cover
Contact Name
-
Contact Email
agrolandnasional@gmail.com
Phone
+6285341013266
Journal Mail Official
agrolandnasional@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Core Subject : Agriculture,
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian (P-ISSN: 0854-641X ; E-ISSN: 2407-7607) is a scientific journal published by Tadulako University. This journal specializes in the study of agriculture. The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in the disciplines of Agriculture to publish their research results after the selection of manuscripts, review of partners, and editing process. This journal is published is 3 times a year. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian welcomes high-quality manuscripts resulted from a research project in the scope of agriculture related to aspects of Soil Science, Food Science, Agricultural Economics, Agronomy, Agricultural Diversification and Plant Protection. The manuscript must be original research, written in Bahasa (Indonesia), and not be simultaneously submitted to another journal or conference.
Articles 262 Documents
Komparasi Efektifitas Ekstrak Bawang Putih Dan Umbi Gadung Dalam Mengatasi Hama Jangkrik Pada Tanaman Cabai Intan Chairun Nisa
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i2.529

Abstract

Pestisida kimia yang sering digunakan petani untuk mengatasi hama mempunyai dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu alternatif pengganti pestisida kimia adalah pestisida organik. Beberapa tanaman potensial sebagai pestisida organik adalah bawang putih dan umbi gadung. Salah satuhama yang merugikan bagi tanaman cabai adalah jangkrik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pestisida organik dari bawang putih dan umbi gadung dalam mengatasi hama jangkrik pada tanaman cabai. Penelitian diawali dengan pembuatan habitat tiruan jangkrik dari tanaman cabai, kemudian diadaptasikan selama tiga hari. Sebanyak 30 tanaman cabai dikelompokkan menjadi 10 perlakuan yaitu aquades sebagai aquades sebagai kontrol negatif, pestisida kimia sebagai kontrol positif, ektrak bawang putih dan ekstrak umbi gadung dengan konsentrasi masing-masing 5%, 10%, 20% dan 40%. Perbandingan efektifitas antar perlakuan diamati melalui tiga aspek antara lain nilai persentase mortalitas, indeks kecepatan kematian dan medium lethal time (LT50). Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap nilai ketiga aspek. Semakin tinggi konsentrasi semakin efektif dalam membunuh jangkrik. Nilai persentase mortalitas, indeks kecepatan kematian dan medium lethaltime (LT50) tertinggi pada ekstrak umbi gadung 40% adalah 85%, 50 dan 6,5 menit dan ekstrak bawang putih 40% adalah 55%, 31 dan 10 menit secara berurutan. Berdasarkan analisis ketiga aspek tersebut ekstrak umbi gadung lebih efektif sebagai pestisida organik dibandingkan dengan ekstrak bawang putih dengan nilai yang mendekati kontrol positif.
Manfaat Biosilika dari Kompos Jerami Padi terhadap Produksi Tanaman Sorgum John Bimasri; Holidi Holidi; Nely Murniati
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.545

Abstract

Tanaman sorgum merupakan sereal yang tergolong akumulator silika, sehingga membutuhkan banyak silika dalam pertumbuhannya. Peningkatan ketersediaan silika dalam tanah dapat dilakukan dengan penambahan biosilika dari jerami padi yang diolah menjadi kompos. Penelitian bertujuan untuk menganalisis manfaat biosilika yang berasal dari kompos jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum yang dibudidayakan pada lahan kering. Percobaan dilaksanakan di lahan kering Desa Air Satan Kabupaten Musi Rawas dari bulan Juni sampai September 2019, menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok non factorial yang diulang 4 kali. Biosilika yang dicobakan: B0 = tanpa biosilika, B1 = 50 kg Si ha-1, B2 = 100 kg Si ha-1, B3 = 150 kg Si ha-1, B4 = 200 kg ha-1, dan B5 = 250 kg Si ha-1. Sorgum varietas Samurai ditanam dengan jarak 25 cm x 60 cm pada petakan yang berukuran 1m x 5 m sebanyak 24 petakan dan diberi pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis 300 kg ha-1, tanaman dipanen 110 hari setelah tanam. Peubah penelitian meliputi waktu berbunga (hst), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), produksi per ha (ton), bobot 1.000 biji (g), dan bobot biomas basah (kg). Data dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf uji 1% dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa biosilika dari kompos jerami padi sangat nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Pemberian biosilika pada tanaman sorgum di lahan kering sebanyak 250 kg ha-1 meningkatkan produksi sebesar 78%.
Dampak Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) terhadap Tingkat Penerapan Pengendalian Hama Terpadu Usahatani Kubis di Kabupaten Semarang Elsa Limbong; Siwi Gayatri; Kadhung Prayoga
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.572

Abstract

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi petani sehingga mampu menerapkan budidaya pertanian berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak pelaksanaan SLPHT terhadap tingkat penerapan pengendalian hama terpadu usahatani kubis di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020 di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus yang dipilih secara purposive pada Kelompok Tani Sido Makmur III dengan sampel sebanyak 31 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta observasi. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan uji analisis linear berganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah materi pelatihan termasuk kategori tinggi (74,2%), kompetensi penyuluh dengan kategori tinggi (67,7%), sedangkan fasilitas pelatihan dan pemberian latihan soal berada dalam kategori sedang (67,7% dan 67,7%). Materi pelatihan dan kompetensi penyuluh secara parsial mempengaruhi penerapan PHT, sedangkan fasilitas pelatihan dan pemberian latihan soal tidak berpengaruh terhadap penerapan PHT. Variabel-variabel pada pelaksanaan SLPHT tersebut secara simultan mempengaruhi tingkat penerapan PHT sebesar 74,7%. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SLPHT usahatani kubis memberikan dampak bagi tingkat penerapan pengendalian hama terpadu pada Kelompok Tani Sido Makmur III Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Pengaruh Peran Modal Sosial Terhadap Loyalitas Anggota Kelompok Tani Alpukat Ngudi Rahayu 2 Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Herlin Yolanda Sinaga; Siwi Gayatri; Sriroso Satmoko
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v0i0.573

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap loyalitas anggota terhadap kelompok tani yaitu Kepercayaan, Kerjasama dan nilai/norma yang tergolong dalam modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan modal sosial yang ada di kelompoktani, menganalisis tingkat loyalitas anggota kelompoktani dan menganalisis bagaimana peran modal sosial terhadap loyalitas anggota kelompoktani. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sampel penelitian adalah anggota kelompoktani Ngudi Rahayu 2, Dusun Kalibening, Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat loyalitas anggota kelompoktani tergolong tinggi (100%), kepercayaan anggota tergolong tinggi (100%), kerjasama anggota tergolong tinggi (100%) dan nilai/norma anggota tergolong tinggi (83,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang terdiri dari kepercayaan, kerjasama dan nilai/norma berpengaruh secara nyata terhadap tingkat loyalitas anggota kelompok tani Ngudi Rahayu 2 di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang dengan total pengaruh sebesar 78,8% sedangkan 21,2% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model dalam penelitian.
Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis Yang Diberi Berbagai Bahan Organik Di Lahan Kering Daerah Palu Muhardi Muhardi
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2006): Juni
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v13i2.587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman jagung manis terhadap pemberian berbagai bahan organik dan waktu aplikasinya. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kering yang lokasinya terletak dekat kawasan ex- arena MTQ Nasional di Kota Palu, dalam bentuk percobaan dengan metode rancangan acak kelompok. Perlakuan terdiri dari : (1) pemberian NPK, (2) bokashi sampah + tinja diberikan 1 minggu sebelum tanam (mst), (3) bokashi sampah + tinja diberikan 3 mst, (4) bokashi sampah + pupuk kandang 1 mst, (5) bokashi sampah + pupuk kandang 3 mst, (6) pemberian tinja 1 mst, dan (7) pemberian tinja 3 mst. Dosis pupuk organik yang diberikan 15 ton/ha dan dosis NPK masing-masing menggunakan pupuk urea 300 kg/ha, SP-36 200 kg/ha dan KCl 100 kg/ha. Peubah yang diamati dari aspek pertumbuhan tanaman meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, diamater pangkal batang dan kadar klorofil daun yang diamati pada umur 49 hari setelah tanam (hst). Peubah produksi yang diukur adalah : panjang dan diamater tongkol, berat segar tongkol dan kadar gula biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah yang diamati.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah Dewi Sartika Laurencia Br. Manurung
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.600

Abstract

Pembangunan ekonomi sangat diperlukan untuk memperkecil tingkat pengangguran. Sektor pertanian masih menjadi sektor yang memiliki andil dalam perekonomian. Ketenagakerjaan merupakan masalah nasional yang timbul akibat tidak adanya keseimbangan antara pertambahan jumlah tenaga kerja dari tahun ketahun dengan perkembangan jumlah lapangan usaha yang menampung tenaga kerja tersebut. Penelitian ini menganalisis tentang pengaruh inflasi, upah minimum provinsi dan PBRD Sektor Pertanian Sulawesi Tengah. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, PDRB Pertanian dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap tenaga kerja pertanian. Hasil uji parsial t-statistik terdapat dua variabel yakni variabel upah minimum dan PDRB Sektor Pertanian secara probabilitas signifikan terhadap variabel tingkat tenaga kerja pertanian.
Pertumbuhan Aspergillus sp pada Media Limbah Cair Tempe dan Air Kelapa Abdul Rahim Thaha; Damayanti Damayanti; Asrul Asrul; Umrah Umrah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.601

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan fungi pada media limbah cair tempe (TLW) dan limbah air kelapa (CW) telah dilakukan di unit laboratorium bioteknologi, departemen biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Alam Universitas Tadulako. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan Aspergillus sp pada media limbah cair tempe dan air kelapa di laboratorium. Dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), jika Uji F nyata, nilai tengah perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Data dianalisis dengan analisis monovariat dengan program excel 2018. Terdiri dari enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan-perlakuan tersebut meliputi perlakuan media P1 (100% TLW, tanpa CW), P2 (80% TLW+20%), P3 (60% TLW+ 40% CW), P4 (40% TLW+60% CW), P5 (20% TLW + 80% CW) dan P6 (100% CW, tanpa TLW). Parameter pengamatan adalah pH, jumlah koloni, biomassa basah dan kering. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Aspergillus sp dapat tumbuh baik pada semua perlakuan media, namun perlakuan terbaik adalah P2 (80% TLW+ 20% CW) dengan jumlah koloni 19 x 1010 CFU/ml, pH 6,2 , biomassa basah 9,57 g dan biomassa kering 3,87 g.
Penentuan Zona Agroklimatologi untuk Kesesuaian Lahan Pertanaman Padi di Kabupaten Tojo Una-Una Abdul Syakur; Rustam Rustam; Jusriadi Jusriadi; Sakila U Badjeber
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.605

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini untuk mengetahui penentuan zona agroklimatologi untuk kesesuaian lahan pertanaman padi di Kabupaten Tojo Una-Una. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai November 2019 di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah dengan menggunakan metode sistem klasifikasi Oldeman. Berdasarkan hasil penelitian penentuan zona agroklimatologi untuk kesesuaian lahan pertanaman padi di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una menunjukkan bahwa Desa Kabalo sesuai untuk pertanaman padi. Desa Tayawa dan Desa Uetoli Ampana Tete hanya mungkin satu kali padi dan satu kali palawija. Sedangkan Desa Cempaka Ulubongka dan Ampana Kota hanya dapat satu kali palawija.
Pengaruh Jenis Bahan Pengemas, Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Karakteristik Mutu Buah Tomat Chitra Anggriani Salingkat; Amalia Noviyanty; Syamsiar Syamsiar
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.606

Abstract

Tomat sebagai komoditas hortikultura memiliki sifat yang mudah rusak. Penanganan yang tidak tepat pada buah tomat sebelum, selama dan sesudah pemanenan dapat mempercepat proses kerusakan sehingga mengakibatkan penurunan mutu, yang selanjutnya mempengaruhi nilai gizi dan nilai ekonomisnya. Hal ini juga berpengaruh terhadap konsumen yang menginginkan tingkat kesegaran buah tomat. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan mutu produk dengan cara perlakuan suhu dan lama penyimpanan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan jenis bahan pengemas terbaik yang dikombinasikan dengan perlakuan suhu dan lama penyimpanan pada tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium FMIPA Universitas Tadulako. Waktu penelitian dari Bulan Juni sampai Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu suhu dengan 2 taraf yaitu suhu ruang (30 ℃) dan suhu refrigerator (5 ℃) dan faktor kedua yaitu lama penyimpanan dengan 2 taraf yaitu 5 hari dan 10 hari, yang diulang sebanyak tiga kali ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap susut buah tomat dan tidak terdapat interaksi antara perlakuan suhu dan lama penyimpanan terhadap susut bobot buah tomat. Jenis bahan pengemas, suhu dan lama penyimpanan memberikan hasil kadar air buah tomat yang berbeda. Semakin lama penyimpanan maka semakin tinggi kadar vitamin C buah tomat dan bahan pengemas plastik PP memberikan hasil kadar vitamin C yang lebih tinggi. Begitupun kadar likopen semakin lama waktu penyimpanan maka kadar likopen pada buah tomat akan semakin meningkat.
Arahan Penggunaan Lahan Berdasarkan Kelas Kemampuan Lahan Di Sub Das Bubuh Kabupaten Bangli Provinsi Bali Adinda Meydiana Putri; Made Sri Sumarniasih; I Nyoman Puja
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i3.609

Abstract

Kerusakan sumber daya lahan yang banyak terjadi di bagian hulu Daerah Aliran Sungai, akibat dari kegiatan manusia yang tidak memperhatikan kemampuan lahan tersebut. Oleh karena itu penggunaan lahan berdasarkan kelas kemampuan lahan penting untuk meminimalisir terjadinya kerusakan lahan, yang berdampak pada menurunnya produktivitas lahan. Tujuan penelitian adalah menentukan kelas kemampuan lahan dan faktor-faktor menjadi kendala penggunaan lahan di Sub DAS Bubuh, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey untuk pengambilan data biofisik di lapangan dan sampel tanah untuk analisa sifat fisik tanah di laboratorium. Berdasarkan hasil analisis, di Sub DAS Bubuh terdapat 3 kelas yaitu kelas III dengan luas 1.275,81 ha terdapat pada unit lahan 1, 6, 7, 8 dan 12 dengan factor pembatas erosi dan lereng; kelas IV dengan luas 315,12 ha terdapat pada unit lahan 3, 4, 9, 10 dan 11 dengan faktor pembatas lereng dan drainase buruk; dan kelas VI seluas 110,23 ha terdapat pada unit lahan 2 dan 5 dengan factor pembatas erosi dan lereng curam. Arahan penggunaan lahan di Sub DAS Bubuh adalah dengan meningkatkan kerapatan tanaman, pengolahan lahan, pemberian pupuk organik, pembuatan teras dan pada unit lahan berupa semak belukar sebaiknya dijadikan hutan produksi.

Page 8 of 27 | Total Record : 262