analisis deskripsi melalui uji chi-square untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut. Survey dilakukan terhadap 150 pedestrian pengguna BRT Trans Jateng Purwokerto – Purbalingga. Survey melalui kuisioner yang disebarkan secara random terhadap pedestrian yang ditemui saat berjalan kaki menuju atau keluar halte BRT baik laki-laki maupun perempuan. Hasil diperoleh bahwa pedestrian pengguna BRT Trans Jateng 62 % perempuan dan 38 % laki-laki. Terdapat perbedaan pandangan ditinjau dari sosio ekonomi terhadap pola perjalanan bagi perempuan bahwa pendidikan, pekerjaan, pekerjaan dan kepemilikan kendaraan mempengaruhi motivasi berjalan kaki, sedangkan kepemilikan kendaraan mempengaruhi jarak berjalan kaki. Bagi laki-laki kepemilikan kendaraan mempengaruhi destinasi perjalanan. Motivasi berjalan kaki para pedestrian pengguna BRT adalah karena kemudahan aksesibilitas melebihi 50%, alasan kesehatan mencapai 26 % -28 % dan sekitar 21 % karena kepadatan lalu lintas baik laki-laki dan perempuan. Destinasi perjalanan pedestrian pengguna BRT Trans Jateng adalah bekerja 54 % - 59 %, sekolah/kampus mencapai 31 % – 34 % dan berwisata mencapai 10 %. Diharapkan dengan temuan ini dapat dijadikan masukan terhadap kebutuhan penyediaan jalur pejalan kaki terintegrasi public transport disesuaikan dengan pola perjalanan pengguna BRT Trans Jateng.
Prioritas Peningkatan Kinerja Bus Listrik Metrotrans Rute 7A Kampung Rambutan – Lebak Bulus Jakarta Agustin, Imma Widyawati Agustin; Gloria, Vanda; Ari, Ismu Rini Dwi
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v1i1.2418

Abstract

In DKI Jakarta, heavy traffic and oil-fueled car emissions are to blame for between 32% and 57% of the province's overall air pollution. The DKI Jakarta Provincial government started implementing electric buses as a proactive reaction to the carbon emission issue. One of these buses is located on Transjakarta feeder routes (non-BRT), namely Metrotrans electric bus Route 7A Kampung Rambutan - Lebak Bulus. Congestion and air pollution are the two main issues facing the transportation sector in DKI Jakarta. One mass transit option that addresses these issues is the battery-powered Metrotrans electric bus. This study's objectives are to assess the operational and service performance of Metrotrans electric buses Route 7A Kampung Rambutan - Lebak Bulus and to establish the order of importance for performance improvement. Operational performance study, which includes headway, journey time, waiting time, load factor analysis, Importance-Performance study (IPA), and Potential Gain Customer Value (PGCV) analysis, was the analysis approach employed. According to the findings, waiting times, headways, load factors, journey times, GPS, SOPs for handling crises, bus stop availability, and information about routes and routes to be served were the top priorities for performance improvement.
Arahan Peningkatan Prioritas Kinerja Operasional Stasiun Sidoarjo dan Stasiun Indro Menggunakan Analisis QFD Hariyani, Septiana; Agustin, Imma Widyawati; Lubis, M Fachri Rasidi
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v1i1.2419

Abstract

The Gerbangkertosusila area is designated as the main driver of the regional economy (primer mover) which has the criteria as an area that grows faster than other regions in a province. Sidoarjo and Gresik Regency are two areas included in the seven administrative areas of Gerbangkertosusila. Sidoarjo and Gresik have transportation systems that can support the mobility of the surrounding community, namely Sidoarjo Station and Indro Station. Sidoarjo Station and Indro Station still have performance that needs to be improved such as the size of the room area and supporting installation devices that do not meet the standards and there is still crossing in the station circulation. The purpose of this study is to determine the priority of directions for improving the operational performance of Sidoarjo Station and Indro Station. This research uses Quality Function Deployment (QFD) analysis. The priority of the direction to improve the operational performance of Sidoarjo Station and Indro Station is determined based on the value of Absolute Importance (AI). The results of the analysis show that the priority direction for improving the operational performance of Sidoarjo Station is the provision of TV as an audio-visual information medium (8,100), while the priority for the direction to improve the operational performance of Indro Station is the addition of information boards for the station area name (9,643).

Page 1 of 1 | Total Record : 5