cover
Contact Name
-
Contact Email
agrolandnasional@gmail.com
Phone
+6285341013266
Journal Mail Official
agrolandnasional@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Core Subject : Agriculture,
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian (P-ISSN: 0854-641X ; E-ISSN: 2407-7607) is a scientific journal published by Tadulako University. This journal specializes in the study of agriculture. The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in the disciplines of Agriculture to publish their research results after the selection of manuscripts, review of partners, and editing process. This journal is published is 3 times a year. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian welcomes high-quality manuscripts resulted from a research project in the scope of agriculture related to aspects of Soil Science, Food Science, Agricultural Economics, Agronomy, Agricultural Diversification and Plant Protection. The manuscript must be original research, written in Bahasa (Indonesia), and not be simultaneously submitted to another journal or conference.
Articles 262 Documents
Lama Penyimpanan Kerupuk Jagung Pulut Terhadap Perubahan Mutu Kimia Fisik dan Organoleptik Nuranisa Anisa Nisa; Abdul Syakur; Mohommad Amirudin; Jusriadi Jusriadi
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i2.613

Abstract

Kerupuk jagung adalah makanan ringan dengan kandungan gizi tinggi, camilan ini dapat dikonsumsi kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan (1) kualitas rasa, aroma, kerenyahan, dan warna kerupuk jagung (2) memperoleh informasi tentang membuat kerupuk jagung berkualitas, (3) meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang pengolahan makanan camilan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari empat perlakuan waktu penyimpanan yang diulang sebanyak empat kali, yaitu 0 minggu, 2 minggu, 4 minggu, dan 6 minggu. Tes organoleptik dilakukan selama penyimpanan. Analisis proksimat dan analisis fisik kerupuk jagung terdiri dari tiga perbandingan, yaitu kerupuk jagung mentah, kerupuk goreng, dan kerupuk setelah penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan 6 minggu kerupuk jagung pada uji organoleptik rasa dan kerenyahan menunjukkan hasil yang signifikan sedangkan pada aroma dan warna menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hasil analisis kimiawi menunjukkan bahwa kadar air kadar karbohidrat, kadar lemak, dan kadar protein memenuhi standar nasional Indonesia, sedangkan kadar abu dan asam lemak bebas belum memenuhi standar Nasional Indonesia. Hasil analisis fisik yaitu daya serap air menunjukkan hasil yang signifikan pada kerupuk jagung mentah, kerupuk goreng, dan kerupuk pasca penyimpanan.
Keterkaitan Peran Antar Lembaga dalam Pembangunan Pertanian di Wilayah Perbatasan Indonesia Muhammad Arsyad; Andi Nuddin; Imam Mujahidin Fahmid; Darmawan Salman; Dwia Aries Tina Pulubuhu; Andi Alimuddin Unde; Abd Rasyid J; Achmad Amiruddin
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.619

Abstract

Salah satu persoalan fundamental yang dihadapi pembangunan pertanian di wilayah perbatasan Indonesia adalah peran masing-masing lembaga terkait dengan pembangunan pertanian belum terpetakan dengan jelas menyebabkan pembangunan menjadi ego-sektoral. Penelitian ini menganalisis keterkaitan peran antar lembaga dalam pembangunan pertanian di perbatasan dengan Metode Interpretative Structural Modeling (ISM) dan berlokasi di tiga provinsi perbatasan dengan negara lain, yaitu: (1) Kalimatan Utara-Malaysia, (2) Papua-Papua Nugini, dan (3) Nusa Tenggara Timur-Timor Leste. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, dari sisi keterkaitan peran antar lembaga pemeran yang beroperasi dalam pembangunan pertanian, ditemukan bahwa salah satu aspek penentu penguatan kelembagaan pertanian di perbatasan adalah fungsi koordinasi antar lembaga (interkoneksitas). Kedua, lembaga-lembaga pemeran prioritas terdistribusi ke dalam sektor independent dan linkage (koefisien rata-rata DP = 0,79) dan dependent (D=0,37) yaitu: (1) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi, (2) Kementerian Kelautan dan Perikanan, (3) Kementerian Pertanian/Ditjen Perkebunan, (4) Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, (5) Kementerian Kelautan dan Perikanan. (6) Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) provinsi/kabupaten, (7) Dinas Perindustrian & Perdagangan (Provinsi), (8) Dinas Kelautan dan Perikanan (provinsi/kabupaten), (9) Dinas Perhubungan (Provinsi/Kabupaten) (10) Dinas Pertanian/perkebunan (Provinsi/Kabupaten), (11) Lembaga Pemasaran/Koperasi Pertanian, (12) Lembaga Perbankan, (13) Dinas Koperasi/UKM (Kabupaten), (14) Kelompok Tani/Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan (15) Badan Penyuluhan Pertanian/Perkebunan (Kabupaten). Empat lembaga di antaranya merupakan lembaga pemeran kunci, yaitu: (1) Dinas Pertanian/Perkebunan (Provinsi/Kabupaten), (2) Badan Penyuluhan Pertanian/Perkebunan (Kabupaten), dan (3) Kelompok Tani/Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Jika dipilah berdasarlkan tingkatannya, maka lembaga tingkat pusat yang memiliki peranan sangat penting dalam penguatan kelembagaan pertanian di perbatasan yaitu: (1) Kementerian Pertanian/Ditjen Perkebunan, (2) Pusat Penelitian Pertanian/Perkebunan (Balitbang Pertanian), dan (3) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Hubungan Frekuensi Penggunaan Whatsapp Terhadap Keberhasilan Pemasaran Kopi di Gapoktan Gunung Kelir Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Irvan Nugroho; Wulan Sumekar; Kadhung Prayoga
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v0i0.695

Abstract

WhatsApp adalah media sosial yang berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan. WhatsApp menjadi salah satu media sosial yang populer karena kemudahan dalam penggunaannya dibandingkan media sosial lainnya. WhatsApp juga telah membantu kegiatan pertanian di Indonesia, seperti pencarian informasi pertanian yang lebih mudah dan meningkatkan keberhasilan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi penggunaan WhatsApp dengan keberhasilan pemasaran kopi. Penelitian menggunakan metode survei. Metode penentuan jumlah sampel diambil dari petani dari Gapoktan Gunung Kelir yang terdiri dari 17 kelompok tani, kemudian dari setiap kelompok tani diambil 2 responden, yaitu ketua dan seksi pemasaran yang menggunakan WhatsApp untuk pemasaran kopi sehingga didapatkan sebanyak 34 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan berdasarkan teknik non probability yaitu purposive sampling sebanyak 34 responden, dimana petani diambil dengan kriteria individu yang tergabung dalam Gapoktan Gunung Kelir dan menggunakan WhatsApp untuk kegiatan pemasaran. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi menggunakan Rank Spearman Correlation. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa mayoritas responden cukup sering menggunakan WhatsApp dengan frekuensi 11-15× per minggu dan durasi 3-4 jam per hari. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan WhatsApp dengan aspek kuantitas dalam keberhasilan pemasaran, dan tidak terdapat hubungan antara penggunaan WhatsApp dengan aspek kualitas, harga, tempat, dan waktu dalam keberhasilan pemasaran. Saran untuk Gapoktan agar dapat memberikan motivasi untuk lebih sering memanfaatkan WhatsApp dan lebih aktif dalam menyebarkan informasi pertanian yang sesuai kebutuhan anggota.
Toleransi Kekeringan Beberapa Kultivar Padi Gogo (Oryza Sativa L.) Pada Konsentrasi PEG 6000 Fase Perkecambahan Maemunah Maemunah; Sakka Samudin; Alma Alfiana; Mustakim Mustakim; Yusran Yusran
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i1.704

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi padi gogo, untuk itulah sifat ketahanan kekeringan sangat penting untuk diketahui agar dapat menjadi rekomendasi kultivar padi gogo yang cocok dan dapat ditanam pada lahan-lahan marginal untuk menghasilkan produksi yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kultivar padi gogo yang tahan terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, faktor pertama menggunakan tiga kultivar padi gogo: Buncaili, Jahara, dan Pulu tau leru. Faktor kedua terdiri atas lima kosentrasi PEG: tanpa menggunakan PEG, 10%, 20%, 30%, dan 40% yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 60 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Kultiar buncaili tidak mampu berkecambah normal pada konsentrasi yang diberikan, kultivar pulu tau leru mampu berkecambah normal hingga konsentrasi 10% dengan daya berkecambah 81 % sedangkan kultivar jahara mampu berkecambah normal hingga konsentrrasi 40% dengan daya berkecambah 84%. Kultivar jahara mampu berkecambah normal dibandingkan dengan kultivar lainnya yaitu dengan daya berkecambah 84%.Konsentrasi PEG 40% masih mampu memberikan perkecambahan yang normal.
Pemberian Inokulasi Rhizobium Sp pada Berbagai Varietas Kedelai Terhadap Peningkatan Hasil dan Kualitas Benih Yusran Yusran; St. Sukmawati; Izma S; Nurlina R.R
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v0i0.705

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan, hasil dan kualitas benih yang diinokulasi Rhizobium sp pada berbagai varietas kedelai dilaksanakan di kebun akademik Faperta pada bulan Juni – November 2020 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah dosis pemberian inokulasi Rhizobium sp. (I) yang terdiri atas tiga dosis yaitu: I0 = tanpa inokulasi Rhizobium sp, I1 = inokulum rhizobium 5 g/kg benih dan I2 = inokulum rhizobium 10 g/kg benih. Faktor kedua adalah varietas kedelai (V) yang terdiri dari V1 = varietas dering-1, V2 = varietas dena-1, V3 = varietas devon-1, dan V4 = varietas gepak kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulum rhizobium 10 g/kg benih memberikan hasil yang lebih baik pada jumlah bintil akar per tanaman, berat kering bintil akar, nisbah luas daun, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi, bobot 100 butir, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan proporsi ukuran benih. Varietas devon-1 menghasilkan diameter batang dan bobot 100 butir yang lebih baik, sedangkan varietas dering-1 menghasilkan jumlah cabang produktif, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman yang lebih baik. Tidak terdapatnya interaksi antara pemberian inokulasi rhizobium dan varietas kedelai terhadap pertumbuhan, hasil maupun kualitas benih kedelai.
Analisis Kelayakan Kimiawi dan Organoleptik Produk Tortilla Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) Fitriani Basrin; Miming Berlian; Yuanita Indriasari; Ramadhani Chaniago
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i2.708

Abstract

Untuk meningkatkan nilai gizinya, tortilla dapat difortifikasi dengan cara menggunakan bahan baku bernutrisi tinggi seperti ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L), yang memiliki kandungan antosianin tinggi sehingga sangat berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penggunaan ubi jalar ungu sebagai bahan baku tortilla tentu akan mengubah kualitas kimiawi dan organoleptiknya, karena ubi jalar ungu memiliki kandungan nutrisi terutama antosianin sehingga memiliki warna, tekstur dan aroma khas yang akan mempengaruhi kimiawi dan organoleptik dari tortilla. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar ungu terhadap kualitas kimiawi (kadar air, total gula, kadar antosianin, aktivitas antioksidan) serta sejauh mana penerimaan konsumen akan produk tortilla ini secara organoleptik. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio komposisi ubi jalar ungu dan ubi kayu yaitu T1 (1:5); T2 (2:4); T3 (3:3); T4 (4:2); T5 (5:1); dan T6 (6:0). Setiap perlakuan akan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Tortilla hasil percobaan selanjutnya diuji kimiawinya dan tingkat penerimaannya secara organoleptik menggunakan uji hedonik terhadap 25 orang panelis tidak terlatih yang dipilih secara random/acak. Parameter uji yang diamati yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio konsentrasi ubi jalar ungu dan ubi kayu yang paling mempengaruhi adalah perlakuan T5 (5 : 1), dengan nilai masing-masing parameter uji yaitu kadar air 5,63%, total gula 1,077%, antosianin 19,63 mg/100 g, aktivitas antioksidan 155,66 µg/ml, rasa (3,52), warna (4,22), aroma (4,31) dan tekstur (3,79).
Mempertahankan Kualitas Buah Tomat Ceri (Solanum Lycopersicum Var. Cerasiforme) dengan Penggunaan Kitosan di Penyimpanan Suhu Ruang Hizkia Adriel Rano Putra; Andree Wijaya Setiawan
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i1.709

Abstract

Tomat ceri (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) merupakan buah yang mengandung banyak kandungan gizi baik. Diantaranya vitamin, gula dan serat lainnya yang baik untuk metabolisme pada tubuh manusia. Buah tomat ceri dapat bertahan selama 3-7 hari pada kondisi suhu ruang. Tomat ceri ini tergolong buah yang mudah rusak, oleh sebab itu perlu adanya penanganan pasca panen yang baik agar kualitas buah terjaga dengan pelapisan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh konsentrasi kitosan optimal untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitas tomat ceri di penyimpanan suhu ruang. Penelitian ini menggunakan perlakuan pelapisan kitosan dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2% yang disimpan selama empat hari dengan rancangan acak kelompok serta diulangan lima kali. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji sidik ragam Analysis of Variance dan meggunakan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tomat yang dilapisi menggunakan kitosan 1% dapat mempertahankan vitamin C dan memperlambat laju respirasi buah tomat ceri.
Analisis Sikap Konsumen Terhadap Pembelian Beras Organik Melalui E-Commerce di Kota Semarang (Studi Kasus Pada Konsumen Beras Organik Eka Farm Produksi CV Agro Sukses Abadi) Dewi Larasati; Edy Prasetyo; Siswanto Imam Santoso
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i1.725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap atribut beras organik Eka Farm dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian beras organik yang dipasarkan melalui sistem E-Commerce di Kota Semarang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penentuan sampel yang digunakan yaitu dengan accidental sampling. Jumlah sampel ditentukan secara quota sampling sebanyak 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner secara online. Analisis data yang digunakan adalah analisis multiatribut fishbein dan analisis statistik yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepercayaan yaitu kemasan 4.34, varian 4.29, warna 4.15, dan harga 3.72. Nilai kepentingan yaitu harga 4.22, varian 4.2, kemasan 4.19 dan warna 4.17. Sikap total konsumen sebesar 69.2065 yang berarti netral. Faktor varian, kemasan, warna dan harga berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.
Karakteristik Fisikokimia Dan Mikrobiologis Kaledo Daging Sapi Di Kota Palu Sukisman Abdul Halid; Abdul Rahim
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i1.727

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan mikrobiologis kaledo yang ada di Kota Palu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 8 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai tempat pengambilan sampel yang diulang tiga kali sehingga diperoleh 24 sampel penelitian. Parameter analisis adalah kadar air, abu, protein, lemak, dan jumlah total mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaledo yang ada di Kota Palu memiliki kadar air (64,36–69,19%), kadar abu (1,28–1,99%), kadar protein (23,02–4,97%), kadar lemak (4,27– 6,64%) dan jumlah total mikroba (1,54–6,79 log cfu/g).
Analisis Pendapatan Usaha Penggilingan Padi Sawah “Cahaya Ummul” (Studi Kasus) Di Desa Lakatan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Yanti Sasmita; Merike Apriyanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i1.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diterima pengusaha penggilingan padi sawah “Cahaya Ummul” dalam satu tahun produksi dan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha penggilingan padi sawah “Cahaya Ummul” di Desa Lakatan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni tahun 2017. Metode penentuan sampel adalah dengan menggunakan metode purposive (penentuan sampel secara sengaja). Sumber dan cara pengambilan data primer dan data sekunder melalui observasi, survei dan wawancara langsung. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Usaha Penggilingan Padi Sawah “Cahaya Ummul” di Desa Lakatan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli sebesar Rp.234.492.017,- untuk satu tahun produksi atau dua kali musim tanam padi sawah dan nilai R/C diperoleh sebesar 1,81,- berarti setiap pengeluaran biaya sebesar Rp.1,- akan memperoleh penerimaan sebesar Rp.1,81,- yang berarti bahwa usaha ini layak untuk diusahakan secara ekonomi.

Page 9 of 27 | Total Record : 262