cover
Contact Name
Cynthia Erlita Virgin Wuisang
Contact Email
cynthia.wuisang@unsrat.ac.id
Phone
+6281340240129
Journal Mail Official
mmatrasain@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Unsrat, JL Kampus Unsrat, Bahu Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Matrasain
ISSN : 18581137     EISSN : 27231720     DOI : https://doi.org/10.35792/matrasain
Journal of Media Matrasain publishes research results, critical studies/analysis, innovative ideas/thoughts and the results of design works in the fields of architecture and urban planning.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2020)" : 6 Documents clear
Halaman Sampul Belakang Alvin Jance Tinangon
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37023

Abstract

.
ISLAMIC CENTER DI KOTA KOTAMOBAGU. “ARSITEKTUR KONTEMPORER” Riansyah Nuh; Surijadi Supardjo; Raymond Ch. Tarore
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37024

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan. 
PUSAT KREATIVITAS SENI DI MANADO. “ARSITEKTUR EKSPRESIONISME” Riskezia Sujono; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37025

Abstract

Kreativitas mengalami perkembangan yang pesat di masa kini. Begitu banyak tentang kreativitas yang bisa kita kembangkan untuk menghasilkan ide-ide yang tidak biasa dan inpirasi baru. Insipirasi sangat erat kaitannya dengan perkembangan kreativitas dalam berbagai segi terutama dalam seni.  Peran seni dalam perekonomian sangat penting karena seni menimbulkan reaksi yang positif. Terbukti dengan banyaknya hasil karya seni yang dapat mendorong perekonomian dengan cepat dan kompetitif sampai menyetarakan kesenjangan sosial. Banyak negara maju menyadari selain bidang industri, sumber daya manusia kreatif juga bisa mendorong perekonomian. Kota Manado yang merupakan kota pariwisata yang mengandalkan salah satu perekonomiannya di bidang pariwisata memiliki potensi yang tinggi dalam peningkatan sumber daya manusia kreatif. Dengan wisatawan yang meningkat tiap tahunnya diharapkan agar masyarakat dapat memanfaatkan situasi untuk memajukan perekonomian daerah dengan sumber daya manusia kreatif. Tapi belum tersedianya wadah yang menjadi stimulus menjadi faktor utama penghambat berkembangnya kreativitas. Dengan adanya pusat kreativitas seni di kota Manado dapat menjadi stimulus berkembangnya kreativitas pada masyarakat, dan sadar akan pentingnya produktivitas untuk mengasa kreatif akan kesenian. Dengan fasilitas yang menunjang seperti studio musik, fashion, tari, seni rupa, theater, dan fotografi dengan implementasi arsitektur ekspresionisme dengan massa bangunan, ruangan yang idealis, estetika dari interior, dan juga facad bangunan yang sangat berperan penting menarik minat dan kenyamanan dari pengguna maupun pengunjung.
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. EKSPRESI BENTUK Patrich V. Muaja; Judy O. Waani; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37026

Abstract

Perkembangan kreativitas akan mempengaruhi perkembangan minat anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dalam kondisi yang menyenangkan. Berbagai tempat bermain dapat membuat anak-anak bersenang-senang dan merangsang tumbuh kembangnya. Menyediakan lingkungan yang merangsang tumbuh kembang anak dapat membantu meningkatkan potensi, kreativitas dan minatnya. Kreativitas dan minat anak akan berkembang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuannya. Peningkatan minat dan bakat dapat diperoleh melalui kegiatan formal (sekolah) dan kegiatan informal (kursus). Menerima pengajaran yang formal dan informal yang tepat akan berdampak positif pada anak-anak, terutama saat mereka tumbuh menjadi orang dewasa, yang juga dapat membantu mereka mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan batin mereka. Mengingat pentingnya penyediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak, maka penulis terdorong untuk merencanakan pembangunan Pusat Pengembangan Kreativitas dan Minat Anak di Kota Manado. Metode menggunakan proses horst rittel yaitu Pengembangan Varietas dan Reduksi Varietas (PVRV). Melalui pendekatan tema yang dilakukan, hasil rancangan bisa menjawab kebutuhan akan ketersediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak.
PUSAT SENI DAN BUDAYA PAPUA DI JAYAPURA. “REINTERPRETING TRADISIONAL” Doanus Kogoya; Vicky Makarau; Raymond Ch. Tarore
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37027

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan.
SHOPPING MALL DI MINAHASA UTARA. “ARSITEKTUR BIOMORFIK” Febrian Rumambi; Frits O. P. Siregar; Esli D. Takumansang
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37028

Abstract

Minahasa utara merupakan salah satu kabupaten diprovinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang pesat dalam pembangunan baik dari segi perekonomian dan sosial dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat pada tiap tahunnya. Perkembangan masyarakat akan kemudahan akses teknologi dan informasi merupakan hal yang paling pesat saat ini diaman gaya hidup masyarakat mulai berubah, perilaku konsumtif yang akan semakin meningkat sehingga kebutuhan masyarakat akan semakin berfariasi seiring berjalannya waktu dengan diperkenalannya berbagai produk baru dari luar. Berdasarkan pertimbangan tersebut saat ini merupakan kesempatan dimana dengan menghadirkan Shopping Mall khususnya di Minajasa Utara diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dimana tidak hanya menjadi fasilitas yang menyediakan fungsi perdagangan, namun juga fungsi rekreasi. Pembangunan Shopping Mall di Minahasa Utara juga diharapkan dapat menjadi suatu daya tarik baru bagi penduduk luar Minahasa Utara dimana dengan menyediakan suatu icon baru yang dapat memperkenalkan produk-produk lokal diharapkan dapat memberi nilai lebih terhadap Minahasa Utara. Arsitektur Biomorfik sebagai tema perancangan dimana arsitektur sebagai bangunan dilihat sebagai suatu objek yang memiliki penampilan sifat-sifat makhluk hidup dimana arsitektur biomorfik berkemampuan  untuk  berkembang  dan tumbuh, dimana mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan lingkungannya, hal ini berpengaruh terhadap dampak timbal balik Shopping Mall terhadap lingkungan lokasi didirikannya. Diharapkan dapat saling menguntungkan untuk kelangsunan pertumbuhan perekonomian Minahasa Utara

Page 1 of 1 | Total Record : 6