cover
Contact Name
A. Jannifar
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
+628126930456
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh-Medan Km 280 Buketrata, Lhokseumawe, 24301, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Polimesin
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : http://dx.doi.org/10.30811/jpl
Polimesin mostly publishes studies in the core areas of mechanical engineering, such as energy conversion, machine and mechanism design, and manufacturing technology. As science and technology develop rapidly in combination with other disciplines such as electrical, Polimesin also adapts to new facts by accepting manuscripts in mechatronics. In Biomechanics, Mechanical study in musculoskeletal and bio-tissue has been widely recognized to help better life quality for disabled people and physical rehabilitation work. Such a wide range of Polimesin could be published, but it still has criteria to apply mechanical systems and principles. Exceeding the limitation has been a common reason for rejection by those outside the scope. Using chemical principles more than mechanical ones in material engineering has been a common reason for rejection after submission. Excessive exploration of the management within the discipline of Industrial Engineering in the manufacturing technology scope is also unacceptable. The sub-scope biomechanics that focuses on ergonomics and does not study movement involving applied force on the bio-tissue is also not suitable for submission.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2008): Agustus" : 7 Documents clear
Pengaruh drainase terhadap penurunan permukaan air tanah pada areal bekas penambangan gambut Nur laili
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1377

Abstract

Tanah gambut di Ine resia seluruhnya ditaksir mencapai 16-27,7 Juta ha yang tersebar sebagian besar di kepulauan S umatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Muluku / Nusa Tenggara dan Irian Jaya, Tanah gambut di Inu snesia umum nya mendominasi wilayah sepanjang pantai, serta belum ada di peroleh data yang jelas mengenai jumlah luas tanah gambut atas dasar bahan asal, cara pembentukan, jenis pelapukan dan ketebalan bahan Organic nya. Metode penelitian yang di lakukan adalah metode uji pompa sumur di tigadesa sekitar lokasi bekas penambangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penelitian di areal bakas panambangan seluas 775 Ha dengan uji pompa sumur di tiga desa mempunyai angka trasmisivitas (Koefesien Keturusan air) gambut terdaapat di desa Siharjulu sebesar 2,02 m'/hari yaitu mempunyai akuifer tufa riodasit berselingan dengan gambut dan stroragen coefesien yang lebesar yaitu 1,01x 10” di lokasi Siharjulu, nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap sifat fisik tanah gambut dan penurunan airtanah. Sehingga pasokan air untuk irigasi mengalami kekeringan dan menurun nya produktifitaspertanian.Kata kunci : Drainase, gambut, transmisivitas, akuifer tufa riodasit, storage coefesien, eksploitasi.
Optimasi sudu miring terhadap kekasaran permukaan material kuningan pada proses turning Maw ardi
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v6i2.1373

Abstract

Pada proses permesinan sering kita temukan perbandingan putaran dengan sudut kemiringan pahat yang tidak sesuai sehingga tidak jarang hasil yang diperoleh tidak optimal, seperti hasil permukaan produk terlalu kasar dan putaran spindel yang berlebihan. diperlukan suatu penelitian untuk mengoptimalkan proses pemotongan pada proses bubut melalui penyesuaian kecepatan potong dengan sudut miring dari pada pemakanan. Penelitian ini pada akhirnya bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam hal ini kekasaran permukaan terhadap variasi sudut miring pahat potong dan putaran spindel mesin. Material untuk spesimen duri jenis bahan kuningan Pahat potong yang dari jenis HSS berukuran 12 x 12 x 100 mm. Mesin bubut yang akan digunakan dalam proses pengerjaan pembubutan yaitu mesin bubut merk Pindad. Variabel kemiringan sudut potongnya yaitu 30”, 60”, dan 90”, kedalaman pemakanan (a), yaitu 0,2 dan 0,4. serta gerak makan ( 420,065. Dari perbandingan variasi sudut kemiringan pahat 30, 60, dan 90” dengan ketebalan pemakanan fa) 0,2 dan 0,4 serta gerak makan ()) yang tetap yaitu 0,065. dapat diketahui bahwa, pada sudut kemiringan pahat 30, terjadi penurunan putaran lebih besar dari pada variasi sudut kemiringan pahat yang lainnya. Hasil penelitian menunjukan sudut kemiringan pahat 60 mempunyai tingkat kekasaran yang lebih tinggi dibandingkan sudut 300 dan 90. Sudut kemiringan ejekhf dari pahat untuk pembubutan material jenis kuningan adalah pada sudut 90”.Kata kunci : Turning, Kekasaran permukaan, Kuningan, Sudut kemiringan
Disain kopling flens kaku berbasis cad Samsul Bahri
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1378

Abstract

Kopling flens kaku berfungsi meneruskan daya dan putaran. Dimensinya sangat ditentukan oleh daya dan putaran yang bekerja. bahan dan faktor keamanan yang digunakan. Perhitungan dan penggambaran secara manual disamping memberikan hasil yang kurang teliti juga sangat tidak efektif dalam penggunaan waktu. Disain kopling flens kaku berbasis computer aided design memberikan hasil yang lebih teliti dengan waktu yang singkat. Parameter rancangan didasarkan pada diagram alir rancangan kopling flens kaku. Struktur program terdiri dari bagian input data rancangan, data kopling flens kaku dan bahan standar, perhitungan dan analisa tegangan tarik pemenuhan fungsi tujuan, dan bagian output yang merupakan decision variable dan gambar CAD.Kata kunci : Disain, kopling flens kaku, file script, CAD.
Rancang bangun mesin pembuat kawat arkadion Adi Saputra Ismy
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v6i2.1374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat satu unit mesin pembuat kawat arkadion. Penggunaan mesin secara mekanis untuk melaksanakan proses mekanis dalam upaya menggantikan kerja manual, biasanya ukan menghasilkan produk jauh lebih praktis, efekiif dan efisien. Bagian utama dari unit mesin pembuat kawat arkadion ini adalah poros yang dipasangkan pada roda gigi. Kawat dengan diameter 2 mm dimasukkan kedalam mesin penggulung kemudian dengan proses mekanis kawat tersebut digulung oleh parang penggulung sehingga membentuk sudut patahan kawat. Patahan oleh sudut terus terjadi selama mesin berputar sesuai dengan lebar bentangan.Kata Kunci: Offinasi, sudit patahan, kawat arkadion
Ketangguhan retak dinamik komposit gfrp sebagai bahan dasar pembuatan helmet industri Zu haimi
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1379

Abstract

AbstrakKetangguhan rertak komposit Glass Fiber Reinforcement Plastic (GERP) salah satu sifat-sifat mekanik yang perlu diketahui, terutama pada produk yang mengalami benruran seperti helmet industri. Dalam kajian ini, harga ketangguhan retak dinamik diperoleh melalui proses simulasi elemen hingga dan membandingkannya dengan hasil eksperimen yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Simulasi dilakukan melalui analisa dinamik menggunakan software MSC/NASTRAN dengan membentuk kontur spesimen setengah geometri untuk memudahkan proses analisa. Standar spesimen ASTM E-399 dengan ketebalan 4 mm yang terdiri dari susunan dua lapis serat penguat. Parameter ketangguhan retak ditentukan berdasarkan faktor intensitas leganan kritis (K)). Hasil simulasi menunjukkan harga ketangguhan retak sama dengan metode eksperimental dan dengan demikian cara simulasi juga memberikan tingkat akurasi yang tinggiKata kunci: Komposit GFRP, Ketangguhan retak. Simulasi elemen hingga
Analisis kegagalan pipa pecah2inch antara ko drum dan burn pit Akhyar Ibrahim
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v6i2.1371

Abstract

Analisa kegagalan dilakukan pada pipa penyalur amonia 2 inchi yang pecah, yang digunakan untuk memindahkan cairan amonia dari tangki KO tahap pertama ke tangki SMS (Steamer Tank) dan Burn pit di sebuah industri pupuk. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari lapangan, Inspeksi dan pengujian laboratorium, studi literatur maka dapat disimpulkan bahwa pipa ini pecah karena adanya tekanan dalam pipa yang tinggi dan amonia turut mempercepat penjalaran retak pada cacat lasan berbentuk undercut pada permukaan dalam pipa yang mengakibatkan sepanjang permukaan pipa pecah. Pipa 2 inchi API SL Sch 40 ini dibuat dengan proses seamless yang memiliki kelemahan struktur kristalografis dalam arah horizontal yang mengakibatkan pipa pecah dalam arah tersebut. Kombinasi cacat mikro, akibat mekanis dan metalurgis ini besar kemungkinan menjadi inisiasi retak. Pipa yang bertakik (ada inisiasi retak) tidak aman terhadap tekanan tinggi: dan demikian sebaliknya. Karena itu, direkomendasikanuntuk memantau pengelasan secara sempurna atau mengganti material yang dengan grade yang: lebih tinggi serta program perawatan harus diterapkan dengan baik. iKata kunci: Pipa, inspeksi, kegagalan,undercut
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0 Nawawi Juhan
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1376

Abstract

Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yang terdapat dalam lemari pengering, dimana temperatur udara panas pada rak-rak pengering yang bejauhan dengan sumber panas atau pada rak-rak makin ke atas semakin menurun. Jika ketidaksamaan temperatur fuida pengering pada setiap rak dalam lemari pengering tersebut tidak leratasi, maka hasil pengering akan menurun kualitasnya yang diakibatkan oleh tidak meratanya suhu pengering yang diterima setiap produk yang dikeringkan. Masalah ini diyakini dapat diatasi dengan menahan laju gas panas keluar dari ruang pengering dengan membuat sudut cerobong gas panas keluar yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan berapa sudut cerobong gas panas keluar peralatan pengering yang tepat sehingga didapat keseragaman temperatur di setiap rak yang terdapat dalam lemari pengering. Disamping itu juga untuk melihat pengaruh pengarah awal terhadap distribusi temperatur di dalam saluran peralatan pengering. Pengujiannya dilakukan . dengan membuat suatu sistem peralatan pengering dengan sistem aliran gas Panas alamiah, yang terdiri atas lima bagian utama yaitu ruang pembakaran, pengarah awal 2 buah tidak berlubang dan berlubang dibuat berbentuk V dengan sudut 3G, saluran aliran udara panas, ruang pengeringan dengan 7 buah rak pengeringan, dan cerobong 3 buah dengan sudut masing-masing 15”, 25”, dan 35” Pengkajian lebih laryut dilakukan terhadap karakteristik perpindahan panas dan pola aliran Nuida pada Ruang Sistem Pengering/Pengasapan untuk mendapatkan sistim dan peralatan pengering yang optimal dengan menggunakan energi bahan bakar dan temperatur yang lebih merata pada setiap rak di datam lemari pengering. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sudut cerobong sangat berpengaruh terhadap keseragaman distribusi temperature di dalam ruang pengering. Peralatan pengering dengan cerobong bersudut 15” dapat menghasikan. distribusi temperatur yang teratur, gradient temperature yang terjadi kecil di awal pemanasan dan setelah kestabilan tercapai distribusi temperature menjadi seragam di setiap rak dalam ruang pengering. Disamping itu Pengarah awal juga berpengaruh terhadap diistribusi di dalam saluran pemanas, dimana distribusi temperatur pada saluran pemanas dengan pengarah awal berlubang dan tidak berlubang sangat berbeda, ini disebabkan oleh pola aliran yang terjadi terutama pada sudut atap cerobong yang 15”. yang mana turbulensinya lebih besar dengan pengarah awal tidak berlubang. Karakteristik perpindahan panas yang terjadi seperti Grashof number, 'Rayleigh number, Nusselt number, dan koeffi. ien perpinduhan panas yang terjadi di dalam peralatan pengering dipengaruhi oleh ketinggian karakteristik, lebar karakteristik, dan geometri saluran (sudut saluran).Kata Kunci : Pengering Grashof Number, Rayleigh Number, Perpindahan Panas

Page 1 of 1 | Total Record : 7