cover
Contact Name
Siti Mutholingah
Contact Email
siti.mutholingah89@gmail.com
Phone
+6285731759907
Journal Mail Official
siti.mutholingah89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cengger Ayam No. 24 Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education (AJMIE)
ISSN : -     EISSN : 27744639     DOI : 10.32478
Core Subject : Education,
Tafsir Tarbawi, Hadith Tarbawi, Studies of Islamic Education, Studies of Sufism, Science of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Management of Islamic Education, Evaluation of Islamic Education, Curriculum Development of Islamic Education, Learning and Teaching Strategies, Modern Education Problems and Multidisciplinary Islamic Education
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni" : 9 Documents clear
Merumuskan Paradigma Sains Islam: Analisis Pemikiran Armahedi Mahzar Muhammad Faishal Haq
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v1i1.892

Abstract

Artikel ini menjadi bantahan terhadap teori yang menyebutkan bahwa sains dan agama itu berjalan sendiri-sendiri, dengan bidang garapan, cara dan tujuannya masing-masing, tanpa saling mengganggu. Alasannya, jika sains dan agama tidak saling bertegur-sapa, maka sains dan teknologi berpotensi mendatangkan mudarat bagi umat manusia. Sedangkan jika sains dan agama saling bertegur-sapa, maka sains dan teknologi diharapkan dapat mendatangkan maslahat bagi umat manusia. Relasi harmonis antara sains dan agama inilah yang dirumuskan oleh Armahedi Mahzar dalam konsep Integralisme sains Islam. Dalam Intergralisme, terdapat kesatuan hierarkis yang disebut sebagai integralitas. Integralitas mempunyai dua sumbu yang saling tegak lurus. Sumbu vertikal disebut sebagai dimensi-dimensi internalitas, sedangkan sumbu horizontal disebut sebagai dimensi-dimensi eksternalitas.
Teknik Cerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Tafsir Isra’iliyyat Rahmat Rahmat; Maulidatul Khoiriyah; Muhammad Syauqillah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v1i1.1216

Abstract

Artikel ini memuat tips implementasi teknik cerita dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan mengambil sampel materi terkait Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi yang diajarkan di Kelas 6 SD/MI. Secara garis besar, ada lima tahap implementasi teknik cerita. Pertama, guru dan siswa mengawali pembelajaran dengan membaca ayat Al-Qur’an, terutama Surat al-Fatihah. Kedua, guru meminta beberapa siswa untuk membaca ayat Al-Qur’an dan terjemahnya yang relevan dan siginifikan terkait Ashabul Kahfi. Ketiga, guru bercerita tentang Ashabul Kahfi dengan diperkaya Tafsir Isra’iliyyat yang merujuk pada tafsir terpercaya, seperti Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Keempat, guru menayangkan video pendek terkait gua yang dipercaya sebagai gua Ashabul Kahfi dan/atau film pendek terkait kisah Ashabul Kahfi. Sebagai alternatif media video, guru dapat menggunakan media gambar yang dicetak dan ditempelkan di papan tulis. Kelima, sebagai evaluasi pembelajaran, guru memberi tugas kepada siswa agar mencatat hikmah-hikmah yang dapat dipetik oleh siswa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Teknik Cerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Tafsir Isra’iliyyat Rahmat Rahmat; Maulidatul Khoiriyah; Muhammad Syauqillah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v1i1.1216

Abstract

Artikel ini memuat tips implementasi teknik cerita dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan mengambil sampel materi terkait Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi yang diajarkan di Kelas 6 SD/MI. Secara garis besar, ada lima tahap implementasi teknik cerita. Pertama, guru dan siswa mengawali pembelajaran dengan membaca ayat Al-Qur’an, terutama Surat al-Fatihah. Kedua, guru meminta beberapa siswa untuk membaca ayat Al-Qur’an dan terjemahnya yang relevan dan siginifikan terkait Ashabul Kahfi. Ketiga, guru bercerita tentang Ashabul Kahfi dengan diperkaya Tafsir Isra’iliyyat yang merujuk pada tafsir terpercaya, seperti Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Keempat, guru menayangkan video pendek terkait gua yang dipercaya sebagai gua Ashabul Kahfi dan/atau film pendek terkait kisah Ashabul Kahfi. Sebagai alternatif media video, guru dapat menggunakan media gambar yang dicetak dan ditempelkan di papan tulis. Kelima, sebagai evaluasi pembelajaran, guru memberi tugas kepada siswa agar mencatat hikmah-hikmah yang dapat dipetik oleh siswa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Konstruksi Epistemologi Pendidikan Islam dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Thariqu Al-Ta’allum Karya Al-Zarnuji Achmad Abdul Aziz; Akhmad Nurul Kawakip
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v3i1.1217

Abstract

Artikel ini bertujuan menggali konstruksi epistemologi pendidikan Islam yang terdapat dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim Thariqu al-Ta’allum karya Burhan al-Islam al-Zarnuji dalam bingkai epistemologi Abid al-Jabiri, yaitu Bayani, Burhani dan ‘Irfani. Konstruksi epistemologi pendidikan Islam yang ditawarkan dalam artikel ini adalah: Pertama, dari segi epistemologi Bayani, teori dan praktik pendidikan Islam harus memberdayakan teks sebagai sumber ilmu, baik berupa Al-Qur’an, Hadis, maupun literatur yang relevan, terutama literatur karya pakar muslim. Kedua, dari segi epistemologi Burhani, teori dan praktik pendidikan Islam harus memperluas dan memperkuat ruang-ruang kinerja intelektual peserta didik dalam proses pembelajaran, agar peserta didik memiliki keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) maupun keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Ketiga, dari segi epistemologi Irfani, teori dan praktik pendidikan Islam tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai sufistik, baik pada tataran bangunan epistemologinya (preskriptif), maupun pada tataran praktik pendidikan dan pembelajarannya (deskriptif).
Konstruksi Epistemologi Pendidikan Islam dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Thariqu Al-Ta’allum Karya Al-Zarnuji Achmad Abdul Aziz; Akhmad Nurul Kawakip
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v3i1.1217

Abstract

Artikel ini bertujuan menggali konstruksi epistemologi pendidikan Islam yang terdapat dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim Thariqu al-Ta’allum karya Burhan al-Islam al-Zarnuji dalam bingkai epistemologi Abid al-Jabiri, yaitu Bayani, Burhani dan ‘Irfani. Konstruksi epistemologi pendidikan Islam yang ditawarkan dalam artikel ini adalah: Pertama, dari segi epistemologi Bayani, teori dan praktik pendidikan Islam harus memberdayakan teks sebagai sumber ilmu, baik berupa Al-Qur’an, Hadis, maupun literatur yang relevan, terutama literatur karya pakar muslim. Kedua, dari segi epistemologi Burhani, teori dan praktik pendidikan Islam harus memperluas dan memperkuat ruang-ruang kinerja intelektual peserta didik dalam proses pembelajaran, agar peserta didik memiliki keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) maupun keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Ketiga, dari segi epistemologi Irfani, teori dan praktik pendidikan Islam tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai sufistik, baik pada tataran bangunan epistemologinya (preskriptif), maupun pada tataran praktik pendidikan dan pembelajarannya (deskriptif).
Pasar Sehat Perspektif Hukum Islam dan Relevansinya bagi Pengembangan Pasar Sehat di Indonesia Mustofa Anwar; Moh. Mansur Fauzi
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v1i1.1218

Abstract

Keberadaan pasar tradisional di Indonesia memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Lebih dari 50 juta orang atau setara 25% jumlah penduduk Indonesia mengais rezeki di pasar tradisional. Di sisi lain, keberadaan pasar tradisional semakin hari semakin memprihatinkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, antara lain kondisi pasar yang kumuh dan kecurangan pedagang di pasar tradisional. Atas dasar itu, artikel ini mengajukan gagasan terkait konsep Pasar Sehat yang selaras dengan aturan pemerintah selaku Ulil Amri, serta sesuai dengan ketentuan hukum Islam (Fikih). Wujudnya adalah Pasar Sehat yang memenuhi standar kebersihan (bersih dan suci), keamanan, kenyamanan dan kesehatan.
Pasar Sehat Perspektif Hukum Islam dan Relevansinya bagi Pengembangan Pasar Sehat di Indonesia Mustofa Anwar; Moh. Mansur Fauzi
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v1i1.1218

Abstract

Keberadaan pasar tradisional di Indonesia memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Lebih dari 50 juta orang atau setara 25% jumlah penduduk Indonesia mengais rezeki di pasar tradisional. Di sisi lain, keberadaan pasar tradisional semakin hari semakin memprihatinkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, antara lain kondisi pasar yang kumuh dan kecurangan pedagang di pasar tradisional. Atas dasar itu, artikel ini mengajukan gagasan terkait konsep Pasar Sehat yang selaras dengan aturan pemerintah selaku Ulil Amri, serta sesuai dengan ketentuan hukum Islam (Fikih). Wujudnya adalah Pasar Sehat yang memenuhi standar kebersihan (bersih dan suci), keamanan, kenyamanan dan kesehatan.
Eksklusifisme Pendidikan: Studi Kasus di SMK At-Tholibiyah Bumijawa Tegal Muh Afifurrohman; Muh. Rodhi Zamzami
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v3i1.1226

Abstract

Artikel ini menyoroti peraturan wajib bercadar yang diterapkan di SMK At-Tholibiyah Tegal yang disinyalir sebagai bagian dari eksklusivisme pendidikan. Sedangkan eksklusivisme berpotensi meningkat menjadi radikalisme, bahkan terorisme. Akan tetapi, hasil temuan artikel ini menunjukkan bahwa peraturan wajib bercadar yang dinilai mencerminkan sikap eksklusivisme, bertolak-belakang dengan pemahaman, sikap, perbuatan dan kurikulum pendidikan yang diajarkan di SMK At-Tholibiyah yang justru mengajarkan nilai-nilai cinta agama dan negara. Di sisi lain, banyak indikator lain yang menunjukkan pemahaman, sikap dan perbuatan inklusif yang dilakukan oleh civitas akademika SMK At-Tholibiyah Tegal.
Eksklusifisme Pendidikan: Studi Kasus di SMK At-Tholibiyah Bumijawa Tegal Muh Afifurrohman; Muh. Rodhi Zamzami
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v3i1.1226

Abstract

Artikel ini menyoroti peraturan wajib bercadar yang diterapkan di SMK At-Tholibiyah Tegal yang disinyalir sebagai bagian dari eksklusivisme pendidikan. Sedangkan eksklusivisme berpotensi meningkat menjadi radikalisme, bahkan terorisme. Akan tetapi, hasil temuan artikel ini menunjukkan bahwa peraturan wajib bercadar yang dinilai mencerminkan sikap eksklusivisme, bertolak-belakang dengan pemahaman, sikap, perbuatan dan kurikulum pendidikan yang diajarkan di SMK At-Tholibiyah yang justru mengajarkan nilai-nilai cinta agama dan negara. Di sisi lain, banyak indikator lain yang menunjukkan pemahaman, sikap dan perbuatan inklusif yang dilakukan oleh civitas akademika SMK At-Tholibiyah Tegal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9