cover
Contact Name
Lalu Usman Ali
Contact Email
ahsjurnal@gmail.com
Phone
+6285333491112
Journal Mail Official
alpatihahsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Rengganis Raya, Perumahan Kila Rengganis Blok E5 Bajur Kecamatan Labuapi, Kab. Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Alpatih: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2988750X     DOI : https://doi.org/10.70115/alpatih
ALPATIH: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat (e-ISSN 2988-750X) merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh diterbitkan oleh Yayasan Alpatih Harapan Semesta yakni dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan peran serta masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian disusun menjadi suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahasa yang digunakan dalam jurnal ini adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (diutamakan). Jurnal ALPATIH tersedia secara gratis (open access) untuk semua pembaca. ALPATIH : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan dan pelatihan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Pendampingan membaca melalui program ruang baca ceria bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca di sekola dasar khosiah A; Monika; Khaerul; Uswatun A; Hidayatullah A; Siti A; Suri; Nurul A
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v4i3.814

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan membaca melalui Program Ruang Baca Ceria serta perkembangan kemampuan dan keterlibatan siswa yang mengalami kesulitan membaca di SDN 1 Bodak. Kegiatan dilaksanakan melalui program KKN-DIK selama dua bulan dengan melibatkan 35 siswa dari kelas rendah dan kelas tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah dan asesmen awal, perencanaan, tindakan pendampingan, observasi dan monitoring, asesmen akhir, serta refleksi dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui asesmen, observasi, wawancara guru, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan ditriangulasi. Hasil menunjukkan perkembangan pada seluruh indikator kemampuan membaca. Rata-rata skor meningkat dari 6,27 pada asesmen awal menjadi 8,17 pada asesmen akhir, atau bertambah 1,90 poin (30,30%). Peningkatan terbesar terdapat pada kelancaran membaca dan pemahaman bacaan, masing-masing 2,40 poin. Keterlibatan siswa juga berkembang positif pada aspek keberanian, keaktifan, ketekunan, ketertarikan terhadap buku, dan partisipasi. Program berpotensi menjadi bagian dari penguatan literasi sekolah apabila dilanjutkan melalui pemantauan dan pendampingan yang konsisten.
Mengenal tradisi bau ipun sebagai kearifan lokal masyarakat Desa Gondang Khairil Anwar; Muhammad Ikrom; Suci Utami Agustin; Hanum Hersa Rani; Rizqiyatul Amalia; Lalu Faiz Afzallurahman; Vivi Solehaturrahmah
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/

Abstract

Tradisi Bau Ipun merupakan kearifan lokal masyarakat Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, yang diwujudkan melalui aktivitas menangkap ikan ipun bersama-sama di muara Kali Segara saat musim hujan barat. Artikel ini didasarkan pada kegiatan Kuliah Kerja Pengabdian (KKP) selama Juli hingga Agustus di Desa Gondang, dengan tujuan menggambarkan sejarah, proses pelaksanaan, serta nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Bau Ipun memuat nilai ekologis berupa pemanfaatan sumber daya air secara musiman dan tidak berlebihan, nilai sosial berupa gotong royong dan kebersamaan warga, serta nilai ekonomi dan budaya yang berpotensi menjadi daya tarik wisata desa. Tradisi ini menghadapi tantangan pelestarian akibat perubahan gaya hidup generasi muda dan kurangnya dokumentasi ilmiah, sehingga dibutuhkan revitalisasi melalui pendidikan, dokumentasi digital, dan pengembangan menjadi agenda wisata budaya tahunan. Kesimpulannya, Bau Ipun layak dipertahankan sebagai identitas budaya dan model konservasi berbasis masyarakat di pesisir utara Lombok.
Membangun ekosistem belajar guru di SMPN 4 Kuripan: Pendampingan Komunitas Belajar untuk peningkatan literasi pedagogik Irma Setiawan; Sukri Sukri; Ratna Yulida Ashriany3; Isna Dia’ul Adha; Intan Zalsabilla
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/

Abstract

Komunitas Belajar (Kombel) di SMPN 4 Kuripan, Desa Jagaraga, Lombok Barat, belum berfungsi sebagai wahana pengembangan profesional guru. Data Rapor Mutu Sekolah tahun 2023 menempatkan sekolah ini di zona "merah" untuk kualitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi peran Kombel melalui pendampingan partisipatif guna meningkatkan literasi pedagogik guru. Mitra kegiatan adalah 40 guru bidang studi dan komite pembelajaran sekolah. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, perencanaan partisipatif, pelatihan dan pendampingan intensif, penerapan teknologi digital, evaluasi berbasis data, serta penguatan keberlanjutan program selama delapan bulan (Januari–Agustus 2026). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen formatif, dengan nilai rata-rata pre-test 48,75 meningkat menjadi 70,25 pada post-test. Sebanyak 85% guru mulai menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, 78% menggunakan asesmen formatif secara teratur, dan 70% aktif memanfaatkan platform digital. Kombel kini berfungsi sebagai forum kolaboratif profesional dengan partisipasi guru mencapai 85% dalam pertemuan rutin. Dampak pada siswa terlihat dari peningkatan nilai literasi sebesar 12,5% dan partisipasi aktif sebesar 18%. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan Kombel yang terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberdayakan guru sebagai agen perubahan di sekolah.