cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 261 Documents
PENGARUH BIOTRIBA BT2 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KUBIS YANG MENGGUNAKAN PUPUK DASAR ECENG GONDOK Aris Tanan
AgroSainT Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v8i2.562

Abstract

Aris Tanan. Pengaruh Biotriba BT2 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kubis (Brassica oleracea L) yang Menggunakan Pupuk Dasar Eceng Gondok (Eichhornia crassipes Solms) Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi Biotriba BT2 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis (Brassica oleracea L) yang menggunakan pupuk dasar eceng gondok (Eichhornia crassipes Solms). Hasil penelitian diharapkan akan memberikan informasi mengenai penggunaan konsentrasi pupuk cair Biotriba BT2 yang tepat bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kubis. Hasil penelitian juga diharapkan akan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan eceng gondok sebagai pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Lemo Kecamatan Makale Utara Kabupaten Tana Toraja, berlangsung dari Juni s/d Nopember 2015. Penelitian berbentuk percobaan dengan perlakuan tunggal yang disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan masing-masing: B0 (tanpa Biotriba BT2), B1 (konsentrasi 10 ml Biotriba BT2/liter air ), B2 (konsentrasi 20 ml Biotriba BT2/liter air), dan B3 (konsentrasi 30 ml Biotriba BT2/liter air). Hal-hal yang diamati mencakup: waktu pembentukan krop (hst), jumlah daun (diluar krop), luas daun (cm2), diameter krop (cm), bobot pucuk tanaman (g), dan bobot krop (g). Penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan Biotriba BT2 dengan konsentrasi 20 ml/liter air memberikan hasil terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kubis yang dipupuk dengan menggunakan bahan organik enceng gondok. Konsentrasi 20 ml/liter air memberikan hasil terbaik pada waktu pembentukan krop yang lebih awal, luas daun, bobot pucuk tanaman, dan bobot krop.
PENGARUH JENIS SUMBER MIKROORGANISME PEROMBAK TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK Eddy Yusworo
AgroSainT Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v8i2.563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sumber mikroorganisme perombak antara rumen sapi, kotoran bebek dengan EM-4 terhadap kualitas pupuk organik yang diukur dari rasio karbon nitrogen. Pada penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap, dengan 4 perlakuan yaitu tanpa perlakuan mikroorganisme, perlakuan sumber rumen sapi, kotoran bebek dan EM-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber mikroorganisme perombak bahan organik mampu meningkatkan kadar air, jumlah mikroorganisme dan menurunkan C/N secara nyata (P=0.05). Kadar air tertinggi 61,71 % diperoleh pada perlakuan kotoran bebek C/N terendah 19,03, jumlah mikroba tertinggi 3,1467x108 dan kebutuhan oksigen mikroba tertinggi 9,7778x10-4 mL/sec/g ketiganya diperoleh pada perlakuan rumen sapi. Berdasarkan keseluruhan parameter yang dipilih menunjukkan bahwa perlakuan jenis sumber mikroorganisme perombak rumen sapi memberikan hasil paling baik.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFIT TANAMAN TAMAN NASIONAL DI PULAU JAWA SEBAGAI AGEN PENGHASIL ANTIBIOTIK Sri Yuwantiningsih
AgroSainT Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v8i2.564

Abstract

Bakteri endofit adalah potensial sumber antibiotik yang sekarang banyak dikaji. Penelitian ini mengisolasi bakteri endofit dari tanaman hutan di Pulau Nusakambangan dan tanaman di Taman NasionalUjung Kulon, Kebun Raya Bogor, Kaliurang, Meru Betiri dan Baluran. Penelitian ini bertujuan melakukan isolasi-seleksi dan identifikasi bakteri endofit dengan kemampuan menghambat mikrobia indikator Bacillus subtillis, Candida albicans dan Fusarium oxysporum. Penelitian ini melakukan identifikasi isolat – isolat unggul penghasil antibiotik. Seleksi berdasar kemampuan tumbuh dari berbagai media dan menghasilkan daya hambat terhadap mikrobia indikator. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 4 isolat dengan daya hambat >5.5 yaitu BIN-1, KLP-1, STG-1 dan OOH-1. Isolat unggul terpilih adalah STG-1 dan OOH-1 dalam kaitan aplikasi di bidang pertanian dan kesehatan mnusia. Identifikasi pendahuluan senyawa antibiotik dilakukan dengan membandingkan polaritas senyawa antibiotik terhadap berbagai eluen. Isolat unggul terpilih adalah isolat STG-1 dan OOH-1 dengan spektrum patogenitas luas dan daya hambat tinggi. Identifikasi molekuler 16S-rRNA menggunakan primer 27F dan 1492R. Hasil ditunjukkan dengan analisis similaritas dengan data pada GeneBank menggunakan program Blast-N, dan konstruksi pohon pilogeni dengan haisolat STG-1 sebagai Pseudomonas brenneri SFML 97-391 dengan nilai similaritas 99% dan isolat OOH-1 adalah Enterobachter xiangfangensis dengan nilai similaritas 99%.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat Ceri (Lycopersicon Esculentum, Mill) Terhadap Pemberian Bokashi Pupuk Kandang Ayam Pedaging Driyunitha Driyunitha
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.565

Abstract

Bokashi pupuk kandang ayam pedaging merupakan salah satu jenis pupuk yang sangat baik untuk diaplikasikan pada tanaman tomat ceri (Lycopersicon Esculentum, Mill) guna peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon terbaik dari segi pertumbuhan dan produksi tanaman tomat ceri (Lycopersicon Esculentum, Mill) terhadap pemberian bokashi pupuk kandang ayam pedaging. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan factorial tunggal yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan. Taraf perlakuan yang dilakukan yaitu: B0 = control (tidak ada pupuk), B1 = 1 kg/10 kg tanah, B2 = 2 kg/10 kg tanah, B3 = 3 kg/10 kg tanah, B4 = 4 kg/10 kg tanah. Setiap perlakuan terdiri atas 4 unit dan diulang sebanyak 3 kali, sehinggga didapat enam puluh (60) unit percobaan (polybag), dimana setiap unit/polybag berisi satu pohon tanaman. Perlakuan dengan hasil berbeda nyata dan berbeda sangat nyata selanjutnya akan diuji menggunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi pupuk kandang ayam direspon baik oleh tanaman Tomat Ceri (Lycopersicon Esculentum, Mill) dari segi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, umur berbuah, dan bobot per buah serta diameter buah. Respon pertumbuhan dan produksi terbaik ditunjukkan pada pemberian bokashi pupuk kandang ayam pedaging dengan dosis 4 kg/tanaman yaitu: tinggi tanaman (104,61) jumlah cabang produktif (25,33), pengamatan bobot buah (750,67), pemgamatan jumlah buah (105,67) dan bobot buah per tanaman (719,57).
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsiicum annum) VARIETAS LOKAL TORAJA TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR SABUT KELAPA Ernytha Anita Galla
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik cair sabut kelapa memberikan pengaruh yang baik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum annuum) varietas lokal Toraja. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berbeda dan 1 sebagai kontrol (tanpa perlakuan). Percobaan ini diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdapat 4 unit tanaman. Berikut ini perlakuan yang akan diberikan A0 sebagai kontrol, A1 perlakuan 100 ml/tanaman, A2 perlakuan 200 ml/tanaman, A3 perlakuan 300 ml/tanaman, dan A4 perlakuan 400 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa pada tanaman cabai lokal Toraja berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tersebut dan pemberian pupuk organik cair berdosis 400 mL menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai lokal Toraja.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Wortel (Daucus Carota L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Dwi Prasetyawati Thana
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.567

Abstract

Daun Laruna (Chromolaena odorata) merupakan salah satu sumber pupuk yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair dalam budidaya pertanian khususnya budi daya tanaman Wortel (Daucus Carota L.). Wortel (Daucus carota L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang bernilai ekonomis dan menjanjikan untuk dikembangkan sebagai komoditi agribisnis yang dapat tumbuh sepanjang tahun baik musim hujan maupun musim kemarau. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui respon terbaik tanaman Wortel (Daucus Carota L.) terhadap pemberian pupuk NPK organik cair daun laruna (Chromolaena odorata). Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 (lima) taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 (tiga) kali yaitu tanpa perlakuan (N0), dosis 100 ml/petak (N1), dosis 200 ml/petak (N2), dosis 300 ml/petak (N3), dosis 400 ml/petak (N4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian NPK Organik Cair Daun Laruna dengan dosis 300 ml/petak direspon terbaik oleh tanaman Wortel (Daucus Carota L.) dari segi produksi tanaman yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi serta berat umbi.
RESPON ANGGREK HITAM (Coelogyne Pandurata) HASIL PERBANYAKAN KULTUR JARINGAN TERHADAP BERBAGAI MEDIA TANAM Berlian Z Haryati
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.568

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman anggrek hitam hasil perbanyakan kultur jaringan terhadap media tanam yang berbeda. Penelitian dilaksanakan dirumah net SMK-SPP St. Paulus Makale, Kelurahan Lemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja dari bulan Februari-Juni 2018. Penelitian ini dalam bentuk percobaan dengan menggunakan metode orthogonal Kontras (MOK) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), sebagai perlakuan digunakan beberapa media tanam yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan, yaitu: Ma= Kontrol (Akar Kadaka), Mb= Serbuk Gergaji Pinus, Mc= Serbuk Gergaji Uru, Md= Sabut Kelapa Muda, Me= Sabut Kelapa Tua, Mf= Pakis, Mg= Arang Sekam, Mh= Arang Kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam sabut kelapa (Md) dan serbuk gergaji (Mc) memberi pertumbuhan terbaik terhadap jumlah daun, jumlah anakan dan presentase tanaman yang hidup. Pertumbuhan yang lebih baik terhadap panjang daun pada media tanam arang.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERHADAP BOKASHI DAUN GAMAL Adewidar Patadungan
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.569

Abstract

Pertumbuhan ubi jalar ungu ditentukan bukan hanya kesuburan kimia tanah tetapi juga oleh sifat fisik tanah yang gembur untuk pertumbuhan dan perkembangan umbi yang optimal. Bokashi daun gamal merupakan salah satu jenis pupuk organik yang memiliki kandungan hara yang cukup tinggi serta dapat memperbaiki sifat fisik tanah menjadi lebih sesuai untuk kebutuhan pertumbuhan ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di Rantetayo Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja yang berada pada ketinggian tempat 1500 m dpl dengan tipe iklim B (Scmidt Ferguson) dan dengan pH tanah 6,00. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK factor tunggal yang terdiri atas 5 taraf perlakuan dosis bokashi daun gamal. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar ungu member respon terbaik terhadap bokashi daun gamal. Bokashi daun gamal dengan dosis 12 kg/petak direspon lebih baik dan pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar ungu panjang batang, jumlah cabang terbentuk, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak, bobot umbi per tanaman dan bobot umbi per petak.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO (Theobromacacao L) VARIETAS TRINATARIO TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TOP G2 Aris Tanan
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.570

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Pantan, Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Tempat penelitian ini berada pada ketinggian 700 meter dpl dengan tipe iklim B (scmidit Ferguson). Penelitian dilaksanakan pada bulan april sampai bulan Juli 2018 yang bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tanaman kakao (Theobroma cacao L) terhadap pemberian pupuk organik cair TOP G2. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri atas lima taraf perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1(2 cc/L air), P2(4 cc/L air), P3(6 cc/L air), P4(8 cc/L air). Yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair TOP G2 memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao (theobroma cacao L) varietas forastero dengan konsentrasi 8 cc/L Air.
PENGARUH BOBOT RIMPANG DAN ZPT ALAMI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.571

Abstract

Pengembangan jahe merah secara komersial harus didukung oleh teknik budidaya yang optimal dan berkesinambungan dengan menerapkan teknik-teknik budidaya yang telah dianjurkan, misalnya penanaman bibit yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot rimpang dan pemberian ZPT alami air kelapa terhadap pertumbuhan jahe merah. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu: faktor pertama (bobot rimpang terdiri atas B1 = bobot kecil (<10 g), B2=bobot sedang (10 – 20 g) dan B3 = bobot besar (> 20 g)) dan faktor kedua (5 taraf perlakuan perendaman dalam berbagai konsentrasi air kelapa); dari kedua faktor tersebut diperoleh 15 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 45 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot rimpang B3 (berbobot besar (>20 gr)) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan jahe merah khususnya umur bertunas, tinggi tunas, jumlah daun, diameter tunas dan jumlah tunas, serta pemberian ZPT alami air kelapa dengan konsentrasi 75% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan jahe merah khususnya umur bertunas, tinggi tunas dan jumlah daun, sedang pemberian dengan konsentrasi 100% memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter tunas dan jumlah tunas.

Page 10 of 27 | Total Record : 261