cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2011)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 5 MENGKENDEK Ranak Lince
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.698

Abstract

Kecerdasan emosional (Emotional Quotient atau EQ) merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola segala emosi yang ada pada dirinya dengan baik. Kecerdasan emosional menuntut diri untuk belajar mengakui dan menghargai perasaan diri sendiri dan orang lain dan untuk menanggapinya dengan tepat, menerapkan dengan efektif energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Tiga unsur penting kecerdasan emosional yaitu: kecakapan pribadi (mengelola diri sendiri), kecakapan sosial (menangani suatu hubungan), dan keterampilan sosial (kepandaian menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain).Kecerdasan emosional bukan merupakan lawan kecerdasan intelektual yang biasa dikenal dengan IQ, namun keduanya berinteraksi secara dinamis. Hasil belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan umum siswa yang diukur oleh IQ, IQ yang tinggi meramalkan sukses terhadap hasil belajar. Namun kesuksesan seseorang dalam hidup yang disumbangkan oleh IQ paling banyak 20%, sedangkan 80% ditentukan oleh faktor EQ. Dengan kecerdasan emosional siswa akan tekun, konsentrasi, tenang, teliti, dan sabar dalam menggunakan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian, siswa yang mampu mengatur emosinya secara baik dalam proses belajar mengajar akan diharapkan memperoleh hasil belajar yang baik pula.Berawal dari asumsi di atas penulis termotivasi untuk menyelidiki tentang hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa. Dalam penyeledikan ini populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 5 Mengkendek. Data hasil penelitian diperoleh dengan teknik kuesioner untuk mengumpulkan data kecerdasan emosional dan teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh nilai rapor. Hasil analisis data ditemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Mengkendek. Hal ini terlihat dari nilai thitung = 4,097%, dan ttabel = 2,06 pada taraf signifikan 5% sebesar 2,060. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosional siswa, semakin tinggi pula hasil belajar matematika yang dimiliki siswa.
Pengkajian Polatanam IP-300 Padi Di Sulawesi Selatan Jermia Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.699

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah ialah melalui pelaksanaan IP padi 300. Keberhasilan pelaksanaan IP300 padi harus didukung oleh ketersediaan varietas unggul genjah, pembuatan pesemaian yang dapat menghasilkan bibit yang baik, pemupukan berimbang, penerapan pengendalian orgamisme penggannggu tanaman (OPT) secara terpadu, penggunaan sistem tanam dan pengolahan tanah yang sesuai. Pengkajian dilaksanakan bulan Maret sampai Desember 2010 di lahan sawah irigasi semi teknis di KP. Luwu, kabupaten Luwu Utara. Kegiatan ini dirancang dengan menggunakan kombinasi metode survey, kegiatan lapang dan metode diseminasi. Tujuan pengkajian adalah untuk mendapatkan paket teknologi spesifik lokasi yang efisien dan efektif serta dapat diadopsi petani melalui Pengkajian polatanam IP-300 padi pada Lahan Sawah Irigasi Semi Teknis di Sulawesi Selatan. Hasil yang dicapai dari pengujian beberapa komponen teknologi ialah bahwa pertumbuhan varietas Impari 1 pada MT2dan Inpari 7 pada MT3 cukup baik. Penanaman MT1 menggunakan pola petani, sedangkan MT2 dan MT3 dilakukan introduksi teknologi. Produksi yang dicapai pada MT1, MT2, dan MT3 berturut-turut 4,48 ; 5,20, dan 7,29 ton GKP per ha . Selama tiga kali penanaman terjadi peningkatan biaya input pada MT2 dibanding MT1 namun terjadi penurunan 5,4% (target 10%) pada MT3 dibanding MT2. Walaupun hasil gabah yang diperoleh dari tiga musim tanam hanya sebesar 16,97 ton per ha, namun diperkirakan target sebesar 21 ton per ha dapat dicapai pada tahun kedua atau ketiga. Perkiraan ini didasarkan pada hasil gabah sebesar 7,29 ton/ha yang dicapai pada MT3, yang kalau angka tersebut dianggap rata-rata, maka produksi setahun dapat mencapai 21,78 ton/ha.
SISTEM INTEGRASI TERNAK TANAMAN BERBASIS PADI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Matheus Sariubang
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.700

Abstract

Pengkajian Sistem Integrasi Ternak Tanaman (SITT) berbasis padi di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone dan di Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang tahun anggaran 2002-2003 melalui program P3T (Peningkatan Produktivitas Padi Terpadu) dimonitoring perkembangannya sampai tahun 2006. Tujuan pengkajian adalah untuk mensinergikan pembibitan sapi potong dan tanaman padi pada lahan sawah irigasi. Teknologi fermentasi jerami padi sebagai pakan utama induk sapi dan teknologi pengomposan kotoran sapi menjadi pupuk organik yang berkualitas dikerjakan sendiri oleh petani.
Pengaruh Pemupukan Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman padi di Lahan Sawah Semi Intensif, Sulawesi Selatan Jermia Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.701

Abstract

Sulawesi Selatan yang merupakan lumbung pangan nasional tetap berupaya untuk meningkatkan produksi beras sehingga bisa mencapai surplus sebesar 2 juta ton tahun 2012 mendatang. Untuk mencapai rencana tersebut maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah penggunaan pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan produksi padi. Pengkajian pemupukan organik dan anorganik telah dilakukan di KP. Luwu, Bone-Bone, Sulawesi Selatan mulai Oktober – Desember 2010 dengan menguji lima perlakuan yaitu : A= kompos (4 t/ha) + pupuk cair 4 liter/ha, B= Kompos (4 t/ha) + Setengah dosis rekomendasi pupuk anorganik, C= Kompos (4 t/ha) + Dosis rekomendasi pupuk anorganik , D= Dosis Rekomendasi Pupuk Anorganik (200 kg/ha Urea + 100 kg/ha Ponska) dan diulangi empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik dalam bentuk kompos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi khususnya tinggi tanaman pada umur 2 bulan, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah anakan. Selanjutnya hasil pengamatan produksi gabah menunjukkan penggunaan pupuk organik dapat secara nyata meningkatkan hasil padi menjadi 7,29 ton GKG per hektar dengan perolehan pendapatan sebesar Rp. 9.067.000,- per hektar.
Pengujian 83 Galur Padi Sawah (Oryza sativa L.) untuk Sifat Toleransi Terhadap Cekaman Suhu Rendah Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.702

Abstract

Seleksi akan memberikan respon yang optimal bila menggunakan kriteria seleksi yang tepat. Seleksi berdasarkan daya hasil biasanya kurang memberikan hasil optimal bila tidak didukung oleh kriteria seleksi lain berupa komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang berkorelasi kuat dengan daya hasil. Selain itu, seleksi yang dilakukan di lokasi target akan memberikan daya adaptasi dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan di lingkungan non-target, baik dengan menggunakan indeks seleksi maupun produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilih galur dengan sifat-sifat yang lebih baik dan menduga efektifitas seleksi berdasarkan daya hasil dan indeks terboboti. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tikala, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang berada pada ketinggian tempat 750 m dpl. dengan tipe iklim A menurut klasifikasi iklim Schmidt & Fergusson.Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah galur-galur padi F6 hasil seleksi dari 3 kombinasi persilangan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Perbesaran (Augmented Design). Sebagai perlakuan adalah 83 galur F6 hasil seleksi dari F5 dan 6 genotipe tetua sebagai genotipe cek (Pulu’ Mandoti, Lambau, Pinjan, Fatmawati, Gilirang dan Sintanur). Galur-galur yang diuji tidak diulang sedangkan genotipe cek diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji menampilkan keragaman yang besar untuk semua karakter seleksi. Galur-galur yang terpilih dari kedua lingkungan seleksi (Bogor dan Toraja) memperlihatkan bahwa baik yang diseleksi berdasarkan produksi ataupun seleksi berdasarkan indeks seleksi, memiliki perbedaan dari segi superioritasnya. Galur yang terpilih pada lingkungan target (Toraja) didominasi oleh galur-galur yang berasal dari persilangan tetua toleran suhu rendah Pinjan dengan tetua rentan Fatmawati yaitu galur-galur IPB117, sedangkan galur-galur yang terpilih pada lingkungan non target (Bogor) didominasi oleh zuriat hasil persilangan dari Lambau dan Fatmawati (IPB149). Komponen pertumbuhan berkorelasi negatif, sedangkan komponen hasil berkorelasi positif terhadap hasil gabah per petak. Nilai heritabilitas dalam arti luas berkisar antara rendah sampai sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5