cover
Contact Name
Aryadi Nurfalaq
Contact Email
aryadinurfalaq@uncp.ac.id
Phone
+6285241041044
Journal Mail Official
prodifisika@uncp.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 UNCP Jl. Lamaranginang Kota Palopo, Sulawesi Selatan
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
APCP Journal
ISSN : -     EISSN : 27759652     DOI : https://doi.org/10.30605/apcp.v5i1
Focus & Scope APCP Journal: Geophysics, Material Physics, Instrument Physics, Astronomy and Theoritical Physics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal" : 7 Documents clear
Pemanfaatan Drone untuk Pemetaan Daerah Longsor dan Banjir Bandang DAS Suso Kabupaten Luwu Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Rasyid, Miswar; Ali, Baso; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Nurfalaq, Aryadi; Rusdi, Muhammad Idham; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan titik-titik longsor di Kawasan Latimojong menggunakan drone dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah mitigasi bencana diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Kabupaten Luwu. Langkah-langkah yang telah dilakukan dalam kegiatan pemetaan drone di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu yakni pengurusan izin penerbangan drone, observasi lapangan, pembentukan tim, pembuatan misi terbang drone, akuisisi data, analisis foto udara, Orthomosaic + DEM (Result), pembuatan virtual tour 360°, pembuatan WebGIS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa bencana longsor yang terjadi di Kawasan Latimojong umumnya berada di area perkebunan Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan odengan titik longsor sebanyak 510 titik longsor yang tersebar di Kecamatan Latimojong, Bajo Barat dan Bua Ponrang dimana titik longsor terbanyak berada di Desa Tibussan.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor Daerah Hulu DAS Suso di Desa Ulusalu Kecamatan Latimojong Berbasis Sistem Informasi Geografis Nurfalaq, Aryadi; Muis, Ichwan; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan Sistem Informasi geografis (SIG). Melalui pemetaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Ulusalu dalam menghadapi bencana longsor dan menyusun rencana mitigasi bencananya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa citra Landsat 8, data curah hujan tahunan wilayah Kecamatan Latimojong dan sekitarnya dan data DEMNas Desa Ulusalu resolusi 5 m. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi daerah rawan longsor yaitu adalah Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) dimana pada proses ini dapat dilakukan dengan memberikan kombinasi kriteria spasial dan diberi bobot pada setiap parameter longsor. Kerawanan longsor Desa Ulusalu sebagian besar berada pada tingkat Tinggi dengan luas 7,77 km2 (39,7%). Sedangkan kerawanan rendah mempunyai luas 1,62 km2 (8,3%), kerawanan sedang mempunyai luas 3,85 km2 (19,7%) dan kerawanan sangat tinggi seluas 6,33 km2 (32,3%). Terdapat dua titik kumpul yang ditetapkan yaitu di Dusun Gamaru dan Dusun Madangla.
Pemanfaatan Drone untuk Pemetaan Daerah Longsor dan Banjir Bandang DAS Suso Kabupaten Luwu Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Rasyid, Miswar; Ali, Baso; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Nurfalaq, Aryadi; Rusdi, Muhammad Idham; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan titik-titik longsor di Kawasan Latimojong menggunakan drone dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah mitigasi bencana diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Kabupaten Luwu. Langkah-langkah yang telah dilakukan dalam kegiatan pemetaan drone di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu yakni pengurusan izin penerbangan drone, observasi lapangan, pembentukan tim, pembuatan misi terbang drone, akuisisi data, analisis foto udara, Orthomosaic + DEM (Result), pembuatan virtual tour 360°, pembuatan WebGIS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa bencana longsor yang terjadi di Kawasan Latimojong umumnya berada di area perkebunan Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan odengan titik longsor sebanyak 510 titik longsor yang tersebar di Kecamatan Latimojong, Bajo Barat dan Bua Ponrang dimana titik longsor terbanyak berada di Desa Tibussan.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor Daerah Hulu DAS Suso di Desa Ulusalu Kecamatan Latimojong Berbasis Sistem Informasi Geografis Nurfalaq, Aryadi; Muis, Ichwan; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan Sistem Informasi geografis (SIG). Melalui pemetaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Ulusalu dalam menghadapi bencana longsor dan menyusun rencana mitigasi bencananya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa citra Landsat 8, data curah hujan tahunan wilayah Kecamatan Latimojong dan sekitarnya dan data DEMNas Desa Ulusalu resolusi 5 m. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi daerah rawan longsor yaitu adalah Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) dimana pada proses ini dapat dilakukan dengan memberikan kombinasi kriteria spasial dan diberi bobot pada setiap parameter longsor. Kerawanan longsor Desa Ulusalu sebagian besar berada pada tingkat Tinggi dengan luas 7,77 km2 (39,7%). Sedangkan kerawanan rendah mempunyai luas 1,62 km2 (8,3%), kerawanan sedang mempunyai luas 3,85 km2 (19,7%) dan kerawanan sangat tinggi seluas 6,33 km2 (32,3%). Terdapat dua titik kumpul yang ditetapkan yaitu di Dusun Gamaru dan Dusun Madangla.
Studi Teoritis Efek Doping Atom Trivalen pada Kristal Silikon Mega, Mega; Ramli, Irwan; Nurfalaq, Aryadi
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.250

Abstract

Silikon adalah unsur metaloid tetravalensi, bersifat lebih tidak reaktif dari pada karbon atau unsur non-logam yang tepat berada di bawah tabel periodik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat elektronik Silikon yang di-doping dengan Boron (Si), sifat elektronik Silikon diketahui dengan cara menganalisis dan menghitung Electronic Band Structure dan Density Of State (DOS) menggunakan metode komputasi Density Functional Theory (DFT) menggunakan perangkat lunak Quantum Espresso. Perhitungan dilakukan dengan energy cut-off wave function (ecutwfc=40 Ry) dan K-Point optimal 5 5 5, dimana hasil perhitungan tersebut diperoleh electronic bands structure yang menunjukkan bahwa tidak terdapat band gap atau zero band gap. Sedangkan perhitungan DOS terdapat tingkat energi yang melewati energi Fermi.
Identifikasi Bidang Gelincir Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Kelurahan Salobulo Kota Palopo Naldo, Naldo; Nurfalaq, Aryadi; Jusmi, Fitri
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman bidang gelincir dan kemiringan lereng. di Kelurahan Salobulo Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi wenner. Penelitian ini dilakukan dengan 2 lintasan, yaitu pada lintasan pertama memiliki panjang 120 m, dengan spasi elektroda terkecil yaitu 10 m, dan pada lintasan kedua memiliki panjang 60 m, dengan spasi elektroda terkecil yaitu 5 m. Adapun data hasil penelitian yang telah diperoleh di lapangan di input dan diolah menggunakan perangkat lunak microsoft excel untuk mendapatkan nilai resistivitas semu yang akan dipergunakan dalam pengolahan data 2D menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan diketahui bahwa Kedalaman bidang gelincir di Gunung Kambing, yang berada di Kelurahan Salobulo berada pada kedalaman 3,5 – 7,8 meter yang dikategorikan sebagai bidang gelincir dangkal. Kemiringan lereng di Kelurahan Salobulo Kota Palopo berada pada kemiringan 0 - 45% dalam kategori datar hingga sangat curam.
Identifikasi Akuifer Air Tanah Desa Dadeko Kecamatan Larompong Selatan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Musda Mulia, Husnia; Jusmi, Fitri; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kedalaman akuifer Desa Dadeko Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilakukan dengan 3 lintasan setiap lintasan sepanjang 200 meter. Metode yang digunakan yaitu metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi schlumberger. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Microsoft excel, Software Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam mengidentifikasi kedalam akuifer dengan konfigurasi schlumberger di Desa Dadeko dan hasil interpretasi yang dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu daerah yang baik untuk penggalian sumur berada pada lintasan 1 yaitu mulai dari kedalaman 0,6-40 meter dan lintasan 2 mulai dari kedalaman 0,6-45 meter. Kemudian, daerah yang kurang baik untuk penggalian sumur berada pada lintasan 3 yaitu pada kedalaman 2,324- 9 meter karena terindikasi material lempung dan lanau yang dimana material tersebut kurang baik untuk membawa dan menyimpan air pada lapisan akuifer.

Page 1 of 1 | Total Record : 7