cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
ninetymediapublisher@gmail.com
Phone
+6287823402292
Journal Mail Official
ejurnal.almusthafa07@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Tanjung Kapek Gunungsari
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam
ISSN : -     EISSN : 27981800     DOI : https://doi.org/10.62552/ejam
Core Subject : Religion, Education,
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam atau disingkat Al-Musthafa merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Aziziyah sejak tahun 2021 dengan E-ISSN : 2798-1800 . Al-Musthafa menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Pendidikan Islam. Al-Musthafa berkomitmen menjadi jurnal nasional terbaik dengan menerbitkan artikel berkualitas dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta menjadi rujukan utama para peneliti. Semua kiriman bersifat buta dan ditinjau oleh peninjau sejawat. Semua makalah dapat dikirimkan dalam BAHASA INDONESIA atau BAHASA INGGRIS.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2023): Juni-September" : 6 Documents clear
ANALISIS DATA KUANTITATIF Muhammad Irfan Syahroni
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.64

Abstract

Metode analisis data merupakan cara untuk menganalisa hasil dari data yang diperoleh dalam penelitian sehingga lebih mudah untuk dibaca dan diinterprestasikan. Metode pembahasan menggunakan studi kepustakaan (library research) dan pengumpulan data menggunakan sumber sekunder berupa literatur-literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa analisis data dalam penelitian kuantitatif ada dua macam: pertama, statistik deskriptif yakni statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi; dan kedua, statistik inferensial yakni teknik atau alat yang dipakai dalam membuktikan kebenaran teori probabilitas yang di pakai dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. Statistik inferensial dibagi dua: (1) statistik parametris, menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel, dan (2) statistik nonparametris, tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ASRAMA PUTRI PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH KAPEK GUNUNGSARI LOMBOK BARAT Wildan
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.65

Abstract

Pendidikan karakter memiliki esensi makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya. Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah: a) Untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter di Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Aziziy ah Kapek Gunungsari; b) Untuk mengetahui permaslahan yang dihadapi dan solusinya dalam penerapan pendidikan karakter di Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari; c) Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dalam penerapan pendidikan karakter di Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskripstif. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan tekinik analisis data yaitu pengeumpun data, perifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah 1) Penerapan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunung Sari diterapkan melalui berbagai kegiatan yang memuat penanaman nilai-nilai karakter seperti: a) Penanaman nilai-nilai karakter melalui kegiatan belajar mengajar; b) Mengadakan bimbingan baca Al-Qur’an; c) Memberikan suri tauladan atau contoh perbuatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari; dan d )Peneguran terhadap santri yang melakukan kesalahan. 2) Nilai-nilai karakter yang diterapkan di pondok pesantren al-aziziyah kapek gunung sari dapat diklasifikasikan menjadi 5 kategori, yaitu: Nilai karakter hubungannya dengan Tuhan (iman, taqwa dan ikhlas) dan Nilai karakter hubungannya dengan diri sendiri (jujur, bertanggung jawab, mandiri, kerja keras, disiplin, percaya diri, kreatif dan ingin tahu). 3) Permasalahan dalam penerapan pendidikan karakter dan solusinya di Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Dalam implementasi pendidikan karakter di Pondok Pesantren Al-Aziziyah terdapat masalah yang menjadi penghambat dan mempengaruhi keberhasilan pelaksaan pendidikan karakter. Permasalahan tersebut dapat berasal dari dalam pondok pesantren maupun dari luar pondok pesantren yaitu pendidik yang belum memahami pondok pesantren, karakteristik santri yang berbeda-beda, orang tua/wali yang tidak mendukung dan orang tua/wali yang tidak meneruskan pendidikan ketika santri berada di rumah. Faktor pendukung dalam penerapan pendidikan karakter adalah kebijakan pengelola pondok pesantren, lingkungan pondok pesantren, sarana dan prasarana, dukungan dari ustadz/ustadzah dan dukungan dari pengurus (mudabbiroh).
PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR SANTRI (STUDI KASUS SANTRIWAN PONDOK PESANTREN MADRASATUL QUR’ANIYAH TATO DESA SANDIK KACAMATAN BATU LAYAR Syarifudin
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.66

Abstract

Fungsi pokok pesantren adalah mencetak ulama dan ahli agama. Kegiatan pembelajaran yang terjadi di pesantren tidaklah sekedar pemindahan ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu tetepi yang terpenting adalah penanaman dan pembentukan nilai-nilai tertentu kepada santri. penelitian ini adalah penelitian kualotatif desktiptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datanya dengan metode: a) Deduktif, cara berpikir yang berangkat dari pengetahuan yang sifatnya umum dan bertitik pada pengetahuan umum untuk menilai suatu kejadian yang khusus; dan b) Induktuf, cara berpikir yang berangkat dari fakta-fakta khusus, peristiwa-peristiwa yang kongkret kemudian digeneralisasi yang mempunyai sifat umum. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah meliputi manajemen, tujuan, kurikulum dan proses belajar mengajar.
KARAKTERISTIK PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN SUFI Muhammad Rasyid
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.67

Abstract

Pendidikan Islam berkembang semarak pada abad II dan III Hijriah, dimulai dari masa Bani Umayyah dan kemudian mengalami puncaknya pada masa dinasti awal Abbasiyah. Pendidikan di lingkungan sufi memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan lembaga dan model pendidikan lainnya, baik terkait dengan tujuan, kelembagaan, sistem pendidikan, metode pendidikan, maupun evaluasinya. Tujuan pendidikan sufi adalah untuk mencapai tingkat taqarrub kepada Allah, dengan prilaku yang ditanamkan seperti zuhd dan faqr. Cara yang ditempuh untuk memper-olehnya adalah dengan cara menyepi di suatu tempat atau lembaga tertentu dan cenderung mengabaikan kehidupan dunia. Sistem pendidikannya melalui baiat, mementingkan sislilah, mengajarkan materi-materi yang terkait dengan ibadah, shalat, wirid, yang diamalkan secara langsung dengan cara tertentu dan dibimbing mursyîd. Metode pendidikannya adalah peneladanan, pembiasaa, tawajjuh dan rabithah. Evaluasi akhir pendidikan ini adalah ijazah, atau pengakuat mursyîd terhadap kematangan muridnya dalam penguasaan amalan-amalan yang diajarkan.
EFEKTIVITAS MENGHAFAL AL-QURAN MELALUI PROGRAM DAUROH AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MADRASATUL QUR’ANIYAH TATO KEC. BATULAYAR Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.69

Abstract

Menghafal al-Qur’an merupakan salah satu kegiatan yang sangat mulia, dan paling besar nilainya karena menghafal al-Qur’an akan membuka pintu-pintu kebaikan. Allah telah menjanjikan kebaikan di dunia dan diakhirat bagi orang yang menghafal al-Qur’an. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini antara lain sebagaiberikut: a) Untuk mengetahui proses pembinaan yang dilakukan oleh ustad dan ustadzah dalam meningkatkan hafalan al-Qur’an melalui program Dauroh Al-Qur’an; b) Untuk mengetahui efektivitas metode yang digunakan dalam proses menghafal al-Qur’an melalui program Dauroh Al-Qur’an; dan c) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan program Dauroh Al-Qur’an dalam keefektivan metode yang di gunakan sabaq, sabqi dan manzil. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Proses pembinaan yang dilakukan oleh ustad dan ustadzah dalam meningkatkan hafalan santri yaitu dengan perbaikan bacaan al-Qur’an (tahsin) yang bertujuan agar hafalan al-Quran santri sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, kemudian pemberian motivasi agar santri semakin bersemangat dalam menghafal al- Quran dan adanya reward dan punishment sebagai suatu usaha agar santri dapat mengingkatkan hafalan dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti program Dauroh Al-Qur’an; 2) Pada Dauroh Al-Qur’an menggunakan metode talaqqi yaitu metode menghafal dengan cara menyetor langsung kepada gurunya. Sedangkan untuk santri, program Dauroh Al-Qur’an menerapkan metode khusus,seperti metode sabaq,sabqi,manzil untuk menyiapkan hafalan santri bebas menggunakan metode apa saja sesuai dengan kebutuhan masing-masing; dan 3) Kelebihan dari program Dauroh Al-Qur’an dalam keefektivan metode yang di gunakan sabaq, sabqi dan manzil yaitu santri memiliki banyak waktu untuk menghafal al-Quran, karena program Dauroh Al-Qur’an dilaksanakan setiap hari sehingga santri yang mengikuti program Dauroh Al-Qur’an dapat menghafal dengan bebas tanpa terkendala dengan tugas-tugas sekolah. Meskipun demikian terdapat juga kendala dalam proses pembinaan yang disebabkan kurangnya keseriusan santri dalam menghafal al-Quran dan rasa malas serta bosan pada diri santri.
PROBLEMATIKA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA PADA KELAS II SDN 1 MEDANA TAHUN PELAJARAN 2023 Ainun Isthifha Darma
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.71

Abstract

Basic literacy learning is a concrete step for teachers to improve student learning abilities so that they are able to support student activities in the learning process in the classroom. The aims of this study were 1) to analyze the implementation of basic literacy learning for students in grade II SDN 1 Medana; 2) To analyze the obstacles experienced by the teacher in learning the basic literacy of reading and writing students in class II of SDN 1 Medana: 3) To provide solutions that are used by the teacher to overcome the obstacles experienced in learning the basic literacy of reading and writing students in class II of SDN 1 Medana. The method used in this research is to use a qualitative research approach. The data collection used in this study is the method of interviews, observation and documentation. While the data analysis uses the stages of data collection, data presentation, and conclusions. The results of this study are: 1) Implementation of basic literacy learning to read and write students in class II SDN 1 Medana. Implementation of basic literacy learning in elementary schools at low grades requires teacher readiness both in terms of competence, especially pedagogic competence, especially when teachers teach in elementary schools. Because elementary school is the most important institution in increasing each student's interest, talent and motivation so that they are able to develop each competency they have, namely cognitive, affective and psychomotor through learning basic literacy (reading and writing: 2) Obstacles experienced by teachers in learning basic literacy reading and writing students in class II SDN 1 Medana. Obstacles experienced by teachers in learning basic literacy consist of internal factors, namely consisting of students and teachers. While external factors consist of the library and school and family environment: 3) Solutions used by teachers to overcome obstacles experienced in learning basic literacy in reading and writing students in class II SDN 1 Medana. The solutions used in overcoming the problems faced by teachers in the implementation of basic literacy learning lead to increasing the competence of teachers and students so that they can work together in increasing the basic literacy abilities of students in schools in the learning process seen from the internal side. As for the external side, it leads to mileu (environment) which is able to support student activities in learning, besides the library which is another support.

Page 1 of 1 | Total Record : 6