cover
Contact Name
Jakson Sespa Toisuta
Contact Email
jakson.toisuta28@gmail.com
Phone
+6285103507153
Journal Mail Official
jakson.toisuta28@gmail.com
Editorial Address
Jl. G. Bambapuang I. No.26 C. Lariangbangi, Kec.Makassar, Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 29629349     EISSN : 28298381     DOI : https://doi.org/10.62738/ej.v1i1
EULOGIA (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani) adalah merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2829-8381 (online), ISSN: 2962-9349 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar. dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Sistematika Teologi Biblikal Pelayanan Pastoral Konseling Gereja, Misi, dan Masyarakat Pendidikan Kristen Kepemimpinan Kristen Musik Gerejawi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023): November 2023" : 5 Documents clear
Analisis Teologis Terhadap Berbagai Pandangan Soteriologi Dintinjau Dari Kebenaran Alkitab Selvie Lasewa
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.57

Abstract

The aim of the research is to provide a theological understanding of various Soteriological views. Soteriology is a science that studies the eternal salvation of humans. All humans have sinned, so humans need a way of salvation and a person who can save. Every church denomination must have teachings about how to obtain a guarantee of eternal salvation. Even though the doctrine about salvation in each church or religious denomination is not the same, still everyone, regardless of religion or whatever church denomination, all people must have certainty of salvation. It is very important to know and understand the various theories that state the certainty of salvation, and what responses and answers are correct and in accordance with Biblical truth to serve as the basis of the Christian faith in terms of obtaining certainty of salvation. The research method used in this study is qualitative. The method used is the analytical method, with the data collection technique being document data from literature review to study and analyze soteriology, so that the conclusion is drawn that true soteriology must be in accordance with Biblical truth. Keywords: Analysis, Soteriology, Theology, Various Views Tujuan penelitian untuk memberikan pemahaman secara teologis tentang berbagai pandangan Soteriologi. Soteriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang keselamatan kekal manusia. Semua manusia telah berbuat dosa maka manusia memerlukan jalan keselamatan dan pribadi yang dapat menyelamatkan. Dalam setiap denominasi gereja pasti memiliki ajaran tentang bagaimana memperoleh jaminan keselamatan kekal, meskipun doktrin tentang keselamatan dalam setiap denominasi gereja atau agama tidak sama, tetapi tetap saja semua orang baik beragama apapun atau denominasi gereja manapun semua manusia harus memiliki kepastian keselamatan. Merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mengetahui dan memahami berbagai teori yang menyatakan tentang kepastian keselamatan, dan bagaimana tanggapan dan jawaban yang benar dan sesuai dengan kebenaran Alkitab untuk dijadikan sebagai dasar Iman Kristen dalam hal memperoleh kepastian keselamatan. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode analisis, dengan teknik pengumpulan data adalah data dokumen dari kajian kepustakaan untuk mengkaji dan menganalisis tentang soteriologi, sehingga ditarik kesimpulan bahwa Soteriologi yang sejati harus sesuai dengan kebenaran yang Alkitabiah.Kata Kunci : Analisis, Teologis, Berbagai Pandangan, Soteriologi
Manfaat Pendidikan Inklusif Dalam Mengatasi Masalah Keterampilan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Fify Joseph; Irwanto Mangedong
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.58

Abstract

Apart from the National Education aim to educate the life of the nation, today there are still various problems arisen in the world of education including the education for children with special needs, that it is implicitly needed of an educational institution that can accommodate children with special needs as well as other normal children in getting the same or equivalent education (inclusive). This writing is done qualitatively (literature study) by taking and processing data and information from various sources such as books, journals, or other articles. The objectives that can be obtained through this writing are first, to know and understand the importance of inclusive-based education for children with special needs. Second, to find out about the social skills needed by children with special needs. Third, to find out the benefits of inclusive education on the social skills of children with special needs. The results obtained are that inclusive-based education is an answer to an “education for all” system, namely an education system that accepts every child to be educated and equipped regardless of the differences in each child. The principle of non-discrimination contained in the implementation of inclusive-based education is a place where children with special needs get the same education services as other normal children, that children with special needs will receive good benefits, so as to create social interaction, building a sense of children's self-confidence, and train children to respect differences.Keywords: Inclusive Education; social skills; The child with special needsTerlepas dari tujuan pendidikan Nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dewasa ini masih didapati berbagai masalah yang muncul dalam dunia pendidikan di antaranya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) sehingga secara implisit dibutuhkan satu lembaga pendidikan yang bisa menampung anak berkebutuhan khusus bersama anak normal lainnya dalam mendapatkan pendidikan yang sama atau setara (inklusif).  Penulisan ini dilakukan secara kualitatif atau studi pustaka dengan mengambil danmengolah sumber data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal-jurnal, ataupun artikel-artikellainnya.Tujuanyangdapatdiperolehmelaluipenulisaniniadalahpertama, untuk mengetahui dan memahami tentang pentingnya pendidikan berbasis inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Kedua, untuk mengetahui tentang keterampilan sosial yang diperlukan oleh anak berkebutuhan khusus. Ketiga, untuk mengetahui manfaat pendidikan inklusif terhadap keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus. Hasil yang diperoleh adalah bahwa pendidikan berbasis inklusif merupakan suatu jawaban bagi suatu sistmm “pendidikan untuk semua”yaitu suatu sistem pendidikan yang menerima setiap anak untuk dididik dan dibekali tanpa memandang perbedaan yang terdapat pada setiap anak.  Prinsip non-diskriminasi yang terdapat pada penyelenggaraan pendidikan berbasis inklusif merupakan wadah di mana anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan anak-anak normal lainnya, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus akan menerima manfaat yang baik, juga tercipta interaksi sosial, dapat membangun rasa percaya diri anak, serta melatih anak menghargai perbedaan.Kata kunci: Pendidikan Inklusif; keterampilan sosial; Anak berkebutuhan khusus
Media Sosial Dan Perdebatan Politik: Upaya Gereja Mereduksi Konflik Pemilu di Era Digital Dalam Bingkai Etis Teologis Yonatan Alex Arifianto; Jakson Sespa Toisuta
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.59

Abstract

This article aims to describe the important role of the church in theological ethics to deal with political conflicts that arise on social media during the election period in the digital era. Monitored debates on digital social media platforms create increasing political tensions and can trigger horizontal conflicts. The church therefore has the potential to play an important role in mitigating conflict and representing a more ethical dialogue. By using a theological ethical foundation, the church can provide a foundation and guide for values, reasoning and morals that are relevant to Christianity. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that social media and political debate are the church's efforts to reduce election conflict in the digital era from an ethical and theological perspective. Firstly, Christianity can understand the importance of the nature of social media in politics and democratic parties so that with a theoretical study of the church and elections can foster theological ethical attitudes in the context of political debates where the church has a role in reducing election conflicts in the digital era.Keywords: Social Media; Political Debate; Reducing Conflict; Election; Digital era; Theological Ethical AbstrakArtikel ini bertujuan pentingnya peran gereja dalam etika teologis untuk menghadapi konflik politik yang muncul di media sosial selama masa pemilu di era digital. Perdebatan dalam platform digital media sosial yang terpantau membuat ketegangan politik yang semakin meningkat dan bisa memicu konflik horizontal. Dan tentunya gereja memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam meredakan konflik dan merepresentasikan dialog yang lebih etis. Dengan menggunakan landasan etika teologis, gereja dapat memberikan landasan dan panduan dari nilai dan nalar serta moral yang relevan bagi kekristenan. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendektan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa media sosial dan perdebatan politik: upaya gereja mereduksi konflik pemilu di era digital dalam bingkai etis teologis, pertama kekristenan dapat memahami pentingnya hakikat media sosial dalam politik dan pesta demokrasi sehingga dengan  kajian teortik gereja dan pemilu dapat menumbuhkan sikap etika teologis dalam konteks perdebatan politik yang mana gereja memiliki peran gereja dalam mereduksi konflik pemilu di era digital.
Makna Frasa Kerjakan Keselamatanmu Dalam Filipi 2:12 Serta Implikasinya Bagi Orang Kristen Suwandy Loardi; Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.52

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the true meaning of the phrase work out your own salvation in Philippians 2:12. The method used in this paper uses descriptive qualitative research methods and biblical studies. The results of this research can be concluded that the command "work out your own salvation" is a command that Paul conveyed to the congregation at that time who were believers to be able to obediently work out for themselves the salvation they already had with fear and trembling, because God Himself had done it. everything in the believer. The word do in the middle form shows that believers are asked to do this for themselves, in this context that is working for salvation. Then the passive form refers to the statement in verse 13 which says that it is actually God who works for believers both the will and the ability to act.Keywords: Work Out Own Your Salvation; ChristiansABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui makna sesungguhnya dari frasa kerjakan keselamatanmu dalam Filipi 2:12. Metode Yang digunakan tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan kajian biblika. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perintah “kerjakan keselamatanmu” merupakan perintah yang Paulus sampaikan kepada jemaat pada saat itu yang adalah orang percaya untuk dapat dengan taat mengerjakan bagi dirinya sendiri keselamatan yang telah dimiliki itu dengan takut dan gentar, karena Allah sendiri yang telah mengerjakan segala sesuatunya di dalam orang percaya. Kata Kerjakan dalam bentuk middle menunjukkan bahwa orang percaya diminta untuk mengerjakan hal ini bagi dirinya sendiri, dalam konteks ini yaitu mengerjakan keselamatan. Lalu bentuk passive menunjuk pada pernyataan di ayat 13 yang mengatakan bahwa sebenarnya Allahlah  yang mengerjakan bagi orang percaya baik kemauan maupun kemampuan bertindak.Kata Kunci: Kerjakan Keselamatanmu; Orang Kristen
Pengembangan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Melalui Mata Kuliah Microteaching di STT Blessing Indonesia Makassar Danny David H. Wurarah; Tri Retno Delpiero Mohama
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.56

Abstract

Education in Indonesia has problems with the quality of education, this is a challenge for teaching staff to advance the quality of education in Indonesia, so that an educator is required to have competence as a professional teacher and become an education pioneer.  To see the progress in the competency of prospective teaching staff, this research was then carried out which aims to analyze the basic teaching skills of prospective teachers through the Microteaching course as prospective teaching staff.  This research uses a descriptive qualitative method approach, the subjects that will be studied in this research are students of the Blessing Indonesia Makassar Theological College, the VI semester Christian Religious Education study program consisting of 10 students, 2 male students and 8 female students.  Then the results were found that the basic teaching skills of students in the sixth semester of the Christian Religious Education Study Program at Blessing Indonesia Makassar Theological College in the Microteaching course had an average score for the achievement aspect with Good criteria.  However, the skills for opening and closing lessons have achieved very good criteria.Keywords: Basic Teaching Skills ;  Microteaching ; Education Pendidikan di Indonesia memiliki permasalahan pada mutu Pendidikan, ini merupakan suatu tantangan bagi tenaga pendidik untuk memecahkan masalah serta memajukan mutu Pendidikan di Indonesia, sehingga seorang pendidik dituntut agar bisa memiliki kompetensi sebagai seorang guru profesional serta menjadi pelopor Pendidikan. Untuk melihat kemajuan kompetensi calon tenaga pendidik, kemudian dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana keterampilan dasar mengajar calon guru lewat mata kuliah Microteaching sebagai calon tenaga pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif, subjek yang akan diteliti dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar, program studi Pendidikan Agama Kristen semester VI yang terdiri dari 10 mahasiswa, 2 mahasiswa laki-laki dan 8 mahasiswa perempuan. Kemudian ditemukan hasil bahwa kemampuan dasar keterampilan mengajar mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar dalam mata kuliah Microteaching memiliki nilai rata-rata aspek capaian dengan kriteria Baik. Namun pada keterampilan membuka dan menutup pelajaran memiliki capaian dengan kriteria Sangat Baik.Kata Kunci : Keterampilan Dasar Mengajar ; Microteaching ; Pendidikan  

Page 1 of 1 | Total Record : 5