cover
Contact Name
Andi Muhammad Ilham
Contact Email
kuansing28@gmail.com
Phone
+628126822811
Journal Mail Official
jurnal@riau.go.id
Editorial Address
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada No.200, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi
ISSN : 24778532     EISSN : 30473411     DOI : -
IPTEKIN merupakan jurnal yang memuat naskah/artikel hasil penelitian dan pengembangan, hasil analisis ilmiah data primer dan data sekunder, kajian (review) tentang topik terkini, analisis kebijakan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun. Dalam menjaga kualitas artikel yang diterbitkan akan dilakukan cek plagiat dengan menggunakan Turnitin. Tim editor dan reviewer jurnal ini terdiri dari para ahli dibidangnya dan proses review dilakukan dengan sistem double blind peer review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017)" : 10 Documents clear
Rantai Pasok Komoditi Sagu (Metroxylon Sagu) Di Kabupaten Kepulauan Meranti Subkhan Riza; Agusnimar; Saipul Bahri; Azmansyah; Selvia Sutriana
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah penghasil sagu terbesar di Provinsi Riau.Keberadaan perkebunan sagu di daerah ini telah berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di daerah ini.Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui rantai pasok komoditi sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti.Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey dan pengamatan di lapangan. Data primer diperoleh dari observasi di lapangandan wawancara dengan responden. Data skunder dikumpulkan dari laporan yang dipublikasikan oleh lembaga pemerintah di Kabupaten Kepulauan Meranti.Luas perkebunan sagu di daerah ini kurang lebih 38.614 hektar yang terdiri dari areal perkebunan sagu rakyat dengan produksi sebanyak 108.043 ton, atau 73,59% dari total produksi sagu Provinsi Riau atau 25,46% dari total produksi sagu nasional. Sistem pemasaran bahan baku sagu(pohon rumbia) dibedakan menjadi 2 cara yaitu sistem ijon dan sistem biasa. Sistem pemasaran dengan transaksi terjadi di lokasi kebun akan memberikan keuntungan terbesar bagi pemiliki industri, yakni sebesar Rp81.000 per batang. Sedangkan sistem pembelian batang sagu dengan transaksi di lokasi industri akan memberikan keuntungan bagi petani.Produk industri sagu masyarakat dipasarkan ke 3 (tiga) sasaran lokasi, yaitu untuk masyarakat lokal, eksport ke Malaysia dan dipasarkan ke Cirebon, Jawa Barat. Permintaan tepung sagu oleh agen/distributor di Cirebon kurang lebih 400,000 ton tepung sagu per tahun.
Manajemen Keuangan Pada Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM): Studi Pada UMKM Perikanan Di Kecamatan XIII Koto Kampar Ismon Zakya HS; Arbaini; Heryudarini Harahap; Herwanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial management is an activity of planning, budgeting, inspection, controlling, searching and deposit funds owned by the organization or company.This study aims was to assess the condition of financial management of fishery MSMEs and how government support to MSMEs fisheries in XIII Koto Kampar subdistrict. The study was conducted in XIII Koto Kampar Sub District. The subjects were 30 fishery MSMEs. The study method was cross-sectional. Data analysis was descriptive. The results showed that the current ratio of 18 (60%) business actors above 2.68, 12 (40%) of MSMEs did not have debt in running their business that means also have a current ratio above 150%. It was found 17 (57%) MSMEs that had a quick ratio 5 to 30 that was above the ideal value of 1.5. There was one MSMEs whose quick ratio is 1that meant illiquid. The solvency ratio (debt ratio) was 0.01 to 0.11. It was found 12 (40%) MSMEs has received support from the government in the form of buildings, fish processing tables and other facilities located in fisheries centers, and business accounting management training assistance.
Pola Pemberdayaan Masyarakat Di Kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu Shinta Utiya Syah; Gevisioner
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu (GSK-BB) merupakan kawasan yang memiliki karakteristik hamparan rawa gambut. Pengelolaan ekositem tidak dilakukan secara bijaksana maka akan menyebabkan kerusakan ekosistem dan sumberdaya yang terdapat didalamnya sekaligus akan menurunkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut. Masyarakat di sekitar kawasan ekosistem cagar biosfer GSK-BB mempunyai ketergantungan yang sangat besar terhadap ekosistem tersebut, mereka dapat berperan sebagai perusak ataupun penjaga ekosistem, untuk itu perlu dibangun suatu pola pengelolaan ekosistem cagar biosfer GSK-BB yang melibatkan masyarakat di sekitar ekosistem. Hasil review terhadap hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan kelembagaan pemberdayaan masyarakat di kawasan cagar biosfer GSK-BB adalah model kolaborasi inovatif, karena model ini dapat memberikan solusi dalam menghadapi permasalahan peran dan fungsi kelembagaan di desa sehingga dapat mengembangkan potensi kawasan cagar biosfer GSK-BB yang bernilai ekonomi, sosial dan budaya.
Peningkatan Nilai Tambah Limbah Ikan Sebagai Bahan Pangan Dan Pakan Subkhan Riza; Syahrul
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catfish processing industry generally leaves waste products in the form of solid waste, such as bone, intestines (viscera), tethered meatand belly fat.The resulting wastes range from 20% - 60%, meaning there are about 4.8 tons - 14.4 tons of solid waste is produced by the catfish processing industry in Sentra Pengolahan Pascapanen Kampar, Kampar regency.The resulting solid waste will have a negative impact on the environment if there is no good and proper handling. This study aims to utilize catfish waste into value-added products as raw materials for food and feed. This research is done by experimental method. Production of processed catfish in Kampar regency of 382.97 tons consists of smoked fish, fish fillet, salted fish and derivatives such as abon, meatballs, nuggets, and crackers.Potential waste of catfish fillet that can be utilized are: fish bone 35%, abdominal fat 7%, tethered meat6% and offal 11%. The processing of solid waste byproducts of fish processing produces raw materials of amino acid are rich in amino acids, bone meal is rich in calcium, flour has rich protein content and fish oil is rich in omega-9.Protein content of fish meal starch 57,68%, flour 60,21%, and bone meal 12,08%. Value added production of 50 kg bone meal of Rp 200,000, - with a profit rate of 33%. Value added production of 30 kg of edible flour by Rp 75.000.- with a profit rate of 25%. Value added production of 10 kg fish meal for Rp 140.000. with a profit rate of 56%.
Pengetahuan Gizi Berhubungan Dengan Body Image Pada Remaja Putri Kurus Tengku Hartian Silawati Ningsih; Heryudarini Harahap; Nurlisis
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body Image merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi. Terbentuknya konsep diri tentang body imagey ang salah dapat mempengaruhi remaja melakukan diit yang salah sehingga menyebabkan remaja mengalami masalah gizi. Tujuan dari analisis ini adalah menentukan proporsi body image yang tidak baik dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan body image pada remaja putri yang kurus. Jenis penelitian adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua remaja putri kelas VII di SMP Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Senapelan Kota Pekanbaru yang terdiri dari 6 sekolah menengah pertama dengan jumlah 432 orang. Sampel adalah seluruh remaja dengan kriteria inklusi 1) Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U) < -2 SD, dan 2) hadir pada saat dilakukan pengumpulan data. Jumlah sampel adalah 54 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dan backward stepwise logistic regression. Proporsi remaja kurus dengan body image yang tidak baik adalah 44,4%, ditemukan 3 (1,9%) responden yang menyatakan ‘merasa gemuk’. Variabel yang berhubungan dengan body image adalah pengetahuan gizi. Remaja gizi kurus dengan pengetahuan gizi tidak baik berisiko 4,7 kali untuk mempunyai body image tidak baik daripada remaja dengan pengetahuan gizi baik. Diharapkan kepada pihak sekolah agar menerapkan dan mengaktifkan kembali kegiatan PKP-R (Pelayanan Kesehatan Ramah-Remaja).
Persepsi Masyarakat Dalam Membuka Lahan Dan Faktor Pemicu Kebakaran Lahan Provinsi Riau Rindukasih Bangun; Rosnita; Herlon; Pebrian; Oktari; Ratna Megawati
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land and forest fires in Riau Province mostly begins by human activity. The purpose of the study is 1) Describe the perception of the public in using and managing land by burning and without burning, 2) Knowing the supporting factors that cause fire, 3) Reviewing community and institutional efforts in prevention and control fire. Location of study conducted in four districts, Kepulauan Meranti District, Rokan Hulu District, Pelalawan District, and Kampar District. Implementation of the study using survey methods and Rapid Rural Apraisal (RRA). The result of this study are 1) The public perception of land clearing by burning due to a) The fee required in technical land clearing by burning relatively cheap when compared to the way of land clearing without burning, b) Technical land clearing does not need many labors, c) The ashes of burnt remains are useful to fertilize the soil, d) Activity land clearing by burning is a culture or tradition that occur for generations, 2). Causative factors of land and forest fires are: a) Aspects of biophysical, b) Climatic conditions, c) Physical conditions, d) Economic conditions (the level of forest and land dependence is very high), e) Social and cultural conditions (community social capital is still quite lacking in terms of awareness of the impact and dangers of fire use), 3). Efforts to prevent and control forest and land fire has been done by the community and government institutions.
Struktur Pendapatan, Pengeluaran Dan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Karet Di Kabupaten Kampar – Riau Heriyanto; Surnadi; Asrol
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kampar merupakan salah salah satu Kabupaten di Provinsi Riau yang ikut memberikan kotribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian di Provinsi Riau terutama pada sektor pertanian di sektor perkebunan. Perkebunan karet mempunyai peran dan kedudukan yang penting, baik secara ekonomi, sosial, penyerap tenaga kerja maupun peran ekologi. Perkebunan juga merupakan sumber kesejahteraan, kemajuan, kemandirian, dan kebanggaan pemerintah kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pendapatan rumahtangga, pengeluaran rumahtangga, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengeluaran rumahtangga dan tingkat kesejahteraan rumahtangga petani karet. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, deskriptif regresi linear berganda dan garis kemiskinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur pendapatan rumahtangga petani karet tertinggi dari pendapatan usahatani kelapa sawit (52,6%), selanjutnya pendapatan pada usahatani karet (43,3%) dan pendapatan non usahatani (4,1%). Pengeluaran rumahtangga yang terbesar adalah dari pengeluaran non pangan (61,4%) terutama pengeluaran untuk pendidikan (43,9%). Faktor dominan yang mempengaruhi pengeluaran rumahtangga petani karet adalah pendapatan rumahtangga, jumlah anggota keluarga, luas lahan, dan tabungan. Rumahtangga petani karet termasuk ke dalam rumahtangga yang sejahtera karena pendapatan per kapita per bulan diatas garis kemiskinan.
Pengelolaan Limbah Padat Medis Di Rumah Sakit Elnovrian Purnama Saghita
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2013, terjadi peningkatan jumlah rumah sakit baik rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus. Bertambahnya jumlah rumah sakit tersebut, maka jumlah limbah medis yang bersumber dari fasilitas kesehatan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan limbah padat medis di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis, fasilitas yang digunakan dalam menangani limbah medis, proses pengelolaan limbah medis mulai dari tahap pemilahan limbah, pengumpulan limbah, pengangkutan limbah, penyimpanan limbah sampai dengan tahap pemusnahan dan pembuangan akhir limbah. Prosedur yang dilakukan dibandingkan dengan Kepmenkes nomor 1204/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, PP nomor. 18 jo 85/1999 tentang Tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) dan Keputusan Kepala Bapedal nomor 1/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3. Hasil penelitian menemukan pengelolaan limbah padat medis yang sudah memenuhi syarat yaitu pengumpulan limbah medis, pengangkutan limbah medis, pemusnahan dan pembuangan akhir. Pemilahan dan penyimpanan limbah medis belum memenuhi syarat berdasarkan peraturan yang berlaku.
Pemanfaatan Limbah Sagu Menjadi Kompos Dan Kerajinan Tangan Di Kabupaten Kepulauan Meranti Gevisioner
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang timbul karena produktivitas sagu yang cukup tinggi adalah menumpuknya limbah sagu yang mencemari lingkungan baik air, darat maupun udara karena limbah sagu baik ampas sagu, kulit batang, pelepah serta daun pada umumnya hanya dibiarkan menumpuk dan tidak ditangani sebaik mungkin sehingga menimbulkan pencemaran. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengoptimalkan dan difersifikasi pemanfaatan limbah sagu menjadi produk yang bermanfaat seperti kompos dan bahan baku pembuatan sovenir. Hasil analisis terhadap beberapa literatur terkait tujuan penelitian diperoleh diperoleh bahwa limbah dari pengolahan batang sagu dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos, media tanam dan souvenir. Produk dari limbah sagu dapat dijadikan produk unggulan daerah kabupaten Kepulauan Meranti, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemanfaatan Tumbuhan Untuk Pengobatan Selama Kehamilan Dan Persalinan Pada Suku Talang Mamak Di Provinsi Riau Heryudarini Harahap; Mhd. Yunus
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of plants as medicinal ingredients has long been done by traditional communities throughout their life cycle in Indonesia, including in Talang Mamak tribe in Riau Province. This paper aimed to provide an overview of how to utilize plants during pregnancy and childbirth in the Talang Mamak tribe in Riau Province in terms of health. The research method was qualitative. The data was collected by documentation study, participant observation, and in-depth interview, which was conducted on Talang Mamak tribe in Indragiri Hulu District. The data analysis was inductive. The study found that the plants used during pregnancy such as coconut oil, gelugur (Garcinia atroviridis Griff.) and yellow flowers (Celosia argentea L), ketari leaf (Curculigo latifolia Dryand.), etc. The plants used during labor were bangun-bangun leaf (Coleus amboinicus Lour), yellow flowers (Celosia argentea L), basil (Ocinum sanctum L), sidingin (Kalanchoe pinnata), etc. The plants were used as external medicine (smeared, burned and sown to the mother), and consumed (soaked in water, raw or cooked). The use of plants and the behavior of pregnant women and maternal mothers was appropriate and not in accordance with the behavior of healthy living.

Page 1 of 1 | Total Record : 10