cover
Contact Name
Julian Dwi Saptadi
Contact Email
julian.juli27@gmail.com
Phone
+6285753453577
Journal Mail Official
julian.juli27@gmail.com
Editorial Address
komp. Sumber Indah no.117, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM)
ISSN : 29880726     EISSN : 2985895X     DOI : https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.48
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) is a scientific journal that focuses on the science of Public Health. This journal contains Health Editorials, Literature Reviews, and Research Results in the field of public health such as Environmental Health, Occupational Health and Safety (OHS), Health Nutrition, Health Policy Administration, Epidemiology, Biostatistics and Population, Behavior and Health Promotion, Maternal Child Health and Reproductive Health.
Articles 88 Documents
Hubungan antara Beban Kerja Fisik dan Waktu Kerja dengan Perasaan Kelelahan pada Karyawan Dazzle Wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta Zulhadi, Zulhadi; Daniati, Amita
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i2.14

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan adalah bahaya keselamatan di tempat kerja dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Kelelahan yang terjadi secara terus menerus akan menjelma menjadi kelelahan kronis. Rasa lelah yang dialami penderita dapat terjadi sebelum melakukan pekerjaan, selama bekerja dan dapat terjadi setelah melakukan pekerjaan pada waktu sore hari. Kelelahan terjadi apabila beban kerja sebesar 30-40% dari kapasitas kerja dan pekerjaan statis yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Memperpanjang waktu kerja lebih dari kemampuan lama kerja akan timbul kecenderungan untuk terjadinya kelelahan. Pekerjaan apapun jenisnya akan menjadi beban bagi yang melakukan, baik itu beban kerja fisik ataupun mental. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah populasi 50 pekerja dan sampel 50 pekerja. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dan pengukuran denyut nadi dengan menggunakan stopwatch. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa beban kerja fisik dengan perasaan kelelahan didapat nilai p-value 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara beban kerja fisik dengan perasaan kelelahan. Sedangkan hubungan waktu kerja dengan perasaan kelelahan didapat nilai p-value 0,002 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara waktu kerja dengan perasaan kelelahan Kesimpulan: Ada hubungan antara waktu kerja dengan perasaan kelelahan, ada hubungan antara beban kerja fisik dengan perasaan kelelahan.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap dengan Safety Behavior pada Pekerja Workshop PT. Trasindo Murni Perkasa Kalimantan Timur Maulana, Adam; Fadillah, Wiga Welyusa
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i3.15

Abstract

Latar Belakang: Perilaku aman merupakan suatu hal yang kompleks. Ranah perilaku terdiri atas kognitif, afektif, dan psikomotor atau dalam bentuk yang lebih operasional dapat diukur dengan pengetahuan dan sikap. Hasil pengukuran pengetahuan dan ini dapat dijadikan sebuah acuan untuk pengambilan keputusan perusahaan dalam melakukan suatu manajemen K3 yang lebih baik agar safety behavior pekerja menjadi meningkat. Dengan berbagai risiko yang mengancam pekerja maka di perlukan perilaku keselamatan (safety behavior) dari para karyawan untuk dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan safety behavior pada pekerja workshop PT. Trasindo Murni Perkasa Kalimantan Timur. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian dilakukan di PT. Trasindo Murni Perkasa Kalimantan Timur. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah Purposive Sampling. Jumlah populasi 121 dan sampel sebanyak 60 pekerja workshop. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan secara statistik antara pengetahuan (p-value=0,000<a=0,05; PR=12,500; CI 95%=3,308-47,231) dan sikap (p-value=0,003<a=0,05; PR=5,403; CI 95%=1,738-16,791) dengan safety behavior pada pekerja workshop PT. Trasindo Murni Perkasa Kalimantan Timur. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan safety behavior pada pekerja workshop PT. Trasindo Murni Perksa Kalimantan Timur.
Analisis Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (Msds) pada Pekerja di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa GRHASIA Salsabila, Ade Yustika
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i3.16

Abstract

Latar Belakang: Kasus Musculoskeletal Disorders (MSDs) di tahun 2011 sebanyak 322.840 kasus dan terjadi peningkatan di tahun 2018 sebanyak 900.380 kasus Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pekerja ritel, manufaktur, perawatan kesehatan serta pekerja sosial menyumbang 50% dari semua kasus Musculoskeletal Disorders (MSDs) di sektor swasta. pekerja mengeluhkan nyeri pada bahu bagian kiri dan bahu bagian kanan serta nyeri pada punggung, hal ini disebabkan karena alat bantu kerja seperti troli digunakan secara bergantian sehingga pekerja ada yang mengangkat secara manual handling dalam proses produksi makanan pekerja di instalasi gizi harus berdiri dan jongkok saat memilih dan memilah bahan makanan, melakukan bergerakan tangan yang berulang-ulang saat memotong bahan makanan, serta mendorong troli untuk membawa makanan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja di instalasi gizi Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling untuk pengambilan sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 orang, untuk metode pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan lembar ceklis Nordic Body Map untuk melihat keluhan nyeri dibagian tubuh. Hasil: Analisis postur kerja pada pekerja di instalasi gizi telah dilakukan dengan metode REBA. Tingkat risiko pekerja di instalasi gizi secara keseluruhan mendapatkan tingkat risiko sangat tinggi sebanyak 4 (17,4%), tingkat risiko tinggi sebanyak 13 (56,5%), dan tingkat risiko sedang sebanyak 6 (26,1%). Kesimpulan: Tingkat risiko postur kerja pada tahapan kerja produksi, tahap peramu masak, dan tahap peramu saji di instalasi gizi Rumah Sakit Jiwa Grhasia mendapatkan tingkat risiko tinggi yang berisiko mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perasaan Kelelahan Kerja pada Pekerja di CV. Sada Wahyu Kabupaten Bantul Tahun 2021 Fataruba, Indah Dzil Arsyi; Aini, Nurma Mustika
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i3.17

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupaka kondisi utama disebabkan terjadinya kecelakaan, dan faktor kemampuan fisik yang lemah juga dapat mengurangi aktivitas kerja. Ada berbagai faktor kelelahan yang disebabkan oleh faktor internal yang berada di dalam tubuh seperti umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan status gizi, sedangkan faktor eksternal berupa waktu kerja, kerja bergilir, dan istirahat. Hal ini sangat mengandalkan kemampuan fisik pekerja untuk melakukan pekerjaan agar sesuai dengan target hal itu dapat membuat pekerja mengalami lelah bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di CV. Sada Wahyu. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif observasi analitik, memakai rancangan cross sectional dan sampel pekerja 42 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dan confident interval 95%. Alat penelitian menggunakan kuesioner IFRC, timbangan dan microtoice. Hasil: Hasil untuk analisis univariat dalam penelitian ini yaitu umur tua 27 orang (64,3%), jenis kelamin perempuan 25 orang (59,5%), masa kerja lama 25 orang (59,4%), status gizi overweight 22 orang (53,4%), dan kelelahan kerja tinggi 23 orang (54,8%). Hasil analisis bivariat yang didapatkan yaitu ada hubungan antara umur (p value 0,016 < ? 0,05), masa kerja (p value 0,008 < ? 0,05) dan status gizi (p value 0,006 < ? 0,05). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kelelahan kerja (p value 0,904 > ? 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kelelahan kerja.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Tempe Murni Muchlar Yogyakarta Rofa, Jefry Octaviano
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i3.18

Abstract

Latar Belakang: Berbagai risiko dari perkembangan industri dapat menyebabkan berbagai kasus kecelakaan hingga kematian. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam rangka pertimbangan dan penerapan dalam setiap kegiatan dalam pekerjaan karena memiliki dampak yang besar. Industri pembuatan tempe merupakan bidang usaha pangan informal dengan berbagai macam proses. Terdapat berbagai macam bahaya yang ditimbulkan seperti bahaya fisik, ergonomi, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Industri Tempe Murni Muchlar Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dalam penelitian adalah pengurus industri dan keseluruhan pekerja. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri berperan pernuh dalam menetapkan fokus penelitian. Alat penelitian yang digunakan lembar ceklist observasi dan panduan wawancara informan. Hasil Penelitian: Hasil identifikasi bahaya K3 terdapat 20 bahaya dan 20 risiko. Hasil penilaian risiko K3 didapatkan hasil bahwa risiko kaki terpotong dan luka bakar masuk dalam tingkat risiko sangat tinggi (Extreme). Pengendalian risiko K3 yang telah dilakukan yaitu menyediakan air minum dan APAR. Rekomendasi pengendalian antara lain menyediakan APD, ventilasi, alat nanometer, dan peregangan otot, serta housekeeping. Kesimpulan: Analisis manajemen risiko K3 di Industri Tempe Murni Muchlar belum pernah dilakukan. Upaya pengendalian dari pihak pengurus industri masih belum optimal.
Hubungan Shift Kerja dan Kelelahan Kerja dengan Tingkat Kinerja Driver Hauling CV.Lintas Fortuna Nusantara Fadillah, Wiga Welyusa
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i3.19

Abstract

Latar Belakang: Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pekerja dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berdasarkan data hasil observasi di CV. Lintas Fortuna Nusantara, pada tahun 2020 terjadi 7 kasus kecelakaan kerja pada driver hauling yang disebabkan oleh human error dan 3 diantaranya disebabkan oleh kelelahan fisik atau fatigue, dimana kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelelahan terjadi pada jam kerja malam atau shift 2 (18.00 – 06.00 WITA). Kelelahan kerja berkaitan erat dengan tingkat kinerja pekerja, menurunnya kinerja sama artinya dengan menurunnya produktivitas kerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan analitik observasional dengan menggunakan rancangan peneltian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh driver hauling di CV Lintas Fortuna Nusantara. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik quota sampling yang mana jumlah sampel sebanyak 70 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat (chi square). Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwasannya shift kerja dengan tingkat kinerja bermakna secara statistik (p=0,000;RP=0,074;95%CI=0,024-0,233) dan kelelahan berhubungan dengan tingkat kinerja (p=0,016).
Analisis Risiko K3 pada Aktivitas Pembuatan Pagar di Bengkel Las Makmur Jaya Kabupaten Cilacap Sari, Dyah Nur Indah; Saptadi, Julian Dwi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.21

Abstract

Manajemen risiko K3 merupakan usaha untuk mengelola risiko K3 untuk mencegah kecelakaan kerja secara sistematis dan terstruktur. Pencegahan risiko kecelakaan kerja dapat menggunakan metode HIRADC. Bengkel Las Makmur Jaya merupakan usaha bidang sektor informal yang bergerak dibidang fabrikasi. Selama proses pembuatan pagar berlangsung, terdapat beberapa aktifitas seperti penggerindaan, pengelasan, pengecatan. Tingkat kesadaran para pekerja dalam penggunaan APD dinilai masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bahaya dan risiko K3 pada proses pembuatan pagar di Bengkel Las Makmur Jaya. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Bahaya yang ditimbulkan saat proses pembuatan pagar ialah bahaya ergonomi, radiasi, listrik, mekanik, asap dan gas, fisika, kimiawi, api/panas,dan bahaya debu. Hasil penilaian risiko proses pembuatan pagar ialah terdapat 18 risiko rendah, 26 risiko sedang dan 21 risiko tinggi. Pengendalian yang telah dilakukan oleh Bengkel Las Makmur Jaya ialah pengendalian administratif dan penggunaan APD. Pembuatan pagar terdapat 4 tahapan, dengan jumlah tingkat risiko yang berbeda pada tiap tahapannya. Tahap pra-fabrikasi terdapat 2 risiko rendah, tahap fabrikasi 7 risiko rendah, 8 risiko sedang dan 5 risiko tinggi, tahap pemasangan pagar dengan 9 risiko rendah, 16 risiko sedang dan 15 risiko tinggi, tahap finishing 2 risiko sedang dan 1 risiko tinggi
Analisis Penerapan Program Keselamatan Kerja PT. Proyek Pembangunan Gedung Pusat Pengujian, Pengembangan Inovasi (P31) Safitri, Diah
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.22

Abstract

PT. Adhi Karya already had various K3 programs. In the implementation, there were still shortcomings and there were still work accidents. With the existing work program, the researcher wants to analyze further regarding the implementation of the Occupational Safety and Health program at PT. Adhi Karya Building Project for the Testing and Innovation Development Center (P3I) Universitas Gadjah Mada. The research conducted last was a qualitative research that uses a descriptive qualitative design. This study uses a case study design or case study. The informants interviewed consisted of 2 key informants and 4 triangular informants. Informants were selected using purposive sampling technique.The results of the research that has been done show that PT. Adhi Karya has a fairly good planning, the planning is carried out in accordance with the standards of the Permenaker No. 5 of 2018. There are shortcomings in the implementation of K3, namely the uneven distribution of K3 training provided to workers, and the implementation of the program is not in accordance with the planned schedule. The inspection is classified as good, this is indicated by the complete monthly report and routine K3 monitoring is carried out every day. The action is considered good, the company firmly gives warnings to workers who violate the K3 program. Planning, inspection and actions related to the K3 program are considered good, there are deficiencies in the implementation of the K3 program.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja di Pabrik Tahu Tugumulyo Sumatera Selatan Mustakim, Meliyanto Taufik
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.23

Abstract

Pabrik tahu Tugumulyo, Sumatera Selatan merupakan industri yang sudah beroperasi sejak tahun 2014 yang bergerak dibidang produksi tahu dan memiliki 4 orang pekerja. Selain menimbulkan dampak yang positif, pabrik tahu yang aktif beroperasi ini juga menimbulkan dampak yang negatif terutama bagi pekerja di sana. Di industri produksi makanan rentan terjadi kecelakaan yang menimpa pekerja dikarenakan potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja dan berisiko mengakibatkan kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 25 Maret 2022 dari hasil pengamatan ditemukan beberapa permasalahan, salah satunya pada saat bekerja mereka mengalami cidera ringan, terpleset dan terluka yang diakibatkan kurangnya hati-hati dalam bekerja serta kondisi lingkungan kerja yang terlihat tidak baik seperti lantai yang licin, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri salah seperti Apron, sepatu boot dan sarung tangan. Sedangkan Sikap juga berpengaruh terhadap perilaku tidak aman karena kurangnya kepedulian pekerja terhadap keselamatan diri sendiri sehingga mudah terjadinya kecelakaan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah observasional. Proses penilaian risiko mengacu pada Construction Industry Standard 25:2018. Identifikasi risiko dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode ini dimulai dengan mengklasifikasikan aktivitas kerja, mengidentifikasi kemungkinan bahaya yang terjadi di tempat kerja kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko lalu memberikan rekomendasi pengendalian bahaya dan risiko sehingga diharapkan dapat meminimalisir tingkat risiko. Subjek pada penelitian kali ini berjumlah 3 orangpekerja. Pemilihan informan pada penelitian ini yaitu dipilih dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Penilaian risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control pada proses produksi Tahu di Pabrik Tugumulyo terdapat 12 sumber bahaya tingkat low, 26 sumber bahaya tingkat medium dan 2 sumber bahaya tingkat high. Aktivitas kerja perebusan dan penggorengan memiliki sumber bayaha yang berada pada tingkat risiko high yaitu suhu lingkungan kerja yang tinggi, sementara sumber bahaya yang terdapat hampir disemua aktivitas kerja adalah lantai yang licin dan basah. Pada proses pembuatan Tahu di Pabrik Tahu Tugumulyo Sumatera Selatan terdapat 6 sumber bahaya yaitu physical hazard, mechanical hazard, ergonomic hazard, electricity hazard, sound hazard, dan vibration hazard. Pengendalian risiko sementara yang dapat diterapkan yaitu Engineering controls pada sebagian peralatan produksi serta penggunaan PPE controls berupa sepatu boot dan apron. Rekomendasi pengendalian yang dibuat pada manajemen risiko berupa Elimination, Substitution, Engineering controls, Administrative controls, dan Personal protective equipment (PPE).
Hubungan Antara Postur Kerja, Umur, Masa Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Wildasari, Tatik; Nurcahyo, Rizki Eko
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.24

Abstract

Musculoskeletal Disorders adalah gangguan yang dialami seseorang dari keluhan ringan hingga nyeri parah pada bagian persendian, syaraf, otot dan tulang. belakang akibatt pekerjaan yang tidak alamiah. Hasil studi pendahuluan pada CV. Sada Wahyu didapatkan pekerja mengalami keluhan pada 9 bagian tubuh utama. Hal ini terjadi karena posisi punggung yang membungkuk sudut 88?selama bekerja, proses kerja yang dilakukan berulang dengan waktu yang lama. Umur pekerja rata-rata berumur ?35 tahun dan masa kerja rata-rata ?5 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan postur kerja, umur dan masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja di CV. Sada Wahyu Bantul, Yogyakarta. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan rancangan peneltian cross sectional. Sampel berjumlah 42 orang. Teknik sampling menggunakan totality sampling. Instrumen menganalisis postur kerja terhadap kejadian keluhan Musculoskeletal Disorders adalah lembar Rapid Entrie Body Assessment. Untuk melihat keluhan Musculoskeletal Disorders menggunakan lembar Nordic Body Map. Analisis data uji chi square. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja p-value (0,033<0,05). Ada hubungan antara umur dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja p-value (0,012< 0,05), dan ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja p-value(0,009< 0,05). Terdapat hubungan secara statistik antara postur kerja, umur dan masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja CV. Sada Wahyu kabupaten Bantul.