cover
Contact Name
Julian Dwi Saptadi
Contact Email
julian.juli27@gmail.com
Phone
+6285753453577
Journal Mail Official
julian.juli27@gmail.com
Editorial Address
komp. Sumber Indah no.117, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM)
ISSN : 29880726     EISSN : 2985895X     DOI : https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.48
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) is a scientific journal that focuses on the science of Public Health. This journal contains Health Editorials, Literature Reviews, and Research Results in the field of public health such as Environmental Health, Occupational Health and Safety (OHS), Health Nutrition, Health Policy Administration, Epidemiology, Biostatistics and Population, Behavior and Health Promotion, Maternal Child Health and Reproductive Health.
Articles 88 Documents
Hubungan Tingkat Kebisingan Umur dan Perilaku Merokok dengan Peningkatan Tekanan Darah Lutfi Amalia Rahmah
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i2.30

Abstract

Paparan terhadap kebisingan merupakan salah satu aspek lingkungan kerja yang dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja, termasuk peningkatan risiko hipertensi. Penambahan faktor risiko seperti usia dan perilaku merokok dapat memperburuk situasi ini. Jenis pada penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel, berjumlah 35 orang. Pengukuran umur dan perilaku merokok menggunakan kuesioner, pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter, pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer aneroid. Hasil Uji statistik Fisher's Exact menunjukkan ada hubungan antara tingkat kebisingan dengan peningkatan tekanan darah pada Tenaga Kerja Pengolahan Kayu dengan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Ada hubungan antara umur dengan peningkatan tekanan darah pada Tenaga Kerja Pengolahan Kayu dengan nilai p-value 0,007 (p<0,05). Ada hubungan antara perilaku merokok dengan peningkatan tekanan darah pada Tenaga Kerja Pengolahan Kayu dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05).  Ada hubungan tingkat kebisingan, umur, dan perilaku merokok dengan peningkatan tekanan darah tenaga kerja di pengolahan kayu UD. Cahaya Alba.
Analisis Faktor Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan Keluhan MSDs Pada Buruh Gendong Perempuan Di Pasar Induk Giwangan Yogyakarta Wandya Puspitasari, Cipta; Dwi Saptadi, Julian
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.2

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis faktor risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan keluhan MSDs pada buruh gendong perempuan di pasar induk giwangan Yogyakarta dua faktor yang di analisis dalam penelitian ini adalah postur kerja dan masa kerja serta mengetahui keluhan MSDs pada buruh gendong perempuan di pasar induk giwangan Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan instrument penelitian yaitu Nordic Body Map untuk mengetahui keluhan MSDs serta Rapid Entiere Body Assesment untuk mengetahui postur kerja pada buruh gendong perempuan di pasar induk giwangan Yogyakarta. Data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder dengan 7 informan. Masa kerja buruh gendong perempuan pasar induk giwangan Yogyakarta >10 tahun bekerja sebagai buruh gendong dan masa kerja paling lama yaitu 40 tahun menjadi buruh gendong. Postur kerja buruh gendong pasar induk giwangan Yogyakarta jika diukur dengan REBA hasil adalah highr risk/risiko tinggi. Keluhan paling banyak dirasakan oleh buruh gendong pasar induk giwangan yaitu kaki,dan punggung.
Hubungan Antara Kualitas Tidur, Beban Kerja Fisik Terhadap Perasaan Kelelahan Kerja Pada Perawat Rawat Inap Kelas 3 Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Luluk Wijanarti, Hanjar; Dwi Ayu Anisyah, Tesha
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.3

Abstract

Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan salah satu efek kesehatan dan keselamatan yang dapat terjadi pada pekerja. Akibat dari gangguan tidur yang berkepanjangan akan dapat merubah siklus tidur biologiknya, daya tahan tubuh dan prestasi kerja akan menurun, mudah tersinggung, depresi, kurang konsentrasi, kelelahan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keselamatan diri sendiri atau orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur, beban kerja fisik terhadap perasaan kelelahan kerja pada perawat rawat inap kelas 3 di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 44 perawat menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dan pengukuran denyut nadi. Analisis data dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan perasaan kelalahan kerja karena (P value = 0.001<0.05), ada hubungan antara beban kerja fisik dengan perasaan kelelahan kerja karena (P value = 0.009<0.05).
Hubungan Tekanan Panas, Umur dan Jenis Kelamin Terhadap Perasaan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Produksi Arang Briket Di CV Harico Serut Madurejo Prambanan Sleman Yogyakarta Edward, Kirana
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.4

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan dapat diartikan sebagai rasa lelah saat bekerja, penurunan hasil kerja atau produktivitas kerja, dan penurunan persiapan kerja yang dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kerja dan imunitas fisik. CV Harico adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan arang briket berdiri sejak tahun 2017. Keadaan suhu ruangan yang bersuhu >31ºC yang ada ditempat kerja CV Harico menurut pendapat beberapa pekerja yang telah di wawancara, para pekerja tersebut mengeluh merasakan panas sehingga menyebabkan kelelahan kerja. Penelitian ini memiliki mayoritas responden yang berusia 20-50 tahun yang berjumlah 30 tenaga kerja bagian produksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tekanan panas, umur dan jenis kelamin terhadap perasaan kelelahan kerja di CV Harico Serut Madurejo. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di CV Harico Serut Madurejo Prambanan Sleman Yogyakarta dengan jumlah responden 30 pekerja dengan total sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariate. Alat yang digunakan yaitu, kuesioner dan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara tekanan panas dengan perasaan kelelahan kerja (p-value = 0,002 < 0,05), terdapat hubungan antara umur dengan perasaan kelelahan kerja (p-value = 0,024 < 0,05), dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan perasaan kelelahan kerja (p-value = 0,176 > 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan tekanan panas dan umur dengan perasaan kelelahan kerja. Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan perasaan kelelahan kerja.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di PT. Heraton Craft Yogyakarta Novendri, Wido
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.5

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja timbul dikarenakan adanya hazard yang tidak terkendali di lingkungan kerja. Upaya pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengetahui risiko yang ada, salah satunya dengan menggunakan teknik Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Dalam industri kulit semua proses produksi yang dilakukan mulai dari pemotongan, pewarnaan, pengeringan, pemberian lubang pada kulit, dan penjahitan tidak luput akan ancaman bahaya dan risiko yang bisa menyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja dan menimbulkan dampak yang sangat besar baik bagi tenaga kerja maupun bagi perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang yaitu 5 pekerja dan 1 pihak pengelola. Hasil: Bahaya yang terdapat pada proses pembuatan tas dan dompet kulit yaitu bahaya mekanik, kimia, fisik, electrical dan ergonomi. Hasil penilaian risiko yang di peroleh yaitu 2 aktivitas pekerjaan memiliki risiko tinggi (high risk), 12 aktivitas pekerjaan memiliki risiko sedang (moderate risk) dan 6 aktivitas pekerjaan memiliki risiko rendah (low risk). Pengendalian risiko yang di terapkan Heraton Craft yaitu Alat Pelindung Diri (APD).
Hubungan Antara Umur, Masa Kerja dan Beban Kerja Fisik dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Pabrik Kerupuk Subur dan Pabrik Kerupuk Sahara Di Yogyakarta Rusila, Yustika; Edward, Kirana
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.6

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan menunjukkan penurunan daya kerja dan ketahanan tubuh untuk bekerja. Penelitian ini dilakukan pada pekerja pabrik kerupuk Subur dan pabrik kerupuk Sahara di Yogyakarta, pekerja di tempat tersebut mayoritas berusia 20-47 tahun dengan mayoritas masa kerja >5 tahun serta pekerja yang mengandalkan kekuatan fisik pekerja diharuskan bekerja sesuai target yang memicu pekerja mengalami kelelahan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan sampel 32 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah totality sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner IFRC yang diadopsi dari buku Tarwaka dan Oximeter. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi-square. Hasil: Hasil univariat umur muda yaitu 22 orang (68,8%), masa kerja lama yaitu 20 orang (62,5%), beban kerja ringan yaitu 18 orang (56,2%), kelelahan kerja kategori berat yaitu 19 orang (59,4%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara umur (p-value 0,047 < 0,05), masa kerja (p-value 0,007 < 0,05) dan beban kerja fisik (p-value 0,021 < 0,05) dengan kelelahan kerja pada pekerja di pabrik kerupuk Subur dan pabrik kerupuk Sahara di Yogyakarta. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja di pabrik kerupuk Subur dan pabrik kerupuk Sahara di Yogyakarta.
Analisis Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Penerapan Pp 50 Tahun 2012 di Pt Inti Kota Bandung Nurmaningsih, Nurmaningsih
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i2.8

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kecelakaan kerja di Indonesia pada tahun 2020 terdapat 177.000 kasus, adapun kecelakaan kerja di Jawa Barat 2020 terdapat 35.291 kasus, sedangkan angka kecelakaan kerja di Kota Bandung pada Tahun 2020 meningkat menjadi 108.573 kasus. PT INTI termasuk perusahaan yang mencapai zero accident. PT INTI juga sudah dilakukan sertifikasi 166 kriteria akan tetapi pada saat itu terdapat minor peninjauan ulang desain dan kontrak, permasalahannya yaitu belum terdapat dokumentasi hasil Analisa data Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Prasarana dan sarana yang perlu dirawat, diperbaiki dan diganti. Metode: Peneliti ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari partisipan atau perilaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif akan lebih mendorong pada pencapaian data yang bersifat lebih mendalam terutama dengan keterlibatan peneliti sendiri di lapangan. Hasil: Pada pada hasil audit Tahun 2020 permasalahan yang terdapat di perusahaan yaitu belum terdapat data dokumentasi hasil Analisa data K3, belum melakukan revisi terhadap dokumen, & ditemukan item didalam kotak P3K yang sudah kadaluwarsa. Hasil wawancara & Check list yang dilakukan oleh peneliti masih terdapat perbedaan pendapat Informan Kunci dan Informan Triangulasi dan masih terdapat minor terkait Prasarana dan sarana di perusahaan. Kesimpulan: Dokumentasi & prasarana dan sarana K3 di PT INTI Kota Bandung sudah terimpementasi dengan baik secara umum namun masih terdapat beberapa minor yang didapat dari hasil wawancara dan checklist dan masih terdapat prasarana dan sarana yang perlu digaris bawahi sehingga perlu diganti, diperbaiki atau dirawat.
Analisis Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Full Body Harness pada Pekerja Pln Ulp Amuntai Tahun 2020 Daniati, Amita; Fadilla, Wiga Welyusa
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i2.11

Abstract

Latar Belakang : Green menyatakan bahwa perilaku kepatuhan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, yang pertama yaitu faktor predisposisi (predisposing factor) yang meliputi usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, sistem budaya, serta tingkat pendidikan. Faktor kedua yaitu faktor pemungkin (enabling factor) yang mencakup sarana dan prasarana/fasilitas. Faktor ketiga yaitu faktor penguat (reinforcing factor) yang meliputi sikap pekerja, dan peraturan yang berlaku. Berdasarkan study observasi yang peneliti lakukan pada tanggal 24 April 2020. Ditemukan permasalahan mengenai FBH yaitu kurangnya kedisiplinan dan komitmen dalam penggunaan FBH, SDM belum sepenuhnya aware terhadap penggunaan FBH, belum semua teredukasi terkait perbedaan safety belt dengan FBH, serta masih banyak pekerjaan atau titik lokasi pekerjaan tidak sebanding dengan penyediaan peralatan FBH. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD FBH pada pekerja PLN ULP Amuntai tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik, yang dilakukan untuk memperoleh analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan penggunaan APD FBH pada pekerja PLN ULP Amuntai tahun 2020. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 35 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square. Hasil : Hasil uji statistik Fisher’s Exact menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan terakhir dengan kepatuhan penggunaan APD FBH, dengan nilai (p-value = 1,000). Hasil uji statistik Fisher’s Exact menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD FBH, dengan nilai (p-value = 0,499). Hasil uji statistik Fisher’s Exact menunjukkan ada hubungan antara kelengkapan APD FBH dengan kepatuhan penggunaan APD FBH, dengan nilai (p-value = 0,035). Hasil uji statistik Fisher’s Exact menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD FBH, dengan nilai (p-value = 1,000). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara kepatuhan penggunaan APD FBH dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan pengawasan. Ada hubungan antara kelengkapan APD FBH dengan kepatuhan penggunaan APD FBH.
Analisis Beban Kerja Fisik dan Stres Kerja pada Supir Bus Akap (Antar Kota Antar Provinsi) Jurusan Yogyakarta-Surabaya di Terminal Giwangan Yogyakarta Rohmah, Nindia Nur; Zulhadi, Zulhadi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i2.12

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan moda transportasi dewasa ini semakin pesat. Semakin berkembangnya transportasi diikuti dengan pertumbuhan penduduk. Salah satu transportasi yang berkembang adalah bus AKAP (antar kota antar provinsi). Bus AKAP beroprasi selama 24 jam tanpa henti untuk membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Namun, hal ini dapat berpengaruh terhadap timbulnya permasalahan seperti beban kerja fisik dan stres kerja pada supir bus. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis beban kerja fisik dan stres kerja pada supir bus AKAP (antar kota antar provinsi) jurusan Yogyakarta-Surabaya di Terminal Giwangan Yogyakarta. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara, observasi langsung, dan pengukuran denyut nadi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dengan wawancara, observasi dan pengukuran denyut nadi. Hasil: Supir bus AKAP (antar kota antar provinsi) jurusan Yogyakarta-Surabaya dalam hal ini bus Selamat Sugeng Rahayu, diperoleh hasil beban kerja fisik dengan pengukuran denyut nadi supir bus memerlukan perbaikan. Perbaikan yang harus dilakukan dengan pengaturan shift kerja. Sedangkan stres kerja pada supir bus, supir bus ada yang mengalami stres kerja disebabkan oleh kemacetan yang terjadi di jalan raya, tidak adanya pengaturan shift kerja dan lamanya mengemudi. Di terminal Giwangan oleh pihak pengelola telah disediakan pos kesehatan yang berguna untuk membantu supir bus saat mengalami stres kerja dan kelelahan kerja setelah mengemudi. Kesimpulan: Supir bus AKAP (antar kota antar provinsi) jurusan Yogyakarta-Surabaya di terminal Giwangan Yogyakarta dalam hal ini supir bus Selamat Sugeng Rahayu mengalami beban kerja fisik dan memerlukan perbaikan. Supir bus Selamat Sugeng Rahayu juga mengalami stres kerja yang disebabkan oleh lamanya mengemudi, kemacetan, tidak adanya shift kerja dan kurangnya waktu istirahat.
Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta Laila, Novia Fitri; Nurmaningsih, Nurmaningsih
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i2.13

Abstract

Latar Belakang: Setiap komponen kerja dapat menjadi sumber atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi kesehatan pekerja. Kerugian kesehatan dapat berupa cedera atau gangguan kesehatan baik fisik maupun mental. Sumber atau situasi yang potensial tersebut dikenal sebagai bahaya atau faktor risiko kesehatan. Rumah Sakit mempunyai risiko penularan penyakit infeksi dan juga terdapat risiko berbahaya di setiap instalasi dan lingkungan Rumah Sakit, maka di perlukan upaya pengelolahan K3 melalui dengan SMK3RS. Dengan terciptanya tempat kerja yang kerja aman dan sehat, diharapkan terjadinya penyakit akibat kerja di seluruh instalasi dihindari. Tujuan penelitian ini adalah analisis penerapan keselamatan dan kesehatan kerja Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta. Metode: Proses jenis Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study), pendekatan studi studi kasus dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara langsung dengan informan, dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang terdiri dari tiga karyawan Instalasi Laundry dan satu Kepala K3RS Grhasia Yogyakarta. Hasil: Proses Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta terkait pelaksanaan analisis penerapakan K3 memiliki ketercapaian cukup. Komitmen dan kebijakan dimulai dari pimpinan dalam hal ini direktur Rumah Sakit dan disosialisasikan dalam bentuk pengumuman tertulis tentang tujuan, visi dan misi penerapan K3 kepada seluruh elemen yang ada di Rumah Sakit Menetapkan personil-personil organisasi K3 yang sesuai dengan kriteria atau memenuhi syarat untuk menjalankan organisasi K3 yaitu tenaga ahli yang memiliki spesifikasi pendidikan di bidang K3. Kesimpulan: Proses Penerapan Keselamatan dan Keamanan di Rumah Sakit sudah baik karena Rumah Sakit sudah memiliki Tim K3RS, terdapat APD yang memadai dan lingkungan kerja yang sudah baik serta telah memiliki sarana proteksi kebakaran serta perawat Rumah Sakit yang sudah diberikan pelatihan untuk mengoperasikan. Namun masih terdapat kekurangan pada SDM pada Tim K3RS dimana anggota tim K3RS hanya satu orang yang berkopetensi dalam Pencegahan dan Pengendalian. Sedangkan anggota K3 lainnya hanya membanatu atau sebagai part time karena memiliki tugas pokok di bidang lain (double job).