cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
KOMUNIKASI ANTARPERSONAL PADA PASANGAN BERBASIS APLIKASI KENCAN ONLINE (STUDI DESKRIPTIF MAHASISWA NEGERI SURABAYA PENGGUNA APLIKASI TINDER)
The Commercium Vol 2 No 2 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i2.31642

Abstract

Terdapat beragam macam aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna smartphone. Seperti transportasi online, media sosial, untuk belanja online, maupun dalam mencari informasi berita. Bahkan kebutuhan pengguna untuk berkencan juga disediakan didalam aplikasi tersebut. Dengan berkembangnya teknologi yang didukung oleh internet membuat pencarian pasangan berbasis kencan online mulai dikenal, diunduh dan digunakan para pengguna smartphone. Pengguna aplikasi kencan online yang ingin mencari pasangan tidak harus bertemu secara langsung dengan pengguna lainnya, melainkan berinteraksi melalui aplikasi tersebut dengan menggunakan smartphone diawali dari tahap pencarian pasangan hingga pendekatan. Aplikasi berbasis kencan online (online dating) dapat diunduh pengguna smartphone dan memudahkannya dalam mencari pasangan dengan saling berkenalan pada awalnya secara online. Salah satu diantara aplikasi berbasis kencan online (online dating) yang difokuskan dalam penelitian ini yaitu aplikasi Tinder. Penelitian ini membahas proses komunikasi antarpersonal pada pasangan pengguna aplikasi kencan online tinder dikalangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara kepada pasangan informan. Berdasarkan hasil penelitian ini komunikasi antarpersonal yang terjadi pada pasangan pengguna aplikasi Tinder dilihat dari proses penetrasi yang dilalui antar individu dan efektifitas komunikasi yang terbentuk, selanjutnya setelah menjalani hubungan berlanjut pada proses relational maintenance agar hubungan bersifat stabil. Kata kunci: Kencan Online, Tinder, Komunikasi Antarpersonal, Computer Mediatec Communication (CMC)
ZINE ONLINE SEBAGAI RUANG EKSISTENSI MUSIK INDIE (Studi Kasus pada ronascent.biz)
The Commercium Vol 2 No 2 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i2.31667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah media alternatif dapat mempertahankan eksistensinya sebagai ruang informasi untuk suatu komunitas musik independen lokal di Surabaya. Penelitian ini menurunkan konsep mengenai zine, sebuah media alternatif yang dibentuk sebagai bukti perlawanan pada budaya mainstream. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara secara mendalam pada Founder Ronascent dan penggiat musik independen lokal Surabaya, menjalankan observasi secara langsung, dan melakukan pengumpulan data yang berupa dokumen pendukung. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Ronascent berawal dari media personal yang dikelola secara mandiri dan non-komersil, 2) Ronascent ingin dianggap sebagai media mainstream daripada media komunitas, 3) Ronascent berhasil menjaga eksistensinya dengan memberikan wadah eksistensi kepada komunitas musik independen Surabaya dan membentuk hubungan yang solid dengan komunitas tersebut.Kata Kunci: Media, Alternatif, Musik, Indie, Ronascent, Web, Zine.
PENGARUH CELEBRITY ENDORSER TASYA FARSYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKEUP
The Commercium Vol 2 No 2 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i2.31728

Abstract

Abstrak Celebrity endorseradalah seorang celebrity yang menjadi pendukung iklan dalam suatu produk dan dikenal sebagai bintang iklan sebagai pendukung produk iklan tersebut. Peneliti menggunakan teori Kredibilitas Sumber (Hovland Janis & Kelley) dan teori keputusan pembelian (Philip Kottler). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah celebrity endorses Tasya Farasya dapat mempengaruhi keputusan produk makeup. Penelitian dengan metode pendekatan kuantitatif ini, mendapatkan hasil bahwa beberapa faktor yang ada seperti Trustworthiness(X1), Expertise(X2), Attraction(X3), Respect(X4), Similarity(X5) dapat mempengaruhi Keputusan Pembelian viewers akun YouTube celebrity endorser Tasya Farasya terhadap produk kecantikan atau kosmetik. Kata Kunci : Celebrity Endorser, Keputusan Pembelian, Makeup Abstract Celebrity endorser is a celebrity who is a supported of advertising in a product and is known as an ad star a support of the advertisement product. Theories used are source Credibility theory (Hovland Janis & Kelley) and purchasing decision theory (Philip Kottler). The aims of this research is to determine whether celebrity endorser Tasya Farasya can influence purchasing decisions for makeup products. This research with quantitative approach method, get result obtained fromseveral factors such as Trustworthiness (X1), Expertise X2), Attraction (X3), Respect (X4), Similarity (X5) can influence Purchasing Decisions on viewers on YouTube beauty vlogger Tasya Farasya account for beauty product or makeup. Keywords: Celebrity Endorser, Purchase Decision, Makeup
IMPLEMENTASI COMMUNITY-BASED SOCIAL MARKETING DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI MASYARAKAT KOTA SURABAYA (Studi pada Masyarakat Kecamatan Jambangan Kota Surabaya)
The Commercium Vol 2 No 2 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i2.31729

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana implementasi community based social marketing dalam pelaksanaan pengelolaan sampah mandiri masyarakat khususnya di Kecamatan Jambangan. Community-based social marketing merupakan turunan dari teori Pemasaran Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari observasi dan wawancara dengan beberapa pihak seperti Pemerintah dan warga Kecamatan Jambangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Jambangan sudah menerapkan langkah-langkah dalam teori community-based social marketing walaupun masih semu. Kehadiran fasilitator dan kader sebagai agen perubahan sosial adalah yang mampu mengubah perilaku masyarakat. Selain itu, kompetisi juga menjadi pendorong masyarakat mengubah perilaku pengelolaan sampah secara mandiri. Kata Kunci: Pemasaran Sosial, Komunitas, Pengelolaan Sampah
ADAPTASI TELEVISI LOKAL DI ERA KONVERGENSI (Studi Kasus Manajemen Penyiaran Pada Sakti TV Madiun Jawa Timur)
The Commercium Vol 2 No 2 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i2.31760

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana stasiun televisi sakti tv madiun melakukan adaptasi di era konvergensi agar bisa mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini menggunakan teori manajemen POAC dan konvergensi media. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara terhadap beberapa kepala departemen yang ada di sakti tv, menjalankan observasi secara langsung dan melakukan pengumpulan data yang berupa dokumen pendukung. Hasil dari penelitian ini adalah 1) sakti tv sangatlah berperan dalam mempertahankan kebudayaan madiun dengan memprioritaskan lokalitas di tiap kontennya, 2) sakti tv sangatlah memanfaatkan konvergensi dalam manajemen POAC mereka, namun, tidak terlalu terlihat signifikan dalam fungsi planning, 3) sakti tv juga memanfaatkan media baru dalam program kontennya dengan melakukan konvergensi di berbagai platform di dunia maya, 4) sakti tv mengoptimalkan upaya konvergensi pada media sosial facebook dan youtube. Kata Kunci : Sakti tv, Manajemen, Konvergensi, Studi Kasus, Televisi Lokal ABSTRACT THE ADAPTATION OF LOCAL TELEVISION IN CONVERGENCE ERA (CASE STUDY OF BROADCASTING MANAGEMENT ON SAKTI TV EAST JAVA) This study aims to understand how the tv station Sakti tv Madiun adapted in the era of convergence in order to maintain its existence. This study uses POAC management theory and media convergence. The method used is a case study with a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were obtained by interviewing several heads of departments in the tv station, conducting direct observations and collecting data in the form of supporting documents. The results of this study are 1) Sakti tv plays an important role in maintaining the culture of Madiun by prioritizing locality in each of its contents, 2) Sakti tv makes great use of convergence in their POAC management, however, it does not look too significant in planning functions, 3) Sakti tv also utilizes new media in its content program by converging on various platforms on the internet, 4) Sakti tv optimalize convergence’s efforts on social media facebook and youtube. Keywords : Sakti tv, Management, Convergence, Case Study, Local Television
NATION BRANDING: REPRESENTASI SOSIAL BUDAYA THAILAND DALAM SERIAL DRAMA “HORMONES”
The Commercium Vol 2 No 2 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i2.32233

Abstract

Abstrak Film menjadi media yang tepat dalam merepresentasikan kehidupan sosial dan mampu untuk menyampaikan pesan pada khalayak karena sifatnya yang audiovisual dan mudah untuk dicerna. Representasi adalah tanda didalam di mana media menghadirkan kembali suatu peristiwa atau realitas. Penelitian ini mengangkat sebuah isu mengenai kehidupan sosial (sosial budaya) Thailand yang direpresentasikan dalam serial drama atau film sebagai nation branding negara tersebut. Film yang menjadi objek penelitian adalah serial drama “Hormones” Season pertama, episode ke 6-7, dengan menggunakan metode segitiga makna dari teori semiotika Peirce untuk membaca setiap makna dalam tanda yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Thailand membranding negara nya sebagai negara Buddha terbesar, terbuka bagi kaum LGBT (surge LGBT), negara yang ramah atau santun, dan memperkenalkan wisata yang terdapat di Bangkok, yang menunjukan pariwisata masih menjadi konsep branding dari negara Thailand. Kata Kunci: Film, Representasi, Sosial Budaya, Nation Brandin, Semiotika Pierce. Abstract Film becomes the right media to represent social life and is able to convey messages to the public because of its audiovisual and easy to understand. Representation is a sign in which the media presents an event or reality again. This study raises an issue regarding Thailands social (socio-cultural) life which is represented in a film or drama series as the nations “nation branding”. The film that was the object of research was the drama series "Hormones" Season 1, episodes 6-7, using the triangle meaning method from Peirces semiotic theory to read each meaning in the sign displayed. The results show that Thailand is branding its country as the largest Buddhist country, open to LGBT (LGBT Paradise), a friendly or polite country, and introducing tourism in Bangkok. Which shows that tourism is still a branding concept from Thailand. Keywords: Film, Representation, Social Culture, Nation Branding, Pierce Semiotics.
Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Iklan Paid Promote Kuliner Di Akun Instagram @Aslisuroboyo Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
The Commercium Vol 2 No 2 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i2.32266

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh bauran pemasaran pada iklan paid promote yang diunggah oleh salah satu akun media sosial Instagram yaitu @aslisuroboyo terhadap keputusan pembelian konsumen. Dengan menggunakan beberapa indikator yaitu unsur yang terdapat di dalam bauran pemasaran yaitu product, price, place, dan promotion. Indikator tersebut terdapat di setiap iklan paid promote yaitu merek mewakili product, harga mewakili price, lokasi mewakili place, foto dan caption yang mewakili promotion. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data menggunakan teknik kuisioner yang ditujukan kepada sampel penelitian. Sampel penelitian tersebut adalah para pengikut akun Instagram @aslisuroboyo dan mengetahui iklan paid promote kuliner. Kemudian hasil dari penelitian tersebut akan diujikan dengan menggunakan aplikasi SPSS untuk membuktikan hipotesis penelitian ini.Kata kunci: media sosial, Instagram, paid promote, bauran pemasaran.
STRATEGI MARKETING SOSIAL DALAM KAMPANYE ADVOKASI HAK-HAK ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) OLEH KPSI PUSAT
The Commercium Vol 3 No 1 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v3i1.32591

Abstract

ABSTRAKSetiap orang terlahir dengan hak-hak yang melekat pada dirinya dan telah dijamin oleh undang-undang, begitupun pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun pada praktiknya, pelanggaran terhadap ODGJ masih terjadi, seperti pelanggaran haknya untuk diakui sebagai warga negara melalui kepemilikan kartu identitas, adanya pemasungan, stigma, kesulitan akses kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja dan sebagainya. Keadaan tersebut membuat Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) bergerak membela hak-hak ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi marketing sosial dalam kampanye advokasi hak-hak ODGJ yang dilakukan KPSI pusat melalui pendekatan penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KPSI menggunakan pendekatan 4p (product,place,price,promotions) dalam strategi kampanye advokasinya yaitu melalui grup facebook, peer support group, kolaborasi komunitas, pembentukan komunitas kesehatan jiwa baru, kolaborasi dengan LBH, upaya politik kolektif serta aksi sosial. Kata Kunci : Marketing Sosial, Kampanye Advokasi, Orang Dengan Gangguan Jiwa, Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia. ABSTRACTEvery person was born with the rights attached to them and has been guaranteed by constitution, correspondingly it’s also with people having mental disorders (ODGJ). However pratically, violations against KPSI still occurs, such as violations of their right to be recognized as citizens through ownership of identity cards, being stocked, stigma, employment opportunities, difficulty in accessing healthcare, education and atc. This situation makes the Komunitas Peduli Skizorenia Indonesia (KPSI) move to defend the rights of ODGJ. This study aims to find out how social marketing strategies in advocacy campaign for ODGJ rights carried out by the main office of KPSI through a descriptive research approach. The results of this study indicate that KPSI uses a 4p (product, place, price, promotions) approach in the formulation of its advocacy campaign strategy and has several creative strategies such as facebook group, peer support group, community collaboration, support the formation of mental health community, collaboration with legal aid agencies, collective politics and social action. Keywords: Social Marketing, Advocacy Campaign, People with Mental Disorders, Indonesian Schizophrenia Care Community.
TINGKAT EFEKTIVITAS AKUN INSTAGRAM @TIRTOID DI KALANGAN MAHASISWA SURABAYA
The Commercium Vol 3 No 1 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v3i1.32844

Abstract

AbstrakTirto.id sebagai media yang berjalan di jalur jurnalisme presisi (precision journalism) menghasilkan produk jurnalisme yang dapat dibuktikan secara ilmiah terhadap isu yang sedang terjadi di masyarakat. Terdapat 3 dimensi yang menjadi tolak ukur ekfetivitas akun Instagram @tirtoid, yang pertama ialah Daya Tarik yaitu kemampuan Tirto.id untuk menarik perhatian pembaca dengan menonjolkan tampilan, warna, tata letak, penggunaan ikon dan simbol, ilustrasi dan gambar, serta tipografi dalam infografisnya. Kedua ialah Pesan yaitu kemudahan informasi untuk dibaca, unsur persuasi, dan simplifikasi infografis. Ketiga ialah Kredibilitas yaitu tujuan informasi, sumber, relevansi, dan konsistensi dari infografis yang disajikan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan metode survei. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuisioner melalui google form yang disebarkan kepada 100 responden yang merupakan mahasiswa di Surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa respon mahasiswa Surabaya terhadap infografis pada akun Instagram Tirto.id menunjukkan hasil rata-rata “Sangat Efektif” baik pada ketiga dimensi yaitu pada daya tarik sebesar 70%, pesan sebesar 67%, maupun kredibilitas sebesar 76%. Sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tingat efektivitas infografis pada Instagram @tirtoid menunjukkan hasil ‘sangat efektif dalam memberikan informasi kepada mahasiswa Surabaya’. Kata Kunci: Efektivitas, Tirto.id, Mahasiswa Surabaya AbstractTirto.id as a media that runs in the path of precision journalism produces journalism products that can be scientifically proven to the issues that are happening in society. There are 3 dimensions that serve as benchmarks for the effectiveness of @tirtoid Instagram account, the first is Attraction that is the ability of Tirto.id to attract the readers attention by highlighting the appearance, color, layout, the use of icons and symbols, illustrations and images, and typography in the infographic. Second is Message which is the ease of information to read, the element of persuasion, and simplification of infographics. Third is Credibility which is the purpose of information, sources, relevance, and consistency of the infographics presented. This type of research uses a quantitative approach with the survey method. Data were collected using a questionnaire instrument via Google Form which was distributed to 100 respondents who were students in Surabaya. The results of this study indicate that the response of Surabaya students to infographics on the Tirto.id Instagram account shows an average result of "Very Effective" in all three dimensions, namely 70% on Attraction, 67% on Messages, and 76% on Credibility. Based on these results, It can be drawn the conclusion that the effectiveness of infographics on Instagram @tirtoid shows very effective in providing information to Surabaya students.Keyword : Effectiveness, Tirto.id, Surabaya Students
STRATEGI KOMUNIKASI PELAKU GERAK PANJI MEMBENTUK PARTISIPASI KEBUDAYAAN GENERASI MILENIAL DI JAWA TIMUR
The Commercium Vol 3 No 1 (2020): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v3i1.33708

Abstract

Abstrak Cerita Panji adalah cerita yang asli berasal dari Jawa Timur, di mana cerita tersebut kemudian menghasilkan sebuah kebudayaan yang bernama Budaya Panji. Pada dasarnya kebudayaan adalah nilai-nilai yang harus dijaga demi peradaban bangsa itu sendiri. Namun sayangnya dewasa ini generasi milenial mulai meninggalkan kebudayaan lokal. Untuk menyelamatkan eksistensi Budaya Panji terbentuklah sebuah gerakan yang bernama Gerak Panji untuk memunculkan paritisipasi kebudayaan Generasi Milenial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi komunikasi pelaku Gerak Panji tersebut kepada generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga unsur pelaku Gerak Panji, yaitu Produsen Kesenian, Simpatisan Panji, dan Fasilitator. Ketiganya memiliki strategi komunikasi yang berbeda-beda, ada yang menggunakan media konvensional, digital, media massa, dan opinion leader. Selain itu pelaku Gerak Panji juga menekankan transformasi Budaya Panji agar lebih diterima oleh generasi milenial. Kata Kunci: Budaya Panji, Gerak Panji, Milenial Abstract The tale of Panji is an original folklore from East Java, the tale produces a culture called Panji Culture. Basically, a culture is a social values that must be maintained for the sake of the nations civilization itself. However, the millennial generation nowadays has begun to forget local culture. To solve the issue and to save the existence of Panji Culture, a movement called Gerak Panji is formed to affect the cultural participation of Millennial. This study aims to understand how the communication strategies done by Gerak Panji’s doers will influence the millennial. This study uses a case study method by using interviews, observation, and documentation as data collection techniques. The results showed that there are three elements of Gerak Panji’s doers: Producer, Sympathizer, and Facilitator. All three have different communication strategies. Some use conventional, digital, mass media, and opinion leaders. Besides that, the agents of Gerak Panji also create a transformation in the Panji Culture so that it can be more acceptable for the millennial. Keywords: Panji Culture, Gerak Panji, Millennial

Page 10 of 62 | Total Record : 613