cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
REVIEW ARTIKEL: POTENSI SENYAWA AKTIF PADA TANAMAN OBAT UNTUK PENANGANAN COVID-19 DENGAN METODE MOLECULAR DOCKING: REVIEW ARTICLES: POTENTIAL ACTIVE COMPOUND OF MEDICINAL PLANTS AGAINST COVID-19 WITH MOLECULAR DOCKING METHOD Ine Suharyani; Yuniarti Falya; Atiqoh Hakim; Defina Fajira; Nur Annisa Sadira; Sri Astuti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.270

Abstract

Covid-19 merupakan wabah yang kini tengah menjadi keresahan di masyarakat. Penyakit Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-COV-2 atau virus Corona. Virus Corona ini pertama kali   muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019 dengan gejala ringan seperti flu atau infeksi pernapasan berat seperti pneumonia dan penyebarannya sangat cepat dapat menular dari doplet yang keluar saat batuk dan bersin. Salah satu alternatif yang digunakan untuk pengobatan penyakit Covid-19 ialah dengan tanaman obat. Penambatan molekul (Molecular Docking) merupakan salah satu metode in silico (virtual) berbasis struktur yang paling sering digunakan dan paling sederhana. Tujuan dari review jurnal untuk mengetahui senyawa aktif pada tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan Covid-19 berdasarkan dari beberapa studi secara in-silico. Metode pencarian jurnal dilakukan melalui website https://scholar.google.co.id/ dengan menggunakan kata kunci molecular docking Covid-19 senyawa tanaman obat, Dalam kurun waktu dari tahun 2019 sampai 2021. Hasil yang didapat adalah dari 12 senyawa aktif yang berasal dari beberapa tanaman obat, diantaranya kuersetin dari tanaman Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) dan Bawang Merah (Allium cepa L.) yang berpotensi menghambat pertumbuhan virus corona karena memiliki nilai binding affinity paling besar dibanding tanaman lain, yaitu -7,6 dan -7,5 yang mendekati nilai binding affinity dari obat pembanding yaitu Remdesivir yaitu -7,7. Senyawa kuersetin berpotensi untuk dapat dikembangkan sebagai obat untuk menangani Covid-19.
ANALISIS PREVALENSI PARKINSONISME PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPAT OBAT ANTIPSIKOTIK GENERASI PERTAMA: ANALYSIS OF PREVALENCE OF PARKINSONISM IN SCHIZOPHRENIC PATIENTS RECEIVING FIRST-GENERATION ANTIPSYCHOTIC DRUG Okta Muthia Sari; Noor Cahaya; Khoerul Anwar; Sandra Putri Wijaya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.271

Abstract

Antipsikotik generasi pertama secara luas diresepkan untuk pengobatan skizofrenia, efek terapeutiknya juga dikaitkan dengan efek samping movement disorders seperti parkinsonisme. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan antipsikotik generasi pertama dan untuk menganalisis antipsikotik mana yang terkait dengan prevalensi parkinsonisme. Ini adalah studi potong lintang berbasis rumah sakit yang dilakukan di rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif selama periode tahun 2018. Sebanyak 71 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 33 (46,5%) pasien yang menerima antipsikotik generasi pertama mengalami parkinsonisme. Karakteristik pasien dalam penelitian ini mayoritas jenis kelamin laki-laki (76,1%) dan berumur 20-45 tahun (84,5%). Haloperidol antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan (56.3%) diikuti oleh kombinasi klorpromazin-haloperidol (35.2%). Prevalensi parkinsonisme sebesar 46,5% pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikotik generasi pertama. Berdasarkan analisis, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan umur dengan parkinsonisme. Penggunaan haloperidol dibandingkan dengan klorpromazin-haloperidol menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan prevalensi parkinson (p <0.05). Kesimpulan dari penelitian ini, karakteristik pasien skizofrenia dalam penelitian mayoritas laki-laki dan berumur 20-45 tahun. Haloperidol merupakan antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan sebesar 56.3%. Prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikosis generasi pertama adalah 46,5%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara parkinsonisme dan jenis kelamin atau umur pasien dalam penelitian ini Penggunaan haloperidol dikaitkan dengan prevalensi parkinsonisme dibandingkan dengan antipsikotik generasi pertama kombinasi klorpromazin dan haloperidol pada pasien skizofrenia.
KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON: STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN PATIENTS WITH URINARY TRACT INFECTIONS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF CIREMAI HOSPITAL CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Sulistiorini Indriaty; Arsyad Bachtiar; Indah Setyaningsih; Muhammad Yani Zamzam; Vanessa Michelle
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.272

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang diakibatkan adanya mikroorganisme di dalam saluran kemih. Interaksi obat merupakan perubahan efek obat utama oleh pemberian obat lain sebelumnya atau secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran jumlah kejadian potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat dan gambaran jenis dan jumlah obat lain yang berinteraksi pada pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap RS Ciremai Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif, dan menggunakan metode pengambilan data dengan teknik total sampling. Sampel yang digunakan yaitu laporan nominatif morbiditas serta data pemakaian dan penjualan obat pasien Infeksi Saluran Kemih yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 48. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien infeksi saluran kemih terbanyak adalah perempuan sebanyak 39 orang (81,25%), usia paling banyak pada rentang umur 20-30 tahun dan 41-50 tahun sebanyak 11 (22,92%), adanya potensi kejadian interaksi obat sebanyak 43 orang (89,53%), tingkat keparahan tertinggi yaitu monitor ketat sebanyak 100 kejadian (47,62%), rata-rata kejadian interaksi obat per lembar resep sebanyak 5 kejadian interaksi. Jenis obat yang paling banyak berinteraksi yaitu Omeprazole dan Ciprofloxacin sebanyak 18 potensi kejadian interaksi obat (8,5%). Kata Kunci: Infeksi saluran kemih, interaksi obat, RS Ciremai Cirebon
UJI IN VITRO EKSTRAK KOMBINASI DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DAN RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) TERHADAP SEL KANKER: IN VITRO TEST OF COMBINED EXTRACT OF TAMARIND LEAVES (Tamarindus indica L.) AND AROMATIC GINGER RHIZOME (Kaempferia galanga L.) AGAINST CANCER CELLS Dewi Purwaningsih; Asril Burhan; Akbar Awaluddin; Hilda Mayangsari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.273

Abstract

Tanaman daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dan rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak kombinasi daun asam jawa dan rimpang kencur terhadap sel kanker WiDr dan MCF-7 berdasarkan nilai IC50. Simplisia daun asam jawa dan rimpang kencur diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak etanol selanjutnya dilakukan uji sitotoksik dengan metode MTT(3-(4,5- dimetiltiazol-2-il)-2,5-difenil tetrazolium bromida) terhadap sel WiDr dan sel MCF-7. Perolehan nilai IC50 ekstrak daun asam jawa, ekstrak rimpang kencur, ekstrak kombinasi daun asam jawa dan rimpang kencur dengan perbandingan (3:7) dan (7:3) sebesar 31,31 ?g/mL, 88,79 ?g/mL, 126,13 ?g/mL dan 271,80 ?g/mL terhadap sel WiDr dan 128,63 ?g/mL, 270,43 ?g/mL, 265,83 ?g/mL dan 369,79 ?g/mL pada sel MCF-7. Berdasarkan hasil penelitian ini ekstrak kombinasi daun asam jawa dan kencur tidak tidak menunjukkan potensi yang lebih baik sebagai antikanker pada sel WiDr dan MCF-7 dibanding ekstrak tunggalnya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KELING 1 KABUPATEN JEPARA: RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND QUALITY OF LIFE IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN PUBLIC HEALTH CENTER OF KELING 1, JEPARA DISTRICT Meki Pranata; Chilmia Nurul Fatiha; Arifin Santoso; Fadya Rahma Putri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.275

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme yang terjadi karena kurangnya hormon insulin dengan ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah diatas normal. Penelitian ini mempunyai tujuan dalam menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analytic dengan desain cross sectional study dan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) dan DQOL (Diabetes Quality of Life). Uji statistik menggunakan uji korelasi pearson dan chi-square untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil penelitian mayoritas responden 85,7% mempunyai dukungan yang tinggi dan sebagian dari responden 88,1% mempunyai kualitas hidup tinggi. Dari hasil chi-square dan korelasi pearson hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup Diabetes Melitus Tipe 2 dihasilkan p-value 0,000. Uji chi-square dan pearson corellation dimensi emosional p < 0,000, dimensi penghargaan p < 0,000 dan dimensi informasi p < 0,000 dan dimensi instrumental p = 0,159. Responden dukungan keluarga dengan kualitas hidup menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Uji domain dukungan keluarga seperti domain emosional, penghargaan dan informasi terdapat hubungan bermakna terhadap kepuasan dan dampak dari penyakit kualitas hidup. Sedangkan domain instrumental tidak terdapat hubungan dimensi instrumental dengan kepuasan dan dampak dari penyakit kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara.
HUBUNGAN KEPUASAN DENGAN KEPATUHAN TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA: THE CORELATION BETWEEN SATISFACTION AND THERAPEUTIC COMPLIANCE IN OUTPATIENT HYPERTENSION PATIENTS AT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Yuptarol Mujahidah; Woro Supadmi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.276

Abstract

Prevalensi kasus hipertensi terus meningkat, berkaitan dengan rendahnya tingkat kepatuhanpasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi. Upaya meningkatkan kepatuhan pasien dalampenggunaan obat diperlukan kualitas pelayanan yang baik, sehingga dapat meningkatkankepuasan pasien terhadap pelayanan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengetahuihubungan kepuasaan pasien dengan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi rawat jalan di RSPKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan observasional analitikdengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow.Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposivesampling. Subjek yang digunakan adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi daneksklusi. Data yang dikumpulkan berupa kepuasan pasien dengan menggunakan kuesionerPSQ-18 dan kuesioner MARS-5 untuk melihat tingkat kepatuhan terapi pasien. Data yangdiperoleh dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan, dari 96responden, 95,8% merasa puas dan 4,2% merasa tidak puas, serta 89,6% pasien patuh dan10,4% tidak patuh dengan pengobatannya. Analisis Chi Square menunjukkan adanya hubunganyang signifikan antara kepuasan pasien terhadap kepatuhan terapi pasien hipertensi dengan nilaip = 0,003 (p<0,05), dengan nilai korelasi (rho) = 0,330, dan diperoleh nilai Relative Risk sebesar3,696. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antarakepuasan pelayanan terhadap kepatuhan terapi pada pasien hipertensi rawat jalan di RS PKUMuhammadiyah Yogyakarta. Kata kunci: Hipertensi,Kepuasan Pasien, Kepatuhan Terapi , MARS-5, PSQ-18
AKTIVITAS IMUNOSTIMULATOR EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. POULSEN TERHADAP KADAR CD8 MODEL IN VIVO: IMMUNOSTIMULATORY ACTIVITY OF Etlingera rubroloba A.D. POULSEN FRUIT ETHANOL EXTRACT AGAINST CD8 LEVELS IN VIVO MODEL Muhammad Ilyas Y.; Ajeng Diantini; Mohammad Ghozali; I Sahidin; Wa Ode Nurfinti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.284

Abstract

Pendekatan kemotaksonomi genus Etlingera memungkinkan Etlingera rubroloba A.D. Poulsen memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai agen imunomodulator. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek imunostimulator ekstrak etanol buah E. rubroloba A.D. Poulsen dengan parameter kadar CD8 (Cluster of differentiation) pada tikus jantan galur wistar. Hewan uji tikus sebanyak dua puluh empat ekor dibagi dalam enam kelompok perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), kontrol positif (ekstrak meniran komersil®), perlakuan ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral  dan pada hari kedelapan masing-masing kelompok diinfeksi bakteri Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial. Kadar CD8 diukur dengan metode ELISA dan data dianalisis dengan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan perlakuan dosis ekstrak etanol buah E. rubroloba A.D. Poulsen memiliki efek imunostimulator berdasarkan kadar CD8 yang berbeda signifikan dengan kontrol pelarut (p<0,05), sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alamiah.
PENGARUH METODE PENGERINGAN DAN PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.): EFFECTS OF DRYING METHOD AND SOLVENTS ON YIELD AND CHEMICAL CONTENT OF AVOCADO LEAVES EXTRACT (Persea americana Mill.) Fara Azzahra; Teresia Budiati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.285

Abstract

Daun alpukat memiliki senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Kualitas daun alpukat sebagai bahan alam nabati salah satunya dipengaruhi oleh proses pengeringan dan pelarut ekstraksi. Pengeringan dan pelarut ekstraksi dapat berpengaruh terhadap kandungan kimia suatu simplisia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pengeringan dan pelarut ekstraksi terhadap rendemen dan kandungan kimia ekstrak daun alpukat. Daun alpukat dikeringkan menggunakan kering angin dan oven. Simplisia yang sudah kering diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan heksan, dihitung rendemen dan skrining fitokimia berupa uji flavonoid, uji alkaloid, uji tanin, uji saponin, dan uji terpenoid. Hasil rendemen ekstrak daun alpukat pada pengeringan kering angin dengan pelarut etanol 96%, etil asetat dan n-heksan masing-masing sebesar 13,96±0,09%; 4,51±0,48%; dan 3,39±0,33%. Hasil rendemen ekstrak daun alpukat pada pengeringan oven dengan pelarut etanol 96%, etil asetat dan n-heksan masing-masing sebesar 13,32±0,46%; 4,02±0,07%; dan 2,55±0,11%. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan metode pengeringan berpengaruh pada rendemen ekstrak daun alpukat pada pelarut n-heksan, tetapi tidak berpengaruh pada pelarut etanol 96% dan etil asetat, sedangkan perbedaan pelarut ekstraksi pada masing-masing metode pengeringan berpengaruh terhadap rendemen ekstrak daun alpukat. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun alpukat pada masing-masing pelarut menghasilkan metabolit sekunder yang berbeda-beda, sedangkan antar metode pengeringan menghasilkan kandungan kimia yang sama.
KAJIAN IN SILICO 6-PARADOL SEBAGAI HERBAL ALTERNATIF PENGOBATAN PENYAKIT ALZHEIMER: IN SILICO REPURPOSING OF 6-PARADOL AS AN ALTERNATIVE HERBAL MEDICINE FOR ALZHEIMER DISEASE Yohanes Bare; Dewi Ratih Tirto Sari; Wa Ode Ujiana; Paula Yunita Seku Ra'o; Krisna Pada
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.289

Abstract

Jahe mengandung beberapa senyawa volatil dan non-volatil yaitu 6-paradol yang memiliki manfaat kesehatan dan kinerja nutrisi dan antioksidan yang tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi dan menyelidiki potensi senyawa bioaktif dari jahe sebagai anti-alzheimer. Aplikasi In silico dilakukan dalam penelitian, beberapa senyawa bioaktif disaring dan senyawa terpilih dari jahe digunakan 6-paradol (CID 94378), diperoleh struktur 3D dari Database PubChem. Choline acetyltransferase (PDB ID 2FY3) dipilih sebagai protein alzheimer dan berinteraksi dengan senyawa jahe. Kolin sebagai ligan asli untuk Choline acetyltransferase digunakan sebagai kontrol. Struktur tiga dimensi senyawa jahe dengan Choline acetyltransferase menunjukkan interaksi yang tepat, menunjukkan semua senyawa terpilih menurunkan aktivitas Choline acetyltransferase Menariknya, 6-paradol berinteraksi dengan Choline acetyltransferase di situs choline yang berarti menghambat interaksi kolin- Kolin asetiltransferase. Kesimpulan, senyawa 6-paradol memiliki aktivitas potensial untuk mengurangi Choline acetyltransferase Dinamika molekuler lebih lanjut, penelitian in vitro dan in vivo diperlukan
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI BASIS TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN MIKROEMULSI KOMBINASI EKSTRAK DAUN KUBIS DAN PEGAGAN : EFFECT OF VARIATIONS OF BASE CONCENTRATION ON PHYSICAL STABILITY OF MICROEMULSION PREPARATIONS COMBINATION OF CABBAGE AND GOTU KOLA LEAF EXTRACT Andi Wijaya; Dinar Indah Haryanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.291

Abstract

Mikroemulsi merupakan salah satu sistem penghantaran yang baik. Mikroemulsi dengan bahan alam sudah banyak dikembangkan antara lain kubis dan pegagan. Pemilihan basis sediaan berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan mikroemulsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi basis terhadap stabilitas fisik sediaan mikroemulsi kombinasi ekstrak etanol kubis dan pegagan. Sediaan mikroemulsi dibuat 3 formula yaitu FI, FII, dan FIII, dengan variasi konsentrasi basis meliputi tween 80, minyak zaitun gliserin, dan alkohol 95%. FI perbandingan tween 36 %, alkohol 9%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 32,66%, FII perbandingan tween 40%, alkohol 10%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 29,33% sedangkan FIII perbandingan tween 44 %, alkohol 11%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 26%. Uji stabilitas fisik yang dilakukan pada sediaan mikroemulsi antara lain uji organoleptis, uji pH, uji bobot jenis, uji redispersi, uji heating, dan uji ukuran partikel. Hasil evaluasi diperoleh data bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan ukuran partikel sediaan mikroemulsi. Ukuran partikel FI, FII, FIII berturut-turut adalah 340,0 nm; 533 nm dan 22,2 nm. Nilai pH sediaan ketiga formula memenuhi persyaratan yaitu 6, bobot jenis berkisar antara 1,085-1,098 g/mL. Sediaan FI, FII, dan FIII stabil dalam penyimpanan sampai dengan suhu 600C. Hasil uji redispersi menunjukkan bahwa formula II merupakan sediaan yang stabil selama penyimpanan 8 minggu. Kesimpulan penelitian ini adalah variasi konsentrasi basis berpengaruh terhadap stabilitas mikroemulsi kombinasi ekstrak etanol kubis dan pegagan.

Page 11 of 53 | Total Record : 523