cover
Contact Name
Julian Dwi Saptadi
Contact Email
julian.juli27@gmail.com
Phone
+6285753453577
Journal Mail Official
julian.juli27@gmail.com
Editorial Address
komp. Sumber Indah no.117, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM)
ISSN : 29880726     EISSN : 2985895X     DOI : https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.48
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) is a scientific journal that focuses on the science of Public Health. This journal contains Health Editorials, Literature Reviews, and Research Results in the field of public health such as Environmental Health, Occupational Health and Safety (OHS), Health Nutrition, Health Policy Administration, Epidemiology, Biostatistics and Population, Behavior and Health Promotion, Maternal Child Health and Reproductive Health.
Articles 88 Documents
Penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan(SMKP) pada perusahaan tambang mineral PT XYZ (Nikel) di Sulawesi Tengah Reza, Faisal; Citra, Savitri; Prihaswan, Irawadi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/9cfytc47

Abstract

Sektor pertambangan mineral nikel di Indonesia memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian, khususnya di Sulawesi Tengah, tetapi disertai risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi. Regulasi seperti Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 mewajibkan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) untuk mengelola risiko secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SMKP di PT XYZ melalui audit internal, mengidentifikasi hambatan, dan memberikan rekomendasi perbaikan, mengingat gap penelitian pada studi spesifik di wilayah ini. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk eksplorasi mendalam, dengan lokasi di Kabupaten Morowali Utara. Data dikumpul melalui wawancara semi-struktural (3 manajer keselamatan, 5 pengawas, 10 operator), observasi lapangan dengan checklist, dan studi dokumen laporan audit. Pemilihan informan via purposive sampling; validasi dengan triangulasi dan member checking; analisis tematik dibantu NVivo, mengacu Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 Tahun 2018. Audit internal SMKP menunjukkan peningkatan kepatuhan dari 24,8% (2023) menjadi 43,3% (2024), dengan temuan mayor menurun dari 34 menjadi 22. Elemen rendah meliputi implementasi (27,4%) dan pemantauan (26,8%), sementara dokumentasi (91,7%) dan tinjauan manajemen (92,3%) mencapai nilai tinggi. Temuan utama: ketidaksesuaian prosedur, kurangnya pelatihan, dan housekeeping suboptimal. Peningkatan mencerminkan komitmen manajemen, namun capaian rendah disebabkan budaya keselamatan reaktif, keterbatasan SDM, dan prioritas ekonomi atas operasional. Dibandingkan best practice seperti PT Vale Indonesia (80% kepatuhan), rekomendasi meliputi pelatihan berkelanjutan, teknologi monitoring, dan penguatan komitmen puncak untuk mengurangi risiko kecelakaan hingga 30%–40%, mendukung operasi berkelanjutan.
Evaluasi kinerja keselamatan pertambangan berdasarkan KEPDIRJEN ESDM No 10 Tahun 2023 pada perusahaan pertambangan tambang nikel di Morowali Utara Reza, Faisal; Subekti, Hamzah
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/tqymdk19

Abstract

Industri pertambangan nikel di Indonesia memiliki risiko tinggi, dengan implementasi sistem manajemen keselamatan pertambangan (SMKP) yang masih rendah (kepatuhan 36,1% pada 2024), menyebabkan deviasi standar dan potensi kecelakaan berulang sesuai KEPDIRJEN ESDM No. 10/2023. Mengukur tingkat pencapaian budaya keselamatan pertambangan di PT XYZ (tambang nikel, Morowali Utara), mendeteksi deviasi, dan merumuskan rekomendasi perbaikan untuk pencegahan kecelakaan berkelanjutan. Pendekatan kualitatif dengan elemen deskriptif kuantitatif; sampel 200 karyawan dari populasi 836 menggunakan rumus Slovin; pengumpulan data melalui checklist penilaian KEPDIRJEN ESDM, observasi, wawancara, FGD, dan data sekunder; analisis tematik kualitatif dan deskriptif kuantitatif (persentase, scoring). Pencapaian keseluruhan 0,65 (kategori reaktif); kekuatan pada tanggung jawab pimpinan (ACHV 0,23/0,35), kelemahan pada partisipasi pekerja (0,10/0,15), analisis kecelakaan (0,14/0,20), dan pengendalian (0,18/0,30); maturitas budaya keselamatan sedang, dengan risiko kecelakaan berulang. Diperlukan perbaikan proaktif melalui program partisipasi pekerja, audit rutin, dan integrasi teknologi; rekomendasi untuk perusahaan meliputi pelatihan rutin dan monitoring digital, sementara pemerintah disarankan revisi regulasi dan audit eksternal untuk meningkatkan maturitas industri ke tingkat proaktif.
Studi Epidemiologi: Determinan Faktor Perilaku Diet Hipertensi Pada Lansia di UPTD Puskesmas Sukawati II Sutini, Ni Kadek; Suyasa, I Gede Putu Darma; Kamaryati, Ni Putu; Cahyani, Kadek Indra
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/k87hvm84

Abstract

Hipertensi tidak dikontrol khususnya pada lansia berisiko menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal. Diet hipertensi dianjurkan bagi penderita untuk membantu mengontrol tekanan darah sebagai bagian dari perawatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan faktor yang berhubungan kuat dengan perilaku diet hipertensi pada lansia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 162 orang lansia menderita hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukawati II yang diambil dengan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Uji Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan masing-masing variable penelitian dan regresi logistic dengan metode backward LR digunakan untuk menganalisis determinan faktor perilaku diet lansia. Data dianalisis mengunakan SPSS versi 20. Penelitian telah mendapatkan kelaikan etik dari Komisi Etik ITEKES Bali. Determinan faktor perilaku diet hipertensi lansia adalah pendidikan (p=0,002), berarti bahwa lansia yang memiliki riwayat pendidikan rendah berisiko 4,15 kali menunjukkan perilaku diet hipertensi yang buruk dibandingkan dengan lansia dengan riwayat pendidikan tinggi dan pengetahuan (p= <0,001), berarti bahwa lansia yang memiliki pengetahuan tinggi menurunkan risiko 0,18 kali melakukan perilaku diet yang buruk dibandingkan dengan lansia yang memiliki pengetahuan rendah. Riwayat pendidikan dan pengetahuan merupakan determinan faktor dari perilaku diet hipertensi lansia. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan penderita hipertensi melalui edukasi khususnya pada lansia dengan riwayat pendidikan rendah untuk merubah perilaku dietnya.
Hubungan asupan cairan, indeks massa tubuh, usia dengan status hidrasi pada pekerja bangunan di jakarta tahun 2025 Alvina, Alvina; Surya Zahira, Baitya Ananda
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/gtgzj727

Abstract

Pekerja bangunan rentan mengalami dehidrasi akibat paparan panas dan aktivitas fisik berat di lingkungan kerja. Status hidrasi yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan menurunkan produktivitas. Berdasarkan studi The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2020, sekitar 46,1% dari 1.200 orang di Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Asupan cairan yang adekuat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan cairan, IMT, usia dengan status hidrasi pada pekerja bangunan. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional pada 100 responden. Data dikumpukan melalui wawancara, formulir food recall 1x24 jam serta pemeriksaan berat jenis urin untuk menilai status hidrasi. Data dianalisis menggunakan uji Spearman dengan tingkat kemaknaan < 0,05. Rerata usia responden adalah 33,60 ± 9,87 tahun, rerata IMT adalah 23,30 ± 4,32 Kg/m2, rerata asupan cairan 1773 ± 789 ml, dan rerata status hidrasi 1027 ± 6 g/dl. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia, IMT dengan status hidrasi. Namun, terdapat hubungan bermakna antara asupan cairan dengan status hidrasi (p=0,002). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan bermakna antara usia dan IMT dengan status hidrasi tetapi terdapat hubungan bermakna antara asupan cairan dengan status hidrasi pada pekerja pekerja bangunan. Keterbatasan pada penelitian ini tidak meneliti faktor risiko lain yang dapat memengaruhi status hidrasi seperti aktivitas fisik, durasi kerja, dan suhu iklim lingkungan tempat kerja. Diperlukan upaya edukasi terkait pentingnya konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan kualitas hidup pekerja serta pentingnya penyediaan akses tempat air minum yang cukup terjangkau oleh para pekerja di lokasi kerja
Faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Mamberamo Raya Ayomi, Mina; Mambrasar, Elsa; Allo Bella, Sarni Rante; Yuliana Hakubun, Maria Cornelia; Rumbiak, Helmin; Theresia Irap, Ferdinanda
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/yvtg0156

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Trimuris Kabupaten Mamberamo Raya. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional study.Populasi pada penelitian keluarga yang memiliki balita yang berada di wilayah Puskesmas Trimuris dan sampel penelitian berjumlah 80 sampel. Sampel diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square) dengan derajat kemaknaan (p) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45 responden (56,3%) dengan pengetahuan kurang, 33 responden (41,2%) tidak memenuhi syarat air bersih, 47 responden (58,8%) tidak cuci tangan pakai sabun, 48 responden (60,0%) tidak memenuhi syarat jamban sehat, 46 respoden (57,5%) tidak mendapatkan dukungan keluarga, 38 responden (47,5%) memiliki kesulitan menuju akses pelayanan kesehatan. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (P=0,002), Air bersih (P=0,001), Cuci tangan pakai sabun (P=0,001), jamban sehat (P=0,001), dukungan keluarga (P=0,001), dan akses pelayanan kesehatan (P=0,001) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Trimuris Kabupaten Mamberamo Raya.
Gambaran tingkat pengetahuan vitamin D dan paparan sinar matahari pada mahasiswa gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu tahun 2025 Salsabila, Audi Nurul; Simanjuntak, Betty Yosephin; Natan, Okdi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/0bp20764

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis, tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat termasuk mahasiswa mengalami defisiensi vitamin D. Penyebab kekurangan vitamin D antara lain menghindari paparan sinar matahari, rendahnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, yang di dukung oleh kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan vitamin D dan paparan sinar matahari pada mahasiswa program studi diploma tiga Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Jenis penelitian adalah deskriptif dlakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2025 dengan 160 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Data tingkat pengetahuan vitamin D dan paparan sinar matahari dikumpulkan dengan menjawab 15 soal pertanyaan dimana skor ≤ 55% pengetahuan kurang, 56 – 75 % pengetahuan cukup, dan ≥ 76 % pengetahuan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 53 mahasiswa (35,3%) memiliki pengetahuan kurang tentang vitamin D dan 75 mahasiswa (50,0%) kurang memahami paparan sinar matahari. Sebagian besar mahasiswa Jurusan Gizi masih memiliki pengetahuan yang rendah terkait vitamin D dan paparan sinar matahari, sehingga diperlukan edukasi lebih intensif untuk meningkatakan kesehatan akan pentingnya vitamin D bagi kesehatan. Rata-rata mahasiswa kurang mengetahui tentang manfaat vitamin D untuk tubuh dan penggunaan tabir surya yang cukup bagi tubuh.
Implementasi sistem pengelolaan sampah berbasis 3R di TPS Nitikan, Kota Yogyakarta Ashbar, Azizati Najmi; Widiyanto, Agnes Fitria; Bangun, Septiono Bangun Sugiharto
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i.3

Abstract

Penutupan TPA Piyungan mengakibatkan desentralisasi pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengharuskan setiap kota dan kabupaten untuk mengolah sampah secara mandiri. Pengelolaan sampah secara mandiri di Kota Yogyakarta dilakukan dengan pengoptimalan TPS 3R. Salah satu TPS 3R di Yogyakarta yaitu TPS 3R Nitikan. Penelitian mendeskripsikan pengelolaan sampah di TPS 3R Nitikan Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara mendalam yang dilakukan kepada enam informan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Kota Yogyakarta mengatur pengelolaan sampah dengan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah dan mengatur pengelolaan sampah di TPS 3R dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 21 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penanganan Sampah, Perizinan Usaha Pengelolaan Sampah, dan Kompensasi Lingkungan. Lembaga yang mengelola TPS 3R Nitikan adalah DLH Kota Yogyakarta. Pengelolaan sampah di TPS 3R Nitikan terdiri dari kegiatan pengumpulan. pemilahan, dan pengolahan sampah. Pembiayaan di TPS 3R Nitikan bersumber dari APBD Kota Yogyakarta. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di TPS 3R Nitikan yaitu dalam pemilahan sampah dari sumbernya. Pengelolaan sampah di TPS 3R Nitikan sudah sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku dalam aspek ketentuan, kelembagaan, dan pembiayaan. Namun, kegiatan pemilahan sampah pada aspek teknis operasional dan aspek peran serta masyarakat belum sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku
Pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual di sekolah luar biasa kota Pontianak Jiu, Cau Kim; Ariyanti, Sri; Masdah, Siti; Herni Pertiwi, Gracia; Erin Sastrini, Yovita
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/wqneb281

Abstract

Temper tantrum adalah respons yang normal, namun bisa menjadi masalah jika tidak dikendalikan, terutama pada anak berkebutuhan khusus. Pada anak-anak dengan disabilitas intelektual, tantrum sering kali lebih intensif dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengatasi perilaku ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan time series design, dilakukan dengan satu kelompok eksperimen yang diberi intervensi hypnoparenting selama 6 hari dengan durasi 30-45 menit dan dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak disabilitas intellektual di salah satu SLB Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden 20 orang. Hasil uji wilcoxon didapatkan p-value = 0.000 lebih kecil dari ɑ = 0.05 jadi Ha diterima yang artinya ada pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual. Diharapkan orang tua dapat melanjutkan menerapkan hypnoparenting setiap hari kepada anak agar dapat mengontrol perilaku tantrum