cover
Contact Name
Juliaans Eliezer R. Marantika
Contact Email
j.gefuge@gmail.com
Phone
+6285319042296
Journal Mail Official
j.gefuge@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pend. Bahasa Jerman, Jurusan Pend. Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka Ambon 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
German für Gesellschaft (J-Gefüge)
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 29640318     DOI : https://doi.org/10.30598/jgefuege
Core Subject : Education,
J-Gefüge (German für Gesellschaft) yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura. J-Gefüge (German für Gesellschaft) adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian sebagai hasil pengabdian kepada masyarakat dengan focus dan scope pada bidang kependidikan, sosial, sains, bahasa dan ekonomi.
Articles 52 Documents
Lokakarya Pendidikan Bahasa Ibu dan Dokumentasi Bahasa Alune sebagai Upaya Penguatan Budaya Maluku Falantino Eryk Latupapua; Chrissanty Hiariej
German fur Gesellschaft (J-Gefuge) Vol 5 No 1 (2026): German für Gesellschaft (J-Gefüge)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jgefuege.5.1.37-42

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta mengenai pendidikan bahasa ibu dan dokumentasi bahasa sebagai bagian dari upaya penguatan budaya Maluku. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk lokakarya partisipatif yang melibatkan guru, dosen, mahasiswa, pegiat bahasa, dan komunitas penutur Bahasa Alune. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penyusunan bahan ajar berbasis bahasa ibu, serta pelatihan dasar dokumentasi bahasa daerah. Materi yang diberikan mencakup konsep Mother Tongue-Based Multilingual Education (MLE), revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal, dan teknik dasar dokumentasi bahasa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi bahasa ibu sebagai identitas budaya dan media pewarisan pengetahuan lokal. Peserta juga memperoleh keterampilan awal dalam menyusun bahan ajar sederhana berbasis bahasa Alune dan mendokumentasikan kosakata, ungkapan tradisional, serta unsur budaya lokal lainnya. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa lokakarya ini mampu menjadi ruang kolaborasi akademik dan komunitas dalam mendukung pelestarian bahasa daerah dan penguatan budaya lokal. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan program revitalisasi bahasa ibu dan dokumentasi budaya berbasis masyarakat secara berkelanjutan.
Melestarikan Nilai Budaya Dalam Implementasi Pendekatan Bermain Pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani Melalui Permainan Tradisional Masyarakat Aru Petra Pratama Ritiauw; Ztella Rumawatine; Usman Tuna; Welmince Djamanmona; Falerius Somarwain
German fur Gesellschaft (J-Gefuge) Vol 5 No 1 (2026): German für Gesellschaft (J-Gefüge)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jgefuege.5.1.43-47

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melestarikan nilai budaya lokal melalui implementasi pendekatan bermain dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani menggunakan permainan tradisional masyarakat Aru. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Mesiang, SD Kristen 1 Mesiang, dan SD Kristen 2 Mesiang Kecamatan Aru Tengah Selatan Kabupaten Kepulauan Aru. Sasaran kegiatan terdiri atas siswa sekolah dasar, guru PJOK, dan guru kelas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) melalui praktik langsung, demonstrasi permainan, pelatihan guru, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga hari melalui beberapa aktivitas utama yaitu senam kreasi “Su”, senam “Let Me Be There”, senam “Mariana”, permainan tradisional Toki Gaba-Gaba, permainan softball modifikasi, dan permainan hadang. Seluruh kegiatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan motorik siswa, kerja sama, kedisiplinan, serta memperkenalkan kembali budaya lokal masyarakat Aru kepada peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti seluruh aktivitas pembelajaran. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan motorik dasar, kemampuan sosial, rasa percaya diri, serta pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Selain itu, guru memperoleh wawasan baru mengenai pembelajaran PJOK berbasis budaya dan mampu mengintegrasikan permainan tradisional dalam proses pembelajaran di sekolah.