cover
Contact Name
Julian Dwi Saptadi
Contact Email
julian.juli27@gmail.com
Phone
+6285753453577
Journal Mail Official
julian.juli27@gmail.com
Editorial Address
komp. Sumber Indah no.117, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM)
ISSN : 29880726     EISSN : 2985895X     DOI : https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.48
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) is a scientific journal that focuses on the science of Public Health. This journal contains Health Editorials, Literature Reviews, and Research Results in the field of public health such as Environmental Health, Occupational Health and Safety (OHS), Health Nutrition, Health Policy Administration, Epidemiology, Biostatistics and Population, Behavior and Health Promotion, Maternal Child Health and Reproductive Health.
Articles 88 Documents
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Tempe Murni Muchlar Yogyakarta Jefry Octaviano Rofa
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i3.18

Abstract

Latar Belakang: Berbagai risiko dari perkembangan industri dapat menyebabkan berbagai kasus kecelakaan hingga kematian. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam rangka pertimbangan dan penerapan dalam setiap kegiatan dalam pekerjaan karena memiliki dampak yang besar. Industri pembuatan tempe merupakan bidang usaha pangan informal dengan berbagai macam proses. Terdapat berbagai macam bahaya yang ditimbulkan seperti bahaya fisik, ergonomi, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Industri Tempe Murni Muchlar Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dalam penelitian adalah pengurus industri dan keseluruhan pekerja. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri berperan pernuh dalam menetapkan fokus penelitian. Alat penelitian yang digunakan lembar ceklist observasi dan panduan wawancara informan. Hasil Penelitian: Hasil identifikasi bahaya K3 terdapat 20 bahaya dan 20 risiko. Hasil penilaian risiko K3 didapatkan hasil bahwa risiko kaki terpotong dan luka bakar masuk dalam tingkat risiko sangat tinggi (Extreme). Pengendalian risiko K3 yang telah dilakukan yaitu menyediakan air minum dan APAR. Rekomendasi pengendalian antara lain menyediakan APD, ventilasi, alat nanometer, dan peregangan otot, serta housekeeping. Kesimpulan: Analisis manajemen risiko K3 di Industri Tempe Murni Muchlar belum pernah dilakukan. Upaya pengendalian dari pihak pengurus industri masih belum optimal.
Analisis Risiko K3 pada Aktivitas Pembuatan Pagar di Bengkel Las Makmur Jaya Kabupaten Cilacap Dyah Nur Indah Sari; Julian Dwi Saptadi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.21

Abstract

Manajemen risiko K3 merupakan usaha untuk mengelola risiko K3 untuk mencegah kecelakaan kerja secara sistematis dan terstruktur. Pencegahan risiko kecelakaan kerja dapat menggunakan metode HIRADC. Bengkel Las Makmur Jaya merupakan usaha bidang sektor informal yang bergerak dibidang fabrikasi. Selama proses pembuatan pagar berlangsung, terdapat beberapa aktifitas seperti penggerindaan, pengelasan, pengecatan. Tingkat kesadaran para pekerja dalam penggunaan APD dinilai masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bahaya dan risiko K3 pada proses pembuatan pagar di Bengkel Las Makmur Jaya. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Bahaya yang ditimbulkan saat proses pembuatan pagar ialah bahaya ergonomi, radiasi, listrik, mekanik, asap dan gas, fisika, kimiawi, api/panas,dan bahaya debu. Hasil penilaian risiko proses pembuatan pagar ialah terdapat 18 risiko rendah, 26 risiko sedang dan 21 risiko tinggi. Pengendalian yang telah dilakukan oleh Bengkel Las Makmur Jaya ialah pengendalian administratif dan penggunaan APD. Pembuatan pagar terdapat 4 tahapan, dengan jumlah tingkat risiko yang berbeda pada tiap tahapannya. Tahap pra-fabrikasi terdapat 2 risiko rendah, tahap fabrikasi 7 risiko rendah, 8 risiko sedang dan 5 risiko tinggi, tahap pemasangan pagar dengan 9 risiko rendah, 16 risiko sedang dan 15 risiko tinggi, tahap finishing 2 risiko sedang dan 1 risiko tinggi
Analisis Penerapan Program Keselamatan Kerja PT. Proyek Pembangunan Gedung Pusat Pengujian, Pengembangan Inovasi (P31) Diah Safitri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.22

Abstract

PT. Adhi Karya already had various K3 programs. In the implementation, there were still shortcomings and there were still work accidents. With the existing work program, the researcher wants to analyze further regarding the implementation of the Occupational Safety and Health program at PT. Adhi Karya Building Project for the Testing and Innovation Development Center (P3I) Universitas Gadjah Mada. The research conducted last was a qualitative research that uses a descriptive qualitative design. This study uses a case study design or case study. The informants interviewed consisted of 2 key informants and 4 triangular informants. Informants were selected using purposive sampling technique.The results of the research that has been done show that PT. Adhi Karya has a fairly good planning, the planning is carried out in accordance with the standards of the Permenaker No. 5 of 2018. There are shortcomings in the implementation of K3, namely the uneven distribution of K3 training provided to workers, and the implementation of the program is not in accordance with the planned schedule. The inspection is classified as good, this is indicated by the complete monthly report and routine K3 monitoring is carried out every day. The action is considered good, the company firmly gives warnings to workers who violate the K3 program. Planning, inspection and actions related to the K3 program are considered good, there are deficiencies in the implementation of the K3 program.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja di Pabrik Tahu Tugumulyo Sumatera Selatan Meliyanto Taufik Mustakim
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.23

Abstract

Pabrik tahu Tugumulyo, Sumatera Selatan merupakan industri yang sudah beroperasi sejak tahun 2014 yang bergerak dibidang produksi tahu dan memiliki 4 orang pekerja. Selain menimbulkan dampak yang positif, pabrik tahu yang aktif beroperasi ini juga menimbulkan dampak yang negatif terutama bagi pekerja di sana. Di industri produksi makanan rentan terjadi kecelakaan yang menimpa pekerja dikarenakan potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja dan berisiko mengakibatkan kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 25 Maret 2022 dari hasil pengamatan ditemukan beberapa permasalahan, salah satunya pada saat bekerja mereka mengalami cidera ringan, terpleset dan terluka yang diakibatkan kurangnya hati-hati dalam bekerja serta kondisi lingkungan kerja yang terlihat tidak baik seperti lantai yang licin, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri salah seperti Apron, sepatu boot dan sarung tangan. Sedangkan Sikap juga berpengaruh terhadap perilaku tidak aman karena kurangnya kepedulian pekerja terhadap keselamatan diri sendiri sehingga mudah terjadinya kecelakaan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah observasional. Proses penilaian risiko mengacu pada Construction Industry Standard 25:2018. Identifikasi risiko dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode ini dimulai dengan mengklasifikasikan aktivitas kerja, mengidentifikasi kemungkinan bahaya yang terjadi di tempat kerja kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko lalu memberikan rekomendasi pengendalian bahaya dan risiko sehingga diharapkan dapat meminimalisir tingkat risiko. Subjek pada penelitian kali ini berjumlah 3 orangpekerja. Pemilihan informan pada penelitian ini yaitu dipilih dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Penilaian risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control pada proses produksi Tahu di Pabrik Tugumulyo terdapat 12 sumber bahaya tingkat low, 26 sumber bahaya tingkat medium dan 2 sumber bahaya tingkat high. Aktivitas kerja perebusan dan penggorengan memiliki sumber bayaha yang berada pada tingkat risiko high yaitu suhu lingkungan kerja yang tinggi, sementara sumber bahaya yang terdapat hampir disemua aktivitas kerja adalah lantai yang licin dan basah. Pada proses pembuatan Tahu di Pabrik Tahu Tugumulyo Sumatera Selatan terdapat 6 sumber bahaya yaitu physical hazard, mechanical hazard, ergonomic hazard, electricity hazard, sound hazard, dan vibration hazard. Pengendalian risiko sementara yang dapat diterapkan yaitu Engineering controls pada sebagian peralatan produksi serta penggunaan PPE controls berupa sepatu boot dan apron. Rekomendasi pengendalian yang dibuat pada manajemen risiko berupa Elimination, Substitution, Engineering controls, Administrative controls, dan Personal protective equipment (PPE).
Hubungan Antara Postur Kerja, Umur, Masa Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Tatik Wildasari; Rizki Eko Nurcahyo
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.24

Abstract

Musculoskeletal Disorders adalah gangguan yang dialami seseorang dari keluhan ringan hingga nyeri parah pada bagian persendian, syaraf, otot dan tulang. belakang akibatt pekerjaan yang tidak alamiah. Hasil studi pendahuluan pada CV. Sada Wahyu didapatkan pekerja mengalami keluhan pada 9 bagian tubuh utama. Hal ini terjadi karena posisi punggung yang membungkuk sudut 88?selama bekerja, proses kerja yang dilakukan berulang dengan waktu yang lama. Umur pekerja rata-rata berumur ?35 tahun dan masa kerja rata-rata ?5 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan postur kerja, umur dan masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja di CV. Sada Wahyu Bantul, Yogyakarta. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan rancangan peneltian cross sectional. Sampel berjumlah 42 orang. Teknik sampling menggunakan totality sampling. Instrumen menganalisis postur kerja terhadap kejadian keluhan Musculoskeletal Disorders adalah lembar Rapid Entrie Body Assessment. Untuk melihat keluhan Musculoskeletal Disorders menggunakan lembar Nordic Body Map. Analisis data uji chi square. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja p-value (0,033<0,05). Ada hubungan antara umur dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja p-value (0,012< 0,05), dan ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja p-value(0,009< 0,05). Terdapat hubungan secara statistik antara postur kerja, umur dan masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja CV. Sada Wahyu kabupaten Bantul.
Analisis Kualitas Pencahayaan Ruang Dokter Gigi Sesuai Peraturan Indonesia di Klinik Rizky Eko Nurcahyo
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.25

Abstract

Penerangan yang kurang memadai merupakan penyebab tunggal 5% kecelakaan industri, dan salah satu penyebab dari 20% lebih gangguan pada mata. Perbaikan pencahayaan ditempat kerja meningkatkan kondisi kerja dan produktivitas, hal ini menandakan pencahayaan yang baik di beberapa tempat kerja menghasilkan peningkatan 10% produktivitas dan pengurangan kesalahan sebesar 30%. Ketegangan mata, kelelahan mata, sakit kepala, stres, dan kecelakaan dapat disebabkan pencahayaan buruk di tempat kerja apabila dilihat dari perspektif pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode penelitian analisis deskriptif. Metode yang digunakan untuk menentukan partisipan yaitu menggunakan metode purposive sampling berjumlah 5 informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, pengukuran, wawancara, dan dokumentasi. Pengukuran didapatkan 5 titik pencahayaannya tidak sesuai standar. Pengukuran yang dilakukan pada titik diagonal dibawah lampu didapatkan nilai pengukuran dibawah standar, nilai terkecil sebesar 90 lux dan nilai terbesar sebesar 1282 lux. Pengukuran yang dilakukan pada titik tepat dibawah lampu didapatkan nilai pengukuran dibawah standar, nilainya sebesar 130 lux dan nilai terbesar yang mendekati standar sebesar 231 lux. Hasil pengukuran pada meja operasi dengan sistem pencahayaan setempat didapatkan cahaya pada titik tersebut melebihi ambang batas dengan jangkauan lampu ke permukaan meja operasi konstan. Intensitas pencahayaan ruang dokter gigi klinik kusma dental care 2 tidak memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku karena pada pengukuran di ruang jauh dari standar yaitu 500-1000 lux sedangkan di meja operasi sendiri diperoleh angka 33000 lux. dokter mengalami beberapa gejala gangguan penglihatan saat perawatan kepada pasien.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pengolahan Limbah Anorganik Fatma Rizqi Nuravida; Icha Maylasari
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.26

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk akan meningkatkan timbunan sampah serta menjadikan kasus dalam pengolahan limbah diantaranya jumlah sarana dan kualitas SDM kurang memadai, kurangnya pengaturan jam kerja, dan organisasi yang tidak terstruktur. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian Ini 1 informan kunci yaitu pemilik gudang dan 3 informan triangulasi yaitu sopir, pemilah dan pencacahan. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung dengan instrument tambahan lembar Hazard Identification Risk Assessment and Determine Control (HIRADC). Penelitian ini dilakukan di Gudang Pengolahan Limbah Desa Banjengan. Berdasarkan hasil analisis risiko menggunakan metode HIRADC pada aktvitas pengolahan limbah terdapat 7 bahaya teridentifikasi yaitu bahaya ergonomi, fisik, mekanik, kimia, biologi, gravitasi dan listrik. Hasil penilaiaian dan evaluasi risiko terdapat 41 risiko yaitu 1% risiko ekstrim, 9% risiko tinggi (tidak dapat diterima), 25% risiko menengah (dapat ditolerir) dan 4% risiko rendah (risiko dapat diterima). Rekomendasi pengendalian yang diberikan yaitu eliminasi, subtitusi, perancangan, administratif control, dan APD. Berdasarkan hasil penelitian terdapat berbagai macam bahaya dan risiko yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja.
Hubungan Durasi Kerja dan Usia Pekerja dengan Perasaan Kelelahan Kerja Nadya Indah Melani Fitriana
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.27

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor pekerjaan yang memiliki risiko terdapat kecelakaan maupun penyakit akibat kerja, salah satunya yaitu kelelahan kerja. Kelelahan kerja cenderung dapat menaikkan kecelakaan kerja sehingga dapat merugikan diri sendiri maupun instansi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara durasi kerja dan usia pekerja terhadap perasaan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi di proyek parkir elevated Kawasan TMII, Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik. Pemilihan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yang terdiri atas 120 sampel dari 120 populasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah pengisian kuesioner oleh masing-masing sampel. Uji yang digunakan yaitu uji Chi-square. Hasil uji Chi-square durasi kerja dengan perasaan kelelahan kerja yaitu 0,000 (< 0,05) dan usia pekerja dengan perasaan kelelahan kerja yaitu 0,000 (<0,05). Terdapat hubungan atau korelasi antara durasi kerja dan usia pekerja dengan perasaan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi proyek parkir (elevated) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pengrajin Tulakir Fiberglass Farah Malikaz Zumala
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.28

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah aspek penting yang harus diterapkan di semua tempat kerja, baik sektor formal maupun informal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 informan kunci dan 1 orang informan triangulasi. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control (HIRARC), dan lembar checklist. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil identifikasi bahaya ditemukan bahaya fisika, kimia, ergonomi, mekanik, listrik dan gravitasi. Hasil anilisis risiko ditemukan 54 risiko, kategori risiko rendah 9 (17%), kategori risiko sedang 37 (69%), dan kategori risiko tinggi 8 (15%). Risiko tinggi diantaranya sesak akibat bau kimia resin, iritasi kulit akibat bahan kimia katalis, tersayat cutter pada proses cetak, tergores alat (gerinda, router), gangguan pernafasan akibat debu fiberglass, nyeri otot, dan tersayat alat pemotong lakban. Pembuatan kerajinan fiberglass mengandung risiko rendah hingga tinggi. Upaya pengendalian risiko dapat dilakukan secara menyeluruh dengan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan APD.
Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas service mobil Icha Maylasari; Fatma Rizqi Nuravida
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.29

Abstract

Banyak sekali bahaya dan risiko pada aktivitas service dibengkel yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja di PT Borobudur Oto Mobil Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi, melakukan penialian risiko dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas service mobil di PT Borobudur Oto Mobil Yogyakarta. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung dengan bantuan lembar HIRARC. Penelitian ini dilakukan di PT Borobudur Oto Mobil Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis pada aktivitas service mobil terdapat bahaya mekanik,bahaya kimia dan bahaya fisikyang pekerja tegores, terjepit, terbentur, iritasi kulit (dermatitis) dan tertimpa peralatan kerja. Dari hasil penilaian risiko terdapat 29 risiko meliputi: risiko ektrim 24 %, risiko tinggi 45 %, risiko sedang 7% dan risiko rendah 24%. Rekomendasi pengendalian yang diberikan meliputi rekayasa teknik, administratif control dan alat pelindung diri (APD). Berdasarkan dari hasil penelitian terdapat berbagai macam bahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja seperti tegores, terjepit, terbentur, iritasi kulit (dermatitis) dan tertimpa peralatan kerja. Selain itu dari aktivitas service mobil tersebut terdapat risiko ekstrim, risiko tinggi, risiko sedang dan risiko rendah.