cover
Contact Name
-
Contact Email
agrolandnasional@gmail.com
Phone
+6285341013266
Journal Mail Official
agrolandnasional@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Core Subject : Agriculture,
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian (P-ISSN: 0854-641X ; E-ISSN: 2407-7607) is a scientific journal published by Tadulako University. This journal specializes in the study of agriculture. The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in the disciplines of Agriculture to publish their research results after the selection of manuscripts, review of partners, and editing process. This journal is published is 3 times a year. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian welcomes high-quality manuscripts resulted from a research project in the scope of agriculture related to aspects of Soil Science, Food Science, Agricultural Economics, Agronomy, Agricultural Diversification and Plant Protection. The manuscript must be original research, written in Bahasa (Indonesia), and not be simultaneously submitted to another journal or conference.
Articles 262 Documents
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis sativus L. var Japanese) pada Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Cocopeat Hairuddin, Rahman; Sacita, Andi Safitri; Jopi, Muh. Ikram
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 32 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v32i2.2664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) akar bambu dan cocopeat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun Jepang (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2024 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas: P0 (kontrol), P1 (cocopeat 40 g + PGPR 20 ml/L), P2 (cocopeat 60 g + PGPR 25 ml/L), P3 (cocopeat 80 g + PGPR 30 ml/L), P4 (cocopeat 100 g + PGPR 35 ml/L), dan P5 (cocopeat 120 g + PGPR 40 ml/L). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Namun, terdapat pengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah, diameter buah, dan berat buah per tanaman. Perlakuan P5 menunjukkan hasil terbaik pada seluruh parameter pengamatan, dengan nilai rata-rata tinggi tanaman 106,63 cm, jumlah daun 25 helai, jumlah buah 7,25 buah, diameter buah 182,96 mm, dan berat buah per tanaman 2.502,50 gram. Temuan ini menunjukkan potensi penggunaan kombinasi cocopeat dan PGPR dalam meningkatkan produksi tanaman mentimun Jepang secara berkelanjutan.
Ketersediaan Air Tanah dan Karbon Organik pada Lahan Semak Belukar dan Budidaya Bawang Merah di Wilayah Tropika Kering Zainuddin, Rachmat; Widjajanto, Danang
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 32 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v32i2.2690

Abstract

Konversi lahan semak belukar menjadi lahan budidaya intensif di daerah iklim kering tropika memengaruhi dinamika sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketersediaan air tanah dan kandungan karbon organik pada dua jenis penggunaan lahan, yaitu semak belukar dan bawang merah. Sebanyak 21 sampel tanah dikumpulkan untuk dianalisis sifat fisik, seperti bobot isi, konduktivitas hidraulik jenuh, kadar air kapasitas lapang, dan kimia seperti kapasitas tukar kation (KTK) dan karbon organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan semak belukar memiliki nilai ketersediaan air dan kandungan C-organik yang lebih tinggi dibandingkan lahan budidaya. Hubungan bobot isi tanah dengan air tersedia dan konduktivitas hidraulik mengikuti pola kuadratik (R² = 0,72 dan R² = 0,62), sementara hubungan antara C-organik dan KTK menunjukkan korelasi sangat kuat (R² = 0,78). Sebaliknya, tekstur tanah tidak menunjukkan hubungan yang berarti terhadap perilaku air dan KTK. Penurunan kualitas tanah akibat konversi lahan dapat ditekan melalui peningkatan kandungan bahan organik dan praktik konservasi. Hasil penelitian ini penting digunakan sebagai dasar pengetahuan pengelolaan tanah berkelanjutan di wilayah tropika kering.