cover
Contact Name
Andi Patimbangi
Contact Email
andipatimbangi85@gmail.com
Phone
+6285239390445
Journal Mail Official
jurnal_akunsyah@iain-bone.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah
ISSN : 28284399     EISSN : 29618703     DOI : 10.30863
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Akunsyah) is a peer-reviewed journal published by Department of Sharia Accounting, Faculty of Economics and Business, IAIN Bone twice a year (June and December). Akunsyah aims to publish articles in the field of accounting and finance that provide the significant contribution to the development of Sharia accounting practices and the Sharia accounting profession in Indonesia and in the world. Consistent with its purpose, Akunsyah provides insights in the field of accounting and finance for academics, practitioners, researchers, regulators, students, and other parties interested in the development of accounting practices and accounting profession. Akunsyah accepts manuscripts of either quantitative or qualitative research, written in either Indonesian or English. Akunsyah accepts manuscripts from Indonesian authors and also authors from various parts of the world.
Articles 56 Documents
LITERASI KEUANGAN HALAL DAN PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN MAHASISWA MUSLIM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW BERBASIS PRISMA-GUIDED APPROACH Musrini Muis; Siradjuddin Siradjuddin; Nurfiah Anwar
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026) Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v6i1.6137

Abstract

Artikel ini bertujuan menelaah secara sistematis perkembangan kajian mengenai literasi keuangan halal dan perilaku manajemen keuangan mahasiswa Muslim melalui pendekatan focused systematic literature review yang dipandu oleh prinsip PRISMA 2020. Artikel ini menggunakan sepuluh artikel inti yang relevan dan bereputasi sebagai korpus utama sintesis, serta didukung oleh sumber institusional dan metodologis terkini. Hasil telaah menunjukkan bahwa literasi keuangan halal tidak dapat direduksi menjadi pengetahuan tentang produk perbankan syariah semata, tetapi perlu dipahami sebagai kapabilitas multidimensional yang mencakup pengetahuan keuangan, kesadaran syariah, sikap keuangan halal, efikasi diri keuangan syariah, religiositas, dan kemampuan mengelola keuangan secara etis dalam kehidupan sehari-hari. Literatur terdahulu juga menunjukkan bahwa hubungan antara literasi dan perilaku tidak bersifat otomatis; literasi perlu ditransformasikan melalui sikap, keyakinan diri, pengalaman penggunaan produk keuangan syariah, dan lingkungan digital yang mendukung. Artikel ini mengusulkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan halal financial literacy, halal financial attitude, sharia financial self-efficacy, religiositas, digital Islamic financial exposure, dan halal financial management behavior. Kontribusi artikel ini terletak pada penguatan basis konseptual literasi keuangan halal sebagai fondasi perilaku manajemen keuangan mahasiswa Muslim. Kata kunci: literasi keuangan halal; manajemen keuangan; mahasiswa Muslim; religiositas; systematic literature review.
Peran Tingkat Maturitas SPIP dan Kapabilitas Teknologi Informasi dalam Pencapaian SDGs1: Bukti Empiris Pemerintah Daerah di Sulawesi Andi Puput Febrianti Syahid; Sri Puspita Wulandari; Nina Yusnita Yamin; Selmita Paranoan; Betty Betty
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026) Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v6i1.6164

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh tingkat maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan kapabilitas teknologi informasi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1 yang diproksikan melalui tingkat kemiskinan pada pemerintah daerah di Pulau Sulawesi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder periode 2018–2024 sebanyak 308 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan WarpPLS versi 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maturitas SPIP berpengaruh signifikan terhadap pencapaian SDGs 1, sedangkan kapabilitas teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pencapaian SDGs 1.
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SEDERHANA BERDASARKAN SAK EMKM PADA P4S WANUA LAMPOKO Rahmawati Rahmawati; Zulkifli; Muh. Arafah
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026) Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v6i1.6181

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan akuntansi sederhana yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Wanua Lampoko Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawncara, observasi dan dokumentasi terhdapa pengelola P4S Wanua Lampoko. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik akuntansi yang diterapkan belum sepenuhnya memenuhi ketentuan SAK EMKM. Karena pencatatan keuangan masih dilakukan dengan cara yang sederhana dan hanya terfokus pada penerimaan dan pengeluaran uang tunai, maka hal-hal terkait pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi keuangan juga belum diterapkan secara komprehensif. Selain itu, laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan belum disusun sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga informasi keuangan yang dihasilkan belum dapat mencerminkan kondisi keuangan lembaga secara tepat, akurat, dan transparan. Tantangan utama dalam menerapkan SAK EMKM meliputi rendahnya pemahaman mengenai standar akuntansi, keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, kurangnya alat pencatatan yang memadai, padatnya kegiatan operasional, dan masih sedikitnya kegiatan pelatihan serta pendampingan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk menerapkan SAK EMKM secara lebih efektif melalui peningkatan kapasitas pengelola, baik melalui pelatihan maupun pendampingan yang berkelanjutan, guna mendukung terwujudnya transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pengelolaan keuangan di P4S Wanua Lampoko.transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pengelolaan keuangan di P4S Wanua Lampoko.
Akuntabilitas Pengelolaan Dana Hibah Pemerintah pada Organisasi Kepemudaan Islam: Studi Kasus PC IMM Kota Bandung Aida Dinan Adawiyah; Nunung Nurhayati; Nandang Ihwanudin
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026) Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v6i1.6203

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta mengidentifikasi nilai kemanfaatan yang dihasilkan dalam perspektif Akuntansi Maslahah pada organisasi kemasyarakatan. Dana hibah merupakan instrumen pemerintah daerah yang diberikan kepada organisasi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program sosial, keagamaan, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, pengukuran keberhasilan pengelolaan dana hibah selama ini lebih berfokus pada aspek administratif melalui laporan pertanggungjawaban (LPJ), sementara aspek kemanfaatan yang dihasilkan belum banyak dikaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada PC IMM Kota Bandung sebagai penerima dana hibah. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana hibah telah memenuhi prinsip akuntabilitas administratif melalui penyusunan LPJ, penggunaan anggaran sesuai proposal, serta pendampingan dari bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Meskipun nominal hibah yang diterima tidak selalu sesuai dengan jumlah yang diajukan, dana tersebut tetap dimanfaatkan untuk mendukung musyawarah organisasi, pembinaan kader, serta pengembangan sumber daya manusia kader. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manfaat dana hibah tidak hanya tercermin dalam laporan keuangan, tetapi juga pada penguatan kapasitas organisasi dan keberlanjutan program. Penelitian ini mengonstruksikan Model Pelaporan Hibah Berbasis Maslahah (MPHBM) yang mengintegrasikan akuntabilitas administratif, akuntabilitas sosial, dan nilai kemanfaatan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang lebih komprehensif
HALAL GOVERNANCE DAN INTEGRASI PEMBIAYAAN SYARIAH DALAM TRANSFORMASI INDUSTRI HALAL INDONESIA syarif malle; Siradjuddin Siradjuddin; Nurfiah Anwar
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026) Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v6i1.6209

Abstract

ABSTRAK Artikel ini bertujuan menganalisis transformasi industri halal Indonesia dalam perspektif halal governance, integrasi pembiayaan syariah, dan penguatan ekosistem ekonomi halal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis data sekunder dengan desain systematic literature review dan policy document analysis. Literatur penelitian terdiri atas 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari Scopus sebagai sumber utama dan jurnal Indonesia yang ditelusuri melalui SINTA sebagai sumber pendukung, sedangkan dokumen kebijakan diperoleh dari BPJPH, OJK, Bank Indonesia, dan regulasi Jaminan Produk Halal. Proses review mengikuti prinsip pelaporan PRISMA 2020. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri halal Indonesia bergerak dari fase fondasi regulatif menuju ekspansi ekosistem, lalu memasuki fase transformasi strategis. Tantangan utama meliputi kesiapan UMKM, biaya kepatuhan, fragmentasi tata kelola, literasi halal yang belum merata, lemahnya integrasi digital dan traceability, keterbatasan koneksi dengan pembiayaan syariah, serta tuntutan harmonisasi standar global. Artikel ini menunjukkan bahwa masa depan industri halal Indonesia perlu diarahkan pada penguatan halal value chain, pembangunan digital halal ecosystem, integrasi pembiayaan syariah, peningkatan efisiensi kelembagaan halal, dan penguatan daya saing global. Dengan demikian, industri halal tidak lagi ditempatkan sebagai isu sertifikasi administratif semata, tetapi sebagai arena transformasi tata kelola kelembagaan dan Islamic financial management yang strategis bagi ekonomi syariah Indonesia. Kata kunci: industri halal, halal governance, pembiayaan syariah, Islamic financial management, halal value chain, Indonesia ABSTRACT This article aims to analyze the transformation of Indonesia’s halal industry from the perspective of halal governance, Islamic financing integration, and the strengthening of the halal economic ecosystem. This study employs a qualitative approach based on secondary data using a systematic literature review design and policy document analysis. The research literature consists of 20 scholarly articles obtained from Scopus as the main source and Indonesian journals traced through SINTA as supporting sources, while policy documents were obtained from BPJPH, the Financial Services Authority, Bank Indonesia, and regulations on Halal Product Assurance. The review process follows the PRISMA 2020 reporting principles. The findings show that Indonesia’s halal industry has moved from a regulative foundation phase toward ecosystem expansion and is now entering a strategic transformation phase. The main challenges include MSME readiness, compliance costs, governance fragmentation, uneven halal literacy, weak digital integration and traceability, limited connection with Islamic financing, and the demand for global standard harmonization. This article demonstrates that the future of Indonesia’s halal industry needs to be directed toward strengthening the halal value chain, developing a digital halal ecosystem, integrating Islamic financing, improving the efficiency of halal institutions, and enhancing global competitiveness. Accordingly, the halal industry should no longer be positioned merely as an administrative certification issue, but as an arena of institutional governance transformation and Islamic financial management that is strategic for Indonesia’s Islamic economy. Keywords: halal industry, halal governance, Islamic financing, Islamic financial management, halal value chain, Indonesia  
PENGARUH FINANCIAL ANXIETY DAN ISLAMIC FINANCIAL LITERACY TERHADAP ISLAMIC FINANCIAL WELL-BEING PADA ASN IAIN BONE DENGAN MENTAL BUDGETING SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sardina; Sitti Nikmah Marzuki; Ida Farida
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol. 6 No. 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026) Desember 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v6i2.6243

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan Financial Anxiety dan Islamic Financial Literacy dengan Islamic Financial Well-Being serta menguji peran Mental Budgeting dalam hubungan tersebut pada ASN IAIN Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 177 responden dari total 361 ASN yang dipilih secara proportionate random sampling. Data kuesioner dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4. Analisis menunjukkan bahwa Financial Anxiety berhubungan negatif dengan Islamic Financial Well-Being, sedangkan Islamic Financial Literacy dan Mental Budgeting memberikan pengaruh positif. Mental Budgeting tidak terbukti mengubah pengaruh Financial Anxiety maupun Islamic Financial Literacy terhadap Islamic Financial Well-Being. Model penelitian memiliki nilai R² sebesar 0,440, yang berarti mampu menjelaskan 44,0% variasi Islamic Financial Well-Being. Hasil tersebut menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan syariah, pembentukan kebiasaan penganggaran yang baik, dan pengelolaan kecemasan finansial sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan keuangan sesuai prinsip maqasid al-syari‘ah.