Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBERDAYAAN POKDARWIS TAZGK DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI KADUENGANG Chotibul Umam; Frebhika Sri Puji Pangesti; Eka Indah Yuslistyari
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): SAWALA : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v1i1.25838

Abstract

Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Taman Alam Ziarah Gunung Karang (TAZGK) adalah kelompok yang mengelola wisata di Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Daya Tarik Wisata yang ada di desa Kaduengang adalah Wisata Alam, Budaya dan Religi. Dominasi Wisatawan adalah wisatawan Nusantara (Wisnus) dengan data kunjungan pada tahun 2017 mencapai 1000 wisatawan perminggunya. Permasalahan pada kelompok Pokdarwis TAZGK adalah wisatawan hanya melakukan aktifitas pada dua daya tarik wisata saja yaitu Ziarah ke Sumur Tujuh dan Pendakian ke Gunung Karang, Disisi lain adalah aggotanya belum dibekali pelatihan kepemanduan wisata, Permasalahan lainnya adalah pembuatan produk paket wisata desa Kaduengang. Solusi dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan pemandu wisata lokal bagi pokdarwis TAZGK, sehingga dalam melayani tamu memiliki standar sesuai SKKNI kepemanduan wisata. Pokdarwis juga dibekali pengetahuan dalam pengembangan produk Paket Wisata Desa Kaduengang yang akan dipromosikan melalui website Pokdarwis TAZGK maupun media online. Metode pelaksanaan kegiatan dengan pelatihan dengan mitra, dengan metode ceramah, diskusi, curah pendapat dan simulasi. Tourism Awareness Group (POKDARWIS) Taman Alam Ziarah Gunung Karang (TAZGK), is a group that manages tours at Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Attractions in Desa Kaduengang are Natural, Cultural and Religious Tourism. Tourist Domination is a local tourist with data on visits in 2017, reaching 1000/week. The problem of Pokdarwis TAZGK is that tourists only carry out activities on two tourist attractions, Pilgrimage to Sumur Tujuh and Climbing to Gunung Karang. on the other hand, the members are not yet equipped with tour guide training, another problem is the manufacture of Kaduengang village tourism package products. The solution in this dedication is to provide local tour guide training for Pokdarwis TAZGK so that in serving guests they have standards according to the SKKNI tour guide. Polaris is also equipped with knowledge in the development of the Kaduengang Village Tourism Package product which will be promoted through the Pokdarwis TAZGK website and online media. Methods of implementing activities by training with partners by lecturing, discussion, brainstorming and simulation methods 
TINJAUAN ANALISIS PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH UNTUK PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR LIMBAH DI PERUMAHAN BUMI CIRUAS PERMAI 1 KABUPATEN SERANG Frebhika Sri Puji Pangesti; Ade Ariesmayana
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 01 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i01.1831

Abstract

Perumahan Bumi Ciruas Permai I terletak di Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang. Kawasan ini mempunyai luas sebesar 253.839 m2 dan jumlah populasi penduduknya sebesar 1352 jiwa. Jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat, dengan peningkatan jumlah penduduk tersebut berakibat kebutuhan air bersih dan air limbah yang ada di Perumahan Bumi Ciruas Permai I juga mengalami peningkatan. Wilayah perumahan Bumi Ciruas Permai I berdasarkan area beresiko sanitasi termasuk kedalam kategori sanitasi sangat tinggi. Greywater yang dihasilkan langsung dibuang ke saluran drainase tanpa pengolahan, sedangkan sisa air buangan (black water) yang mengandung urine dan tinja akan ditampung ke dalam tangki septic. Upaya meminimalisir pencemaran diperlukan perencanaan sistem penyaluran air limbah dengan sistem terpusat, sehingga diperlukan peninjauan tingkat kebutuhan air bersih dan air limbah pada wilayah tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan total kebutuhan air bersih domestik dan kebutuhan air non domestik (fasilitas umum) pada Perumahan Bumi Ciruas Permai I tahun 2029 sebesar 316.546 liter/hari.Debit air limbah masyarakat Perumahan Bumi Ciruas Permai I sebesar 253,237 m3/hari, sedangkan debit air limbah grey water sebesar 189,92 m3/hari. Hasil perhitungan tersebut akan dijadikan dasar dalam perencanaan sistem penyaluran air limbah sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 4 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaran Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD).
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DI PT INDO BIOFUELS ENERGY PLANT MERAK-BANTEN Iis Mulya Utami; Frebhika Sri Puji Pangesti; Ade Ariesmayana
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 1 No 1 (2018): industrial
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v1i1.267

Abstract

Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk merencanaan sistem drainase PT Indo Biofuels Energy Plant Merak. Data atau informasi yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari PT Indo Biofuels Energy Plant Merak, portal website Kementrian Pekerjaan Umum Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian dan data primer diperoleh dari survey langsung di lapangan. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual sesuai dengan metode rasional untuk menghitung debit hujan, dan rumus manning untuk debit saluran. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat dimensi saluran ekonomis untuk saluran drainase utama 1 adalah dengan lebar dasar B = 0,218 m dan tinggi air h = 0,189 m, saluran drainase utama 2 adalah dengan lebar dasar B = 0,290 m dan tinggi air h = 0,251 m. Penampang melintang saluran berbentuk trapesium.
STATUS MUTU AIR SUNGAI CIBANTEN BERDASARKAN INDEKS PENCEMARAN AIR Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 3 No 1 (2020): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.216 KB) | DOI: 10.47080/jls.v3i1.887

Abstract

Sumber pencemaran,seperti pemukiman,industri, maupun pertanian menjadi sumber utama pencemaran sungai, begitu halnya dengan Sungai Cibanten.Sungai Cibanten mengalir melintasi daerah perkotaan sehingga menjadi pusat perhatian dari berbagai pihak. Aktifitas masyarakat yang ada dibantaran sungai menyebabkan penurunan kualitas air Sungai Cibanten. Penurunan kualitas air sungai dapat dilihat secara fisik maupun dengan pemantauan kualitas air. Berdasarkan data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, pemantauan kualitas air Sungai Cibanten dilakukan di 6 titik mulai dari Desa Pabuaran, PT Telaga Kencana, PT Sumber Mulya Abadi ,Kp Serut, Jembatan Kaujon, dan Jembatan Kaibon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi serta untuk menentukan status mutu air dengan metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil perhitungan Status Mutu Air termasuk kedalam cemar ringan sesuai dengan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air,dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI PENAUAN KELURAHAN KUBANGSARI CILEGON Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 3 No 2 (2020): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.153 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari – hari kita tidak lepas dari penggunaan air bersih. Banyaknya air bersih yang kita gunakan 80 persennya akan menjadi air limbah. Apabila air limbah yang dihasilkan tidak ditangani dengan baik maka akan mencemari air permukaan dan juga lingkungan. Masyarakat Lingkungan Penauan selama ini menyalurkan air limbah rumah tangganya melalui saluran terbuka berupa pasangan bata plesteran dan sebagian lainnya hanya galian saluran tanah dengan ujung pembuangan akhir mengandalkan permeabilitas di tanah yang lapang. Limbah black water dikelola dengan tangki septik pribadi dengan jarak rata-rata tujuh meter dari titik sumber air bersih. Standar jarak antara septik tank dengan sumber air minum adalah 10 meter, maka dari itu perlu dirancang suatu sistem pengolahan air limbah domestik. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini yaitu jumlah kebutuhan air bersih masyarakat Penauan untuk kemudian dihitung jumlah air limbah yang dihasilkan. Anaerobic Baffled Reactor (ABR) merupakan teknologi pengolahan air limbah yang mampu menurunkan kadar polutan TSS, BOD dan COD dalam air limbah sampai dengan 90%. Dengan dirancangnya ABR diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan air limbah di lingkungan Penauan. Hasil olahan air limbah memiliki kadar TSS 15,8 mg/l, BOD 14,3 mg/l dan COD 32,3 mg/l. Bangunan IPAL berbentuk persegi panjang dengan panjang 16,90 m, lebar 4,40 m dan tinggi 3,40 m.
PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK KEGIATAN KARYAWAN DI PT X TANGERANG DENGAN SISTEM BIOFILTER Nano Suparno; Frebhika Sri Puji Pangesti; Ade Ariesmayana
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 4 No 1 (2021): JURNALIS
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.861 KB) | DOI: 10.47080/jls.v4i1.1217

Abstract

limbah domestik di PT X saat ini belum diolah dengan baik hal ini terjadi kareana metode pengolahan limbah belum dapat diterapkan di kalangan industri di indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan desain instalasi dalam pengolahan limbah domestik di PT X. Data primer pada penelitian ini adalah data kualitas air limbah domestik di PT X pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive random sampling dan pengujian sampel dilakukan sesuai dengan peraturan menteri lingkungan hidup nomor 68 tahun 2016, data sekunder pada penelitian ini adalah berupa dokumen yang meliputi jumlah karayawan di PT X serta layout gambar di PT X. Hasil dari penelitian ini adalah volume limbah yang dihasilkan oleh PT X di Tangerang sebesar 1.400 liter/hari, instalasi pengolahan air limbah di PT X Tangerang menggunakan metode biofilter dengan media sarang tawon, dan anggaran biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan ini adalah sebesar Rp. 4.532.414. penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pengolahan limbah domestik di PT X sehingga limbah yang terbuang tidak mencemari lingkungan sekitar pabrik
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK DENGAN METODE CONSTRUCTED WETLAND DI PERUMAHAN BUMI CIRUAS PERMAI 1 KABUPATEN SERANG Wilda Fajar Gusti Ayu; Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.414 KB) | DOI: 10.47080/jls.v4i2.1461

Abstract

Perumahan BCP 1 adalah salah satu penghasil limbah di wilayah Kecamatan Ciruas. Perumahan ini belum memiliki fasilitas pengolahan limbah grey water dan black water. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan air limbah grey water yang tepat dan efisien. Salah satu alternatifnya menggunakan metode subsurface flow wetland. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume air limbah yang dihasilkan oleh masyarakat Perumahan BCP 1 dan membuat desain pengolahan air limbah. Perencanaan IPAL di Perumahan BCP 1 mempertimbangkan aspek kualitas air limbah domestik yang dihasilkan setiap harinya. Kualitas air limbah domestik menunjukkan nilai COD 19,8 mg/L; BOD 12,75 mg/L; TSS 84 mg/L dan pH 7,6. Kemudian dilakukan analisis perhitungan masing- masing unit IPAL yang akan direncanakan di perumahan BCP 1 agar sesuai dengan kriteria baku mutu sesuai dengan Permen LHK P.68/MENLHK-SETJEN/2016. Sistem IPAL direncanakan terdiri dari unit bak ekualisasi, Subsurface Flow Constructed Wetland dengan tanaman Cyperus alternifolius, dan kolam penampungan. Hasil perencanaan menunjukkan efisiensi pengolahan untuk TSS sebesar 88%; BOD sebesar 12,75 mg/L; COD sebesar 19,8 mg/L; pH sebesar 7,6. Dengan efisiensi tersebut effluent limbah cair IPAL telah memenuhi baku mutu yang ditentukan. Anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAL adalah Rp. 588.191.894.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE SMKN 1 KRAGILAN KABUPATEN SERANG Ihdina Mufidah Arifin; M Ichwanul Yusup; Febrika Sri Puji Pangesti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.988 KB) | DOI: 10.47080/jls.v5i1.1912

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kawasan sekolah yang memiliki sistem drainase konvensional yang rentan terhadap banjir. Untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut akan direncanakan sistem drainase baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan sistem drainase utama di SMKN 1 Kragilan Kabupaten Serang. Data atau informasi yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari pihak SMKN 1 Kragilan. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual sesuai dengan metode rasional untuk menghitung debit hujan, dan rumus Manning untuk debit saluran. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat dimensi saluran ekonomis, karena saluran tersebut bisa melewatkan debit maksimum untuk luas penampang basah,kekasaran, dan kemiringan tertentu.Saluran drainase utama adalah dengan lebar dasar B = 0,77 m, tinggi muka air h = 1 m dan tinggi jagaan w = 0,50 m. Penampang melintang saluran berbentuk persegi empat.
UTILIZATION BAYAH BANTEN ZEOLITE AS A CATALYST AND BACTERIA AS A PRETREATMENT FOR BIODIESEL FROM WASTE COOKING OIL F. Fitriyah; Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpd.v2i2.37

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan zeolit alam Bayah Banten sebagai katalis homogen dalam penelitian ini adalah sebagai alternatif penggunaan katalis sintetik. Selain itu bakteri Rhizopus sp. digunakan sebagai pretreatment biokatalis dalam pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan biodiesel. Hal ini akan memberikan beberapa keuntungan, yaitu dapat mereduksi limbah minyak jelantah, mengurangi biaya produksi pembuatan bahan bakar serta memanfaatkan kekayaan alam terutama yang terdapat di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan mempelajari metode pembuatan biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis zeolit alam Bayah dan biokatalis bakteri Rhizopus sp serta uji kualitatif dan kuantitatif standar biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaksi esterifikasi/transesterifikasi minyak dengan alkohol rantai pendek melalui bantuan katalis. Hasil penelitian ini menunjukan minyak jelantah yang sudah diolah menjadi biodiesel, yaitu viskositas (pada suhu 40°C) sebesar 0,862 g/ml dan 29,7, kadar air 0,05 % , titiknyala 120°C, titiktuang 18°C, bilangan asam 0,49 mg KOH/g, angka setana 55, belerang 0,11 mg/kg, fosfor 1,7 mg/kg, waktu bakar 43 detik, residu 1,8 % , sisa pembakaran 9,6% telah memenuhi standar biodiesel SNI-04-7182-201 Kata Kunci : biodiesel, zeolite bayah, minyak jelantah ABSTRACT Utilization of Banten Bayah natural zeolite as a homogeneous catalyst in making biodiesel is an alternative to the use of synthetic catalysts. In addition, the bacteria Rhizopus sp., was used as a biocatalyst in waste cooking oil for the manufacture of biodiesel. This will provide several advantages, reduces waste cooking oil, reduce cost biodiesel production and utilize natural resources, especially those found in Banten Province. This study aims to study the method of making biodiesel from waste cooking oil using natural Bayah zeolite catalyst and Rhizopus sp bacterial as biocatalyst as the quantitative and quantitative standard tests of biodiesel. The methods in this study is the esterification / transesterification reaction of oil with short chain alcohols through of a catalyst. The results of this research show that waste cooking oil has been processed into biodiesel that is density and viscosity parameters (at 40°C ) is 0.862 g/mL and 29.7, 0.05% moisture content 120 ° C point, 18 ° C point, acid number is 0.49 mg KOH / g, setana number 55, sulfur content 0.11 mg / kg, phosphorus content 1.7 mg / kg, burn time 43 seconds, residue 1.8%, residual combustion 9.6% it has fulfilled the biodiesel standard SNI-04-7182-2012. Keyword : biodiesel, zeolite bayah, bacteria, cooking oil
Analisis Kesesuaian Ruang Terbuka Hijau Di Kota Serang Frebhika Sri Puji Pangesti; Fitri Dwirani
Jurnal Serambi Engineering Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3 Edisi Khusus Februari 2018
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v3i2.438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)yang ada di Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas RTH Kota Serang masih belum  mencukupi ketentuan Undang-Undang. Total luas RTH pada tahun 2016 adalah sebesar 7361,7  Haatau sekitar 27,6% luas wilayah Pemerintahan Kota Serang sebesar 2.518,9 Ha dipenuhi oleh RTH publik sedangkan sisanya, 4.842,2 Ha, diisi oleh RTH privat. Hanya RTH di dua kecamatan yang memenuhi Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 dan Permen PU Nomor 05/PRT/M/2008 yakni kecamatan Kasemen dan Cipocok Jaya. Kecamatan Serang masih kurang 63,22 ha RTH sedangkan Kecamatan Taktakan kurang 284,53 ha. Kecamatan Walantaka dan Kecamatan Curug juga masih kurang masingmasing sebesar 965,44 ha dan 1.192,74 ha. Ruang Terbuka Hijau paling luas di Kota Serang berada diKecamatan Kasemendengan total 3.333,594 Ha atau sekitar 45,28%  dari luas wilayah Kota Serang. Berdasarkan proyeksi, luas RTH yang harus tersedia di Kota Serang berdasar kan jumlah penduduk pada tahun 2016 adalah 1.311ha, 1.336 ha pada tahun 2017, 1.362 ha pada tahun 2018, 1.388 ha pada tahun2019 dan 1.415 ha pada tahun 2020.