cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
ANALISIS FAKTOR PERILAKU KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN TRADISIONAL KUE APAM DI KECAMATAN BARABAI Hatmiyani Hatmiyani; Djoko Santoso; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2908

Abstract

Dalam menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dapat meningkatkan nilai keuntungan, maka pelaku usaha perlu mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan konsumen melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dengan menganalisis variabel dalam pemilihan produk kue apam di segmen remaja diharapkan mampu mendapatkan kombinasi atribut yang sesuai dengan harapan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dan apabila sudah diketahui faktor yang berpengaruh maka akan terlihat kontribusi masing-masing faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019. Metode dalam menentukan banyaknya sampel digunakan metode Multi-stage Cluster Random Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan area dengan kriteria contoh adalah remaja yang terdiri dari 3 kelas (Perguruan Tinggi, SMA dan SMP). Dari 3 kelas tersebut masing-masing dipilih satu cluster secara acak. Kemudian pada sekolah terpilih, secara acak dipilih satu kelas/angkatan sebagai sampel dan dari daftar anggota kelas/angkatan yang terpilih secara acak dipilih lagi 20 responden sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor. Analisis faktor merupakan teknik untuk menyederhanakan variabel menjadi faktor baru yang jumlahnya lebih sedikit tanpa mengurangi informasi yang terkandung. Hasil analisis faktor menghasilkan 7 faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen remaja terhadap makanan tradisional kue apam di Kecamatan Barabai, masing masing yaitu faktor manfaat, faktor kesesuaian fisik produk, faktor pemasaran produk, faktor harga, faktor model produk, faktor jarak dan faktor aroma. Berdasarkan hasil penelitian yang lebih menyukai kue apam adalah konsumen perempuan yang merupakan remaja akhir.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI BAWANG MERAH GORENG (Studi Kasus Industri Bawang Merah Goreng Mak Yem di Kota Banjarbaru) Lidiya Santi; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2904

Abstract

Bawang merah goreng adalah satu jenis olahan dari bawang merah yang diiris tipis, ditambah sedikit garam dan tepung beras kemudian digoreng dengan minyak yang panas sampai berwarna kecoklatan sampai berbau harum dan bawang merah goreng digunakan sebagai pelengkap setiap masakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tambah dan strategi pemasaran bawang merah goreng mak Yem. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Agustus 2019 sampai dengan Januari 2020 di Banjarbaru. Jenis data yang digunakan ialah data utama (primer) dan data pendukung (sekunder). Responden sebanyak 14 orang terdiri dari pemilik industri, pengecer, pelanggan serta konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pada pengolahan bawang merah goreng ritel lebih tinggi dibandingkan pada pengolahan bawang merah goreng tradisional maupun pada pengolahan bawang merah goreng jumbo. Nilai tambah yang dihasilkan usaha industri bawang merah menjadi bawang merah goreng ritel sebesar Rp 25.328/kg, sedangkan bawang merah goreng tradisional sebesar Rp 16.062/kg dan bawang merah menjadi bawang merah goreng jumbo sebesar Rp14.347/kg dan Strategi pemasaran yang harus dilakukan usaha industri di daerah penelitian adalah strategi Diversifikasi yang lebih fokus pada strategi ST (strengths-threats) yaitu menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Strategi ST (strengths-threats): meningkatkan produksi bawang merah goreng dengan menggunakan bahan baku yang sudah ada, mempertahankan kualitas dan merek produk dengan harga yang terjangkau, dengan label dan desain yang menarik bawang merah goreng Mak Yem dapat dikenali di pasaran, Menjaga cita rasa dari bawang merah goreng dan melakukan pelayanan yang baik agar produk dapat terus laku dipasaran dan Menjaga kestabilan penjualan bawang merah goreng ritel yang dititipkan di swalayan.
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN YOGHURT “ANNISA” (Studi Kasus Pada Usaha Yoghurt Milik Ibu A. Fancy Kumala) Sri Wahyuni; Mira Yulianti; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2902

Abstract

Perusahaan atau usaha industri pengolahan merupakan suatu usaha yang akan melakukan kegiatan proses produksi secara menual dan modern untuk mengubah barang dasar (bahan mentah/row materials) sehingga menjadi barang jadi (finished goods) atau pun barang setengah jadi (work in process) yaitu dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya sehingga lebih dekat dengan pemakai akhir, untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran usaha pengolahan yoghurt “Annisa”, mengetahui biaya, penerimaan, dan keuntungan dari usaha pengolahan yoghurt “Annisa”, dan mengetahui permasalahan yang ada pada usaha pengolahan yoghurt “Annisa”. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi dan kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kota Banjarbaru. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total dalam usaha pengolahan yoghurt “Annisa” selama bulan Maret 2019 adalah sebesar Rp 26.680.438,-, total penerimaan selama bulan Maret 2019 sebesar Rp 38.180.000,-, dan keuntungan selama bulan Maret 2019 sebesar Rp 11.499.562,-. Permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan yoghut “Annisa” adalah tidak adanya sistem pencatatan keungan selama proses produksi berlangsung, terkendala tidak memiliki PIRT, BPOM dan label halal dan dalam proses fermentasi bakteri yoghurt disaat musim hujan yang terus menerus membuat yoghurt tidak bisa fermentasi sempurna.
DAMPAK PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) TERHADAP PENGELUARAN RUMAH TANGGA DI BANJARBARU Noor Endah Fityanti; Luthfi Fatah; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2909

Abstract

Berkurangnya lahan terbuka hijau di Kota Banjarbaru diakibatkan oleh bertambahnya penduduk untuk pembangunan perumahan serta infrastruktur oleh pemerintah. Pekarangan mempunyai peluang untuk dikembangkan sehingga secara optimal dapat menopang kehidupan masyarakat. Kementerian Pertanian  melalui Badan Litbang Pertanian mengembangkan suatu Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan, utamanya melalui pemanfaatan berbagai inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap pengeluaran rumah tangga dan terhadap kondisi sosial di Banjarbaru serta untuk mengetahui kendala – kendala yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani dalam pelaksanaan program KRPL di Banjarbaru. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 30 orang anggota wanita kelompok wanita tani yang ditentukan dengan metode proporsionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan berupa  penghematan pengeluaran untuk pangan, karena sebagian besar pengeluaran pangan untuk konsumsi dapat diperoleh dari program KRPL. Untuk pengeluaran non pangan terjadi peningkatan, karena masyarakat yang sebelumnya belanja untuk kebutuhanpangan dialihkan untuk belanja non pangan. Adapun dampak sosial yaitu mendapatkan ilmu tentang cara bercocok tanam dan hubungan antar tetangga terjalin baik. Kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan program yaitu pada kendala lingkungan berupa kekurangan air pada saat musim kemarau. Pada kendala sosial adalah tidak semua orang dapat berhadir pada saat pertemuan dengan penyuluh karena melakukan perawatan dikebun. Pada kendala ekonomi hasil pekarangan maupun kebun tidak dapat dijual karena hasilnya sedikit. Pada kendala teknis meliputi keterbatasan lahan pekarangan.
KOMBINASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN TANAMAN PANGAN UNTUK MEMPERBAIKI KESEJAHTERAAN PETANI DAN KELUARGA DI KECAMATAN BAJUIN, KABUPATEN TANAH LAUT Sri Hartini; Luthfi Fatah; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh petani dari usaha perkebunan kelapa sawit reguler non kombinasi, berapa besar pendapatan yang diperoleh petani dari usaha perkebunan kelapa sawit kombinasi dengan tanaman pangan dan bagaimana perbandingan kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit reguler dengan kelapa sawit kombinasi di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Responden data primer dipilih secara purposive dari ke 2 lokasi perkebunan kelapa sawit (reguler dan kombinasi) dengan jumlah masing-masing 15 Responden. Analisis dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, besar total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani usaha perkebunan kelapa sawit reguler (non kombinasi) adalah sebesar Rp 9.572.986,00/tahun, penerimaan sebesar Rp 41.267.050,00/tahun dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 31.694.064,00/tahun. Besar total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani usaha perkebunan kelapa sawit non reguler (kombinasi) adalah sebesar Rp11.323.636,89/tahun, penerimaan sebesar Rp 53.537.783,34/tahun dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 42.214.146,45/tahun. Kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit kombinasi (non reguler) dengan tanaman pangan (jagung) yang diperoleh petani (signifikan) lebih besar dibandingkan kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit regular (non kombinasi).
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Pemasaran Sayur Hidroponik di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pemasaran Sayur Hidroponik Pada Komunitas Hidroponik Banjarbaru) Fanesa Natasye Salendu; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.14787

Abstract

Pertanian adalah sektor yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia. Sektor pertanian sebagai sumber penghasilan untuk sebagian masyarakat, karena sebagian besar kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Petani-petani pada umumnya memakai tanah sebagai media tanam untuk mengembangkan hasil taninya. Hal ini bisa dikatakan sudah biasa dalam dunia pertanian. Melihat banyak lahan yang tidak didigunakan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian, oleh sebab itu sekarang ada cara lain yang dapat dimanfaatkan untuk lahan sempit sebagai usaha dalam mengembangkan hasil pertanian, yaitu menggunakan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal pemasaran sayur hidroponik pada petani dalam komunitas Hidroponik Banjarbaru di daerah penelitian. Adapun jenis data yang dipakai yaitu data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dan wawancara pada responden. Responden yang dipilih meliputi internal yaitu anggota inti komunitas Hidroponik Banjarbaru dan eksternal yaitu konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor internal kekuatan yang lebih mempengaruhi pemasaran sayur hidroponik yaitu promosi dilakukan melalui media internet dengan skor pembobotan 0.2853, kelemahan tertinggi yaitu harga sayur hidroponik lebih mahal dibandingkan sayur yang dijual oleh petani konvensional dengan skor pembobotan 0.1739. Faktor eksternal peluang yang tertinggi adalah produk sayur hidroponik mudah ditemukan melalui media sosial dengan skor pembobotan 0.3069, ancaman tertinggi yaitu banyak pesaing yang sejenis bermunculan dengan skor pembobotan 0.1573. Kemudian berdasarkan hasil IFE diperoleh total skor 2,7469 dan EFE diperoleh total skor 2,6799.

Page 2 of 2 | Total Record : 16