cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljolale@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Language and Literature Education (JoLaLE)
ISSN : -     EISSN : 30467373     DOI : https://doi.org/10.59407/jolale.v1i2
Core Subject : Education,
Journal of Language and Literature Education (JoLaLE) is a national journal for scientific research: Linguistics: phonology, morphology, syntax, discourse analysis, psycholinguistics, sociolinguistics,Indonesian language,Indonesian literature studies,Language in multicultural societies, and critical discourse analysis. Literature: local literature studies, Indonesian literature, foreign literature studies, children literature, literature studies for character education, and other literary studies, Other scientific fields related to learning language and literature.
Articles 44 Documents
A PSYCHOLOGICAL REVIEW OF SHARIA ECONOMIC IMAGOLOGY IN THE NARRATIVES OF ULAMA FIGURES IN CHILDREN’S STORIES Rokhmawan, Tristan; Fitriyah, Lailatul
Journal of Language and Literature Education Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jolale.v2i4.3426

Abstract

This article presents a psychological review of Sharia economic imagology in the narratives of ulama figures in children’s stories. The study aims to examine how children’s stories centered on ulama figures are constructed as media for Sharia economic education that align with the characteristics of early childhood psychological development. Employing a qualitative approach, this study applies content analysis to three illustrated children’s storybooks containing Sharia economic values. The analysis focuses on character representation, narrative structure, symbolic elements, and psychological mechanisms that support knowledge construction and the presentation of behavioral exemplars for children. The findings indicate that Sharia economic values in the stories are conveyed in concrete, contextual, and narrative forms through emotionally safe ulama figures. Children’s economic understanding is built through psychological mechanisms such as observational learning, positive emotional reinforcement, simple narrative cause–effect patterns, and behavioral habituation through repeated routines. Furthermore, the study identifies variations in psychological approaches, including reflective emotional experiences, social and relational awareness, and consistent role modeling. These findings confirm that ulama-centered narratives function as effective psychological media for Sharia economic education in children’s literature.
ANALISIS PUISI “PERCAKAPAN RINDU” KARYA SULAIMAN JUNED MENGGUNAKAN PENDEKATAN OBJEKTIF Najla Alyarahmah
Journal of Language and Literature Education Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jolale.v2i4.2830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi “Percakapan Rindu” karya Sulaiman Juned dengan menggunakan pendekatan objektif guna mengungkap keterpaduan unsur-unsur intrinsik yang membangun makna puisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, yaitu dengan mendeskripsikan dan menafsirkan struktur fisik serta struktur batin puisi berdasarkan teks secara utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Percakapan Rindu” dibangun oleh keselarasan antara struktur fisik, meliputi tipografi, diksi, kata konkret, gaya bahasa, dan citraan, dengan struktur batin yang mencakup tema, nada, suasana, dan amanat. Unsur-unsur tersebut saling berhubungan secara erat sehingga mampu menghadirkan pengalaman puitik yang mendalam, khususnya dalam merepresentasikan perasaan rindu, kesendirian, dan perenungan spiritual. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan objektif, puisi “Percakapan Rindu” memiliki keutuhan struktur dan kekuatan estetik yang tercipta dari keterpaduan unsur intrinsik, sehingga makna puisi dapat dipahami secara utuh tanpa melibatkan faktor eksternal di luar teks.
REPRESENTASI PERAN ANAK PEREMPUAN PERTAMA PADA LIRIK LAGU “ELDEST DAUGHTER” KARYA TAYLOR SWIFT Athaya Naufal Raafy; Muhammad Ghaisan Wirasena; Indira Dwi Putri; Alya Gendhis Sukma Aji; Silva Nazilah; Welsi Damayanti
Journal of Language and Literature Education Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jolale.v2i4.3351

Abstract

“Eldest Daughter” karya Taylor Swift serta mengungkap makna sosial dan emosional yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks sastra, yang berfokus pada penafsiran makna lirik melalui teori representasi dan konteks sosial-budaya, khususnya terkait konstruksi gender dan fenomena Eldest Daughter Syndrome. Data penelitian berupa teks lirik lagu “Eldest Daughter” yang dianalisis melalui teknik baca dan catat, kemudian diinterpretasikan secara tematik berdasarkan unsur diksi, metafora, dan narasi lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Eldest Daughter” merepresentasikan anak perempuan pertama sebagai figur yang dibebani tanggung jawab emosional, dituntut untuk selalu kuat, serta berperan sebagai penopang keluarga, yang sering kali mengorbankan kebutuhan dan identitas personalnya. Representasi tersebut juga menampilkan konflik batin antara tuntutan sosial dan keinginan akan kehidupan yang bebas dan autentik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa lagu “Eldest Daughter” tidak hanya merefleksikan pengalaman personal Taylor Swift, tetapi juga merepresentasikan pengalaman kolektif banyak perempuan sebagai anak sulung, sekaligus menjadi kritik terhadap konstruksi sosial yang menormalisasi beban berlebih pada anak perempuan pertama dalam keluarga.  
ANALISIS SEMIOTIKA MEME AMERIKA VS IRAN DI TWITTER Alfi, Kunti Zahrotun; Zulita, Diana
Journal of Language and Literature Education Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jolale.v2i4.3444

Abstract

Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik, sindiran, dan representasi kondisi sosial-politik global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis meme pertandingan antara Amerika Serikat vs Iran dalam ajang piala dunia Qatar 2022 di twitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode simak melalui teknik rekam layar (screenshoot) dengan memanfaatkan smartphone (gawai) sebagai media pengumpulan data. Data yang ditemukan dianalisis sesuai dengan teori semiotika Pierce yang menekankan 3 unsur utama, yaitu tanda, objek, dan interpretant. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 9 meme yang berkaitan dengan pertandingan Amerika vs Iran pada piala dunia di twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda dalam meme diwujudkan melalui unsur visual dan verbal, seperti gambar kerusuhan, bangunan terbengkalai, stadion rusak, pesawat tempur, peta wilayah, bendera negara, serta tokoh politik yang dikombinasikan dengan teks singkat. Objek dalam meme adalah pertandingan sepak bola Amerika Serikat vs Iran yang dikaitkan dengan sejarah konflik politik kedua negara. Adapun interpretant menunjukkan bahwa meme dimaknai sebagai bentuk satire dan sindiran terhadap potensi konflik global, khususnya narasi tentang perang dunia ketiga. Satire dibangun melalui penggunaan ikon berupa visual peperangan dan kehancuran, indeks berupa tanda ancaman dan ketegangan, serta simbol berupa bendera negara, tokoh politik, dan peta wilayah yang merepresentasikan relasi kekuasaan geopolitik. Selain itu, bahasa satire dalam meme berfungsi untuk mengekspresikan kecemasan kolektif, menyindir sensasionalisme publik, serta mendekonstruksi narasi berlebihan mengenai perang dunia ketiga. Dengan demikian, meme di twitter dapat dipahami sebagai media ekspresi yang efektif dalam menyampaikan kritik secara tidak langsung melalui humor dan ironi.