cover
Contact Name
Muhlisin
Contact Email
jkpdbanten@gmail.com
Phone
+62819-0613-2274
Journal Mail Official
jkpdbanten@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syekh Nawawi Al Bantani, Palima Serang, Tlp.(0254) 267053 Fax. (054) 267052, Kota Serang 42127
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah (JKPD)
ISSN : 25974971     EISSN : 26850079     DOI : https://doi.org/10.56945/jkpd.v9i1.340
Core Subject : Humanities, Social,
Local Autonomy and Bureaucracy Regional Governance Politics and Public Services Regional Innovation and Development Regional Natural Resources and Environment Regional Fiscal Policy and Development Human Resource Management Development Other Issues in Regional Public Policy Field
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018" : 10 Documents clear
UTILIZATION BAYAH BANTEN ZEOLITE AS A CATALYST AND BACTERIA AS A PRETREATMENT FOR BIODIESEL FROM WASTE COOKING OIL F. Fitriyah; Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.37

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan zeolit alam Bayah Banten sebagai katalis homogen dalam penelitian ini adalah sebagai alternatif penggunaan katalis sintetik. Selain itu bakteri Rhizopus sp. digunakan sebagai pretreatment biokatalis dalam pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan biodiesel. Hal ini akan memberikan beberapa keuntungan, yaitu dapat mereduksi limbah minyak jelantah, mengurangi biaya produksi pembuatan bahan bakar serta memanfaatkan kekayaan alam terutama yang terdapat di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan mempelajari metode pembuatan biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis zeolit alam Bayah dan biokatalis bakteri Rhizopus sp serta uji kualitatif dan kuantitatif standar biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaksi esterifikasi/transesterifikasi minyak dengan alkohol rantai pendek melalui bantuan katalis. Hasil penelitian ini menunjukan minyak jelantah yang sudah diolah menjadi biodiesel, yaitu viskositas (pada suhu 40°C) sebesar 0,862 g/ml dan 29,7, kadar air 0,05 % , titiknyala 120°C, titiktuang 18°C, bilangan asam 0,49 mg KOH/g, angka setana 55, belerang 0,11 mg/kg, fosfor 1,7 mg/kg, waktu bakar 43 detik, residu 1,8 % , sisa pembakaran 9,6% telah memenuhi standar biodiesel SNI-04-7182-201 Kata Kunci : biodiesel, zeolite bayah, minyak jelantah ABSTRACT Utilization of Banten Bayah natural zeolite as a homogeneous catalyst in making biodiesel is an alternative to the use of synthetic catalysts. In addition, the bacteria Rhizopus sp., was used as a biocatalyst in waste cooking oil for the manufacture of biodiesel. This will provide several advantages, reduces waste cooking oil, reduce cost biodiesel production and utilize natural resources, especially those found in Banten Province. This study aims to study the method of making biodiesel from waste cooking oil using natural Bayah zeolite catalyst and Rhizopus sp bacterial as biocatalyst as the quantitative and quantitative standard tests of biodiesel. The methods in this study is the esterification / transesterification reaction of oil with short chain alcohols through of a catalyst. The results of this research show that waste cooking oil has been processed into biodiesel that is density and viscosity parameters (at 40°C ) is 0.862 g/mL and 29.7, 0.05% moisture content 120 ° C point, 18 ° C point, acid number is 0.49 mg KOH / g, setana number 55, sulfur content 0.11 mg / kg, phosphorus content 1.7 mg / kg, burn time 43 seconds, residue 1.8%, residual combustion 9.6% it has fulfilled the biodiesel standard SNI-04-7182-2012. Keyword : biodiesel, zeolite bayah, bacteria, cooking oil
DETERMINANT OF HUMAN DEVELOPMENT INDEX IN SOUTHEAST ASIA Radite Teguh Handalani
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.44

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis indeks pembangunan manusia yang bersifat multidimensional dan kompleks, mencakup aspek ekonomi, aspek tata kelola pemerintahan dan aspek demografi yang diwakili oleh 13 variabel independen di 10 negara di Asia Tenggara. Namun, upaya tersebut seringkali terkendala oleh ketidaklengkapan data dan keandalan data. Berbeda dengan beberapa penelitian terdahulu yang lebih memfokuskan aspek pembangunan manusia pada variabel pembentuk human development index seperti angka harapan hidup, angka melek huruf dan literasi serta angka rerata akses lamanya menempuh pendidikan atau variabel-variabel independen aspek ekonomi. Penelitian ini memasukan aspek tata kelola pemerintahan dan aspek kependudukan yang diharapkan dapat melengkapi spektrum dan kajian terhadap aspek pembangunan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel (pooled least squares) dan serangkaian pengujian untuk menghasilkan spesifikasi model dan estimator terbaik. Dalam penelitian yang menggunakan tingkat keyakinan sebesar 95% pada p-value pada nilai α=0,05 ditemukan bahwa dari 13 variabel hanya terdapat 5 (lima) variabel yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia. Kata kunci: Indeks pembangunan manusia, tata kelola pemerintahan, demografi ABSTRACT This study aims to analyze the human development index that is multidimensional and complex which includes economic, governance and demographic aspects represented by 13 independent variables in 10 countries of Southeast Asia. However, these efforts are often constrained by incomplete data and data reliability. Unlike some previous studies which focused more on the variables forming the human development index, such as life expectancy, literacy rates and the average number of years of education or independent variables of economic aspects. This research includes aspects of governance and population aspects that are expected to complement the spectrum and study of aspects of human development. The method used in this study uses pooled least squares. In research that uses a 95% confidence level, it was found that from 13 variables there are only five variables that significantly influence increasing human development index. Keywords: human development index, governance, demografi
STRENGTHENING REGIONAL INNOVATION SYSTEM (SIDA) TOWARD LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT: A CATTLE CLUSTER DEVELOPMENT MODEL Moh. Sofyan Budiarto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.45

Abstract

ABSTRAK Pemerintah Daerah Provinsi Banten mengembangakan Sistem Innovasi Daerah (SIDa) melalui pengembangan model klaster ternak domba dan kambing terpadu di Kampung Ternak Domba dan Kambing Cinyurup Kelurahan Juhut Kabupaten Pandeglang, 2012-2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan RIS dalam rangka mendesain ulang model pengembangan klaster ternak untuk periode kedua 2018-2023 di Provinsi Banten. Metode penelitian menggunakan penelitian eksploratori dengan analisis deskriptif. Analisis menggunakan SWOT untuk menentukan implikasi beberapa variabel dijelaskan dan mendesain ulang model pengembangan cluster cattlle untuk periode kedua. Penerapan model klaster ternak berhasil dilaksanakan dengan meningkatkan nilai ekonomi dan mendorong peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Model ini telah diadopsi di daerah lain di wilayah ini. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa model klaster perlu memperluas pembangunan melalui memilih opsi strategis yang sesuai dengan mempertimbangkan semua masalah dan pemangku kepentingan yang terlibat melalui teknologi input, program mentoring, akses pinjaman dari lembaga pendanaan, peningkatan kapasitas manusia, dan strategi pendekatan campuran. Pemangku kepentingan perlu membangun komitmen, dan mempertimbangkan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam penerapan RIS untuk periode kedua. Kata kunci: Model Pengembangan Cluster Ternak, Pengembangan Ekonomi Lokal, SIDa, Kabupaten Pandeglang ABSTRACT The Regional Government of Banten Province Regional Government Regional Innovation System (SIDa) through the development of integrated sheep and goat cluster models in Cinyurup Sheep and Goat Livestock Village, Juhut Village, Pandeglang Regency, 2012-2017. The objective of the research is to evaluate the implementation of RIS in order to redesign a cattle cluster development model for second period 2018-2023 in Banten Province. Research method used exploratory research with descriptive analysis. Analysis using SWOT to determine the implication some variable described and redesign the model of cattlle cluster development for second period. The cattle cluster model adoption was successful implemented with increasing economic value and drive to improving welfare for the community. The model has been adopted in other area in this region. The result of SWOT analysis indicate that the cluster model need extending development through choose appropriate strategic option considering all problem faces and stakeholder involved through input technology, mentoring program, loan access from funding agency, improving human capacity, and mixed approach strategies. Stakeholders need to build commitment, and deliberating all stakeholders involved on implementing RIS for second period. Keywords: Cattle cluster development model, local economic development, SIDa, Pandeglang district
POTENTIAL OF LEVEL OF WASTE AS AN ALTERNATIVE ENERGY OF FOSSIL FUEL IN TPA CILOWONG Ade Ariesmayana; Fitri Dwirani
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.46

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini memberikan solusi dalam alternatif energi terbarukan dengan memanfaatkan sampah kota (municipal solid waste) dari sumber Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cilowong, Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik sampah Kota Serang, yang meliputi Uji Proksimat (proximate analysis), Uji Ultimat (ultimate analysis), Kadar Air Sampah dan Uji Nilai Kalor, serta mengetahui seberapa potensialkah timbulan sampah Kota Serang sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Penelitian dilakukan pada kawasan TPA Cilowong, Kota Serang. Pada laporan ini dibatasi hanya pada perhitungan Kadar Air Sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengujian laboratorium dan analisis kelayakan karakteristik sampah. Teknik penelitian yaitu dengan melakukan survei dan obervasi ke TPAS Cilowong serta wawancara mendalam dengan dinas terkait dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Hasil penelitian ini adalah kelayakan sampah kota Serang sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Kata Kunci: Energi Alternatif, Kadar Air Sampah, TPA Cilowong ABSTRACT This research provides solutions in alternative renewable energy by utilizing municipal solid waste from the source of the Cilowong Waste Disposal Site (TPA), Serang City. This study aims to examine the characteristics of the city of Serang waste, which includes the Proximate Test (proximate analysis), Ultimate Analysis, Waste Water Content and Calorific Value Test, and find out the potential waste generation of Serang City as an alternative energy to replace fossil fuels. The study was conducted in the Cilowong landfill area, Serang City. This report is limited only to the calculation of Waste Water Content. The research method used is laboratory testing and analysis of the characteristics of waste characteristics. The research technique is by conducting surveys and observations to the Cilowong TPAS as well as in-depth interviews with related agencies and the people living around the area. The results of this study are the feasibility of municipal waste as an alternative energy substitute for fossil fuels. Keywords: Alternative Energy, Waste Water Content, Cilowong Landfill
JOINT TRAINING MODEL FOR ENHANCING COMPETENCY OF APPARATUS IN PROVINCE GOVERNMENT OF MITRA PRAJA UTAMA Hari Soesanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.47

Abstract

ABSTRAK Penelitian atau kajian mengenai pelatihan bagi para aparatur sipil negara sudah banyak dilakukan, namun penelitian yang fokus pada pelatihan bagi aparatur yang bertugas pada pemerintah daerah Mitra Praja Utama masih sangat langka. Kajian ini menyajikan skema atau model alternatif peningkatan kompetensi aparatur sipil negara untuk meningkatkan kerjasama antar daerah melalui pelatihan bersama. Ruang lingkup pemerintah daerah yang menjadi kajian adalah pemerintah daerah yang tergabung dalam forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU merupakan forum kerjasama dan koordinasi antar pemerintah daerah di Indonesia yang terdiri dari 10 Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Lampung, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Banten dan Provinsi Nusa Tengggara Timur. Model pelatihan bersama yang disajikan pada kajian ini merupakan suatu alternatif metode yang dapat dipertimbangkan oleh lembaga diklat pemerintah, khususnya pada lembaga diklat pemerintah yang tergabung dalam Mitra Praja Utama dalam rangka peningkatan kerjasama antar daerah untuk berbagai urusan pemerintahan daerah terutama dari aspek kompetensi aparatur. Kata kunci: pelatihan, mitra praja utama, kompetensi, aparatur sipil negara ABSTRACT Research or studies on training for the state civil apparatus have been carried out a lot, but research that focuses on training for officers serving in the Mitra Praja Utama regional government is still very rare. This study presents an alternative model for enhancing the competence of civil state apparatus to increase cooperation among regions through joint training. The scope of local government to be studied is the local government who are members of the forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU is a forum of cooperation and coordination among local governments in Indonesia consisting of 10 Provinces of West Java Province, DKI Jakarta Province, Central Java Province, Special Province of Yogyakarta, East Java Province, Bali Province, Lampung Province, West Nusa Tenggara Province, Banten Province and East Nusa Tenggara Province. The joint training model presented in this study is an alternative method that can be ascertained by special government training institutions in government training institutions incorporated in Mitra Praja Utama in order to increase inter-regional cooperation for various local government affairs. Keywords: training, mitra praja utama, competence, civil state apparatus
UTILIZATION BAYAH BANTEN ZEOLITE AS A CATALYST AND BACTERIA AS A PRETREATMENT FOR BIODIESEL FROM WASTE COOKING OIL Fitriyah, F.; Pangesti, Frebhika Sri Puji
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.37

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan zeolit alam Bayah Banten sebagai katalis homogen dalam penelitian ini adalah sebagai alternatif penggunaan katalis sintetik. Selain itu bakteri Rhizopus sp. digunakan sebagai pretreatment biokatalis dalam pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan biodiesel. Hal ini akan memberikan beberapa keuntungan, yaitu dapat mereduksi limbah minyak jelantah, mengurangi biaya produksi pembuatan bahan bakar serta memanfaatkan kekayaan alam terutama yang terdapat di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan mempelajari metode pembuatan biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis zeolit alam Bayah dan biokatalis bakteri Rhizopus sp serta uji kualitatif dan kuantitatif standar biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaksi esterifikasi/transesterifikasi minyak dengan alkohol rantai pendek melalui bantuan katalis. Hasil penelitian ini menunjukan minyak jelantah yang sudah diolah menjadi biodiesel, yaitu viskositas (pada suhu 40°C) sebesar 0,862 g/ml dan 29,7, kadar air 0,05 % , titiknyala 120°C, titiktuang 18°C, bilangan asam 0,49 mg KOH/g, angka setana 55, belerang 0,11 mg/kg, fosfor 1,7 mg/kg, waktu bakar 43 detik, residu 1,8 % , sisa pembakaran 9,6% telah memenuhi standar biodiesel SNI-04-7182-201 Kata Kunci : biodiesel, zeolite bayah, minyak jelantah ABSTRACT Utilization of Banten Bayah natural zeolite as a homogeneous catalyst in making biodiesel is an alternative to the use of synthetic catalysts. In addition, the bacteria Rhizopus sp., was used as a biocatalyst in waste cooking oil for the manufacture of biodiesel. This will provide several advantages, reduces waste cooking oil, reduce cost biodiesel production and utilize natural resources, especially those found in Banten Province. This study aims to study the method of making biodiesel from waste cooking oil using natural Bayah zeolite catalyst and Rhizopus sp bacterial as biocatalyst as the quantitative and quantitative standard tests of biodiesel. The methods in this study is the esterification / transesterification reaction of oil with short chain alcohols through of a catalyst. The results of this research show that waste cooking oil has been processed into biodiesel that is density and viscosity parameters (at 40°C ) is 0.862 g/mL and 29.7, 0.05% moisture content 120 ° C point, 18 ° C point, acid number is 0.49 mg KOH / g, setana number 55, sulfur content 0.11 mg / kg, phosphorus content 1.7 mg / kg, burn time 43 seconds, residue 1.8%, residual combustion 9.6% it has fulfilled the biodiesel standard SNI-04-7182-2012. Keyword : biodiesel, zeolite bayah, bacteria, cooking oil
DETERMINANT OF HUMAN DEVELOPMENT INDEX IN SOUTHEAST ASIA Handalani, Radite Teguh
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.44

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis indeks pembangunan manusia yang bersifat multidimensional dan kompleks, mencakup aspek ekonomi, aspek tata kelola pemerintahan dan aspek demografi yang diwakili oleh 13 variabel independen di 10 negara di Asia Tenggara. Namun, upaya tersebut seringkali terkendala oleh ketidaklengkapan data dan keandalan data. Berbeda dengan beberapa penelitian terdahulu yang lebih memfokuskan aspek pembangunan manusia pada variabel pembentuk human development index seperti angka harapan hidup, angka melek huruf dan literasi serta angka rerata akses lamanya menempuh pendidikan atau variabel-variabel independen aspek ekonomi. Penelitian ini memasukan aspek tata kelola pemerintahan dan aspek kependudukan yang diharapkan dapat melengkapi spektrum dan kajian terhadap aspek pembangunan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel (pooled least squares) dan serangkaian pengujian untuk menghasilkan spesifikasi model dan estimator terbaik. Dalam penelitian yang menggunakan tingkat keyakinan sebesar 95% pada p-value pada nilai α=0,05 ditemukan bahwa dari 13 variabel hanya terdapat 5 (lima) variabel yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia. Kata kunci: Indeks pembangunan manusia, tata kelola pemerintahan, demografi ABSTRACT This study aims to analyze the human development index that is multidimensional and complex which includes economic, governance and demographic aspects represented by 13 independent variables in 10 countries of Southeast Asia. However, these efforts are often constrained by incomplete data and data reliability. Unlike some previous studies which focused more on the variables forming the human development index, such as life expectancy, literacy rates and the average number of years of education or independent variables of economic aspects. This research includes aspects of governance and population aspects that are expected to complement the spectrum and study of aspects of human development. The method used in this study uses pooled least squares. In research that uses a 95% confidence level, it was found that from 13 variables there are only five variables that significantly influence increasing human development index. Keywords: human development index, governance, demografi
STRENGTHENING REGIONAL INNOVATION SYSTEM (SIDA) TOWARD LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT: A CATTLE CLUSTER DEVELOPMENT MODEL Budiarto, Moh. Sofyan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.45

Abstract

ABSTRAK Pemerintah Daerah Provinsi Banten mengembangakan Sistem Innovasi Daerah (SIDa) melalui pengembangan model klaster ternak domba dan kambing terpadu di Kampung Ternak Domba dan Kambing Cinyurup Kelurahan Juhut Kabupaten Pandeglang, 2012-2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan RIS dalam rangka mendesain ulang model pengembangan klaster ternak untuk periode kedua 2018-2023 di Provinsi Banten. Metode penelitian menggunakan penelitian eksploratori dengan analisis deskriptif. Analisis menggunakan SWOT untuk menentukan implikasi beberapa variabel dijelaskan dan mendesain ulang model pengembangan cluster cattlle untuk periode kedua. Penerapan model klaster ternak berhasil dilaksanakan dengan meningkatkan nilai ekonomi dan mendorong peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Model ini telah diadopsi di daerah lain di wilayah ini. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa model klaster perlu memperluas pembangunan melalui memilih opsi strategis yang sesuai dengan mempertimbangkan semua masalah dan pemangku kepentingan yang terlibat melalui teknologi input, program mentoring, akses pinjaman dari lembaga pendanaan, peningkatan kapasitas manusia, dan strategi pendekatan campuran. Pemangku kepentingan perlu membangun komitmen, dan mempertimbangkan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam penerapan RIS untuk periode kedua. Kata kunci: Model Pengembangan Cluster Ternak, Pengembangan Ekonomi Lokal, SIDa, Kabupaten Pandeglang ABSTRACT The Regional Government of Banten Province Regional Government Regional Innovation System (SIDa) through the development of integrated sheep and goat cluster models in Cinyurup Sheep and Goat Livestock Village, Juhut Village, Pandeglang Regency, 2012-2017. The objective of the research is to evaluate the implementation of RIS in order to redesign a cattle cluster development model for second period 2018-2023 in Banten Province. Research method used exploratory research with descriptive analysis. Analysis using SWOT to determine the implication some variable described and redesign the model of cattlle cluster development for second period. The cattle cluster model adoption was successful implemented with increasing economic value and drive to improving welfare for the community. The model has been adopted in other area in this region. The result of SWOT analysis indicate that the cluster model need extending development through choose appropriate strategic option considering all problem faces and stakeholder involved through input technology, mentoring program, loan access from funding agency, improving human capacity, and mixed approach strategies. Stakeholders need to build commitment, and deliberating all stakeholders involved on implementing RIS for second period. Keywords: Cattle cluster development model, local economic development, SIDa, Pandeglang district
POTENTIAL OF LEVEL OF WASTE AS AN ALTERNATIVE ENERGY OF FOSSIL FUEL IN TPA CILOWONG Ariesmayana, Ade; Dwirani, Fitri
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.46

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini memberikan solusi dalam alternatif energi terbarukan dengan memanfaatkan sampah kota (municipal solid waste) dari sumber Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cilowong, Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik sampah Kota Serang, yang meliputi Uji Proksimat (proximate analysis), Uji Ultimat (ultimate analysis), Kadar Air Sampah dan Uji Nilai Kalor, serta mengetahui seberapa potensialkah timbulan sampah Kota Serang sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Penelitian dilakukan pada kawasan TPA Cilowong, Kota Serang. Pada laporan ini dibatasi hanya pada perhitungan Kadar Air Sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengujian laboratorium dan analisis kelayakan karakteristik sampah. Teknik penelitian yaitu dengan melakukan survei dan obervasi ke TPAS Cilowong serta wawancara mendalam dengan dinas terkait dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Hasil penelitian ini adalah kelayakan sampah kota Serang sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Kata Kunci: Energi Alternatif, Kadar Air Sampah, TPA Cilowong ABSTRACT This research provides solutions in alternative renewable energy by utilizing municipal solid waste from the source of the Cilowong Waste Disposal Site (TPA), Serang City. This study aims to examine the characteristics of the city of Serang waste, which includes the Proximate Test (proximate analysis), Ultimate Analysis, Waste Water Content and Calorific Value Test, and find out the potential waste generation of Serang City as an alternative energy to replace fossil fuels. The study was conducted in the Cilowong landfill area, Serang City. This report is limited only to the calculation of Waste Water Content. The research method used is laboratory testing and analysis of the characteristics of waste characteristics. The research technique is by conducting surveys and observations to the Cilowong TPAS as well as in-depth interviews with related agencies and the people living around the area. The results of this study are the feasibility of municipal waste as an alternative energy substitute for fossil fuels. Keywords: Alternative Energy, Waste Water Content, Cilowong Landfill
JOINT TRAINING MODEL FOR ENHANCING COMPETENCY OF APPARATUS IN PROVINCE GOVERNMENT OF MITRA PRAJA UTAMA Soesanto, Hari
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.47

Abstract

ABSTRAK Penelitian atau kajian mengenai pelatihan bagi para aparatur sipil negara sudah banyak dilakukan, namun penelitian yang fokus pada pelatihan bagi aparatur yang bertugas pada pemerintah daerah Mitra Praja Utama masih sangat langka. Kajian ini menyajikan skema atau model alternatif peningkatan kompetensi aparatur sipil negara untuk meningkatkan kerjasama antar daerah melalui pelatihan bersama. Ruang lingkup pemerintah daerah yang menjadi kajian adalah pemerintah daerah yang tergabung dalam forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU merupakan forum kerjasama dan koordinasi antar pemerintah daerah di Indonesia yang terdiri dari 10 Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Lampung, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Banten dan Provinsi Nusa Tengggara Timur. Model pelatihan bersama yang disajikan pada kajian ini merupakan suatu alternatif metode yang dapat dipertimbangkan oleh lembaga diklat pemerintah, khususnya pada lembaga diklat pemerintah yang tergabung dalam Mitra Praja Utama dalam rangka peningkatan kerjasama antar daerah untuk berbagai urusan pemerintahan daerah terutama dari aspek kompetensi aparatur. Kata kunci: pelatihan, mitra praja utama, kompetensi, aparatur sipil negara ABSTRACT Research or studies on training for the state civil apparatus have been carried out a lot, but research that focuses on training for officers serving in the Mitra Praja Utama regional government is still very rare. This study presents an alternative model for enhancing the competence of civil state apparatus to increase cooperation among regions through joint training. The scope of local government to be studied is the local government who are members of the forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU is a forum of cooperation and coordination among local governments in Indonesia consisting of 10 Provinces of West Java Province, DKI Jakarta Province, Central Java Province, Special Province of Yogyakarta, East Java Province, Bali Province, Lampung Province, West Nusa Tenggara Province, Banten Province and East Nusa Tenggara Province. The joint training model presented in this study is an alternative method that can be ascertained by special government training institutions in government training institutions incorporated in Mitra Praja Utama in order to increase inter-regional cooperation for various local government affairs. Keywords: training, mitra praja utama, competence, civil state apparatus

Page 1 of 1 | Total Record : 10