cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 15 Documents clear
Determinan Pemberian MP-ASI Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Bringin Fatma, Adelia; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9679

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2019, cakupan ASI eksklusif di Indonesia tahun 2019 sebesar 67,74%. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Semarang tahun 2020 sebesar 56,7% dengan persentase terendah sebesar 22,6% yaitu Puskesmas Bringin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Bringin, Kab. Semarang.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Jumlah sampel 40 kasus dan 40 kontrol menggunakan teknik cluster sampling dan purposive sampling. Variabel bebas terdiri dari usia ibu, paritas, pengetahuan, pendidikan, sosial ekonomi, mitos, kelancaran produksi ASI, dan pekerjaan ibu. Variabel terikat yaitu pemberian MP-ASI dini. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji chi square atau uji fisher dan uji regresi logistik.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan usia ibu (p=0,002), pengetahuan (p=0,006), pendidikan (p=0,000), mitos (p=0,029), kelancaran produksi ASI (p=0,001), pekerjaan ibu (p=0,002), paritas (p=0,237), dan sosial ekonomi (p=0,805). Variabel yang paling berpengaruh adalah kelancaran produksi ASI (p=0,001).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia ibu, pengetahuan, pendidikan, mitos, kelancaran produksi ASI, dan pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI dini. Tidak terdapat hubungan antara paritas dan sosial ekonomi dengan pemberian MP-ASI dini. Kelancaran produksi ASI merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI dini.
Pengaruh Sport Energy Gel Biji Chia (Salvia hispanica, L.) terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Kekuatan Otot Tangan Atlet Voli Samsu Dukha, Akhmad; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9684

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendaluhuan pada atlet voli dari 15 atlet voli (60%) nilai kekuatan otot tungkai 117,15 kg kekuatan otot tangan kanan dan kiri 32 kg dan 20 kg yang masih di bawah rerata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sport energy gel biji chia (Salvia hispanica, L.) terhadap kekuatan otot tungkai dan tangan atlet voli.Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan menggunakan pre post test control group design with same subject. Sampel menggunakan atlet bola voli BPPLOP Jawa Tengah sebesar 26 atlet yang seluruhnya dijadikan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan masing-masing diberikan 300 ml. Pengukuran pada kekuatan otot tungkai dan tangan menggunakan alat back & leg dynamometer dan handgrip.Hasil: Hasil menunjukkan pemberian sport energy gel biji chia terhadap kekuatan otot tungkai 140,15 kg kekuatan otot tangan kanan dan kiri 44,53 kg dan 32,42 kg terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada perlakuan sport energy gel biji chia dengan tambahan fruktosa dan maltodekstrin terhadap kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot tangan.Kesimpulan: Pemberian sport energy gel biji chia memiliki pengaruh terhadap nilai kekuatan otot tungkai dan tangan atlet voli. Sedangkan perbandingan perlakuan sport energy gel dengan tambahan maltodekstrin dan fruktosa tidak menunjukkan ada perbedaan yang signifikan.
Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Gabus (Channa Striatus) terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Kwetiau Beras Nurul Mulyana, Aprilia; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9686

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menjadi negara kedua dengan pengonsumsi mi instan terbanyak dunia yaitu 12.6 miliar per tahun sehingga pengembangan produk berbasis mi sebagai makanan bergizi berpotensi untuk dilakukan. Salah satunya produk kwetiau dengan bahan utama beras. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan gabus pada pembuatan kwetiau beras terhadap sifat kimia dan organoleptik kwetiau beras.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat taraf perlakuan, yaitu tanpa penambahan ikan gabus (K0), penambahan ikan gabus 5% (K1), 10% (K2), dan 15% (K3). Data hasil penelitian dianalisis dengan Anova One Way, dilanjutkan dengan uji Duncan. Untuk uji organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis.Hasil: Hasil pengamatan berdasarkan perlakuan yang diberikan penambahan tepung ikan gabus, maka yang terbaik perlakuan K1 yaitu penambahan tepung ikan gabus 5% dapat meningkatkan kadar protein (10,44%) serta memiliki daya cerna protein 46,63%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh penambahan tepung ikan gabus terhadap sifat kimia (kadar air, protein, lemak, karbohidrat, abu, dan daya cerna protein) dan sifat organoleptik rasa, tekstur, dan aroma pada kwetiau.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Koping Strategi Pangan pada Keluarga Miskin Perkotaan Tahun 2022 Indah Sari, Citra; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9687

Abstract

Latar Belakang: Kemiskinan sebagai salah satu hambatan atau permasalahan dalam pembangunan manusia. Kemiskinan dan gizi buruk berkaitan dengan erat. Koping strategi pangan menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan koping strategi pangan.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Uji hipotesis yang digunakan ialah uji chi-square. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 78 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun dan minimal tinggal selama ± 6 bulan.Hasil: Berdasarkan hasil analisis terdapat adanya hubungan antara tingkat pendidikan ibu (p = 0,0001), tingkat pendidikan ayah (p = 0,0001), jenis pekerjaan (p = 0,0001), pendapatan rumah tangga (p = 0,0001), pengeluaran rumah tangga (p = 0,0001), besar keluarga (p = 0,0001), bantuan pemerintah (p = 0,010), dan perilaku ibu terhadap pantau tumbuh kembang balita (p = 0,0001) dengan tingkat koping strategi pangan.Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara koping strategi pangan dengan tingkat pendidikan ibu dan ayah, jenis pekerjaan, pendapatan rumah tangga, pengeluaran rumah tangga, besar keluarga, bantuan pemerintah dan perilaku ibu terhadap pantau tumbuh kembang balita, serta untuk variabel usia ibu tidak ada hubungan yang signifikan.
Akses Pangan Rumah Tangga dan Pola Asuh Gizi terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Masa Pandemi COVID-19 Karima Sekar Niesa, Gadis; Mardiana
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9689

Abstract

Latar Belakang: Hasil data pada tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Indonesia secara nasional yaitu 24,4%. Diketahui prevalensi balita stunting di Kota Semarang pada tahun 2021 adalah 21,3%. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan akses pangan rumah tangga dan pola asuh gizi terhadap kejadian stunting anak usia 24-59 bulan di masa pandemi COVID-19.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh anak usia 24-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Sampel penelitian sebesar 88 dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara akses pangan rumah tangga (p=0,001) dan pola asuh gizi (p=0,027) dengan kejadian stunting. Akses pangan rumah tangga yang mempunyai hubungan yaitu akses ekonomi (p=0,001) dan akses sosial (p=0,010), akses fisik (p=0,107) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Pola asuh gizi yang mempunyai hubungan yaitu kebiasaan pemberian makan (p=0,002) dan kebiasaan pengasuhan (p=0,003), kebiasaan mendapatkan pelayanan kesehatan (p=141) tidak berhubungan dengan kejadian stunting.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara akses pangan rumah tangga dan pola asuh gizi terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di masa pandemi COVID-19.
Pengembangan Makanan Tambahan (PMT) Penyuluhan dari Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai Camilan Alternatif Upaya Perbaikan Status Gizi Balita Salma Azhaar Firdaus, Jihan; Woro Kasmini Handayani, Oktia
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9692

Abstract

Latar Belakang: Bahan pangan lokal dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan PMT seperti ikan nila dan singkong. Penelitian ini bertujuan mengembangkan menu formula PMT-Penyuluhan dari ikan nila (Oreochromis niloticus) dan tepung mocaf (Modified cassava flour) sebagai menu camilan alternatif upaya perbaikan status gizi balita.Metode: jenis penelitian ini eksperimental dengan desain RAL dua faktor. Panelis dalam penelitian ini 30 ibu-ibu balita Posyandu Demangan dengan variabel bebas formulasi tepung ikan nila dan mocaf, serta variabel terikat energi, protein, lemak, dan daya terima biskuit PMT-Penyuluhan. Instrumen penelitian ini yaitu kuesioner uji hedonik dan pengambilan data dengan uji laboratorium. Analisis data kandungan gizi menggunakan One Way Anova, sedangkan daya terima biskuit menggunakan Kruskall-Wallis.Hasil: Rata-rata energi, protein, dan lemak kandungan gizi per 40 g yaitu 185,185 kkal/40 g, 7,61 g/40 g dan 4,72 g/40 g. Biskuit PMT-Penyuluhan yang direkomendasikan adalah biskuit F1. Hasil analisis diperoleh bahwa terdapat perbedaan kandungan gizi yang nyata pada seluruh formulasi biskuit PMT-Penyuluhan. Namun, tidak terdapat perbedaan yang nyata pada daya terima seluruh formulasi.Kesimpulan: Energi dan lemak biskuit PMT-Penyuluhan memenuhi standar dari Kemenkes, tetapi seluruh formulasi proteinnya lebih tinggi. Biskuit PMT-Penyuluhan yang paling disukai dan direkomendasikan yaitu biskuit F1 (15% tepung ikan nila dan 15% mocaf).
Pengaruh Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa – Sinensis L. ) terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Galur Wistar Desmarta, Kesya; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9694

Abstract

Latar Belakang: Asam urat atau gout arthritis memiliki prevalensi sebesar 11,9% di Indonesia. Bunga sepatu adalah salah satu tanaman yang mengandung pigmen antosianin, flavonoid, dan saponin berpotensi menghambat pembentukan asam urat dengan menghalangi aksi xantin oksidase, yang mengubah purin menjadi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa – sinensis L.) terhadap kadar asam urat tikus putih galur wistar.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi 3 kelompok yaitu K – (kontrol negatif atau normal), K+ (kontrol positif diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB), dan P1 (Diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB dan ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) 250 mg/kgBB). Tikus diberikan hati ayam 2 ml/kgBB untuk menginduksi asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan pada hari ke- 22 menggunakan cobas c111 dengan metode uricase – PA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data dianalisis menggunakan uji one way annova.Hasil: Pemberian ekstrak bunga sepatu selama 14 hari tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat pada 3 kelompok (p = 0,594). Kadar asam urat kelompok K – (1,10 ± 1,78 mg/dl); kelompok K+ (1,17 ± 1,51 mg/dl); dan kelompok P1 (0,92 ± 1,34 mg/dl).
Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan Devi Saputri, Puput; Desy Putriningtyas, Natalia
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9707

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2022, Desa Karangsari masuk dalam salah satu dari 10 desa/kelurahan lokus stunting dengan 121 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Desa Karangsari, Kecamatan Adipala.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Sampel dalam penelitian sebanyak 48 responden untuk masing-masing kelompok kasus dan kontrol menggunakan metode simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square yang apabila syarat tidak terpenuhi menggunakan uji Fisher. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu (p=0,006), tinggi badan ibu (p=0,037), riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,033), asupan energi (0,001), dan asupan protein (p=0,002) dengan kejadian stunting pada balita. Berdasarkan analisis multivariat, asupan protein merupakan faktor yang paling berpengaruh.Kesimpulan: Pendidikan dan tinggi badan ibu, riwayat pemberian ASI eksklusif, serta asupan energi dan protein berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
Evaluasi Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas pada Masa Pandemi Covid-19 Kamillia Insani, Raudya; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9709

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 telah membatasi pelayanan kesehatan ibu. Puskesmas Bantarkawung termasuk dalam wilayah yang terdampak Covid-19. Diperoleh data sebanyak 5 kasus kematian ibu dengan salah satunya disebabkan oleh Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan antenatal di Puskesmas Bantarkawung selama pandemi Covid-19.Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu pelayanan antenatal care yang dievaluasi dengan komponen input, proses, dan output. Informan berjumlah 10 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah pedoman wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.Hasil: Hasil evaluasi input menunjukkan bahwa lima orang bidan sudah mengikuti pelatihan, sarana dan prasarana lengkap tetapi tidak ada USG, sumber dana didapat dari BOK dan BLUD, serta kebijakan dan SOP mengacu pada standar pelayanan kebidanan. Evaluasi proses memperlihatkan bahwa pelaksanaan kesepuluh komponen standar ANC 10T belum sesuai dengan prosedur serta tidak memiliki tenaga dokter. Evaluasi output menunjukkan cakupan K1 sebanyak 100%, K4 sebesar 84,2%, imunisasi Td2+ sebesar 14,5%, dan tablet tambah darah (Fe) sebesar 85,2%.Kesimpulan: Komponen input sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sumber dana, serta kebijakan SOP sudah sesuai standar. Ada pun proses pelayanan antenatal care belum sesuai standar 10T. Untuk output cakupan K1 dan K4, imunisasi Tetanus Toxoid, dan pemberian tablet tambah darah (Fe) belum mencapai target.
Perilaku Positive Deviance Gizi: Studi Kasus pada Keluarga Miskin Perkotaan Alfitrian, Sipa; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9711

Abstract

Latar Belakang: Kemiskinan menjadi salah satu akar permasalahan stunting, tetapi hal menarik justru ditemukan balita dengan status gizi baik di Gunung Brintik di mana wilayah tersebut merupakan wilayah miskin perkotaan. Hal tersebut merupakan bentuk positive deviance yang berhasil diterapkan oleh ibu balita.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Subyek dalam penelitian yaitu keluarga miskin yang mempunyai balita tidak stunting di Gunung Brintik, ditentukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria kasus. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, alat bantu, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif digunakan berdasarkan data yang telah diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan.Hasil: Informan utama mampu menyediakan dan mengatur makanan yang bergizi kepada balita dengan memilih makanan sumber gizi dengan harga terjangkau dan juga memanfaatkan bantuan. Informan utama dan ayah balita sadar bahwa dalam tumbuh kembang balita dibutuhkan kehadiran keluarga sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang baik. Keluarga juga selalu memperhatikan kebersihan diri, rumah, dan lingkungan sebagai sumber daya dalam mendukung status gizi. Memanfaatkan secara maksimal pelayanan kesehatan balita sehingga mendukung status gizi balita.Kesimpulan: Karakteristik keluarga dan sumber daya yang ada di Gunung Brintik seperti tenaga kesehatan dan bantuan pemerintah atau swasta, menjadikan informan utama memaksimalkan pemanfaatan akses yang ada dalam mendukung status gizi balita.

Page 1 of 2 | Total Record : 15