cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DUSUN SIAGA KELURAHAN SUNGAI RAYA TENTANG OBESITAS SENTRAL: OVERVIEW OF COMMUNITY KNOWLEDGE LEVELS IN SIAGA HAMLET, SUNGAI RAYA VILLAGE ABOUT CENTRAL OBESITY heny puspa; Weni Puspita; Dian Katikasari; Sinta
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i1.219

Abstract

Obesitas sentral adalah kondisi kelebihan lemak pada bagian perut. Prevalensi obesitas sentral di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 pada penduduk umur ? 15 tahun mengalami peningkatan dalam beberapa tahun. Pada tahun 2007 prevalensi obesitas sentral sebesar 18,8%. Pada tahun 2013 prevalensi obesitas sentral sebesar 26,6% dan pada tahun 2018 prevalensi obesitas sentral sebesar 31,0%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Siaga Kelurahan Sungai Raya tentang obesitas sentral pada ibu-ibu rumah tangga. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode deskriptif dengan pendekatan prospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh pada ibu-ibu rumah tangga di Dusun Siaga Desa Sungai Raya RT 10 RW 06 sebanyak 45 orang. Pengukuran yang dilakukan meliputi lingkar pinggang dengan menggunakan pita ukur meteran dan pengetahuan responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh diolah menggunakan uji analisis statistic deskriptif. Hasil analisis statistic deskriptif mengenai obesitas sentral menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang memiliki pengetahuan kurang dengan persentase sebanyak 22 orang (48,9%), pengetahuan yang cukup sebanyak 17 orang (37,8%) dan pengetahuan yang baik sebanyak 6 orang (13,3%). Berdasarkan  hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Siaga Kelurahan Sungai Raya tentang obesitas sentral masih kurang. Kata kunci: Gambaran, pengetahuan, obesitas sentral.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) ASAL DAERAH SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT: ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) CALYX EXTRACTS FROM REGION OF SUKABUMI WEST JAVA PROVINCE Mareetha Zahra S; Iin Indawati; Intan Singgih
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i1.220

Abstract

ABSTRAK Kelopak bunga rosela mengandung senyawa bioaktif dengan kadar antosianin yang tinggi. Antosianin termasuk golongan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Rosela merah tumbuh tersebar diseluruh Indonesia salah satunya didaerah Sukabumi yang memiliki struktur tanah dengan ketinggian 584 mdpl yang cukup untuk memenuhi syarat tumbuhnya rosela dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dengan menggunakan pereaksi DPPH(1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) dengan parameter IC50. Kelopak bunga rosela diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak kelopak bunga rosela dibuat dengan konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan IC50 ekstrak kelopak bunga rosela merah 581,5 ppm sedangkan larutan pembanding vitamin C dihasilkan nilai IC50 11,23 ppm. Kata Kunci: Ekstrak rosela, aktivitas antioksidan, DPPH, Sukabumi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN TERHADAP WAKTU KESEMBUHAN PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI DI YAYASAN ISLAM AL-SYA’IRIYAH: THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE LEVELS AND COMPLIANCE WITH SCABIES HEALING TIME IN SANTRI AT THE AL-SYA'IRIYAH ISLAMIC khabibatul khikmah; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum3; St. Rahmatullah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i1.221

Abstract

Penyakit Scabies (kudis) merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai dan kurang diperhatikan oleh para santri di Pondok Pesantren. Mereka menganggap kebiasaan dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan terhadap waktu kesembuhan penyakit scabies pada santri di Yayasan Islam Al-Sya’iriyah. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian ini menujukkan tingkat pengetahuan yang baik (74,2%) dan tingkat kepatuhan pengobatan santri yang patuh sebanyak (62,2%). Pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan waktu kesembuhan penyakit scabies dan adanya hubungan antara pengetahuan dengan waktu kesembuhan penyakit scabies dengan probilitas Chi Square sebanyak 0,000 < 0,05. Kata kunci : Kepatuhan; kesembuhan; pengetahuan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANTINYERI DI KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG: RELATIONSHIP LEVEL OF KNOWLEDGE TO ANTI PAIN DRUG SWAMEDICATION BEHAVIOR ULUJAMI DISTRICT, PEMALANG REGENCY Opi Nuriska Rais Rutini; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i1.223

Abstract

Nyeri merupakan sensasi yang mengindikasi bahwa tubuh sedang mengalami kerusakan jaringan, inflamasi, atau kelainan yang lebih berat seperti difungsi sistem saraf. Beberapa penelitian membuktikan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sangat berhubungan dengan penggunaan obat antinyeri atau analgesik secara rasional. Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan upaya masyarakat untuk mengatasi nyeri yang terjadi terutama secara akut atau mendadak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat anti nyeri di masyarakat pesisir Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.Penelitian ini menggunakan teknik purpose sampling. Responden diambil dengan rumus slovin berjumlah 100 sampel dengan pengambilan 20 responden untuk 1 desa. Dari hasil penelitian didapatkan data tingkat pengetahuan di Kecamatan Ulujami 85% dengan kategori cukup dan untuk perilaku swamedikasi obat anti nyeri didapatkan data sebanyak 78% dengan kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat anti nyeri di kalangan masyarakat sekitar pesisir Kecamatan Ulujami. Saran diharapkan untuk masyarakat sekitar pesisir lebih baik dalam penggunaan obat anti nyeri. Kata kunci : Masyarakat Pesisir, Obat Anti Nyeri, Swamedikasi
PENENTUAN KANDUNGAN POLIFENOL TOTAL EKSTRAK METANOL KULIT BUAH RAMBUTAN RAPIAH (Nephelium lappaceum L.): DETERMINATION OF TOTAL POLYPHENOL CONTENT OF METHANOL EXTRACT RAMBUTAN RAPIAH FRUIT RIND (Nephelium lappaceum L.) Fahrauk Faramayuda; Oktovia El Shara; Julia Ratnawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.262

Abstract

Tanaman rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Konsumsi buah rambutan rapiah dapat meninggalkan limbah kulitnya yang cukup banyak. Kulit buah rambutan rapiah telah digunakan secara tradisional sebagai obat demam dan disentri. Kulit buah rambutan rapiah diketahui mengandung metabolit sekunder seperti polifenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ekstrak metanol kulit buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan adalah polifenol. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, mengingat potensi kulit buah rambutan rapiah sebagai antioksidan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar polifenol total ekstrak metanol kulit buah rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.). Penetapan kadar polifenol total dilakukan dengan menggunakan metode Folin Ciocalteu. Pereaksi Folin Ciocalteu akan bereaksi dengan gugus fenolik-hidroksil dan membentuk kompleks fosfotungstat-fosfomolibdat berwarna biru yang dapat dideteksi dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743,5 nm. Dari penelitian ini kadar polifenol total yang diperoleh adalah 0,2482±0,0401%.
FORMULASI LIP CREAM EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) SEBAGAI PEWARNA: FORMULATION OF LIP CREAM ETHANOL EXTRACT (Caesalpinia sappan L.) AS DYES Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Sulistiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.264

Abstract

Tanaman rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Konsumsi buah rambutan rapiah dapat meninggalkan limbah kulitnya yang cukup banyak. Kulit buah rambutan rapiah telah digunakan secara tradisional sebagai obat demam dan disentri. Kulit buah rambutan rapiah diketahui mengandung metabolit sekunder seperti polifenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ekstrak metanol kulit buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan adalah polifenol. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, mengingat potensi kulit buah rambutan rapiah sebagai antioksidan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar polifenol total ekstrak metanol kulit buah rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.). Penetapan kadar polifenol total dilakukan dengan menggunakan metode Folin Ciocalteu. Pereaksi Folin Ciocalteu akan bereaksi dengan gugus fenolik-hidroksil dan membentuk kompleks fosfotungstat-fosfomolibdat berwarna biru yang dapat dideteksi dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743,5 nm. Dari penelitian ini kadar polifenol total yang diperoleh adalah 0,2482±0,0401%.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI KULIT JERUK MANIS (Citrus x aurantium L.) SEBAGAI TABIR SURYA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS: GEL FORMULATION OF ETHANOL EXTRACT AND FRACTIONS SWEET ORANGE PEEL (Citrus x aurantium L.) AS A SUNSCREEN USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETRIC METHODS Siti Hindun; Nopi Rantika; Hanina Liddini Hanifa; Dindin Fahrudin; Dani Sujana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.265

Abstract

Sinar matahari mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, namun paparan sinar matahari yang berlebihan menyebabkan jaringan epidermis kulit tidak cukup mampu melawan efek negatif tersebut, sehingga dapat menyebabkan eritema, sunburn (kulit terbakar) dan dapat menimbulkan perubahan degenerasi pada kulit (penuaan dini) serta kanker kulit. Salah satu cara untuk dapat melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tabir surya adalah jeruk manis (Citrus x aurantium L.). Pada penelitian sebelumnya menunjukan bahwa kulit jeruk manis memiliki kandungan metabolit sekunder senyawa fenolik yaitu flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif sebagai tabir surya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan formulasi sediaan gel tabir surya dan menentukan nilai SPF sediaan gel tabir surya dari ekstrak etanol dan berbagai fraksi kulit jeruk manis (Citrus x aurantium L.) secara in vitro yaitu dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS.  Formulasi gel tabir surya dibuat dalam 4 formula yaitu Formulasi 1 dengan ekstrak etanol kulit jeruk manis, Formula 2 dengan fraksi air kulit jeruk manis, Formula 3 dengan fraksi etil asetat kulit jeruk manis dan Formula 4 dengan fraksi n-heksan kulit jeruk manis. Keempat formula di evaluasi secara fisika dan dihitung nilai SPF-nya . Dari hasil penelitian diperoleh bahwa keempat formula memenuhi persyaratan evaluasi secara fisika meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan uji iritasi. Berdasarkan hasil penentuan SPF sediaan gel tabir surya yang terbaik yakni Formula 2 fraksi air yaitu 25, diikuti Formula 3 fraksi etil asetat yaitu 24, Formula 1 ekstrak etanol yaitu 19 dan Formula 4 fraksi n-heksan yaitu 17.
PENGARUH DISKUSI KELOMPOK KECIL (DKK) TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI PENANGANAN HIPERTENSI DI MASYARAKAT DUSUN CAGERAN : THE EFFECT OF SMALL GROUP DISCUSSION TO THE KNOWLEDGE OF HYPERTENSION TREATMENT IN CAGERAN HAMLET Octariana Sofyan; Rina Fitri Anggraeni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.266

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 prevalensi hipertensi di DIY sebesar 32,86% atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional 31,7% yang menempatkan DIY pada urutan ke-12 sebagai provinsi dengan kasus hipertensi yang tinggi, penyakit ini selalu masuk dalam 10 besar penyakit sekaligus 10 besar penyebab kematian di DIY selama beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi diskusi kelompok kecil  terhadap tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Cageran Sleman tentang penanganan hipertensi. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental one group pre-postest design dengan pengamatan terhadap subjek sejumlah 68 responden mengenai pengaruh intervensi diskusi kelompok kecil. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner kemudian diolah dan dianalisis dengan membandingkan sebelum dan sesudah diberikan intervensi diskusi kelompok kecil menggunakan SPSS. Hasil yang didapatkan dari pre test dan post test yaitu tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 23,5% menjadi 92,6%, kategori cukup menurun dari 45,6% menjadi 5,9%, dan kategori kurang menurun dari 30,9% menjadi 1,5%. Uji Paired t-test didapatkan bahwa terdapat pengaruh intervensi DKK terhadap tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Cageran Sleman tentang penanganan hipertensi dengan nilai p = 0.000 (? < 0.05). Kesimpulan yang didapatkan yaitu terdapat perbedaan bermakna atau signifikan antara pengetahuan masyarakat mengenai penanganan hipertensi sebelum dan sesudah pemberian intervensi diskusi kelompok kecil.
DAPATKAH LATIHAN INTENSITAS SEDANG MENGOPTIMALKAN SISTEM IMUN ? : DOES EXERCISE IMPROVE IMMUNE SYSTEM ? Farid Rahman; Ilham Setya Budi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.268

Abstract

Aktivitas latihan merupakan bagian dari domain aktivitas fisik dimana latihan merupakan aktivitas yang terstruktur, berulang dan bermanfaat untuk meningkatkan atau mempertahankan satu atau lebih komponen pada aspek kebugaran. Berbagai panduan aktivitas fisik dan latihan telah direkomendasikan berbagai konsensus guna mencapai tujuan optimalisasi tingkat kesehatan. Namun, variasi intensitas latihan rendah, sedang, tinggi berpengaruh pada aspek fisiologis manusia yang memberikan manfaat kesehatan tetapi secara bersamaan dapat memberikan efek yang merugikan khususnya sistem imun. Artikel ini menyajikan mengenai bagaimana intensitas latihan sedang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan sistem imun dibanding latihan dengan intensitas tinggi dalam rangka meningkatkan status kesehatan individu. Berbagai sumber digunakan untuk mendukung studi ini seperti artikel akademik, literatur, dan sumber media yang diekstrak dari basis data. Selanjutnya, ulasan pada sumber-sumber tersebut dilakukan sintesis mengenai bagaimana latihan intensitas sedang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan sistem imun. Proses dan desain review terdiri dari 3 tahapan: (1) identifikasi pertanyaan dan literatur terkait; (2) proses seleksi literatur; dan (3) menyusun bagan alur proses, menyusun review dan meringkas data. Mayoritas 15 sumber yang telah dilakukan proses review, mendeskripsikan latihan sedang dipandang lebih aman untuk individu yang melaksanakan program latihan fisik secara rutin untuk meningkatkan sistem imun. Intensitas sedang menunjukkan manfaat pada berbagai komponen imun sementara latihan fisik dengan menggunakan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi dan berbagai efek negatif pada kesehatan tubuh. Oleh karena itu, latihan sedang memiliki efek yang positif dan aman bagi individu. Hal ini dapat menjadi rekomendasi ditinjau dari bukti empiris dimana secara umum latihan fisik dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan jika dilakukan dengan dosis yang tepat.
ISOLASI FUNGI ENDOFIT UMBI TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus SECARA KLT-BIOAUTOGRAFI: THE ISOLATION OF TARO TUBER ENDOPHYTIC FUNGI (Colocasia esculenta (L.) Schott) AS ANTIBACTERIAL AGAINST Escherichia coli AND Staphylococcus aureus BY TLC-BIOAUTOGRAPHY Abdul Wahid Suleman; A. Nurnadya Arna; Safaruddin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.269

Abstract

Fungi endofit yang berasal dari tumbuhan dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengisolasi fungi endofit Umbi Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan staphylococcus aureus secara KLT-Bioautografi. Isolat diperoleh dengan menggunakan metode tanam langsung endofit Umbi Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) pada media Potato Dextrose Agar (PDA). Hasil penelitian menunjukkan pada fermentasi supernatan ekstrak eter terdapat zona hambat pada penampakan noda ke-7 dengan diameter zona hambat 13,1 mm terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli, pada bakteri Staphylococcus aureus tidak terdapat zona hambatan, sedangkan pada ekstrak n-butanol terdapat zona hambatan pada penampakan noda ke-1 dengan diameter zona hambatan 15,1 mm terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat zona hambatan pada penampakan noda ke-2 dengan diameter zona hambatan 15,4 mm dari hasilKLT yang telah dilakukan senyawa bioaktif dari ekstrak fermentasi supernatan yang bertindak sebagai antibakteri yaitu senyawa alkaloid dan flavonoid.

Page 10 of 53 | Total Record : 523