cover
Contact Name
Julian Dwi Saptadi
Contact Email
julian.juli27@gmail.com
Phone
+6285753453577
Journal Mail Official
julian.juli27@gmail.com
Editorial Address
komp. Sumber Indah no.117, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM)
ISSN : 29880726     EISSN : 2985895X     DOI : https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.48
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) is a scientific journal that focuses on the science of Public Health. This journal contains Health Editorials, Literature Reviews, and Research Results in the field of public health such as Environmental Health, Occupational Health and Safety (OHS), Health Nutrition, Health Policy Administration, Epidemiology, Biostatistics and Population, Behavior and Health Promotion, Maternal Child Health and Reproductive Health.
Articles 88 Documents
Analisis Kualitas Pencahayaan Ruang Dokter Gigi Sesuai Peraturan Indonesia di Klinik Nurcahyo, Rizky Eko
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.25

Abstract

Penerangan yang kurang memadai merupakan penyebab tunggal 5% kecelakaan industri, dan salah satu penyebab dari 20% lebih gangguan pada mata. Perbaikan pencahayaan ditempat kerja meningkatkan kondisi kerja dan produktivitas, hal ini menandakan pencahayaan yang baik di beberapa tempat kerja menghasilkan peningkatan 10% produktivitas dan pengurangan kesalahan sebesar 30%. Ketegangan mata, kelelahan mata, sakit kepala, stres, dan kecelakaan dapat disebabkan pencahayaan buruk di tempat kerja apabila dilihat dari perspektif pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode penelitian analisis deskriptif. Metode yang digunakan untuk menentukan partisipan yaitu menggunakan metode purposive sampling berjumlah 5 informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, pengukuran, wawancara, dan dokumentasi. Pengukuran didapatkan 5 titik pencahayaannya tidak sesuai standar. Pengukuran yang dilakukan pada titik diagonal dibawah lampu didapatkan nilai pengukuran dibawah standar, nilai terkecil sebesar 90 lux dan nilai terbesar sebesar 1282 lux. Pengukuran yang dilakukan pada titik tepat dibawah lampu didapatkan nilai pengukuran dibawah standar, nilainya sebesar 130 lux dan nilai terbesar yang mendekati standar sebesar 231 lux. Hasil pengukuran pada meja operasi dengan sistem pencahayaan setempat didapatkan cahaya pada titik tersebut melebihi ambang batas dengan jangkauan lampu ke permukaan meja operasi konstan. Intensitas pencahayaan ruang dokter gigi klinik kusma dental care 2 tidak memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku karena pada pengukuran di ruang jauh dari standar yaitu 500-1000 lux sedangkan di meja operasi sendiri diperoleh angka 33000 lux. dokter mengalami beberapa gejala gangguan penglihatan saat perawatan kepada pasien.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pengolahan Limbah Anorganik Nuravida, Fatma Rizqi; Maylasari, Icha
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.26

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk akan meningkatkan timbunan sampah serta menjadikan kasus dalam pengolahan limbah diantaranya jumlah sarana dan kualitas SDM kurang memadai, kurangnya pengaturan jam kerja, dan organisasi yang tidak terstruktur. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian Ini 1 informan kunci yaitu pemilik gudang dan 3 informan triangulasi yaitu sopir, pemilah dan pencacahan. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung dengan instrument tambahan lembar Hazard Identification Risk Assessment and Determine Control (HIRADC). Penelitian ini dilakukan di Gudang Pengolahan Limbah Desa Banjengan. Berdasarkan hasil analisis risiko menggunakan metode HIRADC pada aktvitas pengolahan limbah terdapat 7 bahaya teridentifikasi yaitu bahaya ergonomi, fisik, mekanik, kimia, biologi, gravitasi dan listrik. Hasil penilaiaian dan evaluasi risiko terdapat 41 risiko yaitu 1% risiko ekstrim, 9% risiko tinggi (tidak dapat diterima), 25% risiko menengah (dapat ditolerir) dan 4% risiko rendah (risiko dapat diterima). Rekomendasi pengendalian yang diberikan yaitu eliminasi, subtitusi, perancangan, administratif control, dan APD. Berdasarkan hasil penelitian terdapat berbagai macam bahaya dan risiko yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja.
Hubungan Durasi Kerja dan Usia Pekerja dengan Perasaan Kelelahan Kerja Melani Fitriana, Nadya Indah
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.27

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor pekerjaan yang memiliki risiko terdapat kecelakaan maupun penyakit akibat kerja, salah satunya yaitu kelelahan kerja. Kelelahan kerja cenderung dapat menaikkan kecelakaan kerja sehingga dapat merugikan diri sendiri maupun instansi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara durasi kerja dan usia pekerja terhadap perasaan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi di proyek parkir elevated Kawasan TMII, Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik. Pemilihan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yang terdiri atas 120 sampel dari 120 populasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah pengisian kuesioner oleh masing-masing sampel. Uji yang digunakan yaitu uji Chi-square. Hasil uji Chi-square durasi kerja dengan perasaan kelelahan kerja yaitu 0,000 (< 0,05) dan usia pekerja dengan perasaan kelelahan kerja yaitu 0,000 (<0,05). Terdapat hubungan atau korelasi antara durasi kerja dan usia pekerja dengan perasaan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi proyek parkir (elevated) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pengrajin Tulakir Fiberglass Zumala, Farah Malikaz
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.28

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah aspek penting yang harus diterapkan di semua tempat kerja, baik sektor formal maupun informal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 informan kunci dan 1 orang informan triangulasi. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control (HIRARC), dan lembar checklist. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil identifikasi bahaya ditemukan bahaya fisika, kimia, ergonomi, mekanik, listrik dan gravitasi. Hasil anilisis risiko ditemukan 54 risiko, kategori risiko rendah 9 (17%), kategori risiko sedang 37 (69%), dan kategori risiko tinggi 8 (15%). Risiko tinggi diantaranya sesak akibat bau kimia resin, iritasi kulit akibat bahan kimia katalis, tersayat cutter pada proses cetak, tergores alat (gerinda, router), gangguan pernafasan akibat debu fiberglass, nyeri otot, dan tersayat alat pemotong lakban. Pembuatan kerajinan fiberglass mengandung risiko rendah hingga tinggi. Upaya pengendalian risiko dapat dilakukan secara menyeluruh dengan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan APD.
Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas service mobil Maylasari, Icha; Rizqi Nuravida, Fatma
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.29

Abstract

Banyak sekali bahaya dan risiko pada aktivitas service dibengkel yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja di PT Borobudur Oto Mobil Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi, melakukan penialian risiko dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas service mobil di PT Borobudur Oto Mobil Yogyakarta. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung dengan bantuan lembar HIRARC. Penelitian ini dilakukan di PT Borobudur Oto Mobil Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis pada aktivitas service mobil terdapat bahaya mekanik,bahaya kimia dan bahaya fisikyang pekerja tegores, terjepit, terbentur, iritasi kulit (dermatitis) dan tertimpa peralatan kerja. Dari hasil penilaian risiko terdapat 29 risiko meliputi: risiko ektrim 24 %, risiko tinggi 45 %, risiko sedang 7% dan risiko rendah 24%. Rekomendasi pengendalian yang diberikan meliputi rekayasa teknik, administratif control dan alat pelindung diri (APD). Berdasarkan dari hasil penelitian terdapat berbagai macam bahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja seperti tegores, terjepit, terbentur, iritasi kulit (dermatitis) dan tertimpa peralatan kerja. Selain itu dari aktivitas service mobil tersebut terdapat risiko ekstrim, risiko tinggi, risiko sedang dan risiko rendah.
Hubungan Tingkat Kebisingan Umur dan Perilaku Merokok dengan Peningkatan Tekanan Darah Amalia Rahmah, Lutfi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.30

Abstract

Paparan terhadap kebisingan merupakan salah satu aspek lingkungan kerja yang dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja, termasuk peningkatan risiko hipertensi. Penambahan faktor risiko seperti usia dan perilaku merokok dapat memperburuk situasi ini. Jenis pada penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel, berjumlah 35 orang. Pengukuran umur dan perilaku merokok menggunakan kuesioner, pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter, pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer aneroid. Hasil Uji statistik Fisher's Exact menunjukkan ada hubungan antara tingkat kebisingan dengan peningkatan tekanan darah pada Tenaga Kerja Pengolahan Kayu dengan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Ada hubungan antara umur dengan peningkatan tekanan darah pada Tenaga Kerja Pengolahan Kayu dengan nilai p-value 0,007 (p<0,05). Ada hubungan antara perilaku merokok dengan peningkatan tekanan darah pada Tenaga Kerja Pengolahan Kayu dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05).  Ada hubungan tingkat kebisingan, umur, dan perilaku merokok dengan peningkatan tekanan darah tenaga kerja di pengolahan kayu UD. Cahaya Alba.
Pengaruh stress kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai : literature review Silvi Aulia Rahmah; Andarini, Desheila; Anggraini, Rini; Idris, Haerawati
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/ggke2h70

Abstract

Tantangan yang dihadapi perusahaan di bidang sumber daya manusia adalah mencari cara untuk memitigasi dampak stres kerja sehingga meningkatkan motivasi kerja dan pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja pegawai untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk fokus pada karyawannya, memastikan kenyamanan dan kesejahteraan mereka, karena hal ini secara langsung mempengaruhi kinerja mereka. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review dari beberapa jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja, dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta motivasi kerja dapat memediasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. Hal lain yang dapat disimpulkan adalah stres memiliki dampak positif dan negatif. Motivasi kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan.
Literature Riview: Analisis Risiko Gangguan Perilaku Pada Anak HIV Positif dan HIV Negatif Yuli Kurniati
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/9s6jth92

Abstract

Anak adalah bagian dari populasi yang memiliki perlindungan khusus, di mana setiap anak harus menikmati keamanan sebagai haknya. Anak yang terinfeksi HIV berisiko mengalami gangguan psikologis karena efek langsung infeksi HIV terhadap struktur otak yang terkait dengan fungsi pengaturan emosi, perilaku, dan kognitif. Masalah neurologis dan neuropsikologis yang disebabkan oleh infeksi HIV telah diketahui selama beberapa dekade terakhir. Anak-anak yang terinfeksi HIV cenderung mengalami kesulitan belajar, gangguan perhatian, masalah perilaku, dan defisit kognitif. Adapun tujuan pada penelitian untuk menganalisis dan membandingkan risiko gangguan perilaku pada anak dengan HIV positif dan HIV negatif. Metode yang digunakan berupa literature review dari tiga database elektronik meliputi ScienceDirect, Google Scholar, dan Sci-hub. Penelitian ini didasarkan oleh pengkajian dari banyaknya artikel serta publikasi antara 2018-2023. Hasil yang diperoleh dari 15 artikel dalam literature riview disajikan dalam bentuk tabel yang sistematis dan menunjukkan adanya risiko gangguan perilaku yang diterima oleh anak dengan HIV positif lebih tinggi dibandingkan anak HIV negatif. Pengidap HIV/AIDS memiliki risiko dalam gangguan perilaku yaitu gangguan kesehatan mental yang berdampak terhadap kecemasan dan ketakutan untuk menjalani serangkaian pengobatan.
Hubungan Tingkat Kesehatan Emosional Mental Pada ADHA dan NON ADHA : Literature Review Monika, Salsabila; Andarini, Desheila; Idris, Haerawati; Anggreini, Rini
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/hdmbcd13

Abstract

Kondisi emosional mental yang baik tidak hanya mencakup ketahanan terhadap tekanan dan tantangan hidup, tetapi juga kemampuan untuk berperan aktif dalam masyarakat, menjalin hubungan yang sehat, dan meraih potensi penuh dalam berbagai aspek kehidupan. Anak-anak yang terinfeksi HIV seringkali mengalami hambatan dalam proses belajar, kesulitan dalam memusatkan perhatian, masalah perilaku, serta defisit kognitif. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan tingkat kesehatan emosional antara ADHA dan NON ADHA . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui tinjauan literatur dengan mengakses data dari empat database elektronik terkemuka, yaitu Elsevier, Google Scholar, ScienceDirect, dan Sci-Hub. Penelitian ini didasarkan pada tinjauan literatur yang mencakup artikel-artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu tahun 2018 hingga 2023. Hasil yang ditemukan dari analisis 25 artikel dan 15 artikel yang dianalisis dalam tinjauan literatur ini telah disusun secara sistematis dalam bentuk tabel. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kesehatan emosional antara ADHA dan NON ADHA. Lebih khusus lagi, ADHA cenderung memiliki tingkat kesehatan emosional yang lebih tinggi daripada NON ADHA
Analisis Faktor Resiko Prilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Pada Kasus ( DBD) : Literatur Riview Restu Wulandari, Anggun; Andarini, Desheilla; Idris, Haerawati; Anggraeni, Rini
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/g4mdta62

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang dialami negara tropis dan sebagian negara sub tropis adalah tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Demam Berdarah Dengue telah menjadi endemik di Indonesia.Tujuan dari kepenulisan ini ialah untuk mengenalisis factor resiko prilaku Masyarakat dalam pengendalian vector pada kasus (DBD).Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah penelusuran literatur reviuw dari 10 jurnal nasional dan 15 jurnal internasional yang bersumberkan dari beberapa web publikasi dengan tahun jurnal kisaran dari tahun 2018-2023.Hasil dari Penelitian ini ialah di dapatkan bahwa adanya faktor resiko yang muncuk di akibatkan dari prilaku Masyarakat dalam pengendalian vector pada kasus (DBD).Dapat di Simpulkan bahwa prilaku manusia bisa menjadi faktor resiko dalam kasus DBD serta ada beberapa cara yang berhubungan dengan prilaku manusia dalam pengendalian vektor pada kejadian (DBD).