cover
Contact Name
Akhmad Dahlan
Contact Email
swagati@amikom.ac.id
Phone
+6282137445155
Journal Mail Official
swagati@amikom.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta, Gedung Unit 6 Lt.1 Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, 55283
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SWAGATI: Journal of Community Service
ISSN : 29867940     EISSN : 29867339     DOI : http://dx.doi.org/10.24076/swagati
SWAGATI: Journal of Community Service is a journal that aims to be a medium of communication and scientific information resulting from community service. The scope of published articles includes studies on community empowerment in computer science, economics, social science, and technology. However, the Editors can accept other fields still relevant to community service activities. SWAGATI is officially registered and has an ISSN (International Standard Serial Number): Electronic and Print. E-ISSN : 2986-7339 P-ISSN : 2986-7940
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023): November" : 14 Documents clear
Penyuluhan Ruang Dapur Sehat Sekaligus Pelatihan Pemanfaatan Sampah Dapur Sebagai Disinfektan Eco Enzym Haryati, RR. Sophia Ratna
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 1 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2023v1i3.1298

Abstract

Dapur, adalah tempat proses pembuatan makanan berasal. Namun, seringkali ruang dapur yang masih kurang layak digunakan, dikarenakan biasanya diremehkan dan nampak tidak sebersih ruangan lain yang ada di rumah. Padahal seharusnya ruang dapur memenuhi standart kebersihan yang baik. Selain kelayakan dan higenistas ruang dapur yang perlu diperhatikan, ternyata masalah sampah dapur juga perlu diperhatikan, terutama di lingkungan Pedukuhan Singosaren yang tidak memiliki sistem pembuangan sampah yang terorganisir dan kebanyakan sampah yang dihasilkan rumah tangga hanya dibakar di halaman. Hal ini tentu berdampak kepada kualitas lingkungan dan kesehatan. Dari latar belakang untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat dan ketrampilan masyarakat, maka tim pengabdian masyarakat berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan tentang dapur sehat dan sekaligus juga memberikan pelatihan mengenai teknik pemanfaatan limbah dapur menjadi bentuk eco enzym bermanfaat sebagai cairan pembersih lantai, cairan pembersih sayur dan buah, sebagai pupuk tanaman, disinfektan.
Pemanfaatan Aplikasi Berbasis Mobile Untuk Administrasi Kesekretariatan Pada Masjid Sultan Agung Babadanbaru Ikmah, Ikmah; Widawati , Anik Sri
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 1 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2023v1i3.1299

Abstract

Pada era perkembangan teknologi sekarang ini hampir setiap orang sudah menggunakan hp touchsreen baik itu android maupun ios yang tersinkron dengan akun email. Salah satu bagian yang dimudahkan dengan adanya teknologi tersebut adalah pada bidang keadministrasian seperti membuat surat, undangan atau dokumen lain serta dalam proses pengarsipan menjadi lebih mudah. Permasalahan yang muncul pada masjid Sultan Agung untuk proses pembuatan dokumen atau undangan masih dilakukan secara manual, serta membutuhkan waktu, tenaga hanya untuk salah satu proses undangan, belum lagi proses lain yang dilakukan oleh takmir masjid. Salah satu alur yang sering dilakukan meliputi penyusunan surat undangan, pencetakan surat undangan, memperbanyak surat undangan kemudian membagikan surat undangan tersebut ke rumah-rumah. Disamping itu para takmir adalah pekerja yang mempunyai tanggung jawab ditempat kerja masing-masing. Luaran dari kegiatan ini adalah membangun aplikasi berbasis mobile untuk membantu proses di kesekretariatan secara digital administrasi yang dapat membantu proses di kesekretariatan dapat berjalan secara digital administrasi.
Establishing A Greenhouse For Melon Cultivation: A Community Service Program To A Farmer Group In Lamongan Jawa Timur Pratono, Aluisius Hery; Budiarto, Bambang; Djuwari, Djuwari; Djumadi, Firman Rosjadi; Setyaningrum, Idfi; Rajamin, Irza Meingindra Putri; Sundari, Made Siti; Ariani, Mintarti; Hariadi, Sugeng; Solekha, Rofiatun
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 1 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2023v1i3.1302

Abstract

The demand for fresh and high-quality melon has been steadily growing over the years. Certainly, supply chain challenges significantly impact farmers' ability to produce and distribute their products efficiently for some reasons. Moreover, melon crops are vulnerable to changes in weather and climate. Support in the form of climate-resilient farming practices, weather forecasting, and access to drought-resistant or heat-tolerant varieties can help farmers mitigate risks. Hence, melon farmers, like farmers of any other crop, require support for various reasons due challenging industry, and farmers often face a range of factors that can impact their performance. This article aims to explore how a community service program support a farmer group in Lamongan Jawa Timur by establishing a greenhouse for melon cultivation. The primary focus of a community development report is to document the planning, implementation, progress, and outcomes of a specific community development program. Data collection for a community development report involves qualitative approaches such as surveys, interviews, focus groups, and observations. The method follows the sequential step: The initial step is gathering information about the community's needs, challenges, and aspirations by conducting online interviews, and offline focus group discussion to understand the specific areas that require improvement. The second step is stakeholder mapping, which includes community members, local leaders, local university partners, and local business partners who have a vested interest in the program. The third step entails assessing potential risks and challenges that could hinder the development process. This includes identifying economic, social, environmental, or cultural risks. Based on the information gathered in the previous steps, the design of the community development program was to set clear goals, objectives, strategies, and action plans by tailoring to address the specific needs and circumstances of the community. Last, putting the program into action involves executing the strategies and action plans outlined in the program design, which includes organizing workshops, training sessions, and infrastructure development. The results show that community development is a dynamic and iterative process. Flexibility and adaptability are key qualities as the situation on the ground may change, and new insights may emerge. Additionally, involving the community at every stage of the process fosters ownership, empowerment, and sustainability of the development initiatives.
Produksi Bakso dan Abon Daging Ayam-Kampung Yang Dicuring Nanokapsul-Jus-Kunyit Pencegah Stunting Sundari, Sundari; Sholihah, Nafiatun; Susiati, Anastasia Mamilisti
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 1 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2023v1i3.1307

Abstract

Pecegahan stunting, berkaitan dengan tugas posyandu yaitu Percepatan Penganekaragaman Pangan dan Peningkatan Perekonomian Keluarga. Tujuan dari PKM adalah untuk peningkatan layanan posyandu: terpenuhi jenis pangan sehat_murah_bergizi dan berkesinambungan untuk pencegahan stunting. Metode pelaksanaan adalah Babonisasi bergulir, pelatihan_produksi dan manajemen usaha terutama kesehatan ternak dan pengolahan pasca panen. Kegiatan diikuti: Mitra sasaran yaitu Poyandu-Sirsak, Mahasiswa_MBKM dan tim_dosen. Hasil kegiatan: Ada peningkatan keberdayaan mitra yaitu sebelumnya tidak ada program babonisasi sampai pengolahan pasca panennya, kini sesudah PKM mitra sudah mampu meningkatkan pelayanan kepada Masyarakat dengan memberikan menu pemberian makanan tambahan/pmt untuk lansia dan balita dengan olahan daging ayam kampung dengan dicuring nanokapsul jus kunyit berupa bakso dan abon fungsional. Hasil evaluasi pre dan post tes menunjukkan ada kenaikan pengetahuan 124%, ketrampilan 39% dan manajemen 32%. Kesimpulan: kegiatan babonisasi bergulir ayam kampung dilanjutkan pelatihan produksi dan manajemen sangat tepat untuk dikembangkan sebagai program penanggulangan stunting.

Page 2 of 2 | Total Record : 14