cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 261 Documents
UJI DAYA HASIL DAN KARAKTERISASI AGRONOMI 15 GALUR F4 PADI TIPE BARU AROMATIK TOLERAN CEKAMAN SUHU RENDAH Yosua Kambaro Putra Bone
AgroSainT Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/avvmjz46

Abstract

Padi Aromatik merupakan padi yang memiliki aroma yang khas sehingga mutu beras menjadi tinggi. Galur persilangan padi aromatik lokal Toraja perlu dilakukan uji daya hasil untuk mencari produksi terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji galur-galur F4 PTB padi aromatik hasil persilangan pada empat lokasi yang berbeda ketinggian di Toraja. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Oktober 2021 di 4 Kecamatan di Toraja yaitu Rantebua, Tallunglipu, Bittuang dan Sesean Suloara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok gabungan, setiap galur diulang tiga kali pada setiap lokasi, setiap petak terdiri atas 5 baris tanam dengan jarak tanam 25x25 cm. Karakter yang diamati sejumlah karakter agronomi komponen hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hasil galur tertinggi diperoleh pada lokasi Tallunglipu oleh galur F4UKIT102-2-312 yaitu 8.02 ton/Ha, F4UKIT102R-2-018 (8.0 ton/Ha), F4UKIT102-2-010 (7.8 ton/Ha), F4UKIT103-2-019 (7.4 ton/Ha), dan F4UKIT102-2-056 (7.1 ton/Ha). Karakter agronomi tinggi tanaman terbaik dihasilkan oleh galur F4UKIT103-2-110, F4UKIT103-2-078, dan F4UKIT103-2-100. Umur panen terbaik yaitu galur F4UKIT102-2-056, F4UKIT101-2-188, dan F4UKIT103-2-094. Jumlah anakan terbaik yaitu F4UKIT102R-2-018, F4UKIT102R-2-100, F4UKIT102R-2-078, F4UKIT102-2-010, F4UKIT103-2-100, dan F4UKIT103-2-110. Panjang bulir terbaik yaitu galur F4UKIT102R-2-078, F4UKIT102-2-312, F4UKIT102R-2-018, F4UKIT103-2-019, F4UKIT102-2-010, dan F4UKIT102-2-188. Jumlah gabah terbaik yaitu galur F4UKIT102-2-312, F4UKIT102R-2-018, F4UKIT102-2-010, F4UKIT102-2-078 dan F4UKIT102R-2-001. Panjang gabah terbaik yaitu galur F4UKIT103-2-110, F4UKIT102R-2-018, dan F4UKIT103-2-094. Bobot gabah bernas per malai dan rumpun yaitu galur F4UKIT102-2-312, F4UKIT103-2-018, F4UKIT102-2-010, F4UKIT102-2-019, dan F4UKIT102R-2-078. Hasil analisis heritabilitas menunjukkan nilai haritabilitas yang sangat tinggi pada semua karakter yang diuji. Karakter yang memiliki korelasi positif terhadap peningkatan potensi produktivitas yaitu karakter bobot gabah bernas per rumpun, jumlah gabah bernas per malai, panjang bulir dan jumlah anakan produktif. Galur yang memiliki mutu nasi tertinggi adalah galur F4UKIT102-2-056, F4UKIT102-2-010, dan F4UKIT103-2-094. Galur agak toleran terhadap suhu rendah yaitu F4UKIT102R-2-100, F4UKIT102R-2-018, F4UKIT102-2-024, dan F4UKIT102R-2-078.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI KULIT BUAH KOPI DAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) Yulianus Sampeliling
AgroSainT Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/6qstkx88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Bokashi Kulit Buah Kopi Dan Ekstrak Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.). Penelitian berlangsung pada bulan Oktober 2021 - Januari 2022 di PT Sulotco Jaya Abadi, Lembang Tiroan, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, dengan ketinggian tempat 1.400 meter dpl dan tipe iklim A (Scmidt Ferguson) Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yakni Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKL). Faktor pertama yakni bokashi kulit buah kopi dan factor kedua ekstrak bawang merah. Adapun taraf faktor bokashi limbah kulit buah kopi yaitu : K0 = Tanpa pemberian bokashi, K1 = 400 g/polybag, K2 = 800g/polybag. Sedangkan taraf faktor ekstrak bawang merah yaitu B0 = Kontrol (Tanpa ekstrak bawang merah), B1 = 300 ml dan B2 = 600 ml Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan bokshi limbah kulit buah kopi dengan dosis g/polybag berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar dan berat kering bibit kopi arabika. Perlakuan Ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun pada umur 8 dan 12 mst dan berat kering bibit kopi arabika. Sedangkan interaksi pupuk bokashi limbah kulit buah kopi dan ekstrak bawang merah berpengaruh nyata hanya pada parameter jumlah daun umur 12 mst.
Pengaruh Bokashi Kulit Buah Kopi dan MOL Nasi Basi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L) Varietas Typica Pada Tanaman Belum Menghasilkan Tahun Pertama (TBM-1) Mardayce Daun Limbong
AgroSainT Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/1bpa8r89

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Bokashi Kulit Buah Kopi dan MOL Nasi Basi terhadap Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) varietas Typica pada Tanaman Belum Menghasilkan Tahun Pertama (TBM-1). Penelitian dilakukan di PT. Sulotco Jaya Abadi, Lembang Tiroan, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja pada bulan Juli 2021 sampai Januari 2022. Penelitian dilaksanakan dalam percobaan faktorial dimana ada dua faktor berbeda, yaitu: faktor pertama (dosis bokashi kulit buah kopi (B)) terdiri atas 3 taraf perlakuan, yaitu: B0 (kontrol), B1 (4 kg/pohon) dan B2 (8 kg/pohon). Faktor kedua (konsentrasi MOL nasi basi (M)) terdiri dari 3 tingkat perlakuan yaitu M0 (kontrol), M1 (200 ml/ 1 l air) dan M2 (400 ml/ 1 l air),sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan, yaitu: B0M0; B0Ml; B0M2; BlM0; B1Ml; BlM2; B2M0; B2Ml; dan B2M2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kulit buah kopi dengan dosis 8 kg/pohon memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, penambahan jumlah cabang, penambahan diameter batang dan penambahan jumlah daun. Pemberian MOL nasi basi pada konsentrasi 400 ml/ 1 l air memberikan hasil terbaik terhadap penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah cabang, dan penambahan jumlah daun. Interaksi antara pemberian bokashi kulit buah kopi dengan dosis 8 kg/pohon yang dikombinasikan dengan pemberian MOL nasi basi pada konsentrasi 400 ml/ 1 l air memberikan hasil terbaik terhadap penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah cabang, penambahan diameter batang, dan penambahan jumlah daun.
Intensitas Serangan Penggerek Batang Jagung Ostrinia Furnacalis Gueene Pada Beberapa Jenis Insektisida Granular Desriani; Naeilul Chaeriyah; Munawwarah
AgroSainT Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/fwq04w70

Abstract

Abstrak Ostrinia furnacalis Geunee merupakan hama utama pada tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penggunaan dua jenis insektisida dalam menekan presentasi lubang gerekan O. Furnacalis pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tino Kecamatan Taroang, Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Pada penelitian ini digunakan benih jagung varietas Bima 15 Sayang dengan menggunakan tiga perlakuan yaitu Karbofuran (10gr/mr2), Fipronil (10gr/mr2) dan Kontrol (tanpa perlakuan insektisida). Pengamatan di mulai saat umur 27 sampai 84 HST dengan interval 7 hari. Pengamatan dilakukan secara sistematik dengan berdasarkan penghitungan jumlah gerekan pada tanaman jagung serta penghitungan berat bobot biji jagung. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lubang gerekan O. Furnacalis ditemukan pada 35 HST pada masing-masing perlakuan, rata-rata jumlah lubang gerekan mengalami peningkatan pada umur tanaman 49 sampai 63 HST. Pada tiga perlakuan jumlah lubang gerekan tertinggi pada Fipronil (10gr/mr2), kemudian kontrol, dan terendah pada perlakuan karbofuran (10gr/mr2). Hasil pengujian menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata pada masing-masing perlakuan kontrol, Karbofuran (10gr/mr2), dan Fipronil (10gr/mr2). Kata Kunci: Jagung, Ostrinia furnacalis Guenee, Insektisida granular
Pengaruh Bokashi Limbah Ternak Kambing dan Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Lobak ( Raphanus sativus L.) Jesika; Yusuf L. Limbongan; Pasari lempang
AgroSainT Vol 15 No 1 (2024): Agro Saint
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/8rmae449

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi limbah ternak kambing dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman lobak (Raphanus sativus L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2023 di Kelurahan Batupapan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja dengan ketinggian ± 760 Mdpl. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial yang disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan berbeda yaitu : Faktor I (Bokashi limbah ternak kambing / B) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : B0 (kontrol), B1 (94 g/tanaman), B2 (187,5 g/tanaman), B3(281,2 g/tanaman). Faktor II ( Dosis pupuk KCl / K) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : K0 (kontrol), K1 (1,25 g/tanaman), K2 (1,87 g/tanaman), sehingga terdapaat 12 kombinasi perlakuan yaitu : B0K0, B0K1 ,B0K2 ,B1K0, B1K1, B1K2, B2K0, B2K1, B2K2, B3K0 ,B3K1, B3K2. Perlakuan Bokashi limbah ternak kambing dengan dosis 281,2 9/tanaman memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter daun, diameter umbi, panjang umbi, bobot per umbi, bobot umbi per petak, bobot biologi, dan indeks panen. Perlakuan pupuk KCl dengan dosis 1,87 g/tanaman, memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter daun, diameter umbi, panjang umbi, bobot per umbi, bobot umbi per petak, bobot biologi dan indeks panen. Kombinasi perlakuan Bokashi limbah ternak kambing dosis 281,2 g/tanaman dan pupuk KCl dosis 1,87 g/tanaman merupakan kombinasi terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter daun, diameter umbi, panjang umbi, bobot per umbi, bobot umbi per petak, bobot biologi dan indeks panen.
PENGARUH ARANG SEKAM DAN GANDASIL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Sindia Tasik Kuddi
AgroSainT Vol 15 No 1 (2024): Agro Saint
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/t58j1k49

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arang sekam dan gandasil B terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L.), yang dilaksanakan pada bulan Juni–Oktober 2023 di Tallunglipu, Kelurahan Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, dengan ketinggian tempat 750 meter diatas permukaan laut, dengan Jenis tanah regosol. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan factorial dengan 2 (dua) faktor yang berbeda yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) yaitu : sebagai perlakuan digunakan arang sekam dan gandasil B. Arang sekam sebagai faktor 1 terdiri dari tiga taraf yaitu: S0: Kontrol, S1: 150 gram/tanaman, dan S2: 300 gram/tanaman, sedangkan konsentrasi gandasil B sebagai faktor 2 terdiri dari tiga taraf yaitu: G0 : Kontrol, G1 : 2,5 gram/1liter air, G2 : 5 gram/ 1 liter air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian arang sekam pada dosis 300 gram/tanaman yang dikombinasikan dengan gandasil B pada konsentrasi 5 gram/1 liter air. Memberikan pengaruh terbaik terhadap: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah perplot, panjang buah, diameter buah, bobot buah perbuah, bobot buah pertanaman, dan bobot buah perplot.
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Organik Cair Keong Mas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat Apel (Solanum lycopersicum L.) Serti Siringan
AgroSainT Vol 14 No 2 (2023): Agro Saint
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/2zfmkr76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengetahui frekuensi aplikasi dan konsentasi POC keong mas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat apel (Solanum lycopersium L.), yang dilaksanakan pada bulan September-Desember 2023 di Tallunglipu, Kelurahan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara yang berada pada ketinggian 750 mdpl dengan pH tanah 6,82. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial yang disusun dalam bentuk rancangan acak berkelompok dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah frekeunsi aplikasi yang yang terdiri dari 3 taraf yaitu, F1 = 2 kali, F2=3 kali, dan F3= 4 kali, faktor kedua adalah konsentrasi POC keong mas yang terdiri dari 4 taraf yaitu, K1= 20 %, K2= 40%, K3= 60 % dan K4= 80 % dengan dosis 1500 ml/tanaman. Hasil penelitian ini menujukan bahwa frekuensi aplikasi POC keong mas 4 kali berpengaruh baik pada setap variabel pengamatan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah buah pertananaman, jumlah buah perplot, diameter buah, bobot perbuah, bobot buah pertanaman, dan bobot buah perplot. Konsentrasi POC keong mas 60 % berpengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah pertananaman, jumalah buah perplot, diameter buah, bobot perbuah bobot pertanaman, dan bobot perplot. Kombinasi perlakuan terbaik pada frekuensi aplikasi 4 kali dengan konsentrasi 60 % (F3K3) terhadap setap variabel pengamatan.
Pengaruh Arang Sekam dan Konsentrasi Em4 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat Apel (Solanum lycopersicum L) Junianto Samperuruk Pabanga; Yusuf L Limbongan; Afra Andre Pasanda
AgroSainT Vol 14 No 2 (2023): Agro Saint
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/zxq12m08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sekam bakar dan konsentrasi EM4 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat apel (Solanum lycopersicum L). Peneltian dilaksanakan mulai pada Bulan Oktober 2023 hingga Desember 2023 yang berlokasi di Kelurahan Lapandan, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja dengan ketinggian ± 800 m dpl. Penelitian dilakukan dengan percobaan menggunakan faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Adapun taraf masing-masing perlakuan yaitu : taraf perlakuan EM4 yakni E0 : kontrol, E1 : 10 ml/l air/petak, E2 : 20 ml/l air/petak, E3 : 30 ml/l air/petak. Sedangkan taraf perlakuan arang sekam yakni A0 : kontrol, A1 : 5 ton/ha, A2 : 10 ton/ha, A3 : 15 ton/ha. Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan dosis EM4 30 ml/l air/petak memperlihatkan hasil paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat apel. Perlakuan arang sekam dosis 15 ton/ha memperlihatkan hasil paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat apel. Sedangkan Kombinasi perlakuan EM4 dengan dosis 30 ml/l air/petak dengan arang sekam dosis 15 ton/ha memperlihatkan hasil paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat apel
PENGARUH ARANG SEKAM DAN GANDASIL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Sindia Tasik Kuddi
AgroSainT Vol 14 No 2 (2023): Agro Saint
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/5pz5v332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arang sekam dan gandasil B terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L.), yang dilaksanakan pada bulan Juni–Oktober 2023 di Tallunglipu, Kelurahan Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, dengan ketinggian tempat 750 meter diatas permukaan laut, dengan Jenis tanah regosol. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan factorial dengan 2 (dua) faktor yang berbeda yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) yaitu : sebagai perlakuan digunakan arang sekam dan gandasil B. Arang sekam sebagai faktor 1 terdiri dari tiga taraf yaitu: S0: Kontrol, S1: 150 gram/tanaman, dan S2: 300 gram/tanaman, sedangkan konsentrasi gandasil B sebagai faktor 2 terdiri dari tiga taraf yaitu: G0 : Kontrol, G1 : 2,5 gram/1liter air, G2 : 5 gram/ 1 liter air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian arang sekam pada dosis 300 gram/tanaman yang dikombinasikan dengan gandasil B pada konsentrasi 5 gram/1 liter air. Memberikan pengaruh terbaik terhadap: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah perplot, panjang buah, diameter buah, bobot buah perbuah, bobot buah pertanaman, dan bobot buah perplot.
PENGARUH PUPUK UREA DAN BOKASHI LIMBAH TERNAK AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Dyna Ranindaya Sumboli; Yusuf L Limbongan; Berlian Z Haryati
AgroSainT Vol 14 No 2 (2023): Agro Saint
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/299h9j60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk urea dan bokashi limbah ternak ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.). Penelitian berlangsung dari bulan Juli 2023 sampai bulan September 2023, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk percobaan faktorial dengan 2 (dua) faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pupuk urea sebagai faktor pertama terdiri atas empat taraf perlakuan yaitu U0 = 0 g/polybag, U1 = 1,5 g/polybag, U2 = 2,5 g/polybag dan U3 = 3,5 g/polybag, sedangkan bokashi limbah ternak ayam sebagai faktor kedua terdiri atas empat taraf perlakuan yaitu A0 = 0 g/polybag, A1 = 150 g/polybag, A2 = 250 g/polybag, dan A3 = 350 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk urea berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Dosis 3,5 gram/polybag (U3) memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah helai daun, dan berat segar ekonomis pertanaman. Dosis 2,5 gram/polybag (U2) memberikan pengaruh terbaik terhadap indeks panen dan volume akar. Bokashi limbah ternak ayam berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Dosis 350 gram/polybag (A3) memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah helai daun, dan berat segar ekonomis pertanaman. Dosis 250 gram/polybag (A2) memberikan pengaruh terbaik terhadap indeks panen. Dosis 150 gram/polybag (A1) memberikan pengaruh terbaik terhadap volume akar. Terdapat interaksi antara pupuk urea dan bokashi limbah ternak ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Kombinasi antara dosis pupuk urea 3,5 gram/polybag (U3) dengan dosis bokashi limbah ternak ayam 350 gram/polybag (A3) memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah helai daun, dan berat segar ekonomis pertanaman.