cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN" : 6 Documents clear
PENDIDIKAN NILAI KEHIDUPAN MELALUI KEBIASAAN DAN KETELADANAN SEBAGAI STRATEGI PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SISWA Yohanes Berkhmas Mulyadi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.216

Abstract

Tulisan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kehidupan pada siswa melalui kebiasaan dan keteladanan supaya terjadi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang baik. Proses pendidikan nilai kehidupan diarahkan pada pengembangan kemampuan  kognitif, afektif dan psikomotor.Metode yang digunakan adalah metode menasehati, metode serba membiarkan, metode model dan metode kebebasan dan kesempatan menyampaikan tanggapan, perasaan, penilaian. Model kebiasaan yang diutamakan adalah kebiasaan baik yang dilakukan orang tua di rumah dan para guru di sekolah dan keteladanan yang bisa diandalkan adalah perilaku guru sebagaimana diungkapkan Ki Hajar Dewantara dalam semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani. Semboyan ini sangat membantu siswa dalam mewujudkan jati diri sekaligus dapat mengembangkan unsur-unsur kepribadian siswa seperti pengetahuan atau pengenalan (kognitif), perasaan dan emosi (afekti), kemauan atau kehendak (konasi) dan campuran (kombinasi). Kata Kunci : Pendidikan Nilai Kehidupan, Kepribadian
PELESTARIAN TRADISI BUDAYA DALOK PADA MASYARAKAT DAYAK UUD DANUM DALAM RANGKA MENUNJUKKAN KESUKUBANGSAAN DI KECAMATAN SERAWAI-AMBALAU KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN Fusnika fusnika; Ardianti Susila
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.212

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi langsung terhadap  suatu budaya yang ada pada masyarakat tersebut. Di Indonesia pada umumnya dan khususnya kecamatan Serawai-Ambalau kabupaten Sintang. Sudah mulai menurun tradisi budaya dalok yang ada pada  masyarakat dayak Uud Danum, dalam melestarikan budaya yang ada didaerahnya.Hal tersebut dapat terjadi disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan kebudayaanya, khususnya budaya dalok yang terdapat pada masyarakat dayak Uud Danum.Upacara gawai dalok biasa juga disebut sebagai (upacara angkat tulang) yaitu, upacara mengantar arwah keluarga atau nenek moyang yang sudah meninggal menuju tempat kediaman yang abadi. Gawai dalok merupakan gawai untuk memberikan  penghormatan  tertinggi  dan terakhir dalam siklus kematian dalam  masyarakat  dayak Uud Danum. Dalam upacara adat ini, orang yang melaksanakan gawai dalok mengambil tulang belulang keluarga dan nenek moyang mereka masing-masing dari dalam kubur.Tulang-tulang tersebut lalu dimasukkan ke dalam gong dan disimpan di rumah khusus. Upacara terakhir adalah mengantarkan tulang-belulang kekodiring (sandung). Kodiring adalah sebuah rumah kecil yang berbentuk betang. Rumah ini berfungsi untuk menampung tulang belulang yang telah menjalani pesta dalok. Kodiring adalah sebuah miniatur surga bagi arwah keluarga atau nenek moyang yang telah meninggal. Ada beberapa cara untuk melestarikan tradasi  budaya Dalok pada masyarakat dayak Uud Danum,yaitu mengenal budaya  yang ada di masyarakat dayak Uud Danum, mengajarkan budaya Dalok kepada orang lain, memperkenalkan budaya Dalok,tidak terpengaruh budaya asing, Jadikan Budaya sebagai identitas diri sebagai bagian dari kesukubangsaan.  Kata kunci: Pelestarian budaya, tradisi budaya dalok, kesukubangsaan.
PELESTARIAN TRADISI DAN SENI DAERAH BERWAWASAN NASIONAL MENUJU MASYARAKAT PERBATASAN KETUNGAU TENGAHMALAYSIA YANG KOMPETITIF DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Suparno Suparno; Apoy Apoy
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.217

Abstract

Karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh tantangan serius yang dihadapi budaya lokal adalah mempertahankan eksistensinya di tengah terpaan arus globalisasi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelestarian tradisi dan seni daerah berwawasan nasional menuju masyarakat perbatasan Ketungau Tengah-Malaysia yang kompetitif di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Hasil pembahasan menyatakan bahwa: 1. Pemahaman tentang kebudayaan tradisi dan seni daerah mayoritas orang-orang tua yang seyogiananya memahami sedangkan generasi muda banyak yang tidak memahaminya. 2. Pelestarian tradisi dan seni daerah di wilayah perbatasan Ketungau Tengah-Malaysia sudah ada namun belum maksimal sehingga perlu adanya dukungan dan pembinaan dari pemerintah. 3. Faktor pendukung dari pelestarian tradisi dan seni daerah yaitu adanya semangat orang-orang tua yang masih ingin menjaga kebudayaannya dan adanya fasilitas sarana dan prasarananya yang ada serta generasi mudanya yang produktif berjumlah banyak. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu minat generasi muda untuk belajar kurang.  Kata Kunci : Tradisi dan Seni Daerah, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
PENGEMBANGAN KARAKTER KEBANGSAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF PADA PENDIDIKAN INFORMALDI KABUPATEN SINTANG Mardawani Mardawani; Lusiana Lusiana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.213

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan terhadap fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia umumnya dan Kalimantan Barat khususnya telah terjadi gejala krisis moral, dan rapuhnya karakter suatu bangsa, dapatterjadi disebabkan oleh rendahnya pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal di bangku sekolah, keluarga, dan di masyarakat.Dalam proses pendidikan karakter peran orang tua sangat diperlukan. Hasil pengamatan dilapangan ditemukan bahwa pada hakikatnya pendidikan penting dalam lingkungan keluarga bagi perkembangan anak-anak menjadi manusia yang berkepribadian dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.Kearifan lokal di masyarakat Sintang lebih kepada nilai-nilai anutan lokal yang telah berkembang menjadi adat-istiadat atau tradisi yang membudaya di tengah masyarakat pada umumnya. Nilai-nilai tersebut terdiri dari lokal wisdom yang kaya dengan pluralitas, toleransi dan gotong royong yang tampak pada bahasa lokal, kebiasaan, upacara keagamaan, adat-istiadat, gotong royong dan kesetiakawanan sosial. Orang tua pada umumnya telah melaksanakan pendidikan berbasis karakter kebangsaan dengan menekankan pentingnya aspek moral dan ke-Tuhan-an. Proses pendidikan informal diupayakan untuk pendidikan nilai sedini mungkin dan agar dapat menjadi bekal dan melekat sepanjang hayat anak. Kata kunci: Karakter Kebangsaan, Kearifan Lokal, Pendidikan Informal.
UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT GUNA MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DI DESA SUNGAI MALI Juri Juri; Tanjung Tanjung
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.214

Abstract

Masalah umum dalam penelitian ini adalah masih minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Padahal, semua elemen harus bersatu padu supaya tujuan yang diharapkan bisa tercapai dengan baik. Dilain pihak, pemerintah desa masih kurang terbuka, terutama dalam anggaran sehingga hal tersebut pada akhirnya dapat membuat masyarakat apatis, sehingga pembangunan menjadi stagnan. Penelitian ini bertujuan: Untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Sungai Mali. Untuk mendeskripsikan upaya pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat guna meningkatkan pembangunan di Desa Sungai Mali. Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat upaya pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat guna meningkatkan pembangunan di Desa Sungai Mali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Sungai Mali masih rendah dan jarang masyarakat mau untuk berpartisipasi dalam pembangunan, 2) upaya pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat sudah dilakukan dengan mengundang masyarakat untuk bermusyawarah dan mendukung semua kegiatan masyarakat, 3) faktor pendukung ada sebagian masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan faktor penghambat kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.Kata Kunci: Pemerintah Desa, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEMENT DIVISION (STAD) MATERI HAK DAN KEWAJIBAN WARGANEGARA DI KELAS XII IPA 1 SMA NEGERI 2 SINTANG Ananias Jeni
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasilbelajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar di Kelas khususnya bagi kelas XII IPA 1 Tahun Pelajaran 2018/2019.Masalah pokok dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah apakah pembelajaran PKn (Pendidikan Kewarnegaraan) dengan mengunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achiement Division) dapat meningkatkan hasilbelajar siswa di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Sintang. Adapun masalah yang dihadapi guru adalah siswa kurang memahami materi sistem HakdanKewajibanWarga Negara. Adapun pembahasan yang akan dikembangkan adalah meningkatkan hasilbelajar siswa pada mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarnegaraan) melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achiement Division) yang berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dan keberhasilan siswa untuk menerima materi yang disampaikan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Sintang. Kegiatan Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus tindakan. Prosedur pada setiap tindakan ialah : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) Observasi dan (4) Refleksi. Kata kunci:  Hasil Belajar,Pendidikan Kewarganegaraan,Model Kooperatif 

Page 1 of 1 | Total Record : 6