Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

TERMINAL ANGKUTAN DARAT TIPE B DI MINAHASA TENGGARA, Simplicity In Architecture Aldwin F. Lompoliuw; Raymond Ch. Tarore; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43263

Abstract

Abstrak Kabupaten Minahasa Tenggara yang masih tergolong muda, karena belum lama dimekarkan. Sehingga sarana prasarana diMinahasa Tenggara belum semuanya bisa tersedia Pesatnya pertumbuhan pembangunan masyarakat di kawasan tersebut juga berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan di Minahasa tenggara.Selain peningkatan jumlah wisatawan, angkutan umum juga mulai meningkat terutama angkutan darat, dan dampak peningkatan jumlah tersebut telah menimbulkan kemacetan di pusat Minahsa tenggara. transportasi memainkan peran yang sangat penting dalam strategi pembangunan dan memiliki hubungan yang erat dan saling bergantung dengan laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Mengingat pentingnya transportasi, maka perencanaan dan pengembangannya perlu disusun, perlu dibangun atau ditata terminal di tempat-tempat tertentu untuk memungkinkan lalu lintas dan transportasi jalan Untuk mengelola dan mengatur untuk kepentingan umum. Maka karena itu penulis merencanakan untuk membuat desain Terminal angkutan darat tipe B di Minahasa Tenggara dengan menerapkan tema simplicity in architecture agar transportasi umum bisa memuat dan menurutkan penumpang ataupun barang di terminal dengan aman, selain itu juga bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dan pengunjung yang menggunakan transportasi umum.Kata Kunci: Minasaha Tenggara, Terminal angkutan darat tipe B, simplicity in architecture
LUMINTANG BEACH RESORT HOTEL DI MINAHASA TENGGARA, Biophilic Design Anastasya S.C. Ompi; Raymond Ch. Tarore; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43265

Abstract

Abstrak Pantai Limintang merupakan salah satu tempat wisata untuk wisata alam di minahasa tenggara. Pengembangan dan pemanfaatan potensi yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara sendiri belum optimal. Hal ini tercermin dari minimnya pilihan akomodasi berupa akomodasi bagi  wisatawan. Jumlah akomodasi yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah wisatawan. Berdasarkan fakta tersebut, kita dapat melihat bahwa Pantai Lumintang memiliki peluang untuk pengembangan industri pariwisata, terutama dalam penyediaan akomodasi. Tapak yang direncanakan berada pada zona pemanfaatan pariwisata yang ditetapkan sebagai destinasi wisata semi alami, dan memiliki standar lingkungan yang mendukung  pengembangan pariwisata dan rekreasi alam. Lokasi yang dipilih adalah pemandangan yang menarik, aksesibilitas yang sangat baik, peralatan dan infrastruktur berbasis kebutuhan, dan lokasi yang kurang terlihat. Hotel resor berharap dapat meningkatkan kreativitas dan kejelasan, meningkatkan kesejahteraan, mempercepat penyembuhan dan merevitalisasi potensi pariwisata Kabupaten Minahasa Tenggara dengan konsep desain biofilik.Kata Kunci: Beach Resort Hotel, Biophilic Design
HOTEL & RESORT DI KAWASAN DANAU TONDANO: Implementasi Form Follow Function Jivisc Mamengko; Pierre H. Gosal; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terinspirasi dari Mjøstårnet sebuah bangunan 18 lantai berstruktur kayu yang terletak di pinggiran danau Mjøsa Norwegia yang sampai sekarang ini pemegang rekor sebagai bangunan berstruktur kayu tertinggi di dunia. Maka untuk judul tugas akhir saya, saya tergerak untuk mendesain satu bangunan tinggi yang materialnya didominasi oleh material-material organik yang ramah lingkungan. Dari dulu nenek moyang Suku Minahasa membangun tempat tinggalnya menggunakan material kayu dan dedaunan kering yang didirikan di atas batu, dan telah terbukti ketahanannya sampai sekarang ini. Meskipun Sulawesi Utara mempunyai banyak sekali gunung berapi aktif yang tercatat sangat sering Meletus akan tetapi rumah-rumah tradisional yang kebanyakan berusia di atas 100 tahun tersebut masih sering kita jumpai .hal tersebut sudah cukup membuktikan kualitas dari material yang digunakan. Kayu merupakan salah satu material bangunan yang amat populer dikarenakan fleksibilitas, ketahanan ,dan tampilannya yang estetik. Kayu sudah lama dipakai sebagai bahan konstruksi utama untuk bangunan meski kemudian tergeser oleh beton dan baja sehingga kayu lebih banyak dimanfaatkan untuk bahan lantai/panel interior. Tapi teknologi perkayuan masa kini memungkinkan adanya bangunan tinggi yang sepenuhnya terbuat dari bahan kayu. Terlebih lagi material kayu merupakan material terbaharui dan ramah lingkungan. Kata Kunci: Hotel, Resort, form follow function
STRATEGI REVITALISASI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN CALACA KOTA MANADO Sarina Togubu; Fella Warouw; Raymond Ch. Tarore
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i2.5278

Abstract

ANALISIS PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG KAWASAN AGROPOLITAN DI LANGOWAN Rivaldo M. Talumewo; Pingkan P. Egam; Raymond Ch. Tarore
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langowan termasuk dalam Pengembangan kawasan agropolitan Pakakaan (Kec. Tompaso, Kawangkoan, Kakas dan Langowan). Ketersediaan infrastruktur dalam hal ini infrastruktur pendukung pertanian yang optimal maka dapat memicu perkembagan Kawasan Agropolitan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting infrastruktur pendukung kawasan agropolitan di langowan, menganalisis usulan pengembangan infrastruktur pendukung kawasan agropolitan di langowan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode evaluasi dengan metode analisis actual versus planned performance comparisons untuk merumuskan usulan pengembangan. Hasil penelitian infrastruktur pendukung dalam penyediaannya berdasarkan evaluasi dengan standar ialah jalan usaha tani belum memenuhi standar,jalan penghubung antar desa telah memenuhi standar, gudang penyimpanan belum memenuhi standar, bak penampungan air belum memenuhi standar, kios pupuk belum memenuhi standar, penggilingan padi belum memenuhi standar, dan Balai Penyuluhan Pertanian telah memenuhi standar. Terdapat 7 usulan pengembangan Infrastruktur pendukung. Kata Kunci : Agropolitan,Infrastruktur,Evaluasi,Pengembangan
PUSAT KREATIVITAS ANAK & REMAJA DI KOTA SORONG. Arsitektur Perilaku Januar C. Patetu; Aristotulus E. Tungka; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24634

Abstract

Kreativitas merupakan suatu cara mengekspresikan, aktualisasi diri seorang individu khususnya kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong. Kreativitas bersifat kompleks dapat berupa kesenian, kebudayaan maupun teknologi yang mana jika tidak diwadahi serta diarahkan dengan tepat akan mengakibatkan tidak berkembangnya kreativitas tersebut dan malah akan bersifat merusak. Bercermin dari potret realita dimana tidak tersedianya suatu wadah atau ruang publik bagi kegiatan kreativitas yang ada dikalangan kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong, Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong didesain untuk mewadahi seluruh aktivitas kegiatan kreativitas yang ada. Pusat Kreativitas sebagai ruang publik didesain dengan penerapan tema Arsitektur Perilaku yang mana dalam penerapannya disesuaikan dengan citra dan fungsi dari objek serta pola perilaku yang ada dikalangan anak & remaja di Kota Sorong. Sebuah ruang publik yang didesain selain memanfaatkan ruang dalam juga menghadirkan ruang luar yang guna mewadahi aktivitas kreatif outdoor serta event-event yang bersifat idealis. Kata kunci : Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong, Arsitektur Perilaku
PUSAT PENANGKARAN DAN REHABILITASI SATWA ENDEMIK DI TAHURA H.V. WORANG GUNUNG TUMPA. Sustainable Landscape Architecture Ekleysia C. Koagouw; Raymond Ch. Tarore; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24635

Abstract

Kualitas kehidupan bagi makhluk hidup diterapkan dalam pemeliharaan dan pelestarian alam. Dengan kekayaan alam yang melimpah, Sulawesi Utara merupakan daerah potensial yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati. Potensi ini dapat diarahkan sebagai penangkaran satwa yang hampir punah dengan menerapkan rehabilitasi bagi satwa yang sakit, sehingga dapat menciptakan perlindungan bagi satwa endemik Sulawesi. Diharapkan dengan pengadaan objek berbasis lingkungan ini, akan timbul rasa kepedulian kepada alam dan makhluk hidup lainnya.Taman Hutan Raya Gunung Tumpa memberi prospek yang baik untuk di jadikan lokasi perancangan. Ditahun 2014, kawasan ini ditetapkan menjadi kawasan hutan dengan fungsi Kawasan Pelestarian Alam (KPA) melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.1832/Menhut-II/2014. Di tahun yang sama kawasan ini dipertegas kembali keberadaannya sebagai KPA melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.734/Menhut-II/2014 tanggal 2 September 2014. Kawasan Taman Hutan Raya Gunung Tumpa H.V.Worang menjadi kawasan pelestarian alam sekaligus merupakan satu-satunya sumber daya hutan di Kota Manado. Dengan menerapkan tema Sustainable Landscape Architecture dalam perencanaan ruang dalam dan luar yang mengupayakan pembangunan berkelanjutan sehingga rancangan dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi,pendidikkan dan penelitian daerah. Oleh karena itu, penerapan tersebut berbuah pada terciptanya lingkungan binaan yang adaptif dengan alam dan segala perubahannya.            Kata kunci : Penangkaran, Rehabilitasi, Satwa,  Sustainable Landscape Architecture, Tahura, Gunung Tumpa.
SLOW MAR SLAK SPORT CENTER DI MANADO. Futuristic Architecture Samuel T. Rengkung; Raymond Ch. Tarore; Mohammad M. Anasiru
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25044

Abstract

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Kegiatan olahraga sudah ada sejak dulu, dewa dalam pandangan orang Yunani dipandang mau menghargai prestasi dan kompetisi serta memiliki sikap heroisme. Olahraga yang dihargai adalah mereka yang mampu mencapai prestasi tertinggi dengan cara-cara ksatria. Olimpiade pertama musim panas dilaksanakan pada tahun 1896, sedangkan olimpiade pertama musim dingin dilaksanakan pada tahun 1924.  Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan, dan seiring berkembangnya waktu, sudah mulai banya olahraga – olahraga baru yang mulai di kembangkan sampai di perlombakan. Di Indonesia ada begitu banyak atlet terutama di kota Manado, Sulawesi Utara. Yang sudah membuahkan hasil prestasi yang tinggi, namun dalam pelatihan mereka tidak bisa di lakukan dengan secara cepat dan maksimal karena masih kurangnya fasilitas – fasilitas yang dapat menunjang kegiatan olahraga di Manado, terutama untuk olahraga yang sedang banyak di geluti oleh anak muda, antara lain Dance Modern, Skate Board, Futsal, Basket, Capoeira, Break Dance, dan lain sebagainya. Perancangan Slow Mar Slak Sport Center merupakan alternatif untuk menyediakan fasilitas dan sarana kepada para aktivis olahraga terutama di bidang-bidang olahraga yang sedang berkembang di kota Manado, terutama di kalangan anak muda. Dengan tema futuristic architecture, di mana tema ini memadukan teknologi bahan bangunan dengan bentuk – bentuk yang baru, unik, kreatif, dan inovatif. Yang tidak terikat dengan masa lalu, bangunan yang di persiapkan untuk masa yang akan datang. Slogan untuk Slow Mar Slak di gunakan sebagai ear catching pada masyarakat, agar bisa menjadi pemacu untuk mereka yang ingin menjadi atlet, karena untuk mencapai hasil yang memuaskan, di perlukan kesabaran, niat, dan tekat.
AKADEMI SEPAKBOLA MANADO. Green Architecture Yohanes R. S. Elias; Raymond Ch. Tarore; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25589

Abstract

Sepak bola saat ini menjadi olahraga terpopuler di dunia termasuk di Di indonesia sepakbola telah menjadi olahraga terpopuler dan paling diminati oleh masyarakat baik kalangan muda maupun tua.Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kompetisi sepakbola yang berlangsung di dalam negeri yang bahkan memiliki daya tarik tinggi bagi pemain asing untuk bermain di liga indonesia.Berbagai klub dari kota kota besar di Indonesia telah mengambil bagian dalam kompetisi nasional yang ada.Namun sayangnya dalam hal ini kota  Manado masih belum  memiliki klub yang memiliki kemampuan dengan standar yang mampu  mencukupi untuk dapat bersaing di liga lokal Indonesia bahkan  fungsi dari stadion kota tidak dapat dimaksimalkan.Salah satu faktor yang ada disebabkan oleh kurangnya pemain lokal dengan  kemampuan yang dapat bersaing di tingkat nasional.Hal ini disebabkan minimnnya pedidikan sejak usia dini dan juga kurangnya sarana pendukung seperti lapangan untuk tempat bermain dan berlatih.Dalam perancangan kali ini tema yang digunakan adalah Green Architecture. Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan Konsep ini sangat cocok dipakai dalam perancangan objek karena lokasi dari objek yang berada dalam kawasan pengembangan kota baru dan perancangan bangunan ditargetkan utuk penggunaan jangka panjang dan juga hasil rancangan dapat membawa dampak positif serta menjadi panutan dalam pembangunan kota yang sehat,hemat energi dan ramah lingkungan.Kata Kunci: Akademi Sepakbola, Sepakbola,Manado,Green Architecture.
ISLAMIC CENTER DI KOTA KOTAMOBAGU. “ARSITEKTUR KONTEMPORER” Riansyah Nuh; Surijadi Supardjo; Raymond Ch. Tarore
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37024

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan.Â